
Sejak 2 hari yang lalu, Yura sudah berbicara kepada seluruh keluarganya mengenai perayaan ulang tahun kedua putra kembarnya yang ke 17 tahun.
Tentu saja kejutan itu, tidak diketahui oleh kedua putra nya.
" Bunda apa kali ini si kembar sungguh akan terkejut ?"
" Tentu saja nak, semua orang sudah ibu kasih tau dan mereka juga tutup mulut dan merahasiakannya agar tidak bocor."
" Baguslah, aku ingin di ulang tahun Kenzo dan Kenzie kali ini meriah bahkan ada beberapa kejutan yang akan mereka terima."
Setelah beberapa persiapan di rencanakan. Erlangga pun mengutus anak buahnya membantu sang istri untuk mengatur segalanya mulai dari para undangan dan lainnya.
Semua ini ia persiapkan untuk ulang tahun putra kembarnya yang menginjak 17 tahun.
Pagi harinya di kediaman Bramasta.
Seperti biasa Kenzo , Kenzie dan Cherry sarapan pagi sebelum mereka berangkat ke sekolah.
" Silahkan kalian makan, hari ini mommy spesial memasak makanan kesukaan kalian."
" Mom memangnya ada hari spesial kah?
" Tidak ada nak, kan tidak harus dihari spesial saja kan harus memasak makanan kesukaan kalian bertiga."
" Mommy memang the best", jawab si kembar.
" Makasih, ayo segera di makan !"
Mereka sekeluarga pun makan dengan lahap. Sampai akhirnya Erlangga datang dari rumah sakit.
" Daddy", panggil anak-anak.
" Selamat pagi anak-anak."
" Apa Daddy lelah habis melakukan operasi?"
" Iya ada 3 pasien dini hari tadi yang harus Daddy tangani."
" Sayang aku mandi dulu!"
" Iya sayang, biar aku yang mengantarkan anak-anak kedepan ."
Mobil pun sudah dikeluarkan oleh pak sopir. Ya semenjak SMA Kenzo dan Kenzie sudah mendapatkan ijin dari orang tua mereka untuk membawa mobil atau motor sendiri. Terkadang mereka juga akan bersama berangkat ke sekolah apalagi mereka juga harus mengantar adiknya Cherry yang baru menginjak SMP.
" Ingat nak, antarkan Cherry dulu ke sekolah!"
" Iya mom, aku ingat kok, kami bertiga berangkat dulu ya !"
" Iya hati-hati di jalan."
Seperti biasa mobil yang dikendarai oleh Kenzo menyita perhatian murid lainnya. Maklumlah Kenzo dan Kenzie adalah most wanted di SMA Bintang Persada. Di lingkungan sekolah itu juga ada sekolah SMP , dimana itu adalah tempat adiknya menuntut ilmu.
" Kak Ken, apa mereka semua tidak capek melihat kita?"
__ADS_1
" Cherry, biarkan saja mereka. Kita sudah melarangnya tapi mereka semua ngefans kepada kami dan juga ada pasti yang menjadi fans mu juga disana."
" Sungguh terkadang aku tidak nyaman kak, jika ada penggemar kalian berdua yang minta tolong untuk memberi surat cinta, bekal bahkan kado."
" Ayo turun, bel masuk akan segera berbunyi !"
Ketiga bersaudara itu pun keluar dari mobil, setelah mengantarkan adiknya ke sekolah SMP yang masih 1 lingkup dengan sekolah SMA nya.
Kini Kenzo dan Kenzie sudah masuk ke kelas XII IPA 1. Kelas yang dihuni oleh murid pintar.Yang sudah langganan banyak piala olimpiade.
" Selamat pagi bro", ucap Rehan
" Pagi juga Re", sahut Kenzie.
" Oh iya, nanti karena jam mata pelajaran olahraga kosong, kita diminta tanding dengan anak kelas XII IPS 1."
" Buat apa?"
" Karena mereka akan mewakili sekolah kita di pertandingan tingkat nasional."
" Oh begitu, ya sudah kami ke bangku dulu."
Kini cowok-cowok dari kelas XII IPA 1 sedang berganti baju dengan baju basket. Iya olahraga yang akan mereka lakukan adalah basket.
Setelah memasuki lapangan basket, ternyata penontonnya banyak sekali, hanya pertandingan kecil bisa dibilang hanya latih tanding, tapi yang menonton banyak.
Mungkin karena mereka tau bahwa, Kenzie dan Kenzo juga ikut bertanding.
Kedua kubu pun sudah memasuki lapangan basket. Kini sudah dibunyikan peluit tanda pertandingan dimulai.
Tim basket kelas XII IPS 1 pun tidak tinggal diam, mereka juga mengerjakan seluruh kemampuan agar bisa mengalahkan kelas XII IPA 1.
Sorak sorak penonton, menambah semangat para pemain, bahkan kini di detik penentuan. Pertandingan pun masih sengit. Akhirnya dengan taktik yang dikomandoi oleh Kenzo. Alhasil yang memenangi latih tanding ini adalah kelas XII IPA 1.
Ketua tim basket kelas XII IPS 1 pun memberi ucapan selamat atas kemenangan yang skornya hanya beda 2 angka saja kepada tim basket kelas XII IPA 1.
" Selamat atas kemenangan kalian."
" Makasih, kami juga takjub dengan ketanggungan tim basket kalian."
" Kau jangan merendah Kenzo."
" Tapi itu kenyataannya Marko. Mungkin hari ini merupakan hari keberuntungan bagi tim ku, Namun bisa saja kelak tim mu yang bisa mengalahkan kami."
" Baiklah, aku tunggu nanti jika tim kita bertanding basket kembali."
" Tentu saja kami menunggu akan hal itu datang."
Setelah selesai bertanding basket, kini Kenzo dan Kenzie sedang menunggu adiknya Cherry untuk pulang bersama.
40 menit berselang. Saat mereka tiba di rumah. Penghuni rumah tidak ada, bahkan yang menyambut kedatangan tuan muda dan nona mudanya hanyalah seorang pelayan.
" Dimana semua orang ", tanya Cherry.
__ADS_1
" Tuan besar Erlangga dan Nyonya Besar Yura sedang berkunjung ke Moon Cafe , dan mereka berpesan kepada kami agar tuan muda dan nona muda memakai pakaian yang sudah ada di kamar kalian masing-masing. Jam 19.00 malam kalian akan dijemput oleh sopir untuk pergi kesana."
" Baiklah kalau begitu, siapkan makan siang, kami akan ke atas dulu!"
" Baik tuan muda Kenzo."
Dan begitu mereka masuk ke dalam kamar, Kenzo dan Kenzie tercengang dengan adanya sebuah kotak yang berisi pakaian yang harus mereka pakai malam ini.
" Kak, apa ini tidak salah? Kok sepertinya ada pesta?"
" Kau tidak baca tulisan di kotak ini."
" Kita pakai sajalah Kenzie, siapa tau kita disuruh ke kafe karena ada acara teman mommy atau acara launching bisnis mommy yang baru."
Setelah mereka makan siang bersama kini mereka, bermain dan mengerjakan tugas sekolahnya sebelum mereka berangkat ke moon cafe.
Tok ... Tok ... Tok
" Tuan muda apa kalian sudah siap? Pak sopir sudah menunggu dibawah ", ucap salah satu pelayan.
" Iya sebentar lagi kami akan selesai, kau tolong panggilkan Cherry !"
" Baik tuan muda."
Cherry pun berdandan bagaikan seorang princess . Sedangkan kedua kakaknya sudah seperti pangeran berkuda putih. Sungguh mereka bertiga bagaikan pewaris tahta kerajaan.
Setibanya mereka bertiga di depan Moon Cafe.
Diluar terlihat sepi, bahkan kafe tersebut hanya diterangi oleh cahaya lilin dan lampu kecil.
" Kenapa sepi kak, aku jadi merinding", keluh Cherry.
" Mungkin konsep kafe ini rumah hantu", jawab Kenzie.
" Ayo kita masuk saja ke dalam !" titah Kenzo.
Dan saat mereka masuk tiba-tiba, ucapan selamat ulang tahun terdengar dari Mommy nya yang membawa kue ulang tahun berisi angka 17.
Lampu pun menyala, dengan kemeriahan dan ucapan dari para tamu undangan.
Sungguh kejutan pesta sweet Seventeen yang tidak diduga sama sekali oleh Kenzo dan Kenzie.
" Ayo ucapkan doa dan tiup lilinnya !" titah Daddy Erlangga.
Kenzo dan Kenzie pun berdoa dalam hati dan langsung saja mereka meniup lilin dan dilanjutkan dengan acara potong kue.
" Selamat ulang tahun yang ke -17 th ya nak, semoga kalian panjang umur, sehat dan bahagia selalu", ucap mommy Yura dan daddy Erlangga.
" Mom, dad makasih telah membuat pesta yang meriah buat kami berdua."
" Sama-sama sayang, ayo kalian salam kepada tamu yang lain, tuh ada beberapa teman dekat kalian yang mlm dan dad undang kemari!"
Pesta pun berjalan lancar, hingga saat tiba di kediaman Bramasta ternyata kejutannya tidak berhenti. Kenzo dan Kenzie pun membuka satu per satu kado yang telah berada di dalam kamar mereka.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...