Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 54


__ADS_3

Para anggota kelompok 5 silih berganti saling menemukan anggotanya ketika hampir sampai di pos dua.


" Apakah kalian semua baik-baik saja? Kita istirahat dulu disini !" titah Ketua kelompok 5.


" Deril, Yura nggak ada !"


" Apa ? Kok bisa bukannya kalian selalu jalan berdua tadi dibelakang ?"


" Iya, tapi karena kita saling berlarian entah kemana, aku terpisah dengannya."


" Apa ada anggota kita yang lain yang belum datang selain Yura?"


" Semua datang kak ", jawab semua serentak.


" Baiklah aku akan melapor ke para guru dan ketua OSIS siapa tau dia sudah di pos dua atau dia sudah kembali ke tenda."


Ternyata pikiran mereka tidak sesuai dengan harapan. Ketika mereka tiba di pos dua para anggota OSIS yang berjaga tidak seorangpun yang melihat Yura.


Robby yang mendengarnya pun menjadi khawatir. " Lo dimana sih Ra, semoga lo nggak tersesat di hutan."


Informasi hilangnya Yura akhirnya sampai di telinga para guru dan OSIS. Akhirnya kegiatan mencari jejak bendera pun dihentikan di tengah jalan dan pihak sekolah mengintruksikan seluruh siswa siswi SMA Tunas Bangsa kembali ke tenda.


Pihak sekolahpun bahkan sudah mengerahkan tim keamanan disana untuk membantu mencari Yura.


" Mila, bagaimana ini apa kita cari saja Yura kesana siapa tau kita bisa menemukannya?"


" Tapi kita tidak diijinkan masuk ke hutan kembali Diah sama pihak sekolah, gue juga cemas dengan kondisi Yura."


" Tenanglah kalian, tadi Hendra sudah ngasih tau gue. Erlangga dan para pengawal sedang mencari Yura di hutan. Kita berdoa saja semoga ia ditemukan", jelas Malik.


Mila pun berpelukan dengan Diah, mereka saling menyalurkan rasa kesedihan yang mendalam.


Malik yang melihat mereka pun, juga ikut bersedih. Yura adalah teman dari kekasihnya bahkan mereka terkadang main keluar bersama.


Sementara itu, Erlangga sudah sampai di hutan bersama dengan Hendra dan para pengawalnya.


" 10 orang pengawal berpencar lah kalian ! Pengawal yang lain yang sudah ada di hutan sedang menolong Ishi dari kepungan musuh. Jadi kalian bersiaplah jika ada serangan lain menyusul. Dan cepat temukan istriku !"


" Baik tuan muda ."


Para pengawal pun saling berpencar, begitu juga Erlangga dan Hendra mereka pun masuk ke dalam hutan untuk menemukan Yura.


1 jam berlalu akhirnya, Ishi dan pengawal Erlangga berhasil mengalahkan 5 orang berbaju hitam tersebut bahkan sebelum mereka akan diintrogasi, mereka serempak meminum racun untuk bunuh diri.


" Kurang ajar, sepertinya orang yang menyuruh mereka untuk menculik nona muda adalah orang yang sangat kejam, hingga orang suruhannya pun bersedia mati seperti ini !"


" Kita harus menolong nona muda, pengawal yang lain belum bisa menemukannya, sebaiknya kita bergegas membantu !" ucap Aditya.


" Ayo !"

__ADS_1


Sedangkan Erlangga dan Hendra beserta pengawal yang tersisa terus menyusuri ke dalam hutan mencari Yura.


Hingga di dekat pinggiran sungai, Erlangga menemukan sebuah gelang yang ia ingat bahwa gelang itu adalah milik Yura.


" Tidak salah lagi, ini punya Yura berarti ia tidak jauh dari sini."


" Apa yang kau temukan Erlangga?"


" Ini gelangnya Yura, Hendra . Pasti dia tidak jauh dari sini ! Susuri pinggiran sungai, sisanya tetap mencari !"


" Siap tuan muda !"


Yura yang sedang bergelayut di batang pohon dipinggiran sungai, sudah merasa tidak sanggup lagi untuk berpegangan.


" Tuhan selamatkan aku, siapapun disini tolong ... tolong ... tolong !"


Sayup-sayup Erlangga mendengar suara Yura, ia pun bergegas ke arah sumber suara yang berasal dari bawah sungai.


" Yura ... Yura kamu dimana sayang, kalau mendengar suara ku tolong, dibalas !"


Dengan sisa kekuatannya, Yura yang mendengar suara Erlangga mendekat segera berteriak dengan keras.


" Kak Erlangga aku disini !"


Mendengar teriakan yang istri akhirnya Erlangga menemukan Yura.


Yura pun berusaha menggapai tangan Erlangga, sedangkan dari dua sisi tubuh Yura, pengawal sedang melilitkan tali agar nona mudanya tidak terjatuh ke dalam sungai karena batang pohon yang sejak tadi dipakai berpegangan oleh Yura hampir patah.


" Tinggal sedikit lagi sayang, bertahanlah !"


Dan Yura pun berhasil ditarik oleh Erlangga ke atas. Mereka berdua saling berpelukan.


" Sayang aku takut, hiks ."


" Tenanglah kau sudah aman hmmm ... mana yang sakit?"


" Kakiku terkilir makanya aku tergelincir jatuh ke bawah saat melarikan diri ", jelas Yura.


Dengan perlahan Erlangga pun melihat ke arah kaki Yura, terlihat kakinya membengkak dan berdarah, sedangkan tangannya tergores penuh luka.


" Kita pulang sekarang hmmm ... sampai di tenda kita obati dulu lukamu !"


" Hmmm ..."


Erlangga pun menggendong Yura di depan, sedangkan Hendra sedang menelepon Diah bahwa Yura sudah ditemukan, dan sekalian menginformasikan kepada pihak sekolah agar Yura ijin untuk pulang ke rumah.


" Halo Kak, benarkah ? Baik akan aku sampaikan sekarang, salam buat Yura ya Kak."


Klik.

__ADS_1


" Diah, siapa yang telepon tadi ?"


" Kak Hendra, ia bilang Yura sudah ditemukan, sekarang ayo antarkan aku , menghadap para guru !"


" Oke."


Setelah rasa cemas dan khawatir yang melanda SMA Tunas Bangsa atas menghilangnya salah satu siswi mereka. Akhirnya mereka mendapatkan kabar baik , bahwa siswi tersebut sudah ditemukan dan sekarang diijinkan untuk pulang ke rumah.


Kabar baik tersebut, disambut dengan gembira oleh semua siswa dan siswi yang ikut dalam kegiatan perkemahan.


Sedangkan di tenda milik Erlangga, ia sedang membersihkan luka yang didapat oleh Yura sebelum mereka meninggalkan lokasi perkemahan.


" Tuan muda, semua persiapan sudah siap !"


" Baiklah , ayo sayang kita pulang!"


" Ya kak."


" Hendra, gue pulang dulu ya, makasih sudah membantu, kau nikmatilah kegiatan perkemahan ini !"


" Ya hati-hati, sampai jumpa di sekolah ."


" Lo tau siapa yang menemukan Yura?" tanya Umi kepada Robby.


" Nggak tau gue, mungkin pihak keamanan disini kali ."


"Syukurlah kalau dia selamat, gue jadi bersalah sama Yura, seharusnya kami berlari ke arah yang sama bukan ke arah yang berbeda."


" Kau jangan menyalahkan dirimu sendiri atas hilangnya Yura. Ini murni musibah yang tidak bisa kita prediksi sejak awal, ayo kita bergabung kesana!"


" Ternyata lo bisa bijak juga ya Rob, gue pikir selama ini lo nggak punya rasa simpati karena sikap lo yang selalu cuek dan seenaknya sama orang lain ", ujar Umi dalam hati.


" Kenapa lo dari tadi melihat gue? Apa ada sesuatu di muka gue?"


" Ih ... siapa juga yang melihat lo, jangan geer deh ! Gue hanya lihat bulan yang berada di atas kepala lo !"


" Oh gue kira lo lagi terpesona dengan ketampanan seorang Robby sang ketua tim basket."


" Dalam mimpi lo ! Sudahlah gombalan receh begini tidak akan mempan sama gue."


Di dalam mobil yang mengantarkan Erlangga dan Yura pulang ke rumah. Erlangga dengan setia memangku Yura diatas pahanya, dan merebahkan kepala Yura ke dalam lekuk lehernya.


" Tidurlah sayang, aku tau kau capek !"


" Jangan pernah tinggalin Yura ya Kak?"


" Mana mungkin aku pergi tanpamu sayang, ingatlah kita akan selalu bersama hingga nanti ."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2