
Hari ini merupakan hari ke-7, bagi Yura, Mila dan Diah di Kota Bandung. Rencananya mereka akan wisata kulineran di Alun-alun Kota Bandung, sekaligus mengunjungi tempat wisata lainnya yang ada disana.
Namun semenjak pagi, mood Yura sangatlah buruk, bagaimana tidak. Kak Rangga yang sudah berjanji akan menemui Yura, tiba-tiba membatalkan janji tersebut secara mendadak dan tanpa alasan yang jelas.
" Lo kenapa sih Ra, dari tadi gue lihat lo murung dan terkadang gelisah gak jelas, apa lo lagi PMS?" tanya Mila.
" Hah ... lo coba deh jadi gue Mila, punya kakak cowok satu tapi tumben kali ini, Kak Rangga membatalkan janjinya menemui gue tanpa alasan yang jelas " jelas Yura sambil menghela nafas.
" Mungkin Kakak lo lagi sibuk dengan urusan PKL nya? Maklum lah kalau jadi anak magang di perusahaan kadang kala, kita diperlakukan baik kadang pula dijajah sama yang lebih senior !"
" Yang dikatakan sama Mila itu benar Yura, sudahlah jangan terlalu dipikirkan ! Entar juga Lo akan ketemu sama Kak Rangga, ini gue bikinin cokelat panas. Dengan meminum cokelat bisa meredakan sedikit rasa marah Lo pagi ini ", ujar Diah saat memasuki kamar mereka.
" Makasih ya Diah, Mila kalian memang paling mengerti gue."
" Kita kan teman sejati ", seru Mila sambil memeluk Yura dan Diah.
" Eh ... Ada apa ini kakak-kakak cantiknya Indah kok saling berpelukan segala, kalau gitu aku gabungnya!"
" Sini Indah kita berpelukan ", ajak Yura.
Mereka pun tertawa terbahak melihat tingkah mereka berempat yang terkadang masih seperti anak kecil, di umur mereka yang sudah remaja.
Ujian Nasional SMA kelas XII, memasuki hari ke-7 dimana hari ini adalah hari terakhir mereka mengikuti ujian.
Erlangga yang baru saja turun dari mobil, sudah disambut oleh Hendra di parkiran sekolah.
" Akhirnya lo datang juga bro !"
" Kenapa Hen, ini baru jam 07.00 pagi masih ada sisa waktu lagi 30 menit sebelum ujian dimulai."
" Bro lo bawa nggak, kisi-kisi soal yang dikasih sama Pak Rahmat , tentang materi Seni Budaya?"
" Tunggu sebentar, kayaknya gue bawa deh", sambil Erlangga membuka mobilnya kembali mencari Tas Ranselnya di kursi belakang mobil.
" Ah selamat gue, makasih ya Erlangga. Setidaknya gue bisa belajar lagi bentar biar masuk ke otak gue ."
Sambil berjalan ke ruang ujian, mereka berdua duduk sebentar di kursi taman sekolah. Saat mereka sedang belajar terdengar bel masuk berbunyi. Lalu Erlangga dan Hendra pun bersiap masuk ke ruang ujian hari terakhir.
Di lain tempat , Yura, Diah, Mila beserta Indah sedang menuju salah satu tempat wisata yang sangat terkenal di Kota Bandung.
Lokasi pertama yang mereka kunjungi adalah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, atau berjarak sekitar 2,5 jam jika berkendara (via Tol Cipularang) dari pusat Kota Jakarta. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda sendiri merupakan sebuah konservasi dan kebun raya yang memiliki kawasan cukup luas. Membentang dari kawasan Dago Pakar hingga Maribaya. Di Hutan Menyala, terutama kaum milenial bisa menambah ilmu tentang peran penting hutan tengah kota.
" Wow menakjubkan, melihat rimbun dan indahnya hutan, benar ya kalau udara disini sejuk banget", ucap Yura.
" Bagaimana kalian tidak menyesalkan dengan tempat wisata yang kita kunjungi pertama ini?" tanya Indah.
__ADS_1
" Tentu tidak, ini sih seperti kita berpetualangan ", jawab Mila dengan riang.
" Ayo kita masuk dan melanjutkan perjalanan lagi sebelum kita pergi ke 3 tempat wisata lainnya !" seru Diah.
Sementara itu setelah Erlangga pulang selesai ujian dari sekolah, ia langsung menelpon pengawal yang di tugaskan untuk menjaga Yura.
" Kalian sekarang dimana? Baiklah awasi dan ikuti terus kemana Yura akan pergi bersama temannya ! Mungkin lagi 1 jam lagi saya akan berangkat menyusul ke Bandung dengan pesawat terbang."
" Baik tuan muda", jawab Aditya dari seberang telepon.
Klik.
" Apa yang dikatakan oleh tuan muda tadi?" tanya Ishi.
" Tuan muda akan menyusul Yura kesini, jadi kita harus tetap mengawasinya !"
Mobil yang dikendarai oleh pengawal Yura pun selalu mengikuti Mobil yang membawa Yura dan temannya yang ada di depan.
Setelah dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda mereka menuju lokasi ke -2 di World Of Wonders (Wow) Sarae Hills. Lokasi ke-3 di Kiara Artha Park dan lokasi terakhir di Alun - Alun Kota Bandung.
Lokasi ke-2 yaitu, World Of Wonders (Wow) Sarae Hills merupakan kawasan rekreasi keluarga di daerah puncak Ciumbuleuit-Punclut, Lembang, Bandung Barat. Menyuguhkan pemandangan perbukitan indah nan asri, kawasan wisata ini mengusung konsep ‘one stop holiday’ mulai dari kuliner, wisata alam, hingga outbound!
Bukan tanpa alasan disebut dengan World of Wonder, karena bisa mengunjungi dan bersua foto ria di depan sejumlah miniatur bangunan unik atau landmark negara-negara besar. Contohnya, Patung Liberty, menara Eiffel Paris, Box Phone London yang ikonik, Sphinx Mesir, dan lain sebagainya di tempat wisata Bandung ini.
Lokasi ke-3, yaitu Kiara Artha Park bisa jadi salah satu jawabannya. Pasalnya, tempat ini dekat dengan jantung kota, persisnya di Jalan Banten, Kebon waru, Kecamatan Batununggal. Kiara Artha Park mengusung konsep taman kota, lahan terbuka hijau ini memang dikhususkan untuk khalayak umum.
" Berasa seperti di Korea beneran kan ? Ayo kita foto dulu pakai hanbok !" ajak Yura.
" Anggaplah sekarang kita lagi di Seoul ala Bandung."
Setelah puas disana, mereka pun melanjutkan ke tempat wisata terkahir yaitu Alun - Alun Kota Bandung.
" Masih lama ya Diah kita sampainya ?" tanya Yura di dalam mobil.
" Sekitar 30 menit lagi Ra."
" Oke gue nggak sabar bisa makan kuliner khas Bandung, apalagi sekarang sudah pukul 19.00 malam, akan semakin meriah disana", jelas Yura sambil menoleh ke jendela mobil yang memperlihatkan hiruk pikuk Kota Bandung.
" Ayo kita turun, sekarang kita sudah sampai di Alun-Alun Kota Bandung !" ajak Diah.
Sedangkan para pengawal sejak tadi menunggu Erlangga yang akan tiba di Alun-Alun Kota Bandung. Setelah mengetahui Yura akan kesana.
Alun-Alun Kota Bandung. Terletak di samping Mesjid Agung Raya Bandung, alun-alun ini memiliki rumput sintetis yang sangat luas dengan pattern garis yang unik. Berada di ruang terbuka, dimana para pengunjung dan wisatawan baik di dalam negeri maupun luar negeri, bisa duduk hingga berlari-lari sepuasnya di atas alun-alun ini tanpa perlu khawatir kotor. Di sini, juga bisa puas bermain atau sekadar bersantai menikmati riuhnya jantung Kota Bandung.
Apalagi yang hobi selfie, bisa ambil angle membelakangi dua kubah Masjid Agung. Kalau sudah lapar, para pengunjung bisa turun ke basement bawah di mana puluhan kedai kuliner kaki lima berkumpul.
__ADS_1
Sejak masuk ke dalam Yura dan temannya sangat menikmati semua hal yang ada di Alun-Alun Kota Bandung.
" Bagaimana kalau kita berpencar dulu, bukannya kalian mau pergi ke arah yang berbeda, nanti kita kumpul lagi di sana ?" tanya Yura.
" Baiklah lagi 1 jam lagi kita kumpul disana", jawab Diah.
Yura pun berjalan menuju ke pedagang kaki lima yang menjual aksesoris. " Wah bagus sekali cincinnya, yang ini harganya berapa pak?" tanya Yura kepada bapak pedagang.
" Itu harganya Rp. 35.000 nona."
Sangat ingin mengambil cincin tersebut, tangan Yura bersentuhan dengan tangan seseorang yang juga sedang mengambil cincin yang sama.
Deg. Saat Yura melihat ke samping alangkah terkejutnya ia, ternyata orang tersebut adalah Erlangga. Bagaikan dejavu dulu mereka pun bertemu seperti itu.
" Sayang, kapan kau tiba di Bandung?"
Sambil tersenyum, Erlangga pun menjawab pertanyaan Yura sambil memasukan cincin tersebut ke jari manis tangan Yura. " Surprise yang, aku baru tiba disini sekitar 40 menit yang lalu ", jelas Erlangga.
" Pak saya ambil cincin ini, ini uangnya."
" Ini nak uang kembaliannya."
" Terima kasih ya kak, untuk cincinnya."
" Ya sayang."
" Terus dimana, Aditya dan Ishi?"
" Coba kamu balik ke belakang yang, mereka ada disana tadi Kakak menyuruh mereka untuk makan."
" Ya sudah, mumpung Kak Erlangga disini, ayo kita nikmati suasana malam di Alun-Alun Kota Bandung", ajak Yura.
" Baiklah, anggap saja ini kencan kita yang tertunda karena Kakak seminggu kemarin sibuk Ujian Nasional."
Saat mereka berjalan berdua, tidak sengaja Yura melihat siluet tubuh Kak Rangga yang sedang menggandeng tangan seorang wanita menuju penjual permen kapas.
" Kak ayo kita ke sebelah sana, perasaan tadi aku melihat Kak Rangga disana!"
" Baiklah yang."
Saat Yura dan Erlangga berdiri di depan pedagang permen kapas. Yura pun melihat bahwa itu adalah Kakaknya sendiri yaitu Kak Rangga.
" Kak Rangga kau sedang bersama siapa?"
Mendengar itu adalah suara adiknya, Rangga pun melihat ke arah suara yang memanggil namanya.
__ADS_1
" Yu ... Yura ", ucap Rangga dengan terbata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...