
Malam ini adalah malam perayaan ulang tahun si kembar, Kenzo dan Kenzie yang ke 1 tahun.
Para undangan dari keluarga Bramasta satu per satu telah hadir. Perayaan ulang tahun si kembar merupakan momen dimana cucu dari pemilik Bramasta Grup pertama kali muncul dan diperkenalkan ke publik. Bahkan kemunculan mereka berpengaruh pula bagi rating di sosial media.
" Apa semuanya sudah siap?" tanya Erlangga kepada para asistennya.
" Sudah tuan muda, kini tinggal acara puncak dimana tuan dan nyonya muda beserta si kembar memotong kue ulang tahun dan meniup lilin."
Saat Yura dan Kinara hadir di tengah para tamu undangan. Semua berdecak kagum dengan couple goals tersebut. Bahkan kelucuan dan kegemasan Kenzo dan Kinzie banyak menyedot dan menarik bagi mereka yang hadir di acara tersebut.
Kini saat acara potong kue dan tiup lilin telah usai. Para tamu bergantian memberikan hadiah dan lainnya kepada Kenzo dan Kenzie , dimana si kembar berada di gendongan orang tua mereka.
Selanjutnya dilanjutkan dengan acara makan bersama dengan menu hidangan yang beraneka ragam, sehingga dapat memuaskan lidah para tamu.
" Sayang, sepertinya anak kita sedang mengantuk?" tanya Erlangga kepada Yura.
" Iya kak, pasti mereka kecapekan selama berlangsungnya acara ulang tahun."
" Kita bawa mereka ke kamar atas untuk ditidurkan !"
"Iya."
Saat semua tamu undangan telah pulang dan hanya teman dekat mereka saja yang masih ada. Erlangga dan Yura pun bergabung ke tengah teman dekat mereka.
" Erlangga, gue kira sebelumnya acara perayaan ulang tahun si kembar nggak akan semeriah ini. Buset udah kayak pesta resepsi saja", ujar Hendra.
" Kami juga awalnya, tidak mengira yang kami undang hampir semuanya akan hadir. Ya syukur jika mereka meluangkan waktu untung datang", jelas Yura.
" Yura, Erlangga kami pamit dulu ya, ini hadiah dari kami untuk si kembar. Kau lihat Bima pun sudah tepar !"
" Iya Kak Rangga, Kinara dan Bima, terima kasih atas kehadiran kalian."
1 jam berlalu, kini yang tersisa hanyalah para pelayan yang sedang berbenah dan bersih-bersih tempat acara.
Untung acaranya di kediaman Bramasta, jadi hari ini juga merupakan hari penuh rejeki bagi para pelayan, sampai para pengawal dan bodyguard keluarga Bramasta.
Keesokan harinya. Empat sekawan itu, sedang berkemas untuk pergi berlibur di vila keluarga Bramasta. Tentu saja lengkap membawa anak-anak mereka. Liburan ini telah mereka rencanakan jauh hari, agar semuanya bisa hadir.
" Akhirnya setelah sekian purnama kita bisa kumpul disini ya", ucap Malik.
__ADS_1
" Demi liburan ini, gue sudah cancel kesibukan yang lainnya", jawab Hendra.
" Ayo kita masuk ke dalam !" seru Erlangga sambil menenteng tas yang ia ambil dari bagasi mobil.
Mereka semua pun masuk ke dalam villa yang cukup besar dan luas yang dimiliki oleh keluarga Bramasta.
Di dalam villa, mereka sudah disambut oleh pelayan yang akan membantu menunjukkan kamar dimana mereka akan tempati, selama mereka liburan.
Sementara para anak-anak, sedang dibawa ke taman belakang villa oleh para ibu mereka.
" Ra, kakak tau keluarga suamimu memang kaya, tapi aku tidak menduga akan kaya seperti ini !"
" Hihihi ... Ini belum seberapa kakak ipar, Kenzo , Kenzie, Bima ! Jangan jauh-jauh mainnya nak !" teriak Yura.
" Kami juga tidak menyangka Ra, patut kamu syukuri dengan nasib baik yang telah kau dapatkan ", imbuh Mila.
" Iya, itulah namanya takdir, kalian tau bukan jalan kami untuk bersatu tidaklah mudah, banyak sekali kerikil yang harus kami lalui agar sampai ke hari ini", jelas Yura.
" Apa sih ... yang kami tidak tau Ra? bahkan kau juga adalah saksi bagi perjalanan hidup kami semua kan ", ucap Diah.
" Ayo kita duduk di gazebo di sebelah sana ! sambil kita mengawasi anak-anak!"
Sementara itu, para suami mereka. Juga sedang berbincang satu sama lain. Mereka berempat sambil berbincang juga sambil menikmati teh hangat di dalam ruang tamu.
" Ya seperti kalianlah , aku sedang memperbanyak usaha bengkel sambil menunggu anak ku akan lahir."
" Ternyata kau sudah sangat siap menjadi seorang ayah yang menyiapkan masa depan bagi keluarga kecil kalian", ujar Erlangga.
" Kan kami juga belajar dari kalian berdua , yang lebih dulu menjadi seorang ayah ", imbuh Malik menimpali.
" Kemana para istri kita?" ucap Rangga yang tidak melihat keberadaan istri mereka berempat.
" Tadi , Mila bilang mereka pergi melihat taman belakang ."
" Baiklah, kita susul kesana saja. Lagian banyak tempat disini yang perlu kalian masuki !"
" Wah, apa akan ada kejutan lagi untuk kami?"
" Kalian lihat saja sekarang !"
__ADS_1
Saat tiba di taman belakang villa tersebut. Rangga, Hendra serta Malik ikut terperanjat dengan banyaknya tempat dan fasilitas modern yang ada disana seperti : rumah kaca, danau kecil, wahana berkuda, tempat panahan dan lainnya.
" Gila luas bangat sih", ucap Malik sambil mencari keberadaan istrinya.
" Jangan terus mangap begitu, tutup dulu sebelum ada lalat yang masuk."
Para istri yang melihat para suami mereka datang menghampiri, tentu saja mereka segera berdiri dari posisi duduk di gazebo dan menghampiri.
" Sayang, kita harus ke rumah kaca, para anak-anak ada disana sejak tadi !" ucap Yura kepada Erlangga.
" Baiklah, kita kesana sekarang!"
Saat memasuki rumah kaca tersebut, mereka melihat anak-anak sedang mengambil beberapa bunga. Melihat para orang tuanya datang, tentu saja aktifitas yang mereka lakukan berhenti, dan segera berlari menuju mommy dan ibunya.
" Mom, bunga ini buatmu", ucap Kenzo.
" Makasih ya nak, ini cantik sekali."
Hal yang sama juga dilakukan oleh Kenzie dan Bima mereka menyerahkan setangkai bunga untuk Kinara, Mila dan Diah.
Adil bukan, biarpun Mila dan Diah hanya teman mommy nya, tapi Kenzie sudah menganggap mereka sebagai mommy angkatnya.
" Siapa yang mengajarkan kalian, tindakan seromantis ini?" tanya Kinara kepada Bima.
" Tentu saja hal ini, seperti saat ayah memberikan ibu bunga waktu yang lalu", jawab enteng Bima.
" Hahaha ... Tidak ku sangka anak-anak ternyata melihat apa yang kalian lakukan , good job nak", imbuh Hendra.
" Memangnya ayah Hendra tidak melakukan hal seperti ini, kepada ibu Diah?"
" Lebih dari hal kecil ini, ayah lakukan kepada istri tercinta."
" Contohnya yah?" tanya Kenzo.
" Nanti akan ayah kasih tau, tapi kita makan siang dulu ya !"
Setelah makan siang selesai, Hendra pun bercerita banyak hal tentang yang ditanyakan oleh Kenzo, tentu saja semua hal yang ia sampaikan bisa dimengerti oleh anak-anak seumuran Kenzo.
Tepat saat malam hari, setelah anak-anak semua tertidur di kamarnya. Kini para orang tua sedang kumpul bersama membuat api unggun dan menyiapkan keperluan barbeque.
__ADS_1
Sungguh apa yang telah direncanakan jauh hari, telah terealisasikan malam ini. Momen yang akan selalu mereka kenang sampai tua nanti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...