Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 89


__ADS_3

" Sayang ..." teriak Erlangga yang baru tiba di depan rumah sakit, dan berlari ke arah kerumunan para pengawalnya.


Seketika jantungnya terasa berhenti melihat istri dan kakak iparnya ditabrak di depan matanya.


" Tuan muda, kita harus membawa nyonya ke rumah sakit !"


" Cepat !"


Dengan perasaan yang hancur, Erlangga menggendong sang istrinya yang berlumuran darah dari kepala. Hatinya sangat sesak dan takut jika hal buruk terjadi pada istri dan bayi mereka.


Sedangkan Kinara, dibawa oleh para pengawal.


Di depan UGD sudah bersiap dokter dan tim medis lainnya yang akan menangani Yura dan Kinara.


Sementara itu, Rangga yang telah mendapatkan kabar bahwa istri dan adiknya kecelakaan langsung membanting stir dan membelokan mobilnya menuju rumah sakit.


Di depan UGD tangis Bunda Anisa dan Ibu Hani pecah, sedangkan Erlangga setelah menyalahkan dirinya sendiri karena tidak becus menjaga sang istri, menyiksa dirinya sendiri di pojokan UGD. Bahkan bajunya pun masih berlumuran darah dari sang istri.


Sampai-sampai tadi Daddy Alex sempat memukul Erlangga karena hampir menghancurkan ruang UGD karena melihat lamanya istrinya ditangani.


Rangga yang datang langsung lemas melihat istri dan adiknya masih ditangani di dalam ruangan UGD.


Ia pun memukul tembok yang ada disamping pintu UGD. Melampiaskan semua perasaan yang berkecamuk dan sesak di dada.


" Keluarga Nyonya Yura dan Kinara !" panggil salah satu dokter yang baru saja membuka pintu UGD.


" Saya suaminya", jawab Erlangga dan Rangga berbarengan.


" Saya ingin menyampaikan Nyonya Yura harus melakukan operasi kepala karena ada pendarahan efek terbentur, syukurnya kondisi rahim nyonya kuat sehingga tidak memberi efek buruk pada janin didalamnya. Sementara Nyonya Yura harus segera kami operasi, sedangkan Nyonya Kinara kondisinya sudah stabil dan sudah kami suntikan obat pereda nyeri, kemungkinan nyonya Kinara pada saat kejadian syok dan membuat kram perut, untungnya kondisi bayi dalam kandungan cukup sehat."


" Terima kasih dok, lakukan yang terbaik bagi istriku !"


" Akan kami usaha kan tuan, kai hanya bisa membantu dan yang berkuasa adalah Tuhan, berdoalah semoga istri anda selamat dan bisa kembali seperti semula."


" Bagaimana dengan istri saya dok?"


" Untuk Nyonya Kinara kami akan membawanya ke ruang rawat inap karena sementara waktu beliau perlu bed rest total."


" Silahkan isi formulir persetujuan ini, tuan Erlangga untuk menyetujui tindakan operasi pada istri anda!"

__ADS_1


Erlangga pun menandatangani formulir tersebut. Dan kini Yura langsung dibawa ke ruang operasi.


Dua jam berlalu, kini lampu ruang operasi sudah mati , itu tandanya operasi Yura sudah selesai.


" Dok, bagaimana kondisi istri saya?" tanya Erlangga yang berlari menemui dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi."


" Operasinya berjalan lancar tuan, namun istri anda dalam kondisi koma."


Jedarrrr ...


Mendengar jawaban dari dokter, Erlangga pun langsung terdiam, bahkan dia memukul dadanya sendiri dan menangis.


" Tuhan, kenapa harus Yura yang mengalami hal ini !"


" Nak ... kau harus kuat, sekarang kita jenguk Yura di ICU !"


" Iya."


Erlangga tertatih berjalan ingin menemui sang istri, bahkan terkadang para pengawal siap sedia membantu tuannya. Agar Erlangga tidak ambruk dan pingsan.


" Masuklah ke dalam nak, tadi mertuamu sudah melihat kondisi Yura, sekarang giliran mu !"


" Iya Dad."


" Sayang, ayo cepatlah bangun. Apa kau tidak rindu denganku hem? Lihatlah bayi kita di dalam perutmu sedang berusaha untuk hidup, kau juga harus demikian sayang. Ku mohon jangan tinggalkan aku, hiks ... hiks."


" Jangan terlalu lama tidurnya ya sayang, aku akan selalu menemanimu. Kau tidak usah takut sendiri, disini aku akan menjagamu, cup ..."


Dari luar ruang ICU, Bunda Anisa kian terisak menyaksikan kerapuhan putranya apalagi kondisi menantunya yang masih koma.


" Sayang, kita jangan mudah terpuruk. Kita harus kuat menjalani ini. Kita harus memberi semangat pada Erlangga dan Yura serta calon cucu kita yang masih berjuang disana bersama ibunya."


Bunda Anisa pun memeluk suaminya, dan menumpahkan segala kepedihannya.


Sementara itu, di ruang inap Kinara. Rangga terus menemani sang istri bahkan ketika ibu Hani menyuruhnya untuk makan saja. Ia tidak mau beranjak sedikit pun.


" Nak, makanlah dulu ! Nanti kalau Kinara tau bahwa suaminya tidak makan, maka ia akan memarahi Ibu."


" Apa yang dikatakan ibumu benar nak, jika kau juga ikut sakit. Siapa yang akan menjaga Kinara? Tadi ayah sudah menjenguk Yura di ICU, semoga ia juga cepat sadar dari komanya."

__ADS_1


Akhirnya Rangga pun bangkit dari duduknya dan mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh ibunya. Biarpun saat ini ia tak bernafsu makan, tapi ia berusaha memasukan makanan ke dalam mulutnya.


" Ayah dan Ibu benar, tak seharusnya aku bersikap seperti ini, demi Kinara dan Yura. Aku harus kuat bahkan aku harus mencari pelaku yang menabrak mereka !" batin Rangga.


Saat Erlangga keluar dari ruang ICU, tangan kanannya di dunia mafia datang , membawa kabar yang ingin Erlangga dengar.


Sedangkan Bunda Anisa yang menggantikan Erlangga menjaga Yura di ruang ICU.


" Tuan, yang mencelakai Nyonya muda adalah Tuan Jack ."


Tangan Erlangga pun terkepal hebat, bahkan raut mukanya kian mengerikan saat mendengar nama pelaku. Bahkan Daddy Alex pun ikut marah, ternyata Jack tidak menyerah dengan keluarganya.


" Kita atur rencana, cari dimana target bersembunyi !"


" Siap Tuan Muda ."


Untuk mencairkan suasana hati putranya yang buruk. Daddy Alex membawa Erlangga pergi ke taman rumah sakit.


" Makanlah dulu, jangan bertindak gegabah melawan orang seperti Jack !"


" Kau jangan lupa, Yura sangat membutuhkanmu disini. Kau tidak sendiri Erlangga. Ada Daddy yang akan membantumu."


" Terima kasih banyak Daddy. Aku tidak menyangka mereka menargetkan Yura dan Kinara sampai seperti ini."


" Mereka mulai menyerang kelemahan kita, dan jika kau terlihat terpuruk, maka ia kan merasa menang."


" Iya Dad, karena menghadapi musuh sepertinya. Kita harus menunjukan rencana yang matang."


" Sudah lama aku tidak terjun langsung, tapi kali ini biarkan dengan tanganku sendiri yang akan mencabut nyawanya."


" Aku juga akan ikut Erlangga", sela Rangga yang datang.


" Kak Rangga, kamu ...?"


" Tentu saja, aku tidak akan membiarkan Tuan Jack itu tidur tenang setelah ia mencelakai istri dan adikku."


" Baguslah, setelah kita mendapatkan lokasi persembunyiannya disini. Kita serang dia !"


" Tapi yang akan mengeksekusi nya Daddy harap para bawahan kalian, mengingat Yura dan Kinara sedang hamil jadi kalian tidak boleh membunuh orang."

__ADS_1


" Jangan khawatir akan hal itu Daddy, aku hanya ingin bermain sedikit dengannya. Dia pelaku pembunuhan kakek, dalang dari kecelakaan kita dulu, kini ia juga yang mencelakai istriku. Aku harus menyiksanya perlahan-lahan sampai ia tak lagi bernyawa."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2