
Sementara itu di Kampus Y. Para mahasiswa gempar dengan kedatangan Erlangga dan Yura. Mereka baru kali ini melihat kedatangan mereka bersama setelah Yura cuti melahirkan dan mengasuh anak mereka.
Mereka berdua merupakan pasangan goal di lingkungan fakultas kedokteran.
" Sayang, nanti kalau sudah selesai akan aku jemput!"
" Ya kak, semangat ya PKL nya di RS."
" Tentu saja harus semangat", ucap Erlangga sambil memeluk Yura sebelum Yura masuk ke dalam kelas.
Karena selama 1 tahun Yura hanya kuliah dengan cara online tapi ia bisa mengejar ketinggalan mata kuliah dengan cepat. Bahkan ia kini sekelas kembali dengan teman-temannya yang diajak seangkatan.
" Yura, akhirnya lo masuk juga", tanya salah satu teman sekelas.
Mereka pun saling berpelukan dan menyapa satu sama lain. Hingga perkuliahan pun dimulai.
Sedangkan di fakultas management bisnis. Kinara yang baru keluar kelas mendadak panik, saat selesai mendapatkan kabar dari mertuanya, bahwa Bima putranya dengan Rangga sedang sakit.
Bima lahir sebulan kemudian dari kelahiran si kembar. Bima Pradipta, anak dari Kinara dan Rangga. Ia lahir ke dunia, saat Kinara pulang dari pesta perjamuan perusahaan. Dan sekarang berusia 11 bulan.
Flashback 11 bulan lalu.
Ketika itu, Kinara yang sedang mood cemburu kepada Rangga, nekat minta ikut ke pesta. Di kepalanya hanya berseliweran wanita penggoda yang akan mencari perhatian suaminya. Maklum penampilan Rangga sangat mempesona kaum hawa.
" Sayang, apa gapapa kamu ikut kesana?"
" Memangnya kenapa kalau aku ikut kesana? Apa kamu malu punya istri yang perutnya besar karena lagi hamil?"
" Bukan begitu maksudku yang, aku cuma khawatir dengan kondisimu saat ini, dokter kan bilang bahwa waktu persalinan mu kemungkinan 2 atau 3 hari ke depan."
" Hiks ... hiks , tapi aku mau ikut nemenin kamu disana", ucap Kinara sambil menangis.
" Ya Tuhan, cobaan apa lagi kali ini", ujar Rangga dalam hati.
" Baiklah apa aku batalkan saja ke pestanya?"
" Maksud kakak, kenapa malah nggak jadi kesana, katanya tamu yang akan datang hampir semua kolega kita?"
" Dengar sayang, dalam hidupku kau dan baby kita yang utama, masalah perusahaan bisa belakangan, kan nanti kalau aku tidak datang masih ada ayah yang akan mewakili."
" Nggak bisa begitu, susah - susah aku menyiapkan setelan pakaian yang kamu pakai untuk hari ini."
" Kalau kakak nggak mau kesana ! Baiklah aku akan berangkat sendiri !" jawab Kinara sambil melangkah pergi dari jangkauan suaminya.
Belum sampai Kinara membuka gagang pintu. Rangga pun memberikan jawaban atas keinginan istrinya.
__ADS_1
" Ok, aku ikut kesana, tapi dress mu , aku harap jangan terlalu terbuka sayang."
" Otak kamu korslet atau gimana? Tentu saja aku akan pakai dress yang sopan, apalagi aku sedang hamil besar. Siapa yang akan melirik ku coba ?"
" Kamu dengan penampilan seperti ini saja sudah membuatku jatuh cinta berulang-ulang dengan mu tanpa bisa menatap wanita lain, apalagi disana kau ditatap bagaikan santapan lezat para mata buaya."
" Percayalah kepadaku sayang, mana berani mereka mendekatiku, kan aku sudah punya pawang, yaitu kamu."
Blush.
Rangga pun menjadi salah tingkah, mendengar gombalan sang istri.
" Baiklah, aku akan menunggu dibawah, jadi ku harap kau jangan terlalu lama berdandan sayang !"
Setibanya di depan hotel yang dijadikan tempat diadakannya pesta.
Pasangan Rangga dan Kinara, mengambil alih perhatian para tamu undangan, bahkan pemilik acara pun kalah dengan mereka berdua.
Ketika lensa blitch kamera mengarah ke Rangga dan Kinara. Langsung saja foto mereka terpajang di beberapa media. Akhirnya istri pewaris Pradipta Grup muncul ke permukaan.
Banyak netizen terpana dengan penampilan Kinara, walaupun sedang hamil besar, tapi kecantikannya sungguh membuat mata yang melihat terbius.
Dan masih banyak lagi komentar di dunia sosial media, sebagian besar memberikan kesan positif.
" Selamat datang tuan muda dan nyonya muda Pradipta. Sungguh kehormatan bagi saya, kalian menyempatkan waktu untuk hadir dalam undangan pesta yang saya adakan", sapa Tuan Gilang.
" Mari tuan, disana sudah ada para kolega bisnis yang lainnya !"
Sampai di kalangan pebisnis, banyak yang minta berkenalan dengan Kinara.
Sungguh hal tersebut, membuat Rangga jadi over protective terhadap Kinara.
Satu jam berlalu. Kini pergelangan kaki Kinara sudah berasa sakit.
Melihat kondisi sang istri, akhirnya Rangga pun berpamitan akan pulang terlebih dahulu kepada pemilik acara.
" Sayang, sini aku gendong!" titah Rangga.
" Tapi yang apa nggak berat."
" Aku masih sanggup menggendong mu, ayo !"
Saat hampir masuk ke dalam mobil, sakit di kaki Kinara kian merembet ke kontraksi jadi kesakitan ya sungguh berlipat ganda. Bahkan saat duduk di mobil, Kinara sudah pecah ketuban.
Jelas Rangga menjadi panik, para pengawal juga langsung sigap mengantarkan majikannya ke rumah sakit.
__ADS_1
Tapi sayang, Kinara tidak bisa melahirkan dengan cara normal, makanya keluarga memutuskan persalinannya dilakukan secara operasi cecar.
Dan lahirlah putra pertama Kinara dan Rangga, yang diberi nama Bima Pradipta.
Flashback off.
" Kinara, lo kenapa?" tanya Mila.
" Bima sakit, sekarang gue lagi nunggu Kak Rangga!"
" Semoga keponakan gue yang gembul itu segera sembuh."
" Makasih ya Mila."
Ketika Kinara keluar dari kelas, bertepatan dengan Rangga yang baru datang.
" Jangan khawatir sayang, Bima kita adalah anak yang kuat, ayo kita pulang !"
Setibanya di kediaman Pradipta. Kinara sudah ditunggu oleh putranya Bima yang menangis di gendongan neneknya.
" Apa kata dokter Bu?" tanya Rangga.
" Kemungkinan Bima terkena virus, nak. Tapi kita haru observasi dulu, jika selama 3 hari panas nya tidak turun juga. Maka disarankan untuk dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium."
" Kalian berdua mandilah dulu, biar ibu yang membawa Bima ke dalam kamarnya !"
" Baik Bu", jawab Kinara dan Rangga berbarengan.
Kabar bahwa keponakannya sedang sakit. Yura dan Erlangga pun segera berkunjung ke rumah mertuanya. Mereka tidak sendirian. Bahkan Kenzo dan Kenzie pun ikut menjenguk Bima.
" Sayang , ayo buka mulutnya !" rayu Kinara yang sedang memberi Bima obat penurun panas.
Bima pun patuh dengan ucapan sang ibu. Kini saat obat tersebut berhasil masuk ke dalam mulut Bima. Bayi tersebut pun langsung berwajah sendu dan menangis, dengan rasa pahit yang menjalar masuk ke dalam.
Dengan telaten, Rangga pun sedikit memberi air gula agar rasa pahit dari obat bisa di netralisir.
" Kakak, bagaimana dengan kondisi Bima?" ucap Yura yang masuk ke dalam kamar Bima.
Sedangkan baby twins dan Daddynya berada di belakang tubuh Yura.
" Bim ... Bim sayang, cepat sembuh ya nak."
Melihat sepupunya datang. Bima pun merasa bahagia karena sudah sejak lama ia dan si kembar tidak bertemu.
" Zo ... Kenzie ... iii." panggil Bima.
__ADS_1
Dan akhirnya obrolan para bayi pun berlangsung cukup lama, bahkan para orang tua mereka langsung mengabadikan momen tersebut ke dalam handphonenya masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...