Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 71


__ADS_3

1 tahun berlalu dengan cepat. Dimana murid sekolah SMA terutama kelas XII sudah melakukan ujian nasional. Hingga Yura, Mila dan Diah tinggal menunggu hasil kelulusannya saja.


Sementara itu, Erlangga menjadi salah satu mahasiswa yang memiliki prestasi dan terpandai di Fakultas Kedokteran di angkatannya. Selama 1 tahun ini, ia juga membimbing istrinya di rumah dalam memberikan arahan dan terkadang mengajari Yura dalam menjawab soal.


Sedangkan Hendra dan Malik, yang berada di Fakultas Management Bisnis, mereka juga termasuk 5 besar mahasiswa yang terpintar di angkatannya. Dan hubungan mereka dengan pacar masing-masing sampai saat ini berjalan mulus, meski terkadang banyak rintangan dan kerikil kecil yang menghadang.


Tapi mereka bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin tanpa melibatkan ego yang bisa menyulut emosi.


Pagi ini, Yura sedang bersiap untuk ke sekolah untuk mendengar hasil ujian nasional


" Sayang, apa kau sudah siap?"


" Iya Kak."


Erlangga pun menghampiri Yura, yang sedang menyisir rambutnya di dekat meja rias.


" Sepertinya rambutmu ini diikat saja yang, sini biar aku bantu ikatkan dengan pita ! Nah sudah ... kamu cantik sekali."


" Terima kasih yang."


Masih bertahan dengan posisinya yang berada di belakang Yura. Erlangga pun memeluk pinggang sang istri, meletakkan kepalanya di pundak Yura serta ia pun mencium Yura dengan gemasnya.


" Hihihi ... kakak aku geli."


" Coba kamu menghadap ke belakang yang."


Saat Yura berbalik, Erlangga pun menyatukan kening mereka dan ******* habis bibir yang istri.


" Ah ... Sayang ah. Aku butuh bernafas ! Ki- kita bisa terlambat."


" Kau tenang saja, masih tersisa waktu lagi 30 menit yang."


" Kita sarapan dulu ya Kak, pasti Bunda dan Daddy sedang menunggu kita di bawah."


" Baiklah, ayo !"


Erlangga pun mengambil ransel sang istri, dan menggandeng tangan Yura menuju ke bawah.


Sedangkan Kinara, ia sedang membantu Rangga memasangkan dasi sebelum ke kantor.


" Kak bisakah kau menunduk, aku tidak bisa menggapainya !"


Hap.


Rangga pun menunduk dan memeluk pinggang sang istri.


" Kalau seperti ini, kau bisa kan."


" Diam lah sebentar, jangan terus mengusili ku. Nah sudah selesai ... aku rasa penampilan mu pagi ini sangat sempurna untuk ke kantor."


" Tapi ada yang kurang yang ?"


Kinara pun mengernyit dengan heran.

__ADS_1


" Memangnya apa yang kurang? Aku rasa semua sudah siap."


" Kau lupa ini", ucap Erlangga sambil menunjuk ke arah bibirnya.


Dengan senang hati Kinara pun memberikan ciuman lembut kepada sang suami.


Saat ciuman itu terlepas, Erlangga m****** kembali dengan rakusnya tanpa henti.


" Makasih sayang, tapi nanti setelah kita sarapan pagi, aku harap kau jangan terlalu cantik pergi ke kantor dengan ku."


" Kenapa begitu yang?"


" Karena aku tak rela jika ada karyawan yang jatuh cinta dengan mu !"


" Kau ini, sudahlah ayo kita sarapan dulu !"


Saat Yura dan teman-temannya sedang menunggu dengan berdebar pengumuman kelulusan di sekolah. Ia dihampiri oleh Nolan.


" Senang bisa bertemu denganmu hari ini Yura."


" Oh ya."


" Tentu saja, kira-kira kau akan melanjutkan kuliah dimana?"


" Aku belum memikirkannya, kenapa kau bertanya ? Bukankah tidak ada hubungannya dengan mu ?"


" Aku hanya ingin tahu saja, kalau begitu aku pergi kesana "


" Ya silahkan."


" Iya Diah, terkadang aku risih dengannya. Benar yang dikatakan oleh Kak Erlangga, bahwa dia ada hati sama gue. Makanya para pengawal gue sangat menjaga ketat, kalau dia mau berbuat kurang ajar."


" Menurut gue juga begitu, tampang polos terkadang punya banyak muka banyak. Kita tidak tau alasan dia pindah sekolah disini kan."


" Iya Mila, gue juga nggak mau tau sebetulnya. Tapi kalian tau kan bagaimana Kak Erlangga, kalau sudah memberi peringatan ke gue. Berarti orang tersebut harus gue waspadai."


" Baiklah anak - anak sekalian, kita buka amplop besar ini yang berisi hasil kerja keras kalian selama menempuh pendidikan di SMA Tunas Jaya ini. Kita hitung bersama-sama 1... 2 ... 3 !"


" Selamat buat kalian semua, kalian lulus 100 persen !" ucap Kepala Sekolah dengan antusias.


" Hore ..." teriak para siswa siswi kelas XII serentak. Dan mereka pun saling berpelukan dengan temannya. Hingga ada yang menangis senang ada yang bersujud syukur kepada Tuhan.


Setelah dinyatakan lulus, Yura segera mengabari sang suami dan keluarga yang lain. Hal itupun dilakukan oleh Mila dan Diah.


" Oh ya lagi 4 hari akan ada acara kelulusan gess ! Gue senang banget kita semua lulus !" seru Mila.


" Lo dah punya baju baru buat acara tersebut?"


" Kalau gue sih tentu saja mertua gue yang akan menyiapkannya semua."


" Kalau gue mungkin, Ibunya Kak Malik tapi atas rekomendasi Bunda gue tentunya."


" Kalian pasti sama rempong nya dengan gue."

__ADS_1


" Kita jangan banyak berkomentar gess, kita ikuti saja asal mereka bahagia. Hargailah apa yang sudah mereka persiapkan untuk kita."


Di laboratorium forensik Fakultas Kedokteran. Erlangga sedang mengikuti praktikum mengidentifikasi mayat untuk diotopsi.


" Erlangga, Lo nggak mual apa lihat organ yang sudah membusuk?"


" Enggak, kan gue sudah pakai masker."


" Tapi baunya sangat menyengat, Lo lihat teman kita yang lain ada yang pingsan, bahkan mual mau muntah."


" Ya gue sih, siapkan saja mental baja, mungkin kita akan praktek dengan mayat yang kondisi lebih parah dari yang sekarang."


" Kalau boleh tau, kenapa lo memilih jurusan kedokteran disini?"


Dengan berbisik Erlangga pun menjelaskannya dengan singkat kepada teman satu jurusannya.


" Karena gue ingin menyelamatkan hidup orang lain setidaknya berusaha memberi mereka harapan hidup jika itu kuasa dari Tuhan. Gue juga termotivasi oleh istri gue."


" Jadi lo sudah menikah?"


" Iya, sudah hampir 2 tahun."


" Terus kalau anak gimana? Sudah berapa?"


" Gue akan gencar di tahun ini punya anak, kan istri gue baru lulus."


" Apa ... jadi istri baru lulus SMA? Gue kira kalian berdua sudah sama-sama kuliah ."


" Dia lebih kecil 1 tahun dari gue, jadi jika lo bertemu dengan istri gue, jangan sampai terpesona apalgi jatuh cinta."


" Tantu saja, gue nggak mau dibilang pebinor."


" Apa kalian mengerti dengan penjelasan saya? Kalau kalian mengerti segera lakukan pembedahan dan amati bagian organ tubuh mayat ini ! Saya tinggal dulu, nanti kumpulkan hasil otopsi kalian !"


" Baik Pak ."


Para mahasiswa kedokteran pun memulai melakukan otopsi ke seluruh bagian tubuh mayat bahkan ke dalam organnya sekalipun.


Sementara itu, Malik dan Hendra sedang mencari bahan dari referensi buku bisnis untuk menyelesaikan beberapa tugas dari dosen di perpustakaan.


" Lo sudah dapat bahannya Malik?"


" Belum, ini gue masih nyari sih bukunya, dimana ya di taruh?"


" Kau cari di sebelah sana, gue ke sebelah sini biar cepat menemukannya."


30 menit berlalu akhirnya mereka mendapatkan buku yang diinginkan. Bahkan saat ini mereka sedang mengetik tugas.


" Lo sudah tau bahkan pacar kita lulus?"


" Iya, tadi gue di chat sama Mila. Tapi gue masih bingung mau ngasih dia apa untuk hadiah kelulusannya."


" Tanya saja sama Erlangga, siapa tau dia punya ide bagus."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2