
1 bulan sejak acara kelulusan kelas XII. Tiap sekolah SMA pun sedang menerima murid baru yang akan menjadi kelas X baru.
Sedangkan para murid kelas XII yang sudah lulus mengikuti beberapa seleksi masuk ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. Tapi ada yang memang setelah lulus SMA mereka langsung mencari pekerjaan.
" Tidak terasa ya yang, kamu sudah mulai masuk bangku perkuliahan sedangkan aku menjadi murid SMA kelas XII."
" Namanya juga waktu, saat dijalani terasa cepat sekali berlalu."
" Oh ya Kak kapan pengumuman penerimaan mahasiswa baru di Universitas Y ?"
" Masih seminggu lagi, memangnya kenapa Ra ?"
" Bolehkan aku ikut kesana, bosan kalau tinggal dirumah. Apalagi sekarang sekolah masih menerima murid baru jadi kelas X I sama kelas XII dapat libur lagi 1 Minggu , plis ... !" ujar Yura sambil memohon kepada sang suami.
" Baiklah, tapi kamu harus tetap ada dalam pengawasan ku yang ?"
" Siap komandan !"
" Dasar kamu ini, semakin hari kamu semakin cantik jadi tambah gemas melihatnya."
Yura pun tersenyum mendengar perkataan Erlangga.
" Kamu jadi ikut dengan Bunda ke butik?"
" Jadi Kak, jam 10.00 pagi sih berangkatnya."
" Kalau begitu, Kakak pergi dulu ke kantor ya !"
" Hmmm ... hati-hati yang ."
Sementara itu di sebuah kafe yang terletak tidak jauh dari sekolah SMA Trisakti, pasangan Hendra dan Diah sedang menunggu pasangan Malik dan Mila.
" Kamu mau pesan apa yang ?" tanya Hendra.
" Milkshake vanila sama nasi goreng aja Kak."
" Baiklah mas, kami pesan orange juice 1, milkshake vanila 1, nasi goreng 2 ."
" Oke mas, mohon ditunggu pesanannya ", jawab pelayan kafe.
" Kak kamu jadi satu kampus dengan Kak Erlangga?"
" Iya yang, 1 kampus tapi beda jurusan. Aku satu jurusan sama Malik, kami memilih jurusan management bisnis, sedangkan Erlangga milih jurusan kedokteran. Tapi pengumumannya lagi 1 Minggu semoga kami bertiga diterima disana."
" Semoga Kak, semangat hmmm."
" Makasih ya."
Saat pesanan makanan mereka telah tiba. Dari arah pintu masuk akhirnya pasangan Malik dan Mila pun datang.
" Maaf kami terlambat ", ucap Malik.
" Gapapa bro, kami baru 15 menit disini jadi belum lama banget menunggu kalian. Ayo duduk dulu dan pesan makanan !"
Setelah mereka berempat selesai makan, mereka pun melanjutkan perbincangan tentang perkuliahan dan tempat kencan yang ingin mereka kunjungi setelah dari kafe.
" Apa kita berkencan berempat saja?" tanya Mila.
" Gue sih sudah ngasih tau Yura, tapi katanya belum pasti akan ikut sama kita. Soalnya jadwal Kak Erlangga di perusahaan masih sibuk", jelas Diah.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu, kamu kasih tau saja mereka dimana tempat kita akan kencan yang, nanti kalau Erlangga nggak sibuk dan ada waktu luang pasti ia sama Yura datang", nasehat Malik.
" Baiklah, ayo kita sekarang berangkat !"
Di Perusahaan Keluarga Bramasta.
" Tuan muda, ini laporan bulanan yang anda minta ! Disana saya menemukan kejanggalan di divisi keuangan yang ada di Anak Cabang di Kota A ", jelas asisten Andi.
" Baiklah, aku akan memeriksanya lebih lanjut, dan nanti kabari aku kalau istriku sudah datang !"
" Baik Tuan Muda, saya permisi."
Dalam 10 menit pertama membaca laporan tersebut, Erlangga menemukan hal yang diberitahukan oleh sang asisten, banyak sekali terjadi penggelapan dana, bahkan ada beberapa pengeluaran yang dirasa janggal bagi anak cabang perusahaan yang masih mulai berkembang tersebut. Hingga beberapa rekening fiktif pun dapat dilacak oleh Erlangga dengan kepintarannya.
" Mungkin kalian salah mencari musuh. Baiklah akan aku ladeni dan akan aku hancurkan kalian tanpa sisa !" ujar Erlangga dengan senyuman sang mafia.
Mungkin kata mafia jarang terdengar bahkan yang mengetahui dia bergelut di dunia hitam hanya sang Daddy dan juga Kakak iparnya Rangga.
" Kalian salah memilih musuh !"
Sedangkan Yura dan Bunda Anisa, melakukan infeksi mendadak di butik milik mertuanya.
" Apa data yang saya inginkan sudah kamu bawa Melly?"
" Sudah Nyonya besar, ini data yang anda minta kemarin."
" Kerja bagus, tidak sia-sia kau aku sekolahkan sampai ke luar negeri."
" Terima kasih atas kebaikan dan kepercayaan anda kepada saya Nyonya."
" Yura mulai sekarang, kamu saja yang mengelola salah satu butik Bunda ini ! Dan Melly yang akan menjadi asisten mu, apa kau mengerti ?"
" Tentu saja Nona Muda Yura."
Setelah selesai melakukan sidak mendadak, dan membaca laporan bulanan butik.
Kini Yura sudah ada di depan Gedung Perusahaan Milik Keluarga Bramasta.
" Maaf, mbak saya mau bertemu dengan Tuan Erlangga, apa beliau ada?" tanya Yura pada resepsionis.
" Apa anda sudah membuat janji, Nona?"
" Belum mbak, apa harus membuat janji terlebih dahulu, untuk bertemu dengan beliau?"
" Ia, nona ... "
" Bisa di telpon ke ruangan direktur langsung ya? Katakan Yura sudah tiba di perusahaan ."
" Tunggu sebentar ya Nona, saya telpon ke atas dulu?"
" Ada apa Nina?"
" Ini ada tamu yang ingin bertemu dengan Tuan Muda Erlangga."
" Yang mana orangnya ?" tanya Biya.
" Itu nona yang pakai dress warna biru langit, yang sedang duduk di sofa dekat air mancur !"
" Baiklah akan aku tangani dia."
__ADS_1
" Maksudnya? Kurangin rasa kepo lo sama setiap orang yang akan bertemu dengan Tuan Muda Erlangga ? Jangan sampai tindakan lo yang ceroboh malah akan menjadi bumerang di dalam kehidupan lo sendiri."
"Lo jangan sok bijak deh sama gue, lebih baik sana pergi kerjakan pekerjaan Lo ! Nona itu biar gue yang akan mengusirnya langsung."
" Halo yang, aku sudah sampai di perusahaan tapi aku dilarang masuk ke ruang mu ?"
" Siapa yang berani berbuat tidak baik sama kamu yang ?"
" Tenanglah gapapa, kan aku taat sama peraturan."
" Sayang kamu adalah menantu sang pemilik perusahaan, jadi kamu lebih berhak daripada mereka. Sudahlah aku akan langsung menjemputmu di bawah. Ingat jangan kemana-mana, apa kau mengerti ?"
" Iya sayang."
Klik.
" Permisi nona, apakah anda tamu Tuan Muda Erlangga?"
" Iya, anda siapa?"
" Perkenalkan nama saya Biya, saya hanya ingin menyampaikan bahwa Tuan Muda hari ini bertugas ke luar kota. Jadi jika anda tidak ada keperluan lain bisa langsung meninggalkan perusahaan ini ! Sebelum saya mengusir anda dengan tidak hormat !"
" Kurang ajar sekali Tante ini, Lo jangan berpura-pura deh, Lo cuma pegawai sedangkan asal lo tau gue menantu pemilik perusahaan ini", ucap Yura dalam hati.
Saat Yura ingin membalas perbuatan pegawai tersebut. Tiba-tiba Erlangga datang ke bawah menemui sang istri. Tentu saja hal tersebut membuat sang pegawai takut. Pasalnya ia sudah tau bagaimana sifat asli Tuan Muda Erlangga.
" Kenapa kau lama sekali ke atas yang ?"
" Kakak, hiks ... hiks ... hiks tante ini mengusirku. Katanya Kakak sedang pergi ke luar kota."
" Berani sekali kau bersikap kurang ajar kepada istriku hah !" marah Erlangga.
" Saya tidak melakukan apa yang dibilang sama nona itu, Tuan Muda ."
" Kau bilang istriku berbohong begitu?"
" Tentu saja nona ini berbohong."
" Dasar nenek sihir, kau kira aku tidak bisa bersandiwara, kau lihat saja apa yang akan dilakukan oleh suamiku", gumam Yura dalam hati.
" Jangan harap aku percaya bahwa dia adalah istri dari Tuan Muda Erlangga !"
Dengan gerakan lemah dan manja, Yura pun memeluk sang suami dan mengadu atas perbuatan Biya.
" Andi cek cctv disini, aku akan melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi !"
" Baik tuan muda."
Mendengar hal tersebut, tentu saja Biya menjadi panik. Tamatlah sudah riwayat ya. Dia pun menundukkan kepalanya. Karena terbukti ia yang bersalah.
" Pecat dia, kasih gajinya bulan ini langsung! Dan jangan biarkan ia mendapatkan pekerjaan dimanapun !"
" Siap Tuan Muda."
Biya pun diseret pergi ke luar gedung oleh satpam yang berjaga. Dan keriuhan tersebut dilihat oleh para pegawai lainnya.
Dan detik itu juga, seluruh pegawai mengetahui bahwa Tuan Muda mereka sudah menikah dan memiliki istri yang bernama Yura Bramasta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1