Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
14. Bab 14


__ADS_3

Hari berganti hari. Alenka dan Samuel menikmati kebersamaan mereka. Mereka bahagia dengan kehidupan mereka. Pulang dari kantor, Samuel pulang ke apartemen dan Alenka menyiapkan makan malam untuknya. Persis seperti pasangan suamu istri. Bahkan Samuel juga memberi uang belanja untuk Alenka.


Pagi itu sebelum berangkat ke kantor. Seperti biasa Alenka memasangkan dasi untuk Samuel.


"Kamu bahagia nggak sama aku?" tanya Samuel tiba-tiba.


"Perlu jawaban?" Alenka menatap Samuel dengan tajam.


"Nanti aku pulang ke rumah. Kamu mau ikut?" tanya Samuel.


"Nggak." jawab Alenka dengan cepat. Teringat ibunya Samuel, ia langsung menolak ajakan Samuel.


"Serius?" Alenka menganggukan kepalanya.


"Takut sama mama?" Alenka tersenyum kecil sembari menganggukan kepalanya lagi.


Sejak mereka pacaran dulu. Memang hanya mamanya yang tidak menyetujui hubungan mereka. Bahkan terus berusaha untuk memisahkan mereka.


"Kayaknya aku nggak pulang, mau reuni sama temen-temen kuliah sekalian." pamit Samuel.


"Iya.. Have fun ya!" kata Alenka. Dia sangat percaya bahwa Samuel tidak akan macam-macam di luar sana. Seperti dulu waktu mereka masih remaja. Samuel begitu sangat setia kepadanya. Meskipun banyak wanita lain mendekatinya.


Samuel tersenyum kecil sembari menganggukan kepalanya. Lalu ia mengecup kening Alenka. "Love you." ucapnya pelan.


Alenka kemudian memeluk Samuel dengan erat. "Jaga hati kamu. Jangan lirik-lirik cewek lain!" lirihnya.


Samuel pun ikut tersenyum kecil. "Muah.." ia mengecup puncak kepala Alenka.


"Kalau aku mau, apa aku harus nunggu kamu selama ini?" katanya dengan lembut.


Senyuman Alenka melebar. Ia mendongakan kepalanya menatap Samuel yang memeluknya. "Kamu tahu kunci hatiku hanya dimiliki oleh kamu." imbuh Samuel, membuat Alenka semakin merasa bahagia.


"Ingat, jangan terlalu dekat dengan bos kamu! Aku nggak suka." kata Samuel.


Selama beberapa hari ini. Samuel memang sangat cemburu dengan Andreas. Alasannya karena Alenka terlihat begitu akrab dan dekat dengan bos-nya tersebut.


"Iya.." karena tidak mau ribut. Alenka mengiyakan permintaan Samuel yang menurutnya sebenarnya tidak masuk akal.


Lalu mereka berankat ke kantor masing-masing. Namun, Samuel mengantar Alenka terlebih dahulu ke kantornya.


Di kantor.


Alenka dengan santai menunggu lift. Sudah beberapa hari terakhir Alenka tidak lagi terlambat. Jadi ia bisa menunggu dengan tenang.


"Beberapa hari ini tumben nggak terlambat?" tanya Andreas yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Kan karyawan teladan." jawab Alenka dengan cepat.

__ADS_1


"Nanti malam ada acara nggak?" tanya Andreas.


"Em.. Nggak, emang kenapa bos?"


"Aku butuh bantuan kamu."


".. Bantuan?" Alenka masih belum tahu dan mengerti maksud perkataan Andreas.


"Hmm.." Andreas menarik Alenka masuk ke lift khusus untuknya.


"Bantuan apa sih bos?" Alenka menjadi penasaran.


"Jadi pacar pura-pura aku!"


"Pa..car pura-pura?" Alenka sampai terbata-bata mendengar perkataan Andreas.


"Bukan pacar sih, tapi gebetan. Pokoknya bikin ilfeel seseorang." imbuh Andreas.


"Kamu sering bantuin temen-temen kamu seperti itu kan? Aku bayar lima juta." Alenka membulatkan matanya. Tawaran yang begitu menggiurkan.


Akan tetapi, Alenka kembali berpikir. Dia janji untuk tidak dekat-dekat dengan bos-nya. Namun, uang lima juta begitu menggiurkan. Alenka berpikir sejenak. "Udahlah nggak apa, selama Samuel nggak tahu semua akan beres." gumam Alenka seorang diri.


"Kalau ketahuan ya bilang aja kalau ada kerjaan dengan bos." Alenka berbicara sendiri.


"Gimana? Bisa nggak bantuan aku?" tanya Andreas lagi.


"Kalau gitu nanti aku jemput di kontrakan kamu jam 7 malam."


"Nggak usah bos. Nanti kita ketemu di depan kantor aja. Saya nggak enak sama tetangga kalau bos samperin saya ke kontrakan." alibi Alenka. Dia hanya tidak mau semua orang tahu kalau dia sudah tidak tinggal di kontrakannya lagi.


"Oke.." Andreas keluar dari lift dan Alenka mengikuti. Tetapi, Alenka menjadi kesal karena dia harus kembali turun.


"Al, kamu bareng pak Andreas?" tanya Maya yang melihat Alenka keluar dari lift bareng bos mereka.


"Hmm.. Ada bisnis." jawab Alenka.


"Halah gaya.." Maya mendengus kemudian tersenyum kecil.


Alenka kembali masuk ke lift. Ia turun ke ruang kerjanya. Dengan hati senang Alenka menuju meja kerjanya. "Aku lihat-lihat akhir-akhir ini kamu kayak bahagia terus. Bukannya Liverpool kalah terus?" tanya Imam.


"Nj*r jangan dibahas! Nyesek c*k.." jawab Alenka.


"Lebih nyesek jadi fans MU. Tutorial sabar ada di youtube fans MU." kata Imam sembari tertawa. Sebenarnya dia sedang menyindir Raymon yang merupakan fans fanatik salah satu club liga Inggris tersebut.


"Anj*r.. Ledek aja terus.. Temen anying emang kalian berdua." sahut Raymon yang merasa tersindir.


Alenka dan Imam langsung terbahak secara bersamaan.

__ADS_1


****


Malam tiba. Alenka menunggu Andreas di depan kantor seperti kesepakatan mereka. Tak lama, Andreas datang mengendari CR-V Turbo berwarna putih.


Pada saat itu, Andreas sempat terpukau dengan penampilan Alenka. Ia tak menyangka jika Alenka bisa secantik itu ketika dandan.


"Kamu cantik juga kalau dandan, makanya pak Samuel jatuh hati." puji Andreas.


"Apa hubungannya dengan pak Samuel. Kita cuma temen, dia kakak kelas saya dulu, cuma pernah deket aja." Alenka belum mengaku mengenai hubungannya dengan Samuel yang kembali terjalin. Karena ia dan Samuel sepakat untuk menyembunyikan hubungan mereka.


"Jadi apa tugas saya?"


"Kamu cuma perlu jelek-jelekin aku di depan temen-temenku." Alenka mengerutkan keningnya. Tentu saja dia bingung dengan perintah Andreas yang aneh itu.


"Jadi aku ada reuni dengan teman-teman sekolahku. Salah satu dari mereka ada yang akan dijodohin ke aku oleh orang tua kita. Nah, aku mau kamu bilang ke dia kalau aku ini sebenarnya pelit, aku ini kasar suka mukul wanita, pokoknya biar dia menolak perjodohan, intinya itu." pinta Andreas.


"Lah emang pelit.." gumam Alenka.


"Oke.. Tapi bos jangan marah kalau saya terlalu berlebihan nanti."


"Enggak." jawab Andreas dengan cepat.


Setelah dua puluh menitan berkendara. Mereka sampai di sebuah kafe yang sangat mewah. Andreas menggandeng tangan Alenka supaya meyakinkan akting mereka berdua.


Di dalam sebuah ruangan, teman-teman Andreas sudah menunggunya termasuk wanita yang akan dijodohin dengannya. Andreas memperkenalkan Alenka kepada semua teman-temannya.


"Ini pacarku. Namanya Virginia." katanya. Virginia adalah nama depan Alenka.


"Hallo semuanya.." sapa Alenka.


Lalu acara berlanjut dengan makan-makan dan berbincang-bincang. "Nia, dengan cara apa kamu bisa dapetin Andreas? Dia dulu terkenal dengan sebutan gunung es saking kaku dan dinginnya." tanya salah seorang teman Andreas.


"Masa sih dia dingin?"


"Selama pacaran sama aku aja, dia sudah selingkuh beberapa kali." jawab Alenka mulai melaksanakan tugasnya.


"Masa Andreas suka selingkuh?"


"Bukan hanya selingkuh, tapi dia pelit dan suka main tangan."


"Diem!" seru Andreas juga mulai berakting.


"Emang itu kenyataannya kenapa aku harus diem? Kalau bukan karena aku cinta sama kamu, udah aku tinggalin dari dulu. Udah pelit, kasar, suka selingkuh, maunya menang sendiri." seru Alenka.


Andreas dengan wajah marah langsung menarik tangan Alenka dan mengajaknya pulang. "Maaf, aku duluan." katanya sembari menarik paksa tangan Alenka.


Akting mereka berdua bisa di bilang cukup sukses. Karena teman-teman Andreas banyak yang percaya jika Andreas seperti yang Alenka bilang. Mereka bahkan tak menyangka jika sifat asli Andreas seperti itu.

__ADS_1


Wanita yang akan dijodohin dengan Andreas hanya terdiam. Ia juga tak menyangka jika Andreas ternyata seperti itu. Wanita itu pun mulai memikirkan kembali keputusannya untuk menerima perjodohan itu.


__ADS_2