
" Sayang apa kau sudah menghubungi Ibu dan Ayah bahwa kita akan menginap disana selama 1 minggu ?"
" Sudah Kak, lagian Kak Rangga juga akan pulang ."
" Sepertinya nanti setelah tiba di Jakarta akan terjadi rapat keluarga !"
" Ya mau bagaimana lagi, kasian juga dengan Kak Kinara yang hanya hidup sebatang kara karena sudah ditinggalkan oleh ayah kandungnya."
" Tidurlah yang, nanti kalau pesawat kita sudah mendarat akan aku bangunkan."
" Hmmm ..."
Rangga yang sudah memberitahu kedua orang tuanya, bahwa hari ini ia akan pulang.
" Sayang, nanti selama seminggu Yura dan Erlangga akan tinggal disini sebelum mereka akan tinggal dengan keluarga Erlangga."
" Ayah, cepat sekali ya putri kecilku pergi meninggalkan kita."
" Aku tau bagaimana perasaanmu yang, tapi itulah kodrat bagi seorang istri yang harus ikut kemanapun suaminya tinggal."
" Oh ya hari ini Rangga juga pulang kan ?"
" Iya, ya setidaknya masih ada Rangga yang akan menemani kita dirumah sayang ! Biarpun malah adiknya yang duluan menikah !"
" Tidak masalah yang, nanti juga Rangga akan memberi tau kita jika ia akan menikah dengan calon pilihannya, dan kita akan punya banyak cucu dari anak-anak kita."
Ting tong ting tong. Terdengar suara bel dari pintu masuk kediaman keluarga Pradipta.
" Bik tolong bukakan pintunya !"
" Baik Nyonya Besar ."
" Kalau begitu aku tunggu di ruang tamu ya yang, biar kue buatanmu tidak gagal karena aku sudah mengganggu !"
" Sana yang pergi, masih banyak yang belum aku masukan ke oven !"
Ceklek.
" Eh ada den Rangga."
" Siang bik, kok rumah sepi? Dimana Ayah dan Ibu?" tanya Rangga sambil membawa kopernya bersama Kinara.
" Nyonya dan Tuan tadi di dapur den, Nyonya lagi buat kue !, Eh ... Ada neng cantik, temannya ya den ?"
" Bukan teman biasa bik , ya sudah saya masuk dulu mau ketemu sama Ayah dan Ibu !"
__ADS_1
" Silahkan den, sini biar bibi yang bawa kopernya ke atas !"
" Sekalian, panggil Pak Ujang biar bantu bibi, bawa 3 koper besar ini !"
" Siap den laksanakan."
" Kinara ayo kita sapa orang tua ku !"
" Iya kak."
Di Bandara , Erlangga dan Yura sedang menunggu sopir jemputan mereka.
" Ra, ayo kesana, kita sudah dijemput !" ucap Erlangga.
" Iya "
Saat Yura dan Erlangga telah masuk ke dalam mobil jemputan. Yura langsung mendapatkan panggilan telepon dari Ibunya.
Tring tring tring.
Klik.
" Ya Bu, ada apa? iya kami masih diperjalanan menuju rumah, mungkin lagi 1 jam kami baru sampai ke rumah! Baiklah Bu."
" Kenapa yang?"
" Semoga semuanya berjalan dengan baik."
" Iya kak", jawab Yura sambil menyandarkan kepalanya di bahu Erlangga.
" Siapa wanita ini Rangga?" tanya Ayah Kevin.
" Sebelumnya Rangga minta maaf sama Ayah dan Ibu, baru bisa pulang ke rumah dan Rangga ingin menceritakan sesuatu yang penting menyangkut Rangga dan dia."
" Jangan buat kami penasaran nak, silahkan kamu mulai cerita!"
" Wanita ini bernama Kinara, dia istri Rangga ."
" Apa? Kenapa hal besar seperti ini kamu tutupi dari kami nak? Apa kau pikir kami bukan orang yang penting buatmu?" tanya Ibu Hani dengan terisak.
" Bukan begitu Bu, ini terjadi dengan mendadak dan Rangga tidak bisa menolak. Dengan permintaan terakhir dari Ayah Kinara sebelum beliau meninggal dunia. Berawal sejak seminggu yang lalu ketika aku baru pulang dari magang di perusahaan di Kota Bandung. Malam itu aku melihat seorang bapak dan anaknya ditabrak lari oleh sebuah mobil. Pengendara mobil dalam keadaan mabuk berat. Sedangkan bapak dan anak yang menjadi korban itu tergeletak di tengah jalan, aku yang lewat di lokasi kejadian tentu saja membantu mereka untuk mendapatkan pertolongan di rumah sakit."
" Sesampainya aku di rumah sakit, tim medis sudah berjuang keras menyelamatkan korban kecelakaan itu. Anak yang dimaksud adalah Kinara putri tunggal beliau. Sedangkan bapak tersebut adalah Ayah Kinara yang tidak bisa terselamatkan nyawanya. Kinara sadar setelah dia pingsan dan mengalami luka, tapi Ayahnya mengalami perdarahan yang banyak, efek benturan, bahkan patah kaki. Sebelum beliau menghembuskan nafas terakhir. Beliau meminta aku untuk menjadi suami Kinara, kami pun menikah dihadapan Ayah Kinara.
" Nak, saya tau kamu orang baik, bahkan saya belum bisa membalas kebaikan mu yang menolong saya dan Kinara putri tunggal saya. Sebelum saya meninggal, saya memintamu untuk menikah dengan Kinara. Dengan begitu putri saya ada yang menjaganya. Tolong kabulkan permintaan terakhir saya nak Rangga !" ucap Ayah Kinara.
__ADS_1
" Dengan berpikir penuh pertimbangan akhirnya Rangga menyanggupi permintaan Ayah Kinara, Ibu dan Ayah. Setelah kami selesai menikah, beliau pun pergi untuk selamanya."
" Sini sayang, sekarang kamu panggi aku Ibu seperti Rangga dan Yura. Sekarang kami adalah orang tuamu sekaligus mertuamu. Pasti berat bagimu ! Jika ingin menangis , menangis lah nak ! Keluarkan segala kesedihanmu !"
" Hiks ... hiks ... hiks .
Kinara pun memeluk mertuanya, menumpahkan segala kesedihan dan kebahagiaan sekaligus. Akhirnya kecemasan dan ketakutan yang ia rasakan sirna seketika. Sebab ia sudah diterima menjadi menantu dari keluarga Pradipta.
" Baiklah, nasi sudah menjadi bubur. Toh juga kalau Ayah berada dalam posisi sepertimu. Ayah akan menikah dengannya juga. Biarpun menikah secara mendadak tanpa cinta. Ayah dan Ibu berharap dengan seringnya kalian bersama dan merasa nyaman, satu sama lain maka akan tumbuh benih-benih cinta. Ayah juga menerima maaf dari kalian berdua."
" Terima kasih Ayah, Ibu." ucap Rangga dan Kinara.
" Sudah nak, hapuslah air matamu ! Sekarang kamu tidak sendiri ada keluarga suamimu disini."
" Terima kasih Bu."
" Apa Yura dan Erlangga tau tentang hal ini ? Tanya Ayah Kevin bertepatan dengan kedatangan Erlangga dan Yura di rumah.
" Aku pulang ", teriak Yura.
" Iya Ayah mereka tau , aku sudah menikah itupun kami tidak sengaja bertemu saat Yura dan Erlangga berada di Alun-Alun Kota Bandung."
Mendengar suara Rangga. Yura dan Erlangga langsung menuju ruang tamu. Dan seperti yang mereka duga, bahwa orang tua nya sudah diberitahu tentang pernikahan mendadak antara Rangga dan Kinara.
" Selamat datang nak, sini kalian juga harus duduk dan menjawab semua pertanyaan kami !"
" Iya Bu"
" Apa benar yang dikatakan oleh Kakakmu? Kenapa kalian tidak memberitahu Ayah dan Ibu, saat kami di Bandung?"
" Itu karena kami sudah berjanji kepada Kak Rangga, Ayah. Bahwa hal itu akan disampaikan langsung oleh Kak Rangga kepada kalian."
" Baiklah, Ayah terima alasanmu."
" Sedangkan kau Rangga, apa kamu sudah tau Yura dan Erlangga sudah menikah?"
" Iya Bu, itupun aku diberitahu Erlangga lewat telepon sehabis ia menikah."
" Mau bagaimana lagi, mereka juga mengalami hal yang tidak terduga, tapi gapapa Ibu dan Ayah sangat bahagia bahwa kalian berdua sudah menikah dan memiliki pasangan. Tinggal nanti kalian harus banyak ya ngasih kami cucu ! Biar rumah ini jadi ramai", ucap Ibu sambil bercanda untuk mencairkan suasana yang awalnya tegang.
" Maaf mengganggu Nyonya, makan malam sudah siap !"
" Makasih bik ! Ayo kita makan dulu, Ibu tau kalian baru saja tiba dari Bandung pasti masih kelelahan, jadi makan dulu biar kalian punya tenaga kembali !"
" Iya Bu."
__ADS_1
Kedua pasangan pengantin baru itupun, mengikuti mertuanya ke ruang makan, untuk menikmati makan malam bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...