
" Yura, apa kau tidak apa-apa?" tanya Kinara dengan wajah khawatir.
" Tidak kak, kau tenang saja. Masalah ini bisa aku selesaikan."
" Ayo duduk disini, kami sudah siapkan berbagai macam makanan dan minuman ", jelas Diah.
" Wah ... ini sangat menggugah selera", ucap Yura dengan mata berbinar.
Sementara itu, Erlangga yang baru sampai di bandara mendapatkan laporan dari anak buahnya tentang kejadian yang menimpa Yura di kampus.
" Berani sekali kau Meta !" marah Erlangga sampai mengepalkan tangannya.
" Apa yang harus saya lakukan tuan muda?"
" Tangkap dia, dan masukan ke penjara dalam markas kita !"
" Siap laksanakan."
Saat Erlangga masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkannya ke rumah.
Ia pun tidak lupa untuk menelpon sang istri atas kepulangannya ke Indonesia.
" Sayang, kau dimana?"
" Aku lagi makan di taman kampus sama teman-teman."
" Jam berapa pulang, biar kakak jemput sekarang ?"
" Jemput lagi 30 menit lagi ya, sebetulnya jam kuliah sudah selesai, tapi aku terlanjur makan."
" Iya sayang."
Klik.
" Pasti yang nelpon Kak Erlangga ya?"
" Tebakan lo benar Mila."
" Apa Kak Erlangga tau atas kejadian tadi?"
" Sepertinya sudah tau."
" Entah bagaimana nasib Meta sekarang", ucap Diah.
Meta yang sedang asyik keluar dari sebuah bar. Dihadang oleh 4 orang berpakaian serba hitam. Dua orang maju saat melihat Meta sedang sendirian masuk ke dalam mobil dan ia pun di bius hingga tidak sadarkan diri.
" Cepat bawa wanita ini ke mobil dan masukan ke dalam penjara di markas besar !"
Sedangkan Erlangga yang sedang berada di dalam ruang kerjanya, tersenyum senang karena mangsa sudah dalam perangkap.
" Siksa dia hingga mau mengaku, dan samarkan nama kalian ! Kau sudah tau bukan hilangkan seperti biasa tanpa jejak !"
" Baik tuan muda."
Tok ... Tok ... Tok
" Sayang, apa kau sudah selesai bekerja?" tanya Yura diseberang pintu.
__ADS_1
" Masuklah sayang aku sudah selesai."
Yura pun masuk ke dalam dengan membawa nampan berisi teh dan cemilan. Menaruhnya di atas meja. Sedangkan Yura duduk dipangkuan Erlangga sambil memeluk suaminya.
" Aku kangen."
" Aku lebih kangen dan rindu padamu", balas Erlangga sambil mengecup kening istrinya.
" Sayang."
" Iya, ada apa?"
" Apa yang terjadi dengan Meta?"
" Kau jangan mengkhawatirkan wanita jahat itu, biarkan pengawal kita yang membereskannya !"
" Iya aku mengerti."
" Sekarang bumil mau apa hmmm ...?"
" Mau kamu ", bisik Yura di telinga suaminya.
Seketika Erlangga menggendong Yura keluar menuju kamar mereka.
Di dalam kamar, tentu saja hal rutin yang seminggu ini mereka absen lakukan. Tapi malam ini mereka berdua melakukannya hingga sudah berapa ronde.
" Ah sayang ... aku ingin sampai !"
" Bersama - sama yang ahh."
Puluhan bulir keringat bercucuran, dengan d****** dan d****** kian menggema di dalam kamar yang kedap suara itu.
Sedangkan di dalam kamar Rangga dan Kinara.
Rangga sedang mendengarkan cerita dari istrinya tentang kejadian yang menimpa Yura.
" Aku yakin Erlangga sudah bertindak."
" Kenapa kakak berpikiran seperti itu?"
" Kau tidak tau adik iparmu, sepenuhnya Kinara. Erlangga bukanlah orang sembarangan, jika ada yang sudah mulai mengusik miliknya. Maka jangan harap mereka akan hidup tenang."
" Lebih parah darimu bukan?"
" Iya seperti dulu kau tidak sengaja masuk ke ruang bawah Tanah dan melihat belasan orang yang menyiksamu dulu dengan ayah mertua datang kesini ingin menjadi lintah darat."
" Aku dan Yura tidak akan pernah protes, karena kami tau kalian sudah melakukan hal yang terbaik, dan apa yang mereka perbuat harus mereka pertanggung jawabkan."
" Jadi, sayang kau tenang saja. Biarkan aku dan Erlangga yang membereskan orang yang berniat jahat dengan keluarga kita."
Rangga pun memeluk istrinya dengan hangat ke dalam dekapannya. Karena sejak hamil Kinara susah sekali tidur jika tidak dipeluk oleh suaminya. Ketika Rangga menoleh ke samping, ternyata Kinara sudah tidur. Ia pun mengeratkan pelukan dan selimut istrinya.
" Selamat malam sayang, selamat malam jagoan ayah."
Pagi harinya, di dalam fakultas seni dihebohkan oleh kabar bahwa Meta tiba-tiba pindah kampus.
Dan kabar tersebut tersebar di lingkungan BEM serta ke seluruh fakultas.
__ADS_1
Bagaimana tidak, Meta adalah senior di jurusan seni yang memiliki fanboy yang cukup banyak di lingkungan kampus. Tapi terkadang sikapnya yang sangat kental mematahkan hati para lelaki sedikit tidaknya membuat para lelaki yang pernah ditolaknya menjadi tidak bersahabat dengannya.
Bahkan Nolan yang baru tau bahwa sepupunya pindah pun menjadi kalang kabut.
" Ini tidak mungkin, jika Meta pindah pasti gue akan tau lebih dulu, coba aku tanya pada paman saja !"
" Tuan muda, pulanglah akan saya jelaskan semuanya. Kini kami sedang mencari keberadaan nona Meta !"
" Baiklah aku pulang sekarang!"
Tanpa menghiraukan orang lain yang ditabraknya tanpa sengaja. Nolan pun bergegas masuk ke dalam mobil dan melakukan mobilnya ke rumah pamannya.
Ternyata gerak gerik Nolan dari tadi sudah diintai oleh pengawal Erlangga.
" Kita harus ikuti mobil itu!" ucap salah satu pengawal.
Sementara Erlangga dan Yura sedang menikmati makan siang di kantin kampus fakultas kedokteran.
" Apa kakak mau makan ini?"
" Aku sudah kenyang, itu buatmu saja", tolak Erlangga dengan sopan pada istrinya.
Lain halnya dengan Rangga dan Kinara. Kini Kinara sudah bergabung dengan teman kampusnya Rangga. Awalnya pasangan suami istri tersebut akan makan siang berdua. Tapi para teman suaminya ikut juga makan dimeja yang sama dengan mereka.
" Gila si Rangga, sat set sat set sudah punya bini dan hamil. Apa kabarnya gue yang masih jomblo?"
" Lo jomblo nah gue sudah punya calon istri tapi dia selingkuh dibelakang gue", miris nasib ini bang.
" Kalian disini untuk makan kan, ngapain pada sesi curhat segala!" sela Romli.
" Apa salahnya kita berbagi suka duka ya kan Rangga?"
" Untuk lo saja sana !"
" Idih ... Bang Rangga nambah sensitif ya sejak mau jadi papa muda."
Melihat kekacauan dari temannya Rangga, itu membuat Kinara tertawa dengan sikap mereka.
" Hahaha ... Maaf ya aku tertawa, habisnya kalian bertengkar tapi lucu."
Melihat kecantikan kian terpancar dari Kinara, tak ayal membuat teman Rangga menjadi terpukau bahkan tidak berkedip saking terpesonanya.
" Rangga kalau besok lo punya kenalan sebening bini lo, boleh lah kau jodohkan dengan ku."
" Yang dikatakan oleh Sigit benar Ngga, Lo kok pintar ya cari pasangan?"
" Mungkin hanya keberuntungan buat gue."
" Lo sih kalau kayak gini kayak dapat harta karun tau ?"
" Tapi perjalanan kami bersama tidak semulus yang kalian pikirkan."
" Apa yang dikatakan oleh suamiku, itu benar. Kami adalah dua orang yang belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi dipertemukan secara mendadak, dinikahkan tanpa cinta karena wasiat ayahku. Dan untungnya aku diterima menjadi seorang menantu di keluarga Pradipta. Mendapatkan cinta dari Kak Rangga hingga kini bisa kuliah dan dipercaya oleh Tuhan untuk mengandung."
" Kinara, kenapa lo bikin gue sedih?"
" Hahaha ... hatinya bang Romli sehalus kapas."
__ADS_1
" Kalian jangan hanya mengejek gue, toh tadi kalian juga meneteskan air mata, huuuuu !"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...