Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 108


__ADS_3

Kini kehamilan Yura sudah menginjak 9 bulan. Selama masa kehamilan ke duanya ini, yang awal sangat berbeda dari hamil si kembar. Tinggal 4 hari lagi ia akan melahirkan.


Mengingat pelajaran di kehamilan sebelumnya, jadi Yura sangatlah siap untuk menghadapi persalinan yang ke dua ini. Meski calon adik dari si kembar sering malu-malu memperlihatkan jenis kelaminnya saat di USG.


" Mommy ", teriak si kembar yang baru saja pulang dari sekolah dasar.


" Hai, jagoan mommy. Jangan berlari nak entar kalian jatuh !"


" Mommy bagaimana keadaan adik bayi di dalam sini ?" tanya Kenzie.


" Merasa sehat, tinggal beberapa hari lagi kalian akan bertemu dengannya."


" Wah ... tak sabar melihat adik bayi."


" Sekarang, ayo cepat ganti baju dulu sama pelayan ! nanti mommy tunggu di ruang makan ya. Mommy sudah buatkan makanan kesukaan kalian berdua."


" Hore ..." sahut Kenzo dan Kenzie bersamaan. Hingga malam menjelang setelah menidurkan Kenzo dan Kenzie. Kini Yura sedang berjalan menuju kamarnya.


Sebenarnya sejak tadi pagi, perutnya sedikit kram dan sakit. Tapi ia berusaha rileks dan bertahan mungkin sakitnya berangsur mereda.


Tapi sakitnya berkali-kali lipat bertambah sakit. Ia pun segera menelpon Erlangga dan tidak lupa memberitahu mertuanya.


" Nak, mukamu pucat ", ucap Bunda Anisa yang sudah masuk ke kamar Yura.


" Iya Bun, sepertinya aku akan melahirkan !"


" Ya sudah, kamu duduk dulu, bunda yang akan mengambil perlengkapan yang kamu butuhkan."


Dengan kecepatan tinggi, dari Restoran tempatnya meeting dengan klien setelah lepas jaga di rumah sakit. Erlangga memacu mobilnya agar segera sampai di rumah.


Setibanya di rumah, Erlangga langsung keluar dan mengurus sopirnya bersiap.


Ia pun mencari keberadaan sang istri, bahkan kedua putranya pun terbangun dan menangis melihat mommynya merintih kesakitan.


" Sayang, ayo kita ke rumah sakit !" ujar Erlangga yang langsung menggendong sang istri.


" Cepat nak, perlengkapan yang lain sudah bunda masukan ke bagasi mobil !"


" Kenzo, Kenzie ... Dengarkan Daddy ! Kalian di rumah dulu ya bersama Oma, nanti kalau sudah adik bayinya lahir. Kalian bisa menyusul kesana. Apa kalian berdua mengerti boys ?"


" Iya Dad."


" Good job."


Sementara itu, Yura terus merintih kesaktian selama diperjalanan menuju ke RS, tak ayal baju dan rambut Erlangga pun kusut akibat ulah sang istri.


Setelah sampai di RS. Yura pun dimasukan ke ruang VK. Dan tepat pukul 08.00 akhirnya bayi mereka lahir ke dunia dengan proses persalinan normal.


Sungguh, perjuangan Yura hebat. Bahkan Erlangga yang setia menemani di ruang bersalin. Terus melafalkan doa agar proses kelahiran anaknya berjalan lancar.


" Selamat dok, anak kalian berjenis kelamin perempuan", ucap dokter yang membantu Yura melahirkan.

__ADS_1


" Kau dengar sayang, anak kita perempuan."


Bayi yang masih berlumuran darah tersebut. Kemudian dibersihkan oleh perawat. Sedangkan Yura setelah selesai dijahit. Ia pun dibawa menuju ke ruang rawat inap ya.


Kabar bahagia tersebut pun, ia beri tahu kepada kedua keluarga besarnya beserta keluarga sang istri dan para teman-temannya.


Hingga sampai malam ini sudah banyak keluarga dan teman yang menjenguk Yura di RS.


Banyak dari mereka terpana melihat kecantikan bayi perempuan dari Yura dan Erlangga.


" Gila, cantik bangat ", seru Hendra.


" Iya dong, secara mommynya saja sangat cantik, pasti anak kami juga menuruni gen tersebut."


" Kalian berdua sudah punya anak, tapi kelakuan masih anak SMA, untung para bawahan kalian tidak tau tentang hal ini", imbuh Daddy Alex.


" Nah kalau begitu, siapa nama keponakan kami yang cantik ini?"


" Namanya Cherry Nasya Bramasta."


" Nama yang cantik ", balas Kinara.


Si kembar pun juga ikut bergembira dengan kelahiran adik nya.


Mereka berdua kadang berebut bisa bermain dengan Cherry. Padahal bayi yang baru berumur 24 jam tersebut belum mengerti dengan tingkah laku kedua kakak laki-laki nya tersebut.


 12 Tahun Kemudian.


" Cher ... Kenapa berlarian nak?" tanya Yura sang sedang menata hidangan di atas meja makan.


" Lihat ini mom, kaos kakiku hilang lagi. Ini pasti ulahnya kak Kenzie."


" Baiklah dulu ke kamar, biar mom yang ngasih pelajaran sama Kenzie !"


Cherry pun berbalik ke kamarnya untuk bersiap-siap, karena hari ini ada upacara bendera di sekolah.


" Sayang bisa bantu aku pakaikan dasi", ucap Erlangga yang menghampiri istrinya yang berjalan ke arah kamar si kembar.


" Sini kak, kita harus cepat berangkat biar putri kecil kita nggak lagi ngambek."


" Memangnya hari ini ada kekacauan apa lagi yang?"


" Ini ulahnya Kenzie, kak. Selalu saja menjahili adiknya."


" Namanya juga anak-anak yang."


" Nah, dasinya sudah selesai aku pasang, sekarang aku harus ke kamar putra kita."


" Kenzie, kamu dimana nak?" teriak Yura saat masuk ke kamar putranya.


" Kenapa mom?" tanya Kenzo yang sedang memasukan buku pelajaran ke tasnya.

__ADS_1


" Seperti biasa Ken, adikmu itu menyembunyikan kaos kaki Cherry."


Sedangkan orang yang lagi diomongkan. Lagi asyik mandi.


" Kenzie dimana Ken?"


" Dia lagi mandi mom, dengerin saja dari sini sudah kenceng bangat suara musik yang selalu dia hidupkan."


" Ya sudah, nanti tolong kamu suruh Kenzie mengembalikan kaos kakinya Cherry !"


" Iya mom."


" Segera kalian turun ke bawah ya, mom dan dad kami dan yang lainnya menunggu di ruang makan !"


Setelah sang mommy keluar, barulah si biang kerok keluar dengan tampang tidak bersalah dari kamar mandi.


Langsung saja, Kenzo melempari muka kembarannya dengan bantal.


" Kak Ken, ini apa-apaan sih main lempar saja", sahut Kenzie.


" Kamu yang nggak punya kerjaan, dimana kamu menyembunyikan kaos kakinya Cherry? Itu tadi bunda kesini nyariin kamu."


" Hehehe ... Oh itu aku sembunyikan. Di kolong bawah ranjangnya Cherry kak."


" Astaga Kenzie, tidak bisakah kau bersikap dewasa, kenapa suka sekali sih usil dengan adik kita Cherry."


Sambil memakai seragam sekolahnya. Kenzie pun menjawab pertanyaan Kenzo. " Ya gitu kak mumpung ada mainan hidup kayak adik kita."


" Cepat bantu Cherry sana ! Biar kita tidak telat ke sekolah."


" Siap bos."


Sementara itu, Cherry sedang dibantu mengepang rambutnya oleh pelayan di kamarnya. Melihat kedatangan kakaknya Kenzie. Tentu saja mood Cherry kembali jelek lagi itu. Masalahnya keusilan yang dilakukan Kenzie tiap hari kepadanya.


" Kak, mana kaos kakiku?"


" Sabar-sabar, nih dia ... orang kakak taruh nya disini !"


Dengan tampang tidak berdosa, Kenzie pun membawa sepasang kaos kaki milik Cherry dan tidak lupa dia pun memberikan Cherry sekotak coklat sebagai permohonan maafnya.


" Nih buat adik kesayangan kakak !"


" Ngasihnya tulus kan nggak ada timbal baliknya?"


" Setulus hati kakak Cherry."


" Makasih ya kak, tapi hilangkan keusilan kakak kepadaku."


" Hem ... akan aku pertimbangkan !"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2