Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 110 ( End )


__ADS_3

Menjelang anniversary pernikahan Yura dan Erlangga yang ke 18 tahun.


Persiapan sudah jauh-jauh hari dilakukan. Kartu undangan pun sudah dibuat, tinggal disebarkan ke beberapa keluarga besar, teman, kolega bisnis bahkan seluruh pegawai rumah sakit dimana mereka berdua bekerja, sekaligus sebagai pemilik rumah sakit tersebut.


" Oma, Oppa", teriak Kenzo yang sedang menjemput di bandara.


" Wah ... cucu Oma semakin hari semakin tampan saja ."


" Oma bisa saja."


" Ken, keturunan di keluarga kita, memang memiliki gen tampan yang tidak bisa di elakkan", imbuh Oppa Alex.


" Ya sudah, kita lanjut pulang dulu. Nanti di rumah pasti Cherry akan sangat senang dengan kedatangan Oma dan oppa."


" Punya cucu perempuan yang begitu cantik dan ceria sungguh, Oppa juga nggak sanggup jika kalian kelak semua menikah."


" Hal itu masih jauh Oppa."


Sementara itu Kenzie yang ditugaskan oleh Daddynya untuk pergi keluar kota mengantarkan langsung undangan kepada teman Daddynya yang tinggal disana.


" Om Riko, apa benar ini rumahnya?" tanya Kenzie yang sedang memandang rumah besar yang dipagari pintu besi yang menjulang."


" Iya benar tuan muda, ini alamat yang diberikan oleh tuan besar kepada saya."


" Baiklah, kita harus masuk ke dalam."


Saat Kenzie melapor kepada seorang satpam yang berjaga di depan pintu gerbang, ia dan asisten Daddynya di suruh menunggu sebentar.


" Silahkan tuan masuk ke dalam ! Karena Tuan besar sudah menunggu kalian !"


Memasuki rumah itu pun harus naik mobil lagi, karena jarak antara pintu gerbang dan rumah utama sekitar 800 meter, yang sepanjang jalan ditumbuhi pepohonan rindang yang bisa mempercantik pemandangan.


" Om aku sangat penasaran, teman Daddy orangnya seperti apa ya?"


" Saya juga tidak terlalu mengenal beliau tuan muda, yang jelas beliau adalah teman lama tuan besar di dunia bawah tanah, bisa dibilang dia adalah salah satu tangan kiri tuan besar dulu."


" Oh begitu."


Ceklek.


" Silahkan masuk tuan-tuan, kalian sudah ditunggu oleh Tuan Besar !"


" Terima kasih", sahut Kenzie.


" Selamat siang Tuan", sapa Kenzie.


" Siang juga nak, ayo duduk !"


Setelah Kenzie dan asisten Riko duduk. Langsung saja Kenzie menyampaikan amanat Daddynya untuk menyerahkan undangan.

__ADS_1


" Tuan, maksud kedatangan saya kemari, karena ingin menyerahkan undangan acara anniversary pernikahan Daddy dan mommy ", ucap Kenzie sambil menyodorkan undangan tersebut.


" Saya tidak mengira, tuan muda Erlangga akan jadi merayakan hari jadi pernikahannya dengan nyonya Yura. Dan kamu pasti Kenzie bukan?"


" Tuan mengenal saya?"


" Jelas aku mengenalmu kau adalah kembarannya Kenzo, waktu kalian kecil paman sempat kesana. Pasti kamu sudah lupa ya? Wajar sekali karena sudah lama saya tidak berkunjung dan baru beberapa tahun kemarin saya kembali ke Indonesia setelah sekian lama menetap di Singapura."


" Iya paman."


" Panggil saja paman Erick nak, agar kita semakin akrab. Oh iya terima kasih sudah mampir ke rumah paman."


" Sama-sama paman."


" Tapi ada satu orang yang sangat ingin berjumpa denganmu."


" Siapa?"


" Bela tolong panggilkan Aura kemari !"


" Baik tuan besar."


Kenzie pun berpikir, siapa Aura apakah ia putri paman Erick? Tapi kenapa ingin bertemu denganku?"


Sedangkan asisten Riko sudah tau jawaban yang sesungguhnya. Mungkin pertemuan ini sudah menjadi takdir antara tuan muda Kenzie dengan Aura putri dari Tuan Erick.


Sepengetahuan asisten Riko. Dulu saat di Singapura tuan muda Kenzie kecil pernah menolong seorang gadis kecil yang hampir tertabrak mobil. Hingga secara tidak terduga, malahan Tuan muda Kenzie yang ingin mengajukan pernikahan terhadap gadis itu. Cinta pada pandangan pertama yang harus terpisah belasan tahun. Kini sudah saatnya untuk dipersatukan.


Deg.


Jantung Kenzie kian berdetak cepat. Melihat gadis cantik nan anggun menghampirinya.


" Nah ... Kenzie ini adalah orang yang sangat ingin bertemu denganmu. Namanya Aura Thomson, putri tunggal ku ."


" Kenzie Bramasta, senang bertemu denganmu", sapa Kenzie.


Tapi bukan sapaan balik yang ia terima, tapi pelukan hangat dari seorang gadis kepada pria yang ia cintai.


" Akhirnya kak Kenzie menjemput ku, Bolehkan ayah aku ikut dengan kakak?"


" Maksudnya?"


Kenzie pun bertanya-tanya apa yang terjadi, kenapa ada gadis yang ingin ikut dengannya. Tapi anehnya ia merasa sudah sangat dekat dengan gadis itu sebelumnya. Bahkan ia tidak menolak saat gadis itu memeluknya.


" Ini adalah perjanjian antara aku dan Daddy mu nak. Dulu kau yang kekeh ingin menikahi putriku ini. Makanya Daddy mu melamar kan Aura, agar menjadi istrimu kelak. Bisa dibilang ini adalah perjodohan mu dan putriku."


" Tapi Daddy sama sekali tidak memberitahu paman."


" Mungkin ini adalah kejutan spesial buatmu."

__ADS_1


" Baiklah, tapi aku harus terbiasa dengan Aura karena saat ini aku masih canggung dengannya."


" Aku paham kak Kenzie, kita bisa mulai saling dekat kembali, jika kita sering bersama."


" Dasar, kenapa kamu bisa percaya seperti itu kepadaku?"


" Tentu saja aku percaya, lagipula siapa lagi wanita di luar sana yang sanggup menghadapi tingkahmu ini. Hanya aku yang sanggup karena sejak kecil aku sudah diajari segala hal tata cara menjadi istri yang baik bagimu. Bahkan terkadang mommy Yura yang mengajariku."


" Ya ... Ya aku percaya. Kalau begitu paman aku harus pulang, karena nanti malam Perta akan dimulai.


" Baiklah nak, nanti aku pasti akan datang kesana. Namun Aura akan lebih dulu kesana bersamamu, mengingat tadi pagi mommy mu sudah menyuruh Aura datang."


" Iya paman, aku yang akan menjaga Aura selama disana."


Aura pun ikut bersama dengan Kenzie pulang ke kediaman Bramasta.


Sementara itu, segala persiapan pesta mulai ditata oleh para petugas dan pelayan. Ini adalah pesta besar makanya semua persiapan haruslah sempurna.


" Sayang, apa Kenzie akan marah dengan kita?"


" Kenapa kau berpikir seperti itu?"


" Kita belum sempat memberitahu tentang Aura kepadanya, aku takut ia akan menolak calon mantu ku."


" Percayalah pada putra kita, dia sudah berubah tidak tengil waktu kecil, dia sudah beranjak dewasa. Kita hanya mewujudkan permintaannya waktu kecil bukan. Dan menurutku hari ini waktunya."


" Semoga saja ia bisa dekat dengan Aura."


Sementara itu semua keluarga Bramasta sedang bersiap di kamar masing-masing dengan pakaian seragam yang senada dari pakaian pria dan wanita. Semua sudah di desain oleh desainer.


Bahkan kini Aura sudah memakai dress yang warnanya sama dengan warna jas Kenzie. Karena saat tiba tadi Kenzie sudah menjelaskan pada keluarganya tentang siapa Aura. Dan ujungnya hanya ia saja yang tidak tau. Bahkan kakak dan adiknya ternyata sudah akrab dengan Aura.


Malam ini dimulailah acara pesta anniversary pernikahan Yura dan Erlangga. Banyak decak kagum dan ucapan selamat dari teman, kolega bahkan keluarga. Sampai akhirnya acara potong kue pun dilaksanakan, setelah itu berlanjut dengan acara dansa berpasangan, dan makan bersama dengan iringan musik.


Dan dari arah pintu masuk datanglah seorang gadis yang menjadi cinta pertama Kenzo, ya dia adalah putri Hendra dan Diah yang baru saja pulang ke Indonesia sejak ia bersekolah di Jerman.


Kenzo pun menghampiri sang pujaan hati. "Untung kau tidak terlambat sekali, sayang."


" Kalau aku sampai terlambat lagi, pasti kau akan menyeret aku seperti dulu."


" Ayo kita ke dalam, Daddy dan mommy menunggu kita!"


" Iya."


Yura dan Erlangga pun bahagian karena orang yang mereka sayangi juga berbahagia termasuk putra dan putrinya yang melihatnya. Mereka sangat bersyukur karena kini semuanya akan berbahagia dengan pilihan dan takdir yang sudah tertulis.


Seperti kisah cintanya dulu. Karena benang merah takdir sudah terhubung pada jari kelingking Yura dan Erlangga, maka tidak akan ada seorang pun yang bisa menghalangi untuk bersama. biarpun ada banyak cobaan dan ujian yang menerpa, tapi mereka bisa melewatinya dengan cinta abadi yang bersemi sepanjang waktu.


              🌸 TAMAT🌸

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2