
Karena rasa bersalahnya, yang menyebabkan Istrinya susah berjalan. Akhirnya Erlangga menyuruh salah satu pelayan untuk membelikan salep ke apotek.
Tok tok tok.
" Tuan ini salep buat nona muda !"
" Masuklah !"
Setelah menerima salep tersebut. Erlangga segera menghampiri Yura yang sedang merapikan penampilannya di depan cermin.
" Ra ayo aku bantu obati *****a mu yang sakit !"
" Sini salepnya Kak, biar aku sendiri yang akan mengobati, Kakak cepatlah berganti baju sana ! Katanya mau ajak aku kencan !"
Cup.
" Aku ke walk in closed dulu !"
"Hmmm ..."
Setelah 30 menit akhirnya Yura dan Erlangga pun berangkat dengan di kawal 4 orang pengawal yang membawa 2 mobil.
" Memangnya kita akan kencan dimana Kak?"
" Maaf ya, kita berkencan sambil Kakak kerja gapapa kan? Karena Kakak hari ini ada meeting mendadak di salah satu hotel di Bandung."
" Gapapa Kak."
" Makasih sayang", ucap Erlangga sambil mencium tangan Yura.
" Tuan kita sudah sampai !" ujar salah satu pengawal.
" Ya, Ra ayo kita turun !"
Dengan perlahan Erlangga pun menyambut tangan Istrinya untuk keluar dari dalam mobil.
" Selamat sore Tuan dan Nona Muda !"
" Revan, apa mereka sudah sampai ?"
" Sudah Tuan Muda, mereka baru saja tiba sekitar 15 menit yang lalu. Sekarang mereka menunggu anda di ruang meeting !"
" Baiklah, sayang kamu mau ikut meeting denganku? Atau kau mau berkeliling hotel ini bersama pengawal?"
" Lebih baik aku berkeliling saja ! Daripada disana pasti meeting nya akan lama."
" Ya sudah, aku pergi ke ruang rapat dulu ya ! Ishi, Aditya !"
" Ya Tuan Muda ."
" Temani Nona Muda berkeliling disini ! Kalau ada apa-apa segera laporkan ke saya !"
" Siap laksanakan Tuan Muda ."
Dengan didampingi Aditya dan Ishi, Yura pun berkeliling hotel tersebut.
__ADS_1
Sementara itu di Rumah Nenek Hilda. Terjadi kehebohan yang disebabkan oleh Diah dan Mila karena sejak pagi mereka baru membaca grup chat, yang berisi pesan dari Yura. Bahwa ia mengabarkan pada temannya tentang pernikahan dadakannya antara Yura dan Erlangga.
" Diah, lo sudah baca kan di grup ?"
" Iya Mila, gue aja bacanya sampai mencubit pipi gue sendiri, gue kira itu mimpi bukan kenyataan ."
" Ah senangnya, tapi mau bagaimana lagi kalau memang itu jalan takdir Yura dan Kak Erlangga."
" Kamu benar, kita hanya bisa mendoakan agar pernikahan mereka langgeng dan bahagia selalu."
Tok tok tok.
"Kak Diah, Kak Mila ayo sarapan ! Yang lain sudah menunggu kalian diruang makan !" teriak Indah dari luar kamar.
" Iya kami akan segera ke bawah, kamu duluan saja Indah !"
Sejak mendapatkan libur 1 minggu dari sekolah setelah selesai mengikuti Ujian Nasional. Malik pun sangat merindukan kekasihnya Mila.
" Dia lagi ngapain ya sekarang di Bandung?" gumam Malik sambil meriksa laporan perusahaan.
" Kenapa melamun bos?"
" Kelihatan banget ya Bang Baim ."
" Ya jelas kentara banget malahan, bos lagi mikirin siapa nih gerangan ?"
" Pacar gue bang."
Mendengar kata pacar bos, tak ayal semua pegawai di divisi keuangan menjadi kepo maksimal.
"Tentu saja namanya cewek pasti cantik, kerjakan kembali kerjaan kalian !" titah Malik yang berubah kembali menjadi bos galak. Karena hampir semua pegawai di divisi keuangan mendengar tentang dia yang sudah punya pacar.
Bisik-bisik antar karyawan pun tak bisa dielakkan, semuanya membicarakan siapakah wanita yang beruntung mendapatkan putra penerus perusahaan mereka.
Kerinduan yang berat juga dirasakan oleh Hendra, padahal Diah hanya menikmati liburan selama 2 minggu dengan keluarga dan temannya di rumah Nenek Hilda.
" Kamu lagi ngapain sing yang, sudah 5 hari ini chat atau telpon ku tidak kamu bales, apa di rumah neneknya susah sinyal ya ?" ucap Hendra sambil berbicara dengan handphone nya sendiri.
" Hendra tolong ambilkan si Jaki obeng disamping rak, Abang lagi sibuk masang ban mobil nih !"
" Abang John, mana obengnya kok lama sih kapan gue selesai kalau begini !" keluh Jaki saat memperbaiki mobil customer yang mengalami kerusakan di bagian kap depan mobilnya.
" Kok lo protesnya sama gue ! Padahal tadi gue sudah minta tolong sama Bos Hendra !"
" Ya Tuhan, Bos Hendra !" teriak Jaki ketika berada tepat didepan Hendra.
Mendengar teriak Jaki, handphone yang ditangan Hendra pun jatuh ke lantai.
" Lo gak punya kerjaan ya teriak-teriak ! Aduh handphone gue !"
" Hehehe, sorry bos nggak sengaja !"
" Untung handphone gue nggak pecah layarnya. Terus ngapain lo teriak-teriak seperti itu tadi ?"
" Tadi kan Abang John, manggil bos buat ambilan obeng untuk gue. Gue nunggu dari tadi obengnya nggak datang, eh ... malahan lihat bos lagi menatap handphone melulu."
__ADS_1
" Hem ... hem nih obengnya, sana lanjutan kerjaan Lo !"
Jaki yang sudah menerima obeng dari Hendra, ia langsung bergegas menyelesaikan kerjaannya. Sedangkan Hendra langsung meninggalkan bengkel dan masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumahnya.
Sebenarnya trik tarik ulur ini digunakan oleh Diah dan Mila untuk menguji pasangannya, apakah dengan berjarak dan tanpa kabar mereka akan rindu atau tidak. Bahkan mereka sudah mendiamkan pasangannya selama 5 hari terakhir ini sebelum 2 hari lagi mereka akan pulang dari Kota Bandung.
" Mila udahan yuk, sudah 5 hari gue nggak bales chat atau video call dari Hendra."
" Tunggu bentar lagi lah Diah, gue mau mastiin sampai malam ini !"
" Kalau gagal bagaimana?"
" Yaitu tandanya mereka sampai akhir nggak segitunya mencintai dan memperjuangkan kita. Jadi wanita harus punya harga diri lah Diah, kita nggak boleh sampai mengemis kepada pria yang hanya berjuang di awal doang."
" Ya udah deh kalau begitu, gue ikuti rencana lo ini !"
Mengingat tidak ada respon dari Diah. Hendra pun menghubungi Malik.
" Bro apa komunikasi lo sama Mila lancar ?" tanya Hendra.
" Tumben lo nanya kayak gitu sama gue?"
" Ya kan pacar lo sama pacar gue liburan bareng ke Bandung !
" 5 hari terakhir ini dia nggak ada bales atau nerima telpon gue, ini aja bikin gue kepikiran dan overthinking nggak jelas sampai-sampai nih tadi gue di kantor jadi bahan gosip !"
" Ah ... sudah gue duga. Nasib kita sama bro, gue juga kayak lo. Perasaan gue nggak ada salah atau melakukan hal yang membuat Diah marah ke gue deh !" ujar Hendra.
" Apa kita nyusul mereka aja kesana gimana? Kan lagi 2 hari kita sudah masuk sekolah ."
" Ide lo boleh juga, bentar gue nelpon Daddy nya Diah dulu biar kita kesana jadi surprise buat mereka."
Akhirnya malam itu juga Hendra dan Malik pergi ke Bandung dengan pesawat terbang.
Setibanya mereka di bandara. Mereka berdua juga kompak tidak mengaktifkan handphone masing-masing, bahkan chat atau telpon pun tidak mereka lakukan seperti biasanya.
Sementara itu, Erlangga membawa Yura ke toko perhiasan setelah selesai melakukan meeting di hotel.
" Yang menurutmu ini bagus tidak?" tanya Erlangga saat tiba di etalase cincin.
" Ini bagus kok Kak. Memangnya buat siapa?"
" Oh ini buat temannya Kakak, katanya dia akan melamar pacarnya, tapi minta Kakak ngasih foto sampel cincinnya."
" Kalau menurutku yang sebelah sini bagus Kak, ini sederhana, elegan tapi kristal di tengahnya memukau."
" Mbak tolong ambil yang ini ya, yang ditunjuk oleh istri saya?"
" Loh kok dipasang di tanganku sih Kak ?"
" Biar tau ukurannya yang, kan kamu wanita masa pakai ukuran jari lelaki kan nggak mungkin."
" Ya benar juga sih jugaan pakai sampel, kalau kecil atau besar kan teman Kakak itu bisa request dengan toko perhiasannya."
Padahal tanpa Yura sadari, cincin itu untuknya sendiri.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...