
Hukuman yang diberikan oleh Erlangga, hanya ciuman hangat dan pelukan hingga rasa kantuk pun dirasakan oleh Yura, setelah dia meminum obatnya.
Melihat sang istri yang tertidur, Erlangga pun keluar dari dalam tenda dan duduk didepan tendanya bersama Hendra sambil meminum teh hangat karena hari sudah beranjak sore.
" Apa Yura tertidur?"
" Hmmm ... dia kelelahan ."
" Apa yang lo lakukan Erlangga, jangan bilang tadi lo sudah unboxing dia di dalam tenda? Gila ini untung gue yang jaga didepan kalau ada orang lain yang lihat bagaimana?"
" Pikiran lo kok mesum banget sih, gue tau sikon lah, kalaupun gue melakukan hal itu. Kami sudah sah dan tidak ada larangan."
" Memangnya kalau sudah nyoba sekali bakalan ketagihan?"
" Kok lo tumben nanya hal begituan sama gue, Hendra? Apa lo sudah mau nyusul gue ?"
" Maunya, tapi kami disuruh setelah Diah lulus SMA dulu. Masalah finansial gue sudah ada kerjaan mengenai masa depan juga sudah gue pikirin."
" Kalau begitu ya tahan ya, puas puasa lama, kalau sudah sah tinggal coblos aja, Hahaha ...!"
" Dulu lo itu pelit banget bicara, tapi sekarang lo sudah lebih terbuka Erlangga?"
" Masa sih, perasaan gue biasa saja tuh, mungkin karena gue lebih selektif dalam bergaul ."
" Tuan muda", terlihat Aditya dan Ishi yang menyapa di belakang tenda.
" Ada laporan apa hari ini?"
" Kami sudah mengecek keamanan di wilayah perkemahan ini, semuanya aman. Tiap pengawal juga sudah berjaga di tiap pos."
" Baiklah, terima kasih. Lanjutkan pantauan kalian kembali dengan berbaur dengan siswa dan siswi yang ada di perkemahan!"
" Siap Tuan Muda, kalau begitu kami undur diri."
" Mereka siapa Erlangga?"
" Mereka pengawal pribadi istri gue."
" Apa ada masalah sehingga lo menjaga ketat keamanannya?"
" Saat ini belum tapi tidak tau kalau nanti."
" Lo mau ikut gabung sama anak basket disana?"
" Nggak deh lo saja, gue mau bangunin Yura sebentar."
" Ya sudah, gue kesana duluan !"
" Hmmm ..."
Saat masuk ke dalam tenda, bertepatan dengan Yura yang sudah bangun dari tidurnya.
__ADS_1
" Kak, sudah jam berapa?"
" Sudah jam 18.00 sore yang, apa kau mau disini atau kembali ke tendamu?"
" Aku mau kembali ke tendaku saja Kak, lagian aku tidak mau ketinggalan kegiatan selama kita berkemah !"
" Ya sudah, aku antar kesana !"
Sementara itu, siswa dan siswi lainnya asik menyalakan api unggun, dan mengikuti beberapa kegiatan yang diadakan oleh sekolah mereka.
" Diah, Yura kok lama datangnya? Tadi kata Kak Hendra dia cuma sebentar sama Kak Erlangga."
" Lo ini bagaimana sih Mila, namanya aja sudah nikah apalagi pengantin baru, ya pastilah nggak mau berjauhan biarpun cuma semenit."
" Memangnya sampai seperti itu ya? Bucin ?"
" Kalau dibilang bucin sih enggak juga, tapi tergantung yang menjalaninya, kita kan belum tau rasanya bagaimana, apalagi selama 24 jam selalu bertemu, namanya hidup bersama seumur hidup. Pasti segala sesuatunya bisa dilakukan berdua."
" Sok bijak banget sih ."
" Hehehe ... bukan sok bijak, tapi mendengar, menyimak dan memahami apa yang terjadi di sekitar kita, khususnya yang baru menikah."
Diah dan Mila lalu melanjutkan menyalakan api unggun di depan tenda mereka, sambil mendekatkan kedua tangan mereka di dekat nyala api karena udara beranjak malam semakin dingin.
Sementara itu, Erlangga dan Yura sudah sampai di tendanya Yura. Entah kenapa ia tidak mau melepaskan tangan sang istri.
" Sayang, lepasin dong tanganku ! Kan aku sudah sampai. Kamu nggak lihat disana sudah ada Diah dan Mila yang menatap kita berdua."
Plak.
" Aduh sayang, kenapa malah mukul sih !"
" Habisnya, Kakak sih banyak banget maunya. Padahal kemarin kamu kan sudah mengijinkan aku untuk ikut kegiatan selama berkemah ! Kenapa sekarang kamu seperti perangko begini, nggak mau berpisah sebentar ?"
Sambil memeluk sang istri sebelum berpisah. Erlangga pun berbisik, "Aku tidak tau apa alasannya, yang jelas aku tidak ingin jauh darimu sayang."
" Mana mungkin aku jauh dari kamu Kak, tenda kita cuma berjarak 600 meter saja, nanti kita kan bisa lewat chat atau voice call kalau tidak bertemu. Ya ... ya jangan khawatir yang berlebihan hmmm ..." jelas Yura sambil merajuk.
" Baiklah sayang, hati-hati ya aku pergi dulu, dah ..."
Setelah melihat kepergian sang suami. Yura pun bergabung bersama Mila dan Diah.
" Kalian lagi apa?"
" Lagi menghangatkan badan Ra, sudah pakai jaket aja masih berasa dingin."
" Apa kau sudah makan Ra?"
" Sudah tadi, habis ini sekolah kita nggak ada kegiatan lainnya ya ?"
" Katanya sih sekitar jam 20.00 malam, kita akan ada acara mencari jejak dan bendera di dalam hutan."
__ADS_1
" Wah ada hadiahnya nggak?"
" Ada lah, yang dapat juara 1 katanya bakalan dapat tiket berlibur dan menginap 3 hari 2 malam di Villa. Terus juara 2 dan 3 akan dapat voucher belanja serta sejumlah hadiah berupa uang."
" Pokoknya kita harus menang gess !"
" Semangat !" ucap mereka serempak.
"Perhatian kepada semua siswa dan siswi SMA Tunas Bangsa yang sudah ikut ke acara perkemahan ini. Diharapkan berkumpul karena akan dibagikan kelompok untuk acara mencari jejak bendera di dalam hutan ", ucap Ketua OSIS SMA Tunas Bangsa.
" Baru saja diomongin sudah cepat banget kita disuruh berkumpul."
" Ayolah kita kesana, semoga kita 1 kelompok !"
Dan ternyata harapan Yura, Mila dan Diah tidak berjalan dengan lancar. Karena mereka berpisah dalam pembagian kelompok. Tiap 1 kelompok terdiri dari anak kelas X sampai kelas XII.
" Ih nggak seru amat, masa kita berpisah gess ", keluh Diah.
" Lo dapat kelompok berapa?" tanya Yura.
" Gue dapat kelompok 3." jawab Diah
" Gue kelompok 8, sedangkan lo Ra dapat kelompok berapa?"
" Gue kelompok 5 gess."
"Mohon berbaris dan masuk ke dalam kelompoknya masing-masing!" titah Wakil Ketua OSIS.
Deg.
Sungguh Robby tidak menyangka, ia akan 1 kelompok dengan Yura. Tanpa sengaja tatapan mereka pun bertemu.
" Yura, apa kabar?" tanya Robby dengan canggung.
" Baik."
"Yang merasa masuk ke kelompok 5 kami di sebelah sini !" teriak salah satu anak kelas XII.
" Eh sepertinya mereka satu kelompok dengan kita Kak, ayo kita kesana !" ajak Yura.
" Baiklah."
Setelah semua kelompok berkumpul dengan para anggotanya. Dimulailah acara mencari jejak bendera ke dalam hutan.
"Tolong kalian ingat jumlah bendera yang ada didalam hutan ada 20 , di tiap bendera sudah berisi point. Jadi semakin banyak kalian mendapatkan bendera yang berisi point, maka kalian akan jadi pemenangnya. Nah ... Di dalam sana sudah ada anggota OSIS yang berjaga di tiap pos, disana kalian akan diuji dengan pertanyaan yang kalian ambil di dalam undian dalam box. Jadi kalian harus bekerjasama satu sama lain agar bisa menjawab dan bisa melanjutkan ke pos selanjutnya untuk mencari bendera tersebut. Apa kalian semua sudah mengerti ?" tanya Wakil Ketua OSIS.
" Sudah ", teriak semua siswa siswi.
" Baiklah kita hitung mundur, 3 ... 2 ... 1 ."
Dimulailah acara mencari jejak bendera, dimana sepuluh kelompok itu pun secara bersama masuk ke hutan untuk mulai mencari bendera.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...