
" Kak Rangga, kau sedang apa disini ?" tanya Yura.
" Sebaiknya kita cari tempat untuk mengobrol , nanti akan Kakak jelaskan padamu !"
Yura pun mengirim pesan kepada Diah, bahwa nanti ia akan pulang bersama Erlangga.
Akhirnya mereka berempat termasuk Kinara berada di sebuah restoran yang lokasinya masih dekat dengan Alun-Alun Kota Bandung.
" Jelaskan padaku apa yang sudah terjadi selama Kakak PKL di Bandung?"
" Ra, bersabarlah biarkan Kak Rangga berbicara terlebih dahulu ! Kamu jangan mendesaknya seperti itu", sela Erlangga.
" Sebetulnya Kakak akan menjelaskan kepada kalian setelah Kakak menyelesaikan masa PKL di Bandung, hal ini juga akan segera diketahui oleh orang tua kita. Jadi kamu jangan berprasangka buruk terhadap Kakak !"
" Sayang ayo berkenalan lah dulu ! tidak baik jika kamu berdiam diri seperti itu, mana nih pujaan hati ku yang selalu ramah sama orang lain !"
Mendengar pujian dari sang kekasih, akhirnya Yura mau berkenalan dengan Kinara.
" Kinara perkenalkan dirimu juga kepada Yura !"
" Halo aku Kinara, istri dari Rangga Pradipta salam kenal."
" Apa? Jadi kalian sudah menikah ?" teriak Yura saking terkejutnya.
" Yura, pelan kan suaramu nanti pengunjung yang lain melihat kita !" tegur Erlangga.
" Maafkan aku Kak, kabar ini terlalu mendadak bagi ku ."
"Salam kenal juga Kak Kinara, aku Yura adiknya Kak Rangga , sedangkan yang duduk di sampingku , namanya Erlangga dia pacarku.
Mereka berdua pun saling berjabat tangan.
" Kejadiannya sangat mendadak sehingga kakak menerima amanat dari almarhum ayah Kinara, dan kini Kinara sudah resmi jadi istri kakak, jadi kamu mulai sekarang panggil dia dengan kakak ipar, dan mulailah kalian berdua untuk saling mengenal satu sama lain biar lebih akrab !"
" Penjelasan lengkapnya kita tunggu saja ketika mereka pulang Ra !"
" Kalau begitu kalian makanlah terlebih dahulu nanti kita lanjutkan kembali liburannya Yura di Bandung ", usul Erlangga.
Mereka berempat pun makan dengan lahap kadang diselingi dengan obrolan kecil.
Setelah dari restoran, mereka kemudian berjalan-jalan kembali ke Alun-Alun Kota Bandung sampai malam. Tak lupa Yura ingin mengantarkan Kak Rangga dan Istrinya pulang.
" Dari sini arus kemana lagi Kak ?" tanya Erlangga yang sedang mengemudi.
" Dari sini kamu lurus saja, setelah 800 meter ada perempatan dan belok ke kanan, nah disitu tempat kosannya."
" Kak Nara, apa kau senang tinggal bersama kakakku?"
" Pertanyaan macam apa itu Yura, kamu ada-ada saja, ya jelas dia senang bersama suaminya !"
" Kok Kak Rangga yang jawab, aku kan sedang bertanya sama Kakak ipar, ayo Kak jawab pertanyaan ku , kau jangan dengarkan kata suamimu itu !"
" Ya jelas aku merasa senang Yura, seorang istri kan harus tinggal sama suaminya."
" Kak Erlangga, kamu kok diam sih, nggak ada pembelaan ya bagi ku ", ujar Yura dengan cemberut.
" Pembelaan seperti apa yang kamu maksud sayang?"
" Buatlah pembelaan untuk mendukung pacarmu lah Kak, masak begitu saja kamu telat mikirnya !"
" Hehehe ... Sorry yang."
" Hahaha ", Rangga dan Kinara pun tertawa melihat perdebatan kecil antara Yura dan Erlangga.
" Nah kita sudah sampai di kosan ku, selamat datang ya, silahkan kalian berdua masuk !"
Sambil duduk di sofa ruang tamu, Yura pun bertanya kepada Kakaknya sebelum ia pulang.
" Kapan Kakak akan selesai PKL?"
" Lagi 5 hari lagi aku akan pulang !"
" Minumlah dulu baru kalian boleh pulang !" ucap Kinara.
Yura dan Erlangga pun menikmati minuman yang dibuatkan oleh Kinara.
" Baiklah kalau begitu, aku dan Erlangga pulang dulu ya Kak ."
__ADS_1
" Ya hati-hati di jalan."
Setelah dari sana, Erlangga pun mengantar Yura ke rumah Nenek Hilda.
Ting tong ting tong.
Ceklek.
" Yura, Kak Erlangga silahkan masuk ke dalam!" titah Diah.
" Gue balik duluan ya Diah !"
" Loh kok cepat banget Ra ", ujar Diah dengan heran.
" Aku mau menemani Kak Erlangga, sekalian mau bantu mengurusi kafenya yang ada disini."
" Ya sudah kalau begitu, aku bantu lo berkemas ya ."
" Makasih ya Diah, sekalian aku mau pamit dengan yang lain !"
Malam itu juga, Yura pergi dari rumah Nenek Hilda setelah ia berpamitan dengan yang lain.
Di depan rumah Nenek Hilda, ternyata Aditya dan Ishi sedang menunggu mereka.
" Kalian disini juga?"
" Tentu saja nona muda, kami akan mengawal kalian menuju Villa Keluarga Bramasta ", jawab Ishi.
" Ayo yang kita berangkat !"
Sepanjang perjalanan, Yura yang sejak tadi banyak berbicara akhirnya diam tanpa suara. Ternyata ia sudah tertidur sambil bersandar di bahu Erlangga.
Erlangga yang melihat kekasihnya tertidur, ia semakin mengeratkan pelukan di pinggang Yura, dan terkadang membenarkan posisi kepala Yura agar tidak terjatuh.
" Sepertinya nona muda kelelahan Tuan."
" Tentu saja ia lelah seharian keliling tempat wisata di Bandung."
" Tuan, sejak nona di Bandung kami amati tidak ada pergerakan lagi dari musuh."
" Ini sungguh aneh, tapi kalian berdua tetap harus waspada, mengingat kemungkinan mereka akan menyerang kita, jika melihat sedikit celah yang terbuka."
Setibanya Yura dan Erlangga di Villa. Mereka disambut oleh Kepala Pelayan yang bekerja di Villa tersebut.
" Selamat datang Tuan dan Nona Muda ", sambut Kepala Pelayan.
" Paman Hadi, tolong taruh barang-barang kami di dua kamar yang berbeda !"
" Baik Tuan Muda, apa anda kuat menggendong nona? Kalau tidak biar pelayan yang lain membantu ."
" Tidak usah, biar aku saja yang membawanya ke atas !"
Saat Erlangga, hendak menyelimuti Yura yang tertidur dengan selimut. Yura pun perlahan terbangun.
" Kak kita dimana?"
" Ini Villa Daddy, tidurlah lagi malam semakin larut, Kakak juga akan tidur di kamar sebelah."
" Baik Kak."
Besok paginya, sehabis sarapan pagi Yura dan Erlangga langsung berangkat ke pembangunan kafe yang ada di Kota Bandung.
Akhirnya 2 jam perjalanan menggunakan mobil. Mereka tiba di tempat lokasi pembangunan kafe yang belum rampung 100%.
" Letaknya sungguh strategis ya, dekat sekolah dan kampus, tapi kalau dari arah barat mungkin kafe ini sulit dijangkau dari sana ", ucap Yura.
" Kamu benar, karena dari arah barat itu menuju bukit, ada sih penduduk yang tinggal disana tapi belum ada tranportasi yang memadai sampai kesini."
" Apa kamu mau lihat ke dalam kafe?"
" Iya."
" Mari kita berkeliling !"
" Tuan muda selamat datang ", ucap salah satu ketua pekerja disana.
" Bagaimana apa ada yang kurang?"
__ADS_1
" Kami menunggu bahan baku dan pernak pernik dekorasi saja, untuk selesainya kemungkinan lagi 1 bulan."
" Ya sudah, sampaikan pada asisten saya kalau ada yang kurang !"
Melihat Yura yang sudah tidak ada di depannya. Erlangga kemudian mencari kekasihnya itu di dekat taman belakang kafe.
" Ternyata kau disini !"
" Kak, kamu mengejutkanku saja sih ."
" Habisnya kamu kalau mau kesini tunggu Kakak dong ! Jangan asal menghilang."
" Habisnya aku terkesan dengan model bangunan kafe ini, terlihat klasik tapi modern style, perpaduan yang bisa menarik para pengunjung."
" Bagus kan ide Kakak ?"
" Sangat bagus sekali, kau memang pintar dalam menjalankan bisnis !" ujar Yura sambil memberikan jempol kepada Erlangga.
" Apa kamu mau pergi ke arah barat yang menuju perbukitan?"
" Maulah, aku penasaran melihat keindahan bukit dari sana !"
" Biar tidak sampai malam, kita berangkat sekarang saja."
Sesampainya mereka di area perbukitan, ternyata disana juga dijadikan tempat wisata oleh penduduk disana, banyak sekali hasil pertanian yang dijual disana, sambil makan di salah satu pedagang. Yura dan Erlangga menikmati matahari terbenam yang berganti menjadi senja. Membuat langit berwarna jingga.
" Sungguh indah sekali ."
" Kamu suka?"
" Tentu saja aku suka, sebentar aku abadikan dulu lewat kamera. Sini Kak kita berfoto berdua sebelum pulang !"
Selesai berfoto mereka berdua kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan untuk pulang. Tapi saat dipertengahan jalan, cuaca yang awalnya cerah mendadak mendung dan hujan deras pun mulai melanda daerah itu.
" Ra, kayaknya kita harus mencari tempat berteduh dulu ! kalau kita paksa mobil ini berjalan takutnya akan mogok, lihatlah jalanan sudah tergenang banjir !"
" Kak, kita menepi dulu itu ada gubuk !"
" Ya sudah kita kesana."
Erlangga yang ingin mengabari pengawalnya pun tidak bisa karena terhalang minimnya sinyal di daerah itu, diperparah dengan cuaca yang sangat ekstrem.
" Kenapa Kak?"
" Disini tidak ada sinyal Ra, lebih baik kita menginap malam ini disini, besok pagi baru kita pulang !"
" Baiklah "
Mereka berdua pun keluar dari mobil, dengan tubuh yang sudah terkena hujan menuju gubuk. Di dalam gubuk tersebut tidak ada penghuninya. Akhirnya mereka pun membuat perapian disana.
" Ra wajahmu pucat?" tanya Erlangga sambil menyentuh dahi Yura yang agak panas.
" Iya kak, aku merasa tidak enak badan."
" Lepaskan bajumu yang basah itu kamu pakai baju Kakak saja !"
" Terus Kakak, akan pakai apa? sedangkan jaket Kakak juga basah !"
" Tenang saja , tubuhku masih kuat kan ada selimut yang tadi Kakak ambil di mobil."
Setelah Yura mengganti bajunya dengan baju milik Erlangga. Akhirnya Yura tertidur tapi saat tengah malam udara semakin dingin dan Yura terlihat mengigau dan menggigil.
Demi Yura, Erlangga pun berinisiatif untuk menghangatkan tubuh Yura dengan cara skin to skin, setidaknya cara itu bisa membuat demam Yura turun
Pagi harinya, salah satu warga yang sedang melewati gubuk itu merasa curiga. Karena ada mobil mewah yang parkir di depannya. Hal hasil salah satu warga tersebut, akhirnya melaporkan penemuannya kepada ketua RT setempat.
Yura dan Erlangga yang sedang tertidur pulas pun, terkejut dengan pintu gubuk yang didobrak dari luar serta terdengar banyak suara di depan gubuk.
Ketua RT dan warga yang masuk ke dalam gubuk itu melihat posisi Yura dan Erlangga yang baru bangun dengan saling berpelukan. Untuk mengantisipasi terjadinya perzinahan di lingkungan tersebut. Kemudian Yura dan Erlangga langsung dibawa ke balai desa setempat.
" Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Ketua RT.
" Kami tadi malam terjebak hujan dan banjir jadi kami berteduh di gubuk itu ", jelas Erlangga.
" Alah mana mau ngaku, pasti kalian sedang berzinah ya disana? Terlihat sekali kalian masih sekolah. Pak RT lebih baik nikahkan saja mereka berdua, daripada berbuat zinah di desa ini !" protes salah satu warga.
" Iya itu benar Pak RT !" teriak warga setempat tanpa mau mendengarkan pembelaan Erlangga dan Yura.
__ADS_1
" Baiklah kami disini akan menikahkan kalian berdua, jadi saya harap bawa orang tua kalian kesini sekarang!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...