Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
28. Bab 28


__ADS_3

"Aku tidak akan bersenang-senang diatas duka wanita lain."


Samuel terdiam sejenak. Sampai akhirnya dia tahu maksud dari perkataan Alenka. "Jadi selama ini dia salah paham. Dia mengira aku beneran menikah dengan Rea." gumamnya.


Demi meluruskan semua tuduhan Alenka. Samuel pun menarik tangan Alenka dengan paksa. "Lepasin aku, Muel!" Alenka meronta-ronta.


Namun Samuel terus menariknya menuju kamar perawatan vvip. Kamar dimana Alexa di rawat.


Sementara Alenka tak tahu apa maksud Samuel. Bahkan Samuel juga memperkenalkan Alenka kepada Rea.


"Kak.." Arya dan Rea kaget saat Samuel tiba-tiba masuk sembari menarik tangan Alenka.


"Alenka?" gumam Arya ketika melihat Alenka bersama dengan kakaknya.


"Alenka?" Rea baru ketemu dengan Alenka.


"Iya. Dia pacar kak Samuel, dan juga teman sekelasku dulu waktu sekolah." jawab Arya.


"Oh, hallo Alenka.. Kenalin aku Rea, istrinya Arya.." Rea memperkenalkan dirinya. Sudah lama dia ingin kenal dengan wanita yang membuat Samuel membatalkan pernikahan mereka.


Alenka membulatkan matanya. Ia kaget mendengar pengakuan Rea yang ternyata adalah istri Arya, bukan istri Samuel.


"Re, jelasin ke dia semuanya. Dia mengira kamu istriku." kata Samuel.


Rea dan Arya saling bertatapan. Kemudian mereka tersenyum bersama. "Iya deh aku jelasin semua! Jadi gini.."


Pada waktu itu Rea yang sedang menunggu kehadiran Samuel di acara pernikahan menjadi kaget karena yang menikahinya bukanlah Samuel melainkan Arya, adik tiri Samuel.


"Maaf untuk Rea, mama, nenek dan juga orang tua Rea dan para tamu undangan. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa adik saya yang berdiri di samping Rea. Ya, saya meminta maaf kepada semuanya karena saya tidak bisa menikahi Rea. Saya sudah memiliki istri yang sedang kabur karena salah paham. Jadi, agar Rea tidak terlalu kecewa dan malu, adik saya yang akan menggantikan saya untuk menikah."


"Tenang saja, Arya orang yang sangat bertanggung jawab, dan yang lebih penting dia mencintai kamu. Jadi maafin aku, kalau aku paksain untuk nikahin kamu, aku takut akan lukai kamu. Karena, lebih baik dicintai daripada mencintai." kata Samuel panjang lebar.


Meskipun dari pihak keluarga Rea tidak terima dengan apa yang Samuel lakukan. Namun pada akhirnya mereka menerima semuanya, karena Rea juga mau menikah dengan Arya.


Rea juga berpikiran sama. Lebih baik dia menikah dengan lelaki yang mencintai dia. Karena dia bisa diratukan olehnya. Berbeda kalau dia menikah dengan lelaki yang tidak mencintai. Dia pasti akan selalu makan hati dan sakit hati.


Setelah semua pihak setuju. Akhirnya Rea dan Arya menikah secara sah. Meskipun selama beberapa hari mereka menjadi perbincangan hangat. Namun dengan kekuasaan dari kedua keluarga itu. Akhirnya berita itu lambat laun menghilang.

__ADS_1


Kini, Rea dan Arya hidup bahagia dengan dikaruniai seorang anak perempuan cantik dan menggemaskan.


"Jadi???" Alenka membulatkan matanya mendengar penjelasan Rea dan juga Arya.


"Iya. Kak Samuel hanya cinta sama kamu. Dia hanya ingin menikah dengan kamu. Dia sudah bertahun-tahun menunggu kamu." kata Rea.


"Iya Al.. Kak Samuel itu cinta banget sama kamu. Dari waktu pertama kenal kamu sampai sekarang. Kak Samuel sama sekali tidak pernah membuka hatinya untuk wanita lain." sahut Arya juga menjelaskan semuanya kepada Alenka.


"Jadi gimana? Kamu masih mikir untuk selametin anak kamu?" tanya Samuel mendekati Alenka.


"Selametin? Emang anak kalian kenapa?" tanya Arya.


"Elvan mengidap kanker darah, dan sumsum tulang belakang aku dan Alenka tidak ada yang cocok. Dokter menyarankan dengan darah tali pusar adiknya Elvan." jelas Samuel.


"Ya ampun kak.. Kamu yang kuat ya Al!" Rea mengelus lengan Alenka untuk memberinya semangat.


"Terus kenapa kamu pakai mikir Al? Lebih baik kalian buru-buru memiliki anak lagi! Demi kesembuhan anak kalian." kata Arya mendesak Alenka.


"Bener itu.. Kamu kan udah tahu kebenarannya kalau kak Samuel masih setia menunggu kamu. Tunggu apa lagi? Kasihan anak kalian." sahut Rea.


"Gimana?" tanya Samuel.


Samuel tersenyum. Dia tahu maksud dari perkataan Alenka tersebut. "Kamu mau aku nikahi kamu?" tanya Samuel sembari tersenyum.


"Oh.. Jadi gitu..." ucap Rea dan Arya bersamaan. Mereka tersenyum bahagia untuk kebahagiaan Samuel dan juga Alenka.


"Lusa kita akan menikah. Aku akan persiapin semuanya." kata Samuel.


"Aku nggak mau yang terlalu mewah. Cukup ke kantor catatan sipil, kemudian kita rayain bersama keluarga." pinta Alenka.


"Tapi mama...kamu?"


"Masalah mama serahin ke aku!" sahut Rea.


"Oke, aku akan turuti semua mau kamu." jawab Samuel dengan sangat bahagia. Akhirnya dia akan menikah dengan wanita yang sangat dia cintai.


"Tapi aku lakuin semua demi Elvan. Bukan karena aku cinta kamu.." kata Alenka.

__ADS_1


"Iya terserah yang penting kita nikah." jawaban Samuel tersebut membuat Arya dan Rea tersenyum kecil.


****


Samuel mengajak Elvan dan Alenka ke rumahnya untuk bertemu dengan mamanya Samuel. Mereka disambut bahagia oleh keluarga Samuel. Terutama mamanya Samuel yang senang bisa bertemu dengan cucu kandungnya.


"Hallo ganteng, siapa nama kamu? Sini dekat oma!" kata Rosie. Dia sangat senang melihat Elvan.


Elvan takut-takut, dia bersembunyi di belakang mamanya. "Itu oma kamu, El.. Sapa dulu dong!" perintah Alenka.


"Hal..lo oma.." sapa Elvan dengan takut-takut.


"Hallo, sini dekat oma! Oma punya es krim rasa coklat dan strawberry.." kata mamanya Samuel lagi.


"Beneran?" Elvan merasa senang, dia kemudian berlari mendekati oma-nya.


"Duduk Al, nikmati hidangannya!" kata Rosie kepada Alenka. Setelah itu dia tidak lagi menghiraukan siapapun. Semua perhatiannya tertuju kepada Elvan yang menurutnya sangat mirip dengan Samuel waktu kecil.


"Nenek dimana?" tanya Alenka yang sudah sangat lama tidak bertemu dengan neneknya Samuel.


"Ada di kamar. Nenek sudah tidak bisa apa-apa. Nanti kita jenguk, dia pasti senang banget ketemu kamu." jawab Samuel.


Samuel dan Alenka menikmati makan malam yang mewah tersebut. "Tidur sini?" tanya Samuel.


"Kamu maunya aku pulang atau tidur disini?"


"Tidur disini dong."


"Al, aku nggak mau pisah lagi dengan kamu." kata Samuel sembari menggenggam tangan Alenka.


"Sudah lama sekali aku menunggu momen dimana kita akan tinggal bersama dan bahagia selamanya." imbuh Samuel.


"Sebenarnya dulu kita juga bahagia, tapi kamu yang tinggalin aku.."


"Maaf.." Samuel langsung memeluk Alenka. Setiap kali teringat apa yang ia lakukan dulu, Samuel akan merasakan sakit di dalam hatinya.


"Aku janji nggak akan pernah lakuin itu lagi! Kamu dan Elvan adalah nyawaku." imbuhnya dengan sedih.

__ADS_1


Alenka hanya tersenyum kecil. Dalam pikirannya saat ini hanyalah kesembuhan anaknya. Dia mau menikah dengan Samuel karena demi menyelamatkan nyawa anaknya.


__ADS_2