Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 37


__ADS_3

Semenjak kelas XII akan melaksanakan Ujian Nasional. Semua kelas X sampai kelas X I diliburkan selama 2 minggu oleh pihak sekolah. Begitu pengumuman dari sekolah di umumkan kepada semua siswa dan siswi. Banyak dari mereka yang mempunyai acara tersendiri, baik itu berlibur, kemah, outbound dan kegiatan lainnya untuk mengisi liburan tersebut.


" Hore akhirnya kita akan libur selama 2 minggu !" teriak Mila dengan antusias.


" Iya kita harus menikmatinya bukan, lagipula kita bisa refreshing sebelum kedepannya kita naik ke kelas XII ", ucap Diah.


" Kalian ada rencana tidak?" tanya Yura.


" Bagaimana kalau kita liburan ke Bandung, ke rumah nenek gue, disana ada banyak perkebunan buah, kalian juga bisa petik, makan sepuasnya dan tentu saja kalian bisa bawa pulang ", jelas Diah.


Gue setuju dengan rencana lo itu Diah, bagaimana dengan lo Mila?"


"Oke gue sih setuju aja dengan kalian."


"Baiklah, kapan kita akan berangkat?"


"Gue tanya ayah sama ibu dulu, kan kita akan berangkat bareng sama orang tua gue."


"Oke gue tunggu kabar dari lo Diah. Sekalian gue mau mengunjungi Kak Rangga disana, ya kalau jadwal PKL dia nggak sibuk."


" Kalau gitu gue akan kasih tau bunda sama Daddy gue , dan tak lupa harus beri tau Kak Malik."


"Benar banget itu, mending kasih tau sekarang ketimbang dia marah besar sama lo nantinya."


Malam harinya di taman belakang rumah Yura.


Yura dan Erlangga menikmati waktu kebersamaan mereka sebelum Erlangga akan melakukan Ujian Nasional 2 hari lagi.


" Kak kamu jangan lupa belajar, jaga kondisi terus harus bisa menjaga fokus mu, selama mengerjakan soal ujian", cerocos Yura.


" Iya sayang, kakak sampai hafal apa saja nasehat darimu."


" ltu kan demi kebaikan kakak sendiri."


" Iya aku tau dan aku sudah sangat siap menghadapi Ujian Nasional."


" Kak selama kamu ujian, aku mau ijin berlibur ke Bandung selama seminggu disana."


" Kamu sudah ijin sama ibu dan ayah?"


" Sudah tadi bilang sama mereka, sebelum kamu datang."


" Kamu bersama siapa pergi ke Bandung yang?"


" Aku perginya, sama orang tua Diah, Diah dan Mila kak !"


" Baiklah, entar juga Aditya sama Ishi akan kakak perintahkan ikut bersama kamu kesana !"


" Tapi kak, aku kesana cuma ..."


" Tidak ada kata tapi sayang, ini juga demi keselamatanmu, nanti mereka akan tinggal terpisah dari kalian, jadi tidak akan membuat orang lain curiga, bagaimana?"


" Baiklah."


" Kamu kenapa semakin hari semakin menggemaskan sih yang", ucap Erlangga sambil mengelus pipi Yura.

__ADS_1


" Yura gitu lo."


" Hahaha ... kamu ini bisa saja." Kemudian Erlangga mencium Yura secara mendadak.


"Ya sudah kakak pulang dulu ya! besok kabari kakak kalau mau berangkat !"


" Hem ..."


" Ayo kita ketemu ayah sama ibu, sekalian kakak mau pamit pulang."


Setelah Erlangga pulang, Yura pun kembali ke kamarnya , tanpa sadar bahwa handphone yang ia tinggalkan sejak tadi, terdapat pesan di grup chat dari Mila dan Diah.


" Kenapa ada banyak sekali chat grup? Tunggu dulu bukankah tempat ini adalah wisata yang lagi booming di Bandung !" gumam Yura sambil membalas chat dari temannya.


" Sorry ges, tadi handphone gue tertinggal di kamar ", balas Yura sambil rebahan di kasur.


" Pantesan aja dari tadi gue sama si Mila doang yang cuap-cuap di grup."


" Menurut lo untuk tempatnya bagaimana Ra? tanya Mila.


" Gue setuju kapan lagi coba, gue bisa lihat perkebunan buah strawberry terus bisa petik buahnya, sekalian bisa foto disana view nya juga bagus."


Tempat wisata yang dimaksud oleh mereka adalah La Frasa Farm. Berlokasi di Lembang, La Frasa Farm menawarkan wisata petik buah strawberry yang menyenangkan. Selain memetik buah stroberi sendiri, di sana juga bisa mencoba berbagai olahan makanan dan minuman yang terbuat dari strawberry.


" Pokoknya liburan selama seminggu di Bandung harus kita manfaatkan ges, benar nggak?"


" Ide lo benar cemerlang Diah, kalau begitu sampai jumpa besok ya teman-teman !"


" Kalian ingat ya gue tunggu jam 16.00 sore di rumah gue !"


" Oke gue ingat."


Keesokan harinya, Yura yang sedang berkemas memasukan pakaian dan perlengkapan yang lain ke dalam koper. Dikejutkan oleh kedatangan Erlangga yang sedang mengendap berjalan ke dalam kamar Yura.


Saat mata Yura di tutup oleh kedua tangan Erlangga, reflek Yura membalikan badan ke belakang menghadap Erlangga.


" Dasar jahil, untungnya aku tau siapa pelakunya hmmm ..."


" Kakak kira kamu akan teriak sayang. Ah ... gagal lagi gagal lagi buat ngerjain kamu."


" Jelas aku tau, orang kamu pakai parfum yang aromanya sama, yaitu kamu suka pakai parfum yang beraroma mint vanila."


" Kamu selalu bisa hafal apa yang aku pakai."


" Tidak semuanya aku hafal atau ingat yang, tapi entah kenapa tiap kita berdekatan atau jauh aku selalu merasa ada kamu di sampingku, mungkin kita punya ikatan batin yang kuat."


" Apa kamu sudah selesai berkemas?" tanya Erlangga.


" Sudah ! tinggal sekarang aku mengambil tas ransel saja."


" Sini biar kakak yang bawa kopermu !"


" Terima kasih."


Yura dan Erlangga segera turun dan menghampiri Ibu dan Ayah Yura di ruang tamu.

__ADS_1


" Apa semua sudah siap nak? tanya Ayah.


" Sudah, Yura pergi dulu ya !"


" Hati-hati ya disana, nikmati liburanmu, jangan merepotkan keluarga Diah disana !"


" Baik Bu"


" Kalau begitu kami berangkat dulu ", ucap Erlangga.


45 menit berlalu akhirnya Yura dan Erlangga tiba di rumah Diah, berbarengan dengan Mila yang diantar oleh Malik.


" Hai bro, gue kira lo nggak kesini."


" Mana mungkin gue nggak datang ! Sedangkan para pacar kita akan berangkat liburan ! Gue juga nggak mengira lo bakal kesini Malik ?"


" Sama seperti lo, gue nggak tenang kalau melepas Mila liburan sendiri !"


" Sudah lama nggak bertemu tapi kalian berdua terlihat semakin akrab ya?" tanya Yura yang berjalan ke arah mereka.


" Mana mungkin kami bermusuhan yang, biarpun beda sekolah dan pernah menjadi rival dalam pertandingan basket, itu tak menjamin kami tidak saling kenal, bahkan kami sudah berteman, benar kan bro?"


" Apa yang dikatakan oleh Erlangga itu benar Ra, kami sudah berteman dan lo jangan khawatir, para pria punya caranya tersendiri untuk mencari dan mendapatkan teman."


" Yura, ayo kita berangkat !" teriak Diah dari samping mobilnya.


" Iya gue kesana sekarang !"


" Kakak aku pergi dulu jangan rindu ya, dan ingat kakak harus lulus ujian, semangat !"


" Iya yang, sini peluk kakak dulu !"


Yura pun memeluk Erlangga. Saat mereka berdua sedang berpelukan, Erlangga lalu membisikkan sesuatu kepada Yura. " Kalau kakak sudah selesai ujiannya, akan kakak jemput kesana, mengerti!"


" Iya, aku tunggu disana ya."


Tidak berbeda jauh dari pasangan Yura dan Erlangga. Pasangan Malik dan Mila pun saling berpelukan sejenak sebelum Mila akan berangkat.


" Apa kalian semua sudah siap?" tanya Daddynya Diah.


" Tentu Om kami semua sudah siap !" teriak Yura dan Mila bersamaan di kursi penumpang.


" Baiklah ayo kita berangkat ke Bandung!"


Erlangga dan Malik yang melihat pacarnya sudah berangkat. Merekapun juga berbalik masuk ke dalam mobil masing-masing dan keluar meninggalkan rumah Diah.


Ting.


" Kalian berdua sudah siapkan ?"


" Sudah tuan muda, kami sudah berada di belakang mobil yang membawa rombongan nona muda."


" Baiklah, kalian harus berhati-hati disana, saya akan mengirimkan alamat tempat kalian menginap, beserta fasilitas yang kalian berdua butuhnya selama menjaga nona muda disana, kalau ada hal penting, segera hubungi saya !"


" Baik, tuan muda."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2