
Setelah dokter dan tim medis berdatangan ke ruang rawat inap Yura. Kini Yura sudah diperiksa dengan intensif dan alat denyut jantung pun sekarang sudah kembali normal, tidak seperti sebelumnya yang berbunyi dengan kencang.
" Syukurlah Tuan, sekarang Nyonya Yura sudah tidak koma lagi, mungkin sebentar lagi ia akan segera sadar dan membuka mata."
" Makasih dokter, makasih Tuhan engkau telah mengabulkan doaku selama ini."
" Kalau begitu kami keluar dulu !"
" Silahkan dokter."
Mendengar kabar gembira tersebut, Erlangga tentu saja menghubungi keluarganya beserta keluarga istrinya.
Dari jari jemari Yura yang mulai bergerak perlahan, dia pun perlahan membuka kedua matanya secara perlahan karena melihat kilauan cahaya yang masuk menyentuh kornea matanya.
" Aku dimana?"
Suara lirih Yura pun terdengar oleh Erlangga yang sedang menelepon keluarganya
" Sayang, aku disini ! Terima kasih kau telah kembali !" ujar Erlangga dengan menahan tangis melihat istrinya sudah sadar dari koma selama 2 minggu.
" Kau siapa? Dan kenapa aku bisa ada di rumah sakit?"
Deg ...
Pertanyaan yang terucap dari bibir istrinya bagaikan sebuah pisah yang menancap di jantungnya.
" Sayang, apa kau sedang bercanda? Ayolah ini tidak lucu sama sekali."
" Kenapa kau memanggilku dengan sayang?"
" Ya jelaslah karena kau itu istriku."
" Istrimu, auh ... ahh kepalaku sakit ."
" Ayo aku bantu, kamu untuk rebahan kembali di ranjang! jangan terlalu banyak berpikir, istirahatlah dulu aku akan memanggil dokter agar memeriksa dirimu kembali !"
Setelah dokter datang dan memeriksa kondisi Yura. Tim dokter menyatakan bahwa Yura mengalami "Amnesia Retrograde", yaitu jenis amnesia yang ditandai dengan ketidakmampuan mengingat kejadian di masa lalu.
" Ini efek karena kepala nyonya kebentur tuan muda apalagi kemarin ada perdarahan disana. Sementara waktu jangan memaksa nyonya Yura untuk mengingat, lebih baik dia ingat secara perlahan - lahan agar tidak memperparah kesehatannya, juga agar kesembuhannya lebih cepat dan segera bisa mengingat anda sebagai suaminya."
" Baiklah dokter, apapun akan aku lakukan agar istriku bisa mengingatku kembali."
Apa yang menimpa Yura sudah Erlangga sampaikan kepada kedua keluarganya. Bahkan kini dimata Yura, Erlangga hanyalah orang asing yang belum pernah ia temui.
__ADS_1
Baik keluarga Erlangga dan keluarga Yura sepakat agar sementara waktu Yura tinggal dirumah kediaman Pradipta. Dan untuk menjelaskan status mereka akan disampaikan dengan perlahan agar Yura mengerti.
" Nak, makanlah dulu kalau kau tidak makan bagaimana dengan kondisi kandunganmu !"
" Ibu jadi aku benar sudah menikah dengan dia?"
" Iya, tidak usah memaksa agar cepat mengingat jika hal itu hanya membuat kepalamu kembali sakit nak."
Yura pun masih terdiam mencerna apa yang telah terjadi selama ini.
" Maukah kau menerima Erlangga, tidak apa jika kau sekarang merasa asing tapi ijinkan dia selalu di sampingmu, bolehkah?"
" Baiklah jika memang dia adalah suamiku."
Mendapatkan jawaban yang positif dari Yura, Erlangga pun yakin jika masih ada kesempatan agar bisa membuat istrinya mengingat tentang dia kembali.
" Bisakah kita memulainya dari awal ? Perkenalkan namaku Erlangga Bramasta !" ucap Erlangga sambil hendak bersalaman dengan Yura, anggap saja kini awal mereka bertemu.
Dengan penuh keraguan, Yura pun menjabat tangan suaminya. Mereka berkenalan seperti baru pertama kali bertemu.
Bunda Anisa dan Ibu Hani pun tak kuasa menangis. Sungguh perjuangan cinta yang sangat penuh lika-liku yang mendera Erlangga dan Yura.
" Nak jika, kamu sudah berkenalan dengan Erlangga. Kau juga harus berkenalan kembali dengan mertuamu !"
Bunda Anisa pun memeluk erat Yura, dia memperkenalkan seluruh keluarganya, setidaknya Yura akan ingat kembali. Walaupun hari dimulai dari awal.
" Hari semakin malam, Ibu, ayah dan mertuamu akan pulang dulu ya. Hari ini Erlangga yang akan menjagamu !"
" Tapi Bu , aku ..."
" Gapapa nak, semakin hari kalian bertemu dan bersama maka ingatan mu yang hilang pasti akan pulih dengan cepat ."
Setelah para orang tua mereka pulang. Situasi menjadi sangat canggung.
Erlangga pun mencari cara agar bisa lebih dekat dengan istrinya.
" Hem ... hmmm , kalau boleh aku tau selama kau koma apa yang kamu mimpikan ?"
" Yang aku ingat, aku terbangun di tempat yang sangat indah, disana aku bertemu dengan seorang kakek, tapi aku tidak mengenal beliau. Kakek itu bilang bahwa aku adalah cucu menantunya, dan dia menyuruhku untuk pergi dari tempat itu, karena belum saatnya aku disana."
Mendengar cerita istrinya, Erlangga pun mencoba membuka galeri handphone nya yang berisi foto sang kakek.
" Apakah kakek yang kau maksud adalah kakek yang ada di foto ini?"
__ADS_1
" Iya, kakek ini orangnya."
" Terima kasih banyak kek, kau menjaga Yura dan mengembalikannya kepadaku ", batin Erlangga.
" Apa kau mau dengar suatu cerita?"
" Boleh juga, karena aku belum mengantuk."
"Cerita ini mengenai pertemuan sejak kecil antara laki-laki dan perempuan. Mereka berdua bertemu karena orang tua mereka sudah sejak lama berteman baik. Awalnya si laki-laki tidak tau bahwa teman kecilnya telah jatuh cinta kepadanya dari lama. Hingga mereka berdua terpisah cukup lama. Si laki-laki terpaksa pergi karena kakeknya meninggal tanpa ia berpamitan dengan teman perempuannya. Hari dimana dia menyadari perasaan cintanya kepada teman perempuannya sejak kecil, itu adalah hari kecelakaan hebat yang menimpanya. Maksud hati ingin pulang menemui sang pujaan hati tapi ia harus berjuang disana dengan ingatan yang hilang. Dan 3 tahun berlalu mereka bertemu kembali saat masa SMA, cinta keduanya saling berbalas. Mereka berdua menikah dini sampai sekarang mereka juga berkuliah dan ingin menanti calon anak mereka yang akan segera hadir."
" Siapa nama mereka?"
" Ini kisah kita berdua, Erlangga Bramasta dan Yura Pradipta."
Yura pun menangis dan memeluk Erlangga.
Ternyata kisah mereka sangatlah penuh lika-liku.
" Maafkan aku jika tidak mengingatmu kak."
" Gapapa hmmm ... Ini akibat kecelakaan yang kau alami sayang", jawab Erlangga sambil mengusap kepala Yura dengan lembut.
Setelah merasa lelah menangis di pelukan Erlangga, Yura pun tertidur.
Erlangga pun ikut tertidur di sebelah sang istri, dan tak lupa mengajak anak mereka berbicara sejenak sebelum masuk ke alam mimpi menyusul Yura.
Mungkin malam ini, adalah malam ternyenyak yang Erlangga alami, dia tidak lagi mengalami insomnia karena sudah ada Yura disampingnya.
Sementara itu, Rangga yang mendengar bahwa Yura sudah sadar ingin menjenguk sang adik. Tapi Ayahnya melarang.
" Besok saja kau menjenguk Yura nak, ini sudah malam !"
" Ya sudah ayah, besok aku akan ke rumah sakit bersama Kinara."
" Apa Kinara sudah tidur?"
" Iya, baru saja ia tertidur meski terkadang ia teringat dengan kecelakaan yang ia dan Yura alami."
" Menurut ayah, tidak ada salahnya kita memeriksa kondisi mental Kinara kepada seorang psikolog nak, setidaknya ia bisa melupakan hal buruk tersebut !"
" Iya , aku juga berpikir demikian. Nanti akan aku bicarakan dengannya lagi. Semoga saja dia setuju ."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1