
Mendengar bahwa ada orang yang mengirim paket ke rumahnya, detik itu juga Erlangga yang sedang menandatangani beberapa berkas di kantor, langsung pulang ke rumah dan melihat kondisi sang istri.
Setibanya di kediaman Bramasta. Erlangga langsung mencari keberadaan Yura.
" Dimana istriku?" tanya Erlangga kepada Ishi yang baru saja keluar dari dapur.
" Nyonya muda baru saja tertidur, tuan muda. Tadi sudah diperiksa oleh dokter keluarga, karena nyonya tadi muntah berat ketika melihat bangkai anjing yang dikirim dalam paket oleh orang yang tidak dikenal", jelas Ishi.
Mendengar penjelasan dari pengawal istrinya, Erlangga pun langsung berlari menuju kamarnya.
Saat pintu kamar sudah terbuka. Erlangga langsung duduk di sebelah Yura, yang sedang tertidur di atas ranjang kamar mereka. Erlangga pun mengelus wajah sang istri, dan memandang wajah yang istri dengan penuh cinta.
" Jangan khawatir sayang, dia yang mulai mengusik kita, maka aku yang akan membalasnya tanpa ampun", lirih Erlangga sambil mengambil handphone nya yang berada di saku jasnya.
" Cari pelakunya dan seret ke dalam penjara di markas !" titah Erlangga kepada pasukan bayangan yang melindunginya di dunia mafia.
Merasa bahwa ada yang mengelus wajahnya, Yura pun kian membuka mata dan melihat muka tampan suaminya.
" Sayang ... ada yang mengirim paket berisi bangkai anjing ke rumah kita." ucap Yura.
" Aku tau, gapapa akan aku bereskan dia. Apa tidurmu nyenyak?"
" Ia, berkat obat yang diberikan oleh dokter."
" Syukurlah, kalau begitu. Sekarang aku mandi dulu, nanti kita makan malam bersama !"
" Iya."
Di ruang makan, semua orang sudah tahu kejadian yang tadi pagi terjadi. Mereka semua tutup mulut, agar Yura tidak lagi merasa ketakutan apalagi sampai mempengaruhi kehamilannya.
" Nak, bagaimana menu makan malam hari ini, apakah kamu suka ?"
" Bunda memang the best", jawab Yura.
" Sangat enak Bun", balas Erlangga.
" Berarti usaha bunda membuahkan hasil yang sesuai harapan."
" Erlangga, besok bunda mau membawa Yura ke star cafe bertemu dengan mertuamu dan juga Kinara, sekalian bunda ada arisan disana sama teman bunda yang lain."
" Ok, aku ijinkan Yura ikut. Tapi kalian harus dijaga ketat oleh para pengawal !"
" Iya."
" Makasih suamiku", ujar Yura sambil memberikan ciuman di pipi suaminya.
Dalam hati Erlangga berkata, " apapun akan aku lakukan untuk kebahagian keluarga kita yang, jika ada yang berani mengusik mu, berarti dia telah mengusik aku juga ."
__ADS_1
Keesokan harinya, Erlangga dan Daddy Alex sudah berangkat menuju perusahaan Bramasta Grup, sedangkan Erlangga setelah selesai urusan di perusahaannya. Ia akan ke kampus sebentar karena ada 3 mata kuliah hari ini.
Sedangkan Yura dan Bunda Anisa, telah bersiap-siap berangkat menuju star cafe.
Di kediaman Pradipta.
Rangga sedang menggendong sang istri untuk mandi bersama. Setelah kemarin malam membuat sang istri kelelahan dengan aktivitas panas mereka.
Setelah Kinara mengusir Sisil dari perusahaan Pradipta Grup. Akhirnya kecemburuan istrinya sudah mereda. Dan kini hubungan Rangga dan Kinara sudah menghangat kembali.
" Sayang, buka matamu ! Bukankah hari ini kau akan bertemu dengan Yura dan Bunda?" tanya Rangga saat ia dan istrinya sudah masuk ke dalam bathtub.
Kinara pun perlahan membuka matanya, dan ia merasa badannya segar karena sedang berendam di kamar mandi.
" Ia aku ingat kak, makanya bantu aku bersiap. Kan ini ulahmu juga membuatku lemas."
" Ya sayangku, tapi pagi ini harus double kiss ya. Biar nanti tenagaku juga double menghadapi aktivitas ku yang padat", tawar Erlangga.
Mengetahui suaminya nggak akan pernah menyerah, jika sesuatu yang ia inginkan harus didapat. Kinara pun langsung berbalik ke belakang menatap Rangga. Dan langsung memberikan ciuman singkat.
Mendapatkan jackpot , tentu saja Rangga tidak menyiakan hal tersebut. Bahkan sekarang ia sedang m****** habis bibir sang istri, membuat istrinya mendesah dengan tangan Rangga yang sedang meraba ke titik sensitif istrinya.
SKIP.
Kegiatan panas pun terulang kembali di kamar mandi. Hingga muka Kinara pun kesal dengan suaminya.
Bagaimana tidak, ia pasti akan kalah dengan sentuhan lembut suaminya itu.
" Rangga, apa Kinara sudah bersiap ?" tanya Ibu Hani di luar pintu kamar Rangga.
" Sudah Bu, sebentar lagi akan Rangga antarkan ia ke bawah, jadi ibu tunggu kami di bawah saja !"
" Baiklah kalau begitu, jangan lama-lama ya nak."
" Iya", jawab Kinara.
Rangga pun membantu istrinya berpakaian, sedangkan Kinara sedang merias wajahnya agar terlihat sempurna dengan tampilannya pagi ini.
" Yang kalau penampilanmu seperti ini, aku nggak rela jika ada lelaki yang memandang mu", sahut Rangga.
" Sayang, hatiku kan sudah kamu kunci, mana mungkin aku akan melihat lelaki lain."
" Tapi sayang ..."
" Sudah yang, disana ada ibu, bunda dan Yura juga, apalagi aku tau kau banyak menaruh para pengawal menjagaku. Nggak bakalan ada lelaki lain yang berani menghampiri istrimu ini !"
" Ya sudah, ayo kita ke bawah sekarang !"
__ADS_1
Penampilan Yura pagi ini sangatlah cantik, ia memakai dress berwarna biru dengan gradasi bunga kecil, ditambah make up tipis dan flatshoes yang senada.
Sebelum pergi, ia pun mengirimi suaminya beberapa foto selfienya.
Setelah 45 menit perjalanan, akhirnya Yura dan Bunda Anisa tiba di Star Cafe.
Sementara Hendrix, dihadang oleh 3 mobil hitam saat ia keluar dari rumahnya.
" Kurang ajar, siapa mereka?"
" Tuan, bagaimana ini? Pengawal kita sudah pada kalah melawan mereka." jawab sang sopir.
" Hubungi Steven, suruh ia datang ke lokasi kita diserang !"
" Baik tuan."
Hendrix pun mengambil pistol yang ada di box mobilnya. Ia pun hendak melawan namun naas, sniper Erlangga lebih cepat menembaknya. Hingga lengan Hendrix terluka dan berdarah.
Merasakan mobilnya sudah kehilangan kendali. Mata Hendrix pun terbelalak melihat ke arah depan dimana sopirnya sudah tak bernyawa.
" Kapan ia tertembak? Perasaan aku belum dengar suara tembakan yang mengenainya?"
Sungguh Hendrix bertanya-tanya, siapa musuhnya kali ini. Hingga dia ketar-ketir menatapi nyawanya kali ini.
Sangat mobil sudah berhenti karena menabrak pohon yang ada di pinggir jalan. Para orang berbaju hitam pun segera. Menyergap dan membawa ia paksa dari mobil.
" Lepaskan aku, siapa kalian hah?"
" Kau akan tau siapa kami, tapi sebelumnya kau harus bertemu dengan Tuan muda kami. Makanya siapa suruh kau berurusan dengan milik tuan muda !"
" Milik tuan muda", tanya Hendrix dalam hati.
Erlangga yang sudah mendapatkan kabar, bahwa Hendrix sudah dibawa ke markas. Ia pun segera membanting stir berbelok menuju ke markas.
" Tuan muda", sapa Mikael.
" Dimana bedebah itu?"
" Dia di dalam ruang tahanan bawah tanah."
" Ambilkan aku samurai !"
" Baik tuan muda ."
Saat tida di ruang tahanan dibawa Hendrix ditempatkan. Erlangga pun menyuruh anak buahnya untuk membuka tutup mata Hendrix.
Setelah Hendrix membuka mata, ia langsung kaget dengan orang yang ada dihadapannya.
__ADS_1
" Tu ... Tuan Erlangga."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...