
" Oh ... jadi sayang mau selingkuh ya!" gumam Yura saat membuka pesan di handphonenya.
" Ra kamu kenapa?" tanya Kinara.
" Nih coba kalian lihat sendiri !"
Seketika mereka bertiga terkejut dan tak percaya dengan foto yang dikirim ke handphone Yura tentang Erlangga yang terlihat memeluk seorang cewek yang notabenenya adalah Meta salah satu anggota BEM senior. Apalagi nomor yang mengirim tersebut adalah nomor anonim.
" Ra tenanglah, kau jangan percaya begitu saja dengan foto macam begini ! Bisa jadi kan ini foto hasil editan dari orang yang nggak suka sama kalian ", jelas Mila.
" Iya Ra lo tahan dulu marahnya, kita minta penjelasan Kak Erlangga saja !"
" Ayo Ra, daripada kamu menerka yang nggak pasti."
Saat Yura dan para temannya keluar dari aula kampus, bertepatan dengan kedatangan Erlangga bersama Malik. Mereka berdua terlihat berdiskusi.
" Yang tadi jadi topik hangat kebetulan banget langsung nongol ", ujar Diah.
Tanpa ada yang menerka apa yang akan dilakukan oleh Yura kepada sang suami. Mereka bertiga membiarkan Yura mendatangi suaminya sendiri.
" Kak Erlangga jadi begitu ya kalau ngga ada aku, ih ... Bug ... Bug .!" Yura pun memukul Erlangga dengan ransel yang ia bawa. Bahkan gerakan Yura sangat gesit ingin ******* habis Erlangga.
" Aduh sayang ... kenapa aku kamu pukul sih? Ada masalah apa?'
" Masalah apa yang kakak bilang, nih lihat sendiri kelakuanmu di belakangku !" jelas Yura dengan emosi kian memuncak.
Melihat Yura yang memukul Erlangga dengan tiba-tiba tentu membuat Kinara, Mila dan Diah langsung berlari untuk menghentikan pertengkaran kecil tersebut.
" Diah lo pegang tangannya Yura sama Mila, sedangkan gue pegang pinggangnya !" titah Kinara
Tentu saja Malik yang membantu Erlangga memungut ransel Yura.
Melihat emosi sang istri masih tinggi, Erlangga hanya mampu melihat tangan istrinya yang memerah dan memeluk Yura ketika lebih tenang.
" Sayang percayalah kepadaku hmmm ... Aku tidak akan pernah selingkuh, kan sudah ada kamu pemilik hatiku ! Jangan sakiti dirimu, kan tanganmu jadi merah ini !"
Melihat Yura yang dipeluk tanpa pergerakan dan tanpa sahutan sama kali, membuat Erlangga penasaran dan khawatir dengan mood Yura yang bisa berubah. Hingga Yura pun pingsan di dalam pelukan Erlangga.
" Sayang, hai ... bangunlah yang jangan menakuti aku."
Karena tidak mendapatkan respon dari Yura. Erlangga pun langsung menggendong sang istri.
Dua pengawal yang menjaga sang istri kemudian membantu Erlangga membawa Yura ke rumah sakit terdekat.
__ADS_1
Untung saja kejadian tersebut tidak banyak dilihat oleh para mahasiswa di kampus. Karena sebagian besar sudah pulang sehabis ospek berakhir.
Mila, Diah langsung berlari mengejar Yura, mereka satu mobil dengan Malik.
Sedangkan Kinara bersama sopir yang selalu menjemputnya ketika di kampus.
Dengan tangan yang masih bergetar hebat, Kinara langsung menelpon Rangga dan menyuruhnya langsung ke rumah sakit dimana Yura berada.
" Baiklah aku akan kesana sekarang kamu jangan panik yang, tenanglah ... semoga Yura dalam keadaan baik-baik saja."
" Iya Kak."
Didalam mobil milik Erlangga, ia sangat khawatir dengan kondisi Yura yang masih ia pangku.
" Tuan muda kita sudah sampai !"
" Baiklah, segera panggil petugas UGD !"
Bangkar UGD pun di dorong oleh para perawat yang membawa tubuh Yura.
Sedangkan Erlangga selalu mendampingi sang istri hingga memasuki ruang UGD. DISANA Yura segera ditangani oleh dokter dan tim medis lainnya. Hingga 30 menit berlalu dokter yang sudah selesai meriksa Yura, menghampiri Erlangga yang sedang duduk di kursi penunggu pasien UGD.
" Dengan keluarga Yura Bramasta ! Bisa ikut dengan saya sebentar !"
" Saya dok, suami pasien ", jawab Erlangga yang langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter yang menangani Yura.
" Benarkah dok, Ya Tuhan syukurlah."
" Jadi sekarang kita menunggu istri anda sadar, dan nanti langsung diperiksa oleh dokter spesialis kehamilan untuk memastikan usia kehamilannya "
" Baik dok, terima kasih."
Setelah mendengarkan pernyataan dari dokter UGD. Yura pun masih betah tertidur dengan tangan masih diinfus di ruang observasi UGD.
" Bagaimana dengan Yura Erlangga?" tanya Rangga yang baru saja tiba di UGD.
" Kondisi Yura sudah mulai membaik kak, sekarang kita tunggu Yura sadar, dan nanti ada dokter spesialis kandungan yang akan memeriksanya."
Mendengarkan penjelasan Erlangga, tentu saja semua temannya berucap syukur dan sekaligus mendapatkan kabar baik. Bahwa kini akan ada bayi mungil yang akan tumbuh di rahim Yura.
" Selamat ya kak Erlangga", ucap Diah dan Mila.
Dan ucapan selamat pun diberikan oleh Rangga , Kinara dan Malik beserta para pengawal Yura kepada Erlangga.
__ADS_1
" Kalau begitu, kalian istirahatlah dulu, biar aku dan para pengawal yang menjaga Yura disini."
" Baiklah, kami akan ke kantin, apa kau mau nitip sesuatu Erlangga?"
" Tidak kak Rangga, aku belum lapar."
" Tapi kau harus tetap makan Erlangga, lihatlah jika kau sakit bagaimana dengan Yura nanti."
" Ya sudah kalau begitu, aku terserah kakak saja."
" Baiklah kami pergi dulu ya !"
Saat Erlangga menyibakkan tirai yang di tempati oleh Yura. Yura pun mulai tersadar dari pingsannya.
" Kak, aku dimana?"
" Kau jangan berdiri dulu, tetaplah diatas ranjang. Ini di UGD rumah sakit yang. Tadi kamu pingsan habis marah dan mukulin aku di kampus."
" Pingsan?"
" Iya, apa kamu tidak ingat dengan kejadian yang tadi?"
" Auw ... kepalaku ", ujar Yura meringis sambil mengingat kejadian sebelum ia pingsan.
" Sayang foto itu?"
" Itu tidak benar yang, Malik saksinya. Waktu kejadian aku bersama Malik kami waktu itu habis dari ruang BEM. Tapi di tengah jalan ada Meta yang tiba-tiba jatuh di depanku. Ya jadi aku reflek meluk dia. Tapi setelah itu aku pun langsung pergi dan tidak menghiraukannya lagi."
" Maafkan aku kan, yang sudah marah-marah sama kamu, tidak mendengarkan penjelasan mu terlebih dulu."
" Gapapa sayang, ini mungkin efek hormon kehamilanmu ."
" Apa kak aku hamil?"
" Iya sayang, akhirnya yang kita berdua harapkan hadir di dalam sini", ucap Erlangga penuh haru.
" Aku akan menjadi seorang bunda dan kamu akan menjadi seorang Daddy."
Erlangga pun mengusap perut Yura yang masih datar.
Ketika mereka berdua larut dalam kebahagiaan. Atas kehamilan Yura.
Datanglah dokter spesialis kandungan yang akan memeriksa Yura. Yura pun dipindahkan ke poli kandungan. Disana ia sedang diperiksa dan sedang di USG.
__ADS_1
Dan betapa bahagianya Erlangga dan Yura. Ternyata calon anak mereka ada dua kantong masih berupa biji kedelai yang baru berusia 2 bulan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...