Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 107


__ADS_3

Pagi ini, entah kenapa Yura merasa bahwa kondisi badannya kurang sehat. Sejak pagi dia muntah dan mual.


Erlangga pun memeriksa istrinya tersebut. Sampai ia menyuruh Yura tidak kerja.


" Sayang, kok aku merasa bahwa kau sedang hamil ya, coba kau ingat kapan terakhir dirimu menstruasi?"


Yura pun mengambil kalender yang ada di laci samping ranjang.


" Oh ya Tuhan ... kak ini ."


" Ini apa? Yang jelas sayang jangan buat aku penasaran."


" Kak aku telat 1 bulan", mungkinkah ?"


" Kita tes saja sekarang?"


Erlangga pun menyuruh pelayan di rumahnya untuk pergi membeli tes kehamilan untuk istrinya.


Berselang 30 menit, akhirnya Yura pun pergi ke dalam kamar mandi dan mengecek dengan tes kehamilan tersebut.


" Kenapa kau lama sekali sayang? Ayo cepat katakan padaku, hasilnya apa ?" tanya Erlangga dari luar kamar mandi.


Ceklek.


Pintu kamar mandi pun terbuka, Yura memandang suaminya dengan kedua tangannya membawa hasil tes, yang ia sembunyikan di belakang punggungnya.


" Jadi ..."


Yura pun memeluk sang suami dan menyerahkan hasil tes kehamilannya. Di alat tes tersebut terlihat garis dua.


Sungguh Erlangga dan Yura sangat bahagia pagi ini, mereka telah kembali diberi kepercayaan mempunyai bayi oleh Tuhan.


" Makasih yang, pokoknya mulai sekarang kamu nggak boleh capek, makan yang sehat, jaga kondisi karena di dalam sini ada malaikat kita."


" Tentu saja kak , aku akan menjaga calon anak kita sampai ia terlahir ke dunia."


" Kalau begitu, nanti sore kita akan cek ke dokter kandungan. Biar semuanya pasti , kau setuju ?"


" Tentu saja setuju."


" Baiklah kalau begitu, biar aku yang mengantar si kembar ke sekolah, kau istirahat saja dulu, biar sarapanmu aku suruh pelayan mengantarnya kesini."


Cup.


" Aku pergi kerja dulu ! Kalau ada apa-apa, segera hubungi !"


" Iya bawel ... cepat berangkat !"


" Apa kalian sudah selesai makan nak", tanya Erlangga kepada kedua putranya.


" Sudah Daddy."


" Kalau begitu kita berangkat ke sekolah sekarang !"


" Mana mommy", tanya Kenzo.


" Mommy lagi sakit nak, sementara Daddy yang akan mengantar kalian dulu, gapapa kan?"


Kenzo dan Kenzie pun mengangguk, mereka berdua lantas, berpamitan kepada Yura yang sedang bersandar di kepala ranjang.

__ADS_1


" Mommy ", panggil si kembar.


" Ada apa nak?"


" Kami pamit pergi ke sekolah dulu, nanti kami akan menjaga mommy."


" Sini peluk mommy dulu !"


" Kalian berdua harus ingat pesan mommy ya nak, belajar yang rajin."


" Ok, dah mommy ."


Setelah mobil yang ditumpangi Erlangga dan kedua putra kembarnya menjauhi kediaman Bramasta.


Bunda Anisa pun, menengok sang mantu yang lagi sakit.


" Ra, apa kau masih merasa sakit? Sebenarnya kamu sakit apa nak?"


" Bun, aku hamil ."


" Kya ... makasih sayang sudah memberikan bunda cucu lagi ", ucap Bunda Anisa sambil memeluk Yura.


" Kapan kamu tau hamil nak ? padahal kemarin bunda lihat nggak ada tanda apapun."


" Baru tadi pagi sih Bun, aku mengalami morning sickness yang lumayan parah. Makanya kak Erlangga langsung tadi disuruh aku cek pakai testpack . Karena aku tidak mengalami demam. Dan benar saja hasilnya garis dua."


" Apa kamu sekarang mengidam nak? Jangan ditahan katakan saja sama bunda dan yang lainnya, kami akan siap membantu."


" Sekarang sih masih belum Bun, tapi nggak tau deh besok."


" Ya sudah, sini nampan ya kalau sudah selesai makan, bunda yang akan menaruhnya di dapur !"


" Sama-sama nak, terus kapan rencana kalian check ke dokter kandungan?"


" Nanti sore sehabis kak Erlangga pulang dari rumah sakit."


" Bunda keluar dulu ya ."


Sesampainya di rumah sakit. Erlangga seperti biasa melakukan semua aktifitasnya sebagai dokter bedah. Bahkan ia terkadang menjadi pemateri di sebuah seminar kesehatan. Kini setelah jadwal kerjanya berakhir. Ia pun membuat janji dengan dokter spesialis kandungan yang akan memeriksa istrinya Yura.


Sementara itu, si kembar dijemput oleh omanya. Sepulang sekolah mereka diajak pergi ke wahana permainan.


Setibanya di rumah. Erlangga tentu saja mencari keberadaan sang istri. Yang sudah tidak berada di dalam kamar.


" Tuan, nyonya muda sedang di taman belakang !"


" Makasih bik."


Erlangga pun baru kali ini terperangah dengan ngidam sang istri. Bagaimana tidak terlihat ada 3 orang pengawal yang naik ke atas pohon mangga demi mematuhi ngidam sang istri yang ingin buah mangga.


" Sayang ", panggil Erlangga.


" Iya kak, kapan kakak pulang? Maafkan aku yang tak tau bahwa kakak sudah sampai dirumah."


" Kenapa kau memetik mangga sebanyak itu?"


" Hehehe ... buat stok kak, nanti kalau sudah matang rasanya nggak enak dipakai buat rujak."


" Kalian bertiga turunlah !" titah Erlangga kepada ketiga pengawalnya.

__ADS_1


" Baik tuan muda."


Sambil memakan rujaknya, Yura pun menyuapi sang suami. Sungguh pasutri yang telah 6 tahun menikah terlihat seperti pasangan pengantin baru.


" Ingat sayang habis ini, kita kan ke rumah sakit."


" Aku ingat kok kak."


2 jam berlalu, kini Yura dan Erlangga sudah berada di dalam poli kandungan.


Di dalam sana Yura sudah berbaring di atas ranjang dan sedang diperiksa oleh dokter spesialis kandungan.


" Wah ... selamat dok usia nya masih 3 Minggu, mohon untuk selalu menjaga kondisi selama masa kehamilan."


" Iya dokter."


" dr. Erlangga, saya tidak menyangka bahwa anda adalah suami dari dr.Yura ", ujar dr. Kinandari , Sp.OG.


" Ya begitulah dok, karena kami bertugas di unit berbeda jelas terlihat jarang bersama."


" Nah ini saya kasih resep obat, ingat dr.Yura minum susu hamil dan vitaminnya."


" Kalau begitu kami undur diri."


" Ya silahkan dok."


Setelah keluarga tau tentang kehamilan Yura. Mereka semua berbondong-bondong mengucapkan selamat kepada Yura dan Erlangga.


Bahkan kedua putra mereka, Kenzo dan Kenzie bahagian mendengar kabar bahwa mereka akan mempunyai adik.


" Kenzo, Kenzie , kalian mau adik laki-laki atau perempuan?" tanya Erlangga.


" Perempuan ", jawab si kembar.


" Kalau adik laki-laki, bagaimana apa kalian juga suka?"


" Tentu saja kami berdua suka."


" Jadi kalau kedepannya adik kalian laki-laki atau perempuan, kalian akan tetap menyayangi mereka ?"


" Tentu saja kami akan sayang dad. Bahkan di rumah kami akan punya banyak pasukan."


" Sudah-sudah, ayo kita turun ke bawah ! Oma dan opa kalian pasti menunggu kita untuk makan."


Selama makan, Yura pun sampai menutup hidungnya karena tidak kuat menghirup bau yang dia tidak sukai.


" Pelayan, ganti makanan nyonya dengan yang lainnya !"


" Baik tuan."


" Mommy, jangan sakit", rengek si kembar yang hampir menangis melihat mommy nya yang sulit makan.


" Sudah jangan menangis, mommy hanya merasa mual saja, kalian ayo lanjutkan makannya !"


Erlangga pun tidak tinggal diam. Ia terus mengurusi Yura selama makan malam. Bahkan dengan telaten mengurus sang istri dan kedua putranya.


" Apa kau sudah kenyang sayang?"


" Iya kak, ini sudah cukup."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2