Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 72


__ADS_3

" Menurut gue kalian coba kasih hal yang sederhana dan spesial yang sesuai sama pasangan kalian masing-masing. Kan mereka berbeda. Jadi gue rasa apapun yang kalian berikan pasti akan mereka terima kok."


Keesokan harinya. Perayaan Hari Kelulusan kelas XII di SMA Tunas Bangsa pun tiba.


Sejak pagi Bunda Anisa mondar mandir mempersiapkan seragam yang akan dipakai oleh keluarganya dalam acara kelulusan sang menantu kesayangan.


"Daddy, pokoknya hari ini nggak ada namanya kesibukkan oke, hari ini adalah hari spesialnya Yura ! Aku sudah menghubungi besan juga untuk kehadirannya di sekolah Yura, pagi ini."


" Sayang kau tenang saja, mana mungkin aku lupa dengan hati spesial bagi Yura. Sini dulu bantu aku mengambil jam tangan di walk in closed !"


" Iya sebentar, aku masih pakai lipstik ini."


Sementara itu, di kamar Yura dan Erlangga.


Yura sedang berusaha membangunkan Erlangga, tapi dari tadi suaminya itu susah sekali dibangunkan. Mungkin karena semalam entah sampai jam berapa Erlangga mengerjakan tugas kuliah dan kantor sekalian.


Yura pun akhirnya mencium suaminya saja, ketimbang dibangunkan dengan cara lain nggak efektif sama sekali.


Cup ... Cup ... Cup.


" Sayang bangunlah, kau tidak lupa kan hari ini acara kelulusan ku !"


" Hmmm ... sudah jam berapa sekarang ?"


" Jam 07.00 pagi, makanya ayo cepat bangun biar aku nggak telat ke sekolah."


" Iya."


Saat Erlangga sudah bangun dan berdiri hendak ke kamar mandi. Ia pun sempat-sempatnya mengusili sang istri yang masih memakai handuk sehabis mandi.


" Sebentar sayang, aku lupa dengan satu hal ?"


" Lupa tentang apa?"


Erlangga pun memberi kecupan pada sang istri dan langsung membopongnya menuju ke kamar mandi.


" Kak lepaskan aku, kau mandi sendiri saja tadi aku sudah mandi !"


" Aku nggak mau mandi sendiri, aku mau kau yang memandikanku !"


" Apa ...?"


Dengan wajah yang kesal dan cemberut, akhirnya Yura luluh juga dengan permintaan suaminya yang sangat manja.


Saat ini , Yura dan Erlangga sedang berendam. Tapi dasar Erlangga yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.


" Kak, ahh ... ahh faster !"


" Sebentar sayang, padahal kita sudah sering melakukannya, tapi punyamu masih saja sempit, kita keluar bersama-sama oke !"


" Ahh ... ahh ... bless ... byurrr ", segala benih Erlangga masuk menerjang ke dalam milik Yura dan melebur. Semoga akan membuahkan hasilnya.


" Makasih yang, sini aku gendong ! nanti sekalian aku bantu kamu pakai seragam yang sudah Bunda siapkan !"


Yura pun hanya patuh dan mengangguk, karena tenaganya sudah terkuras habis melayani kegiatan panas mereka di kamar mandi.


Saat mereka berdua sedang memakai seragam keluarga. Bunda pun memanggil mereka dari luar pintu kamar.

__ADS_1


Tok ... Tok ... Tok


" Nak apa persiapan kalian masih lama ?"


" Lagi 20 menit lagi kami akan menyusul ke bawah Bun, aku masih membantu Yura ", teriak Erlangga.


" Ya sudah jangan terlalu lama, nanti kita bisa terlambat. Bunda dan Daddy akan tunggu kalian berdua dibawah !"


" Ada lagi yang kamu butuhkan sayang?"


" Sepertinya penampilanku sudah lengkap Kak."


" Tunggu dulu, kamu harus pakai kalung dan cincin pernikahan kita !"


" Kakak tolong pakaikan kepadaku !"


" Ya"


Setelah melihat penampilan istrinya yang cantik, elegan namun simpel. Membuat Erlangga tak bisa melepaskan pandangannya pada sang istri, apalagi nanti di sekolah pasti banyak mata para cowok yang akan mencari perhatian dari Yura.


" Hai Kak kenapa bengong? Ayo cepat kita berangkat !"


" Apa ? Oh iya yang, maaf ... Ayo kita berangkat sekarang !"


Para sopir dan pengawal pun sedang siap siaga menunggu tuan mereka untuk masuk ke dalam mobil.


Hingga muncullah Tuan dan Nyonya besar Bramasta lebih dulu dan diikuti dari belakang oleh anak dan menantunya.


" Infokan kepada semuanya Riko ! Kita berangkat sekarang !"


" Baik Tuan Besar."


Para pengawal pun keluar, dan membuka pintu mobil.


Hal tersebut menjadi perhatian dari sisa dan siswi kelas XII lainnya yang sudah datang terlebih dahulu kesana.


" Gila siapa sih yang datang, banyak banget bawa pengawal?" banyak pertanyaan yang di gelontorkan oleh mereka yang melihat.


Bahkan ada yang menduga akan ada pejabat atau menteri yang menjadi tamu undangan dalam kelulusan hari ini.


Baru saja Erlangga keluar terlebih dulu dari mobil, sudah membuat para siswi bahkan ibu mereka teriak histeris.


" Wah ... itu kan penerus Grup Keluarga Bramasta !"


" Ganteng banget sih ?"


" Loh kok dia, kayaknya lagi menunggu seseorang dari dalam mobil ?"


Dan yang keluar adalah Yura, tangannya disambut oleh sang suami.


" Yura memang beruntungnya, bahkan pacarnya ikut melihat kelulusannya."


" Iya betul banget, sepertinya keluarga mereka sudah saling mengenal."


" Lo nggak tau saja, kan memang mereka setahu ku sudah hampir 2 tahun menjalin hubungan."


Bisik-bisik anak SMA kelas XII, terdengar di telinga Nolan.

__ADS_1


" Lihat saja, semasih ada kesempatan gue nggak akan menyerah merebut Yura dari Lo Erlangga !" geram Nolan sampai mengepalkan kedua tangannya.


Setelah rombongan keluarga Bramasta dan Pradipta bertemu. Mereka pun memasuki aula dan duduk di tempat yang sudah disediakan oleh pihak sekolah.


" Yura, kau cantik sekali", ucap Diah yang menghampiri Yura dengan Hendra.


" Kau juga cantik Diah, serasi banget sama Kak Hendra."


" Kau terlalu memujiku, Ra."


" Tanya saja sama Kak Hendra, apa Diah sangat cantik hari ini Kak?"


" Iya."


" Tuh kan apa yang gue bilang, oh iya dimana Mila apa dia sudah datang?"


" Gue disini Ra", jawab Mila yang baru saja tiba dengan Malik dari arah belakang.


" Wow, kenapa kita semua kompak banget ya pakai seragam sekeluarga, udah kayak ke kondangan saja", imbuh Hendra.


" Coba Lo tanyakan sama orang tua lo sendiri bro. Gue rasa mereka semua kompak merencanakan hal ini jauh hari. Benar nggak Erlangga", tanya Malik.


" Gue pikir juga begitu."


"Perhatian kepada para siswa dan siswi kelas XII, diharapkan duduk di tempat yang sudah dipersiapkan ! Karena acara kelulusan akan segera dimulai, terima kasih", ucap MC.


" Kami pergi kesana duluan ya, kalian silahkan duduk di kursi para wali dan tamu undangan disebelah sana !" ujar Yura.


Akhirnya Yura, Diah dan Mila. Sekarang mereka lagi deg-degan menunggu siapa lulusan terbaik, sekaligus menunggu acara foto bersama dengan kepala sekolah, para guru, beserta teman seangkatan juga tidak lupa dengan keluarga mereka.


" Dan yang saya sebutkan namanya silahkan naik ke atas podium, selamat kepada siswi atas nama Yura Pradipta dengan nilai 98,50 mendapatkan nilai kelulusan tertinggi di sekolah kita ! Beri tepuk tangan yang meriah !" ucap Kepala Sekolah.


Pengumuman 10 besar nilai kelulusan ujian nasional terbaik, juga di peroleh oleh Mila dan Diah di urutan ke-5 dan ke-6 dari 10 nama yang dipanggil oleh kepala sekolah.


" Daddy cepat fotoin Yura !"


" Tenang saja yang, orang fotografer kita sudah standby di depan."


" Ah ... Daddy sangat bisa diandalkan."


Melihat kelakuan kedua orang tuanya. Erlangga hanya bisa menggelengkan kepala, berbeda dengan kedua mertuanya yang tenang melihat kelulusan putri mereka.


Sedangkan orang tua Mila dan Diah kompak bersorak kegirangan, sampai-sampai menghebohkan orang tua siswa dan siswi yang lain.


" Malik, kalau begini gue harus dimana sembunyi ?"


" Lo nggak usah sembunyi bro, malu sama calon mertua mu. Hadapi sajalah dan maklumi cara mereka mengekspresikan kegembiraannya."


" Hehehe ... ternyata lo juga sudah biasa ya melihat tingkah mereka."


" Tentu saja, malahan gue senang lihat ayah sama Ibu Mila bisa hadir disini saat kesibukan mereka yang sangat padat."


" Ya gue tau lo calon mantu yang fleksibel dan comfortable banget."


Erlangga pun ikutan nimbrung dengan obrolan mereka dengan memeluk para sahabatnya dari belakang. " Kalau kalian sudah mengerti tolong pahami dan hargailah mereka."


" Astaga lo ngagetin kami saja !"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2