
Hari ini adalah jadwal kelas Yura untuk mengikuti praktikum di laboratorium forensik. Sejak berangkat ke kampus Erlangga selalu mewanti-wanti istrinya. Mengingat Yura mengandung, Erlangga khawatir disana istrinya bisa saja mual dan muntah melihat bagian tubuh dari mayat manusia yang telah diawetkan dalam laboratorium forensik.
" Kakak tenang saja, aku adalah wanita kuat dan mereka di dalam pun setuju dengan keputusan sang bunda", sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.
" Baiklah kalau begitu, nanti jika kau tidak enak badan segera telpon aku sayang !"
" Iya, sudah kakak sana ke kelas, bukannya hari ini ada ujian anatomi?"
" Ya bawel, aku pergi dulu sayang."
Setelah memastikan istrinya masuk ke kelas dengan selamat, Erlangga pun berjalan menuju ke kelasnya.
Sementara itu, di kelas Kinara, Mila dan Diah. Pagi ini dihebohkan oleh kakak senior yang tiba-tiba menyatakan cinta kepada Mila. Tentu saja dengan lembut Mila menolak cinta senior tersebut.
" Maaf ya kak, terima kasih atas perasaan cinta kakak buat ku, tapi aku sudah punya tunangan. Semoga kakak bisa bertemu dengan wanita lain yang menjadi jodohnya kakak."
" Apa kau tidak bisa mempertimbangkan pilihanmu lagi?'
" Tidak kak, maaf ya."
" Sudahlah Indra, resiko kalau jatuh cinta ya patah hati, setidaknya Lo sudah mengungkapkan perasaan lo, entah di terima atau di tolak itu hak si cewek. Ayo kita pergi dari sini !"
Setelah 2 senior itu pergi. Tak ayal kejadian tersebut menjadi buah bibir di fakultas management bisnis.
" Lo sudah memberi jawaban yang terbaik Mila, mungkin dia nggak tau bahwa Lo sudah punya tunangan", ujar Diah.
" Iya Diah, ya mau gimana lagi, perasaan cinta nggak bisa berbohong apalgi dipaksakan."
Mata kuliah pertama pun dimulai, sejak tadi handphone Mila bergetar. Tapi ia baru membukanya setelah mata kuliah selesai.
" Hah ... pasti sebentar lagi gue harus menjinakkan seekor singa."
" Yang sabar ya Mila, Lo kan sudah biasa menghadapi kecemburuan dari Malik."
" Ya juga sih Kinara, setidaknya tidak sesusah menghadapi cemburu buta dari Kak Rangga."
" Hahaha ... kalau itu jangan disamakan lah, kudu diberi service plus 24 jam biar klepek-klepek sama gue."
Kelas Yura masih berada di dalam bus yang akan membawa mereka ke laboratorium forensik milik Kapolda di Jakarta Pusat.
" Ra apa kamu takut?"
" Tidak Ismi, bahkan aku penasaran bagaimana mayat yang telah diawetkan itu."
" Sebentar lagi kita sampai kok."
__ADS_1
30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di Laboratorium Forensik yang ada di Kapolda di Jakarta Pusat.
" Anak-anak semua dalam 1 kelas ini kita bagi menjadi 2 kelompok, dan masing-masing kelompok sudah saya tulis nama kalian beserta ketuanya", ucap Dosen pembina.
" Iya Pak."
Rombongan tersebut pun di sambut dengan hangat oleh wakil ketua LABFOR beserta jajarannya yang akan mengajari dan membimbing mahasiswa dan mahasiswi kedokteran.
Dimana laboratorium forensik digunakan untuk mendeteksi, mengumpulkan, dan memproses sampel dan bukti untuk evaluasi. Kemudian, akan ditentukan lebih lanjut mengenai suatu kejadian.
Beberapa patokan utama yang dilakukan laboratorium forensik adalah: lacak analisis bukti,
sidik jari dan identifikasi DNA. Evaluasi cairan tubuh. Penentuan senyawa, seperti obat-obatan atau bahan kimia berbahaya lain, dan lainnya.
Hingga, tiba saatnya tempat mayat yang diawetkan dengan formalin tersebut dibuka dan diperlihatkan kepada mahasiswa kedokteran.
Beberapa rekan Yura ada yang pingsan, ada yang mual muntah dan ada yang ketakutan melihat jasad orang yang meninggal.
Dengan berbekal arahan dari pihak LABFOR, mereka semua diajarkan mengenal organ manusia hingga ke dalam, melihat pemotongan organ, belajar sidik jari dan lain-lainnya.
Selama proses praktikum berlangsung, Yura sangat antusias dan memahami yang telah ia pelajari.
Tidak terasa 2 jam sudah berlalu dan rombongan mahasiswa kedokteran tersebut kembali ke kampus.
" Ra, tidurlah sejenak ini cemilan dan airnya."
" Makasih ya Ishi, kau juga harus makan, aku tak akan bisa menghabiskan bekal dari bunda sebanyak ini !"
" Iya"
Sedangkan di kelas Malik dan Hendra. Malik dari tadi terbakar api cemburu. Mendengar bahwa tunangannya ditembak oleh kapten basket di kampus mereka.
" Dia nggak lihat apa gue sering bareng Mila, mana berani banget nembak cewek orang", keluh Malik.
" Sabar Lik, toh tadi Mila menolaknya dengan cara baik-baik kan. Susah emang punya tunangan yang cantik apalagi punya banyak fanboy."
" Ini termasuk cowok yang berani nembak langsung pacar gue hingga ke dalam kelasnya Hendra, biasanya di tengah jalan sudah gue cegat mereka."
" Redakan emosi lo, lebih baik kita menghampiri ke kelasnya kan."
" Baiklah Hendra, Lo memang bisa diajak bertukar pikiran."
Sedangkan Erlangga, ia sedang menunggu bus yang membawa Yura di depan gedung direktorat.
" Ya sayang, aku sudah disini. Ya jangan khawatir aku baru saja selesai mata kuliah terakhir. Baiklah."
__ADS_1
Tut.
Setelah selesai bertelepon dengan sang istri. Akhirnya Bus tersebut tiba di Kampus Y, dan para mahasiswa langsung turun dengan teratur dari dalam bus.
" Tuan muda", sapa Aditya.
" Kau juga menunggu Ishi?"
" Ya tuan muda."
Saat melihat Yura turun dan diikuti oleh Ishi, Erlangga pun memeluk sang istri dan mengajaknya untuk pulang bersama.
" Kalian berdua ikutlah pulang, sekalian Bunda sedang ingin mentraktir para bawahan !"
" Iya", jawab Ishi dan Aditya bersamaan.
Saat mobil yang membawa Erlangga melaju di jalan raya diikuti oleh 2 mobil pengawal mereka. Dari belakang ada mobil yang mencurigakan yang dari tadi sejak keluar dari area kampus mengikuti rombongan Erlangga.
Dengan sigap kepala pengawal yang bertugas memberi komando pada pengawal yang lainnya segera memblokade mobil tersebut di belakang.
Sedangkan Erlangga juga memasang pelindung ditubuh Yura dan di tubuhnya sendiri.
" Sayang ingat kau jangan takut oke, ada aku dan para pengawal disini."
" Iya kak, aku mengerti."
" Segera tangkap mereka dan tembak jika mereka melawan kita!"
" Baik tuan muda, akan kami laksanakan !"
Tembak menembak pun terjadi dan aksi mereka semua terjadi di sepanjang jalan raya , dengan cermat akhirnya ban mobil pelaku di tembak oleh sniper yang berjaga dari jauh.
Melihat mobil tersebut oleng dan menabrak tiang pembatas jalan.
Dengan cepat pengawal Erlangga memberi tembakan balasan karena pelaku yang ada di dalam mobil tidak mau menyerah keluar.
Hingga, salah satu pengawal melihat gelagat mereka yang akan meledakkan mobil tersebut.
Pengawal Erlangga pun mengintruksikan kepada yang lain agar memberi jarak dan berlindung di tempat yang aman.
Duar ... Duar.
Ledakan tersebut terdengar bahkan bangkai mobil terpental tak tersisa. Sungguh para pelaku membunuh dirinya sendiri jika mereka tidak berhasil membunuh targetnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1