Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 36


__ADS_3

"Lakukanlah apa yang terbaik menurut kalian !karena orang lain yang berada diposisi kalian sekarang, belum tentu orang tersebut mampu melalui ini semua, termasuk aku juga !


Apa kalian ingin membeli sesuatu? anggap saja ini hadiah buat kalian berdua yang sudah tiap hari menemaniku sebagai pengawal."


" Yura kenapa kamu begitu baik kepada kami?" tanya Ishi.


" Memangnya aku harus bertindak seperti nona besar yang tidak bisa menghargai bawahan ! Berbuat baik itu asalnya dari hati dan niat kalian kepada orang. Sekarang tergantung yang menerima, bagaimanapun juga itu atas kemauanku sendiri tanpa menginginkan imbalan apa pun ", jelas Yura.


"Apakah tidak apa nona muda? Anda sangat menganggap kami bagaikan keluarga daripada hanya seorang pengawal yang bertugas menjaga anda."


"Jangan sungkan, aku malah senang ada teman seperti kalian, setidaknya aku tidak kesepian. Mari kita nikmati hari ini, sebelum Kak Erlangga menjemput ku !"


Setelah mereka bertiga selesai makan, merekapun melanjutkan berkeliling ke tiap sudut festival.


Saat Yura sedang melihat banyaknya ikan koi di dekat kolam, tiba-tiba pipinya terasa dingin. Yura pun terkejut dan menoleh ke arah belakang tubuhnya.


" Sayang, aku kira siapa? hampir saja aku teriak saking terkejutnya !" ucap Yura sambil memukul pundak Erlangga.


" Minumlah, apa kau tidak lelah seharian berjalan keliling area festival ini ?"


" Tidak kak, ini menyenangkan ! Oh iya ... kakak kapan datang?"


" Baru 20 menit yang lalu tiba, dari tadi aku menelpon mu tapi handphone mu tidak aktif."


" Maaf baterai handphone ku habis kak", sambil tertawa kecil.


" Ini sudah pukul 18.00 sore, lebih baik kita pulang!"


"Baiklah."


Sambil berpegangan tangan, Erlangga dan Yura berjalan melewati berbagai atraksi yang disajikan di acara festival, hingga mereka masuk ke dalam mobil untuk pulang.


Dalam perjalanan menuju ke rumah Yura, Erlangga pun menanyakan tentang kondisi Yura setelah, melewati situasi yang sangat menegangkan yang dialaminya beberapa jam yang lalu.


" Apa kau baik-baik saja?"


" Tentu, aku tidak lecet sedikitpun. Kakak pasti sudah tau apa yang terjadi tadi?"


" Iya yang, tapi untunglah kamu selamat!"


" Kak, sebenarnya apa yang telah terjadi? Apakah orang yang berniat jahat kepadaku adalah orang yang sama, yang dulu mencelakai keluarga kakak?"


"Salah satunya ia, tapi yang lainnya masih ada orang lain diluar mereka. Kakak masih menyelidikinya ! Kamu jangan khawatir, hmmm ...!"


" Waktu cepat sekali berlalu ya kak?"

__ADS_1


" Iya lagi sebulan kakak sudah ujian, dan kamu akan naik ke kelas XII."


" Apa kakak sudah memikirkannya, dimana akan melanjutkan kuliah?"


" Sudah, yang jelas kakak masih akan melanjutkan Kuliah di Indonesia tapi rencananya Kakak juga akan, mengambil dua jurusan sekaligus, maunya sih secara daring yang di Luar Negeri."


" Semangat ya sayang, aku akan selalu mendukungmu!"


" Terima kasih yang, bagaimana kabar Kak Rangga?"


" Dia masih PKL di Bandung, mungkin minggu ini akan pulang !"


" Baguslah, semoga bisa cepat terlewati."


" Cepat terlewati, maksud kakak apa?"


" Mungkin kamu salah mendengar, maksud kakak PKL nya Kak Rangga, hehehe ... ternyata Yura tidak tau apapun lebih baik jika Kak Rangga saja yang secara langsung memberi tau pada semua keluarganya." gumam Erlangga dalam hati.


Setelah melewati jalan yang macet sore itu, merekapun tiba di rumah Yura.


" Apa Kakak mau mampir?


" Tidak yang, katakan sama yang lain, Kakak pulang dulu, sekalian mau menjemput bunda !"


" Ya sudah kalau begitu Kak, sampai jumpa besok ! Hati-hati ya !"


" Astaga Ibu, kenapa masih pakai masker ke dapur? aku kira hantu!"


" Kau ini, namanya saja perawatan ya gini harus ikuti langkah-langkah bagaimana cara menggunakannya !"


" Apa tadi kamu bersenang-senang di Festival nak?"


" Tentu saja Bu, sudah lama aku tak melihat Festival."


" Ibu apa Kak Rangga ada nelpon ke rumah?"


" Ada, tadi Ibu baru saja bicara dengannya, memangnya kenapa nak?"


" Gapapa Bu, tapi kok sama Yura saja Kakak jarang mengabari ya?"


" Kakak mu itu kan sikapnya dari dulu begitu sama kamu, besok juga kamu akan dihubungi oleh dia."


" Kalau begitu, aku ke atas dulu ya Bu!"


" Sana cepat mandi, ibu tunggu di dapur hari ini ibu mau membuat nasi goreng !"

__ADS_1


" Wah pasti enak banget ini, apalagi kalau ada kerupuk sama sambal, terus ada telor mata sapi lengkap banget."


Sementara itu, di Aula Sekolah Kinara yang ada di Bandung. Rangga yang telah menatap Kinara, mendadak jantungnya berdetak dengan cepat, bahkan udara disana terasa senyap seketika. Hari ini, Rangga benar-benar melihat seorang putri yang baru turun dari Kahyangan.


Sungguh cantik, berwibawa dan penuh pesona serta daya tarik yang bisa memikat kaum lelaki.


Merasakan diri mereka berdua saling tatap. Kinara lebih dulu, memutuskan pandangnya ke arah Rangga, karena tersadar ia akan naik ke podium sebagai siswi yang memperoleh nilai tertinggi pada Ujian Nasional.


" Deg ... deg, kalau tidak ada banyak orang disini, detik ini juga aku akan memelukmu, istri kecilku !" seru Rangga dalam hati.


Seakan dia mengucapkannya dengan spontan tanpa ia sadari. Sudah ada benih-benih cinta yang mulai tumbuh dalam hatinya.


Rangga pun kemudian, mencari tempat duduk dimana telah banyak wali siswa maupun siswi yang hadir.


" Silahkan Kinara, berikan sedikit sambutan atas pencapaianmu, sebagai lulusan terbaik di Ujian Nasional." titah Kepala Sekolah.


Kinara pun mengangguk, dan memberikan sedikit sambutan. " Selamat pagi saya ucapkan kepada Bapak Kepala Sekolah, para guru, para siswa dan siswi beserta para wali dan para undangan yang telah hadir pada hari ini. Tidak lupa saya ucapkan puji syukur kehadapan Tuhan, sehingga saya bisa mencapai nilai tertinggi pada Ujian Nasional, tak lupa saya ucapkan terima kasih buat orang tua saya atau yang mewakili, serta terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman semuanya yang tidak bisa saya ucapkan satu per satu karena kita semuanya dinyatakan lulus. Terima kasih."


Setelah Kinara selesai memberi sambutan, tepuk tangan pun terdengar mengiringi dari ia masih berdiri di atas podium, sampai turun dan kembali duduk ke barisannya.


Senyuman yang teramat tipis, tercetak pada bibir Rangga yang sangat bangga dengan pencapaian istri kecilnya tersebut, tidak lupa ia pun memberikan tepuk tangan.


"Baiklah sekarang para siswa dan siswi kelas XII , silahkan satu per satu maju ke podium untuk menerima Piagam Kelulusan, dan bergantian untuk berfoto bersama !" ucap MC.


" Ayo Nara kita kesana, gue gak sabar untuk berfoto dengan kalian dan dengan para guru kita !"


Setelah sesi tersebut para siswa siswi kelas XII pun menghampiri orang tua atau wali mereka masing-masing.


Sedangkan Kinara tentu saja menghampiri suaminya.


" Selamat ya atas kelulusanmu", ucap Rangga sambil menyerahkan sebuket bunga.


" Terima kasih banyak Kak", jawab Kinara sambil tersenyum manis.


Mendapatkan senyuman penuh kebahagiaan dari istrinya, Rangga pun terpaku " Perasaan apakah ini, kenapa melihatnya saja ada desiran lain di hatiku?"


" Kak ... Kak Rangga ! teriak Kinara sambil melambaikan tangannya di depan muka Rangga.


Rangga yang mendengarkan suara istrinya pun tersadar. " Iya ada apa?"


" Apa yang kakak pikirkan, hingga melamun seperti itu?"


" Tidak ada yang aku pikirkan, lebih baik sekarang kita berfoto, ayo!"


Akhirnya Rangga pun berfoto berdua dengan Kinara, dan itu adalah foto ke dua setelah foto pernikahan mendadak mereka di rumah sakit.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2