
Setelah sah menjadi pasangan suami istri. Erlangga pun memboyong Yura beserta orang tua mereka kembali ke Villa milik Keluarga Bramasta yang ada di Kota Bandung.
Sedangkan Desa X yang menjadi saksi atas pernikahan dadakan dari sepasang suami istri baru tersebut. Diberikan bantuan dari kedua belah pihak keluarga untuk kemajuan desa tersebut sebagai bentuk permohonan maaf karena kedua anak mereka tak sengaja melakukan kesalahan biarpun kejadian tersebut tidak seperti yang dituduhkan. Yang menyebabkan warga disana berpikiran negatif serta dianggap mencoreng nama baik Desa X.
" Pak Rahmat suruh beberapa pelayan untuk membawa barang-barang kami ke dalam !"
" Baik Tuan Besar ."
" Ayo kita ke ruang tamu sebentar, untuk membahas kelanjutan pernikahan Yura dan Erlangga !"
" Nak apa pernikahan ini akan kamu rahasiakan apa tidak ?" tanya Daddy Alex kepada Erlangga.
" Untuk sementara waktu rahasiakan dulu Daddy !mengingat Yura masih SMA sedangkan aku belum lulus SMA ."
" Kami sih terserah kalian berdua, jugaan sekolah kalian tersebut kami lah penyumbang dana terbesarnya jadi kalian tenang saja mereka akan tutup mulut dengan status pernikahan kalian."
" Untuk punya anak apa kalian akan menundanya?" tanya Ibu Hani.
" Aku sudah sepakat sama Kak Erlangga Bu, aku masih ingin menamatkan sekolah hanya tinggal 1 tahun lagi di jenjang SMA ." jawab Yura.
" Bagaimana kalau kamu pake pil kontrasepsi saja Ra ? Maksud Bunda kalau kalian kebablasan kan kita nggak tau ! Apalagi kalian akan tidur berdua dalam 1 kamar, minimal putra Bunda nggak harus tiap malam di bolak-balik kamar mandi, wajar kalau kalian berhubungan suami istri kan ?"
Erlangga yang mendengar pertanyaan Bundanya langsung tersedak, karena ia sedang minum teh saat itu. Yura pun segera memberikan tisu yang ada di meja kepada Erlangga.
" Hem ... hem kenapa jadi Bunda yang membahas masalah ranjang kami Bun ?"
" Anak nakal, coba kau lihat umur Yura baru 17 tahun, kalau kamu kan mau senangnya doang biasa para lelaki kalau udah dapat ikan langsung aja di makan tak tersisa ! Benar-benar seperti Daddy nya."
" Kenapa kamu jadi menyindir tentang ku sayang, bukankah kau juga tidak bisa menolak sampai mendesah ?"
Hush.
"Kenapa jadi kalian yang menjelaskan urusan ranjang kalian sendiri ?" sela Ayah Kevin.
" Aku tidak picik Bunda, aku pasti akan selalu mendampingi dan menjaga Yura seumur hidupku, bahkan aku akan bertanggung jawab penuh atas hidupnya."
" Makanya Yura ini Bunda kasih pil kontrasepsi buat jaga-jaga saja ! Kalau sudah terlanjur juga nggak masalah benar kan Hani?"
" Benar, dengan adanya cucu rumah kita akan jadi ramai."
Blush.
Mendengar pembicaraan yang mengarah ke arah sana, wajah Yura pun memerah dan menahan malu. Biarpun begitu ia menerimanya juga.
" Sudah-sudah kita cukupi dulu pembicaraan hari ini, biarkan Yura dan Erlangga yang memutuskan, dan menampung saran kita dengan baik dan bijaksana."
"Sekarang kita lebih baik tidur ! besok kita harus balik ke Jakarta. Ingat jangan menggangu proses pembuatan cucu kita."
__ADS_1
" Ayah ... " panggil Yura yang sedang kesal.
" Hahaha ... memang mereka berjodoh ya Nisa, rencana awal mereka menikah setelah kuliah, eh ini malah keduluan !" seru Ibu Hani.
" Iya yang penting cita-cita kita sudah tercapai ya Hani, sekarang kita sudah jadi besan." ujar Bunda Anisa sambil memeluk Ibu Hani.
Akhirnya mereka semua beranjak serta masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena sudah hampir tengah malam.
Di kamar pengantin baru.
Bruk.
Erlangga langsung merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Diikuti oleh Yura yang merebahkan tubuhnya di sebelah Erlangga.
" Kak, a ... aku ."
" Kenapa sayang, kok kamu gugup?"
" Kak kita sudah menikah, lalu kita akan tinggal bersama Daddy Alex dan Bunda Anisa, apa sebelumnya kita bisa menginap di rumah Ayah ku, cuma seminggu saja ?"
" Aku mengerti perasaan mu Ra, baiklah itu tak masalah asalkan istriku ini bahagia ."
" Terima kasih sayang."
" Tapi ini tidak gratis lo ya !" ucap Erlangga sambil mendekatkan tubuhnya kepada Yura.
" Maksud Kakak apa?"
" Aduh keningku ", keluh Yura.
" Sini dekatkan dirimu kita kan sudah sah yang, bahkan tidurpun tidak boleh berjauhan !"
Saat Yura dan Erlangga hanya berjarak 1 cm saja. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Erlangga. Ia langsung memeluk Yura, memberikan ciuman yang lembut dan mendalam sehingga Yura pun sampai kewalahan mengimbangi suaminya.
Cup cup cup.
" Sayang, ah ah ah aku perlu bernafas sebentar ah !"
Kegiatan yang intim tersebut tak ayal menimbulkan gejolak yang luar biasa bagi mereka, bahkan hal ini adalah hal pertama dalam hidup mereka.
Rileks lah , jangan tegang hmmm ... Kakak sudah tidak kuat, apa boleh kalau sekarang ?"
Yura pun mengangguk karena terlena dengan perlakuan Erlangga. Karena mereka berdua sudah terlalu jauh melangkah. Apalagi kalau dihentikan di tengah jalan pasti tidak akan enak rasanya.
Bahkan tanpa Yura sadari banyak kiss mark yang dibuat oleh Erlangga.
...SKIP...
__ADS_1
Dan akhirnya sesuatu yang sangat berharga milik Yura, direnggut oleh suaminya sendiri yaitu Erlangga.
Entah berapa ronde yang mereka lewati hingga gedoran pintu dari orang tua mereka pun tak didengar sama sekali.
"Biarkan saja lah Bun, namanya aja pengantin baru pasti lagi sedang hangat- hangatnya di dalam, bisa jadi kita akan dibuatkan banyak cucu !"
Kedua orang tua mereka pun pergi tanpa pamit dan hanya menitipkan pesan kepada kepala pelayanan bahwa jangan ada yang menggangu pengantin baru tersebut. Mengingat pesawat yang akan membawa mereka ke Jakarta akan berangkat 1 jam lagi.
Pukul 12.00 siang, akhirnya Yura pun terbangun terlebih dahulu, daripada suaminya yang masih terlelap tidur.
Yura yang melihat kondisinya hanya mengulum senyum dan malu atas kegiatan panas mereka semalam dengan suaminya. Apalagi ia bisa dengan dekat menatap wajah tampan milik Erlangga.
Dari mata , hidung bahkan bibir Erlangga ditatap oleh Yura dan sesekali menjahili suaminya yang memejamkan mata tersebut dengan gerakan tangannya.
Hingga saat Yura hendak bergerak pergi ke kamar mandi dengan hanya tertutupi oleh selimut. Itu membuat Erlangga terbangun dan dengan tangannya ia pun memeluk pinggang Yura.
" Sayang, kamu mau kemana hmm ?"
" Lepaskan aku sebentar Kak, kau lihat jam di samping tempat tidur ! Ini sudah siang."
" Tapi aku malas bangun yang, maunya mengurung kamu di kamar ini !" dengan gerakan cepat Yura pun jatuh diatas pelukan Erlangga.
" Cup ... morning kiss my wife."
" Sudah dapat kan, jadi Tuan Erlangga ijinkanlah istrimu ini pergi ke kamar mandi !"
Setelah Yura terlepas dari pelukan Erlangga. Baru saja kakinya menyentuh lantai. Rasa nyeri tiba-tiba di bagian *****a terasa sakit, ingin berjalan baru setapak sudah tidak bisa.
Erlangga yang melihat hal itu, tanpa basa basi langsung menggendong tubuh Yura ke dalam kamar mandi.
...SKIP...
Sejak makan pagi yang kesiangan di Villa, Yura merasa kesal terhadap suaminya. Bagaimana tidak inginnya berendam tanpa gangguan. Tapi selalu diganggu oleh Erlangga. Bahkan akal bulus Erlangga pun bisa membuat Yura tidak bisa menolak dan terjadilah adegan panas yang terulang kembali.
Bahkan Yura heran dengan Erlangga, tenaganya tak habis-habis kalau masalah ranjang.
" Makanlah yang, kenapa dari tadi kamu cemberut begitu hmm ..."
" Ini semua gara-gara Kakak, lihat bahkan aku jadi malu sama orang lain, di cuaca panas begini aku malah pakai baju turtle neck, bahkan tubuhku rasanya remuk sampai ke tulang !"
" Mengapa harus malu, hal yang telah terjadi wajar bagi pengantin baru."
" Ayo segera habiskan makananmu ! Apa kau tidak mau kita berkencan ke luar nikmati liburan tersisa ini ? Atau kau mau mengulang kejadian yang tadi istriku ?" tanya Erlangga dengan senyum penuh maksud.
Gleb.
Mendengarnya saja Yura sampai menelan ludahnya. Sudah tau maksud suaminya lebih baik ia ikut kencan keluar daripada ia akan seharian terkurung dalam kamar.
__ADS_1
" Iya lebih baik kita keluar saja, nih lihat Kak makananku juga sudah habis !"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...