
Di sebuah villa yang berada di daerah pegunungan. Muncullah Tuan Jack dari ruang bawah tanah. Ruang rahasia yang digunakannya untuk menahan bawahan dan menyiksanya tanpa belas kasihan. Villa tersebut dirancang sangat detail terlihat kecil dan kumuh dari luar, tapi akan sangat dikejutkan dengan fasilitas yang modern di dalamnya.
Villa ini sangat terpelosok dan dijaga ketat oleh bawahannya. Tempat persembunyian yang cocok bagi para penjahat sekelas dia. Bahkan Jack memalsukan identitas ya dengan nama samaran bahkan ia sudah mengoperasi bentuk wajahnya agar tidak ada yang mengenalinya.
Jack adalah sepupu angkat dari Anisa. Tapi karena termakan hasutan dari istri sahnya sehingga ia ingin menguasai harta dari Anisa yang merupakan pewaris tunggal.
" Aku kira, si tua itu mati hartanya akan menjadi milikku, tapi sayang malah Anisa dan keluarga suaminya punya sembilan nyawa yang selalu selamat dari mala bahaya."
" Apa bos akan memulai penyerangan terhadap mereka sekarang?"
" Aku masih ingin memberikan mereka sedikit syok terapi sebelum mereka semua aku habisi !" ucap Tuan Jack dengan senyum jahat.
" Baik Tuan."
" Kita awasi saja pergerakan mereka dari jauh, karena aku tidak ingin gagal lagi menghabisi mereka !"
Sementara itu di kediaman Bramasta. Yura dan Bunda Anisa sedang membuat aneka kue dan masakan, mumpung hari ini adalah hari Minggu. Makanya bumil yang satu ini, saat bangun pagi sangat berinisiatif untuk memasak dan membuat aneka menu. Tentu saja niat baik Yura sangat didukung oleh mertuanya, tapi dengan satu syarat tidak boleh kecapekan.
" Nak, ini capcay seafood nya sudah matang, terus gulai ayamnya bagaimana?" tanya Bunda Anisa.
" Ayamnya sudah aku marinasi Bun, tinggal masukin saja ke kuah gulai yang tadi aku buat !"
" Oke."
Tak ketinggalan para pelayan dan para koki pun menyiapkan apapun yang dibutuhkan oleh kedua nyonya rumah bersatu tersebut.
Karena sejak kehamilan Yura, Erlangga over protective dan over posesif dengan istrinya.
Saat ini Yura sedang menyiapkan adonan waffle yang akan dia masukan ke cetakan waffle.
Sungguh pagi ini menunya sangat banyak, bahkan semua orang yang ada di rumah besar itu diwajibkan ikut makan bersama.
" Sayang, kau dimana?" teriak Erlangga dari tangga.
" Tuan Muda, nyonya muda dan nyonya besar sekarang masih di dapur ."
" Oh, begitu baiklah. Bibi silahkan melanjutkan pekerjaan yang tertunda "
Mengetahui bahwa istrinya sedang bersama bundanya. Erlangga pun kembali ke kamar, ia langsung mandi dan akan segera menuju meja makan untuk sarapan.
Sedangkan Daddy Alex dan asistennya sedang membahas dokumen meeting yang akan mereka bawa untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan dari negara Jepang dan Cina.
" Bun, apa semuanya sudah selesai?"
" Sudah nak, tingga para pelayan yang menatanya di meja makan."
" Baiklah kalau begitu, kita lebih baik mandi dulu Bun, sebelum makan pagi bersama !"
" Iya."
Ceklek.
Deg ... Deg.
" Padahal aku sudah sering melihatnya, tapi kenapa jadi malu begini", batin Yura.
" Sayang, kau sudah selesai masak?"
" Sudah, ayo sini aku bantu mengeringkan rambutmu !"
__ADS_1
Erlangga pun menurut, dan dia menyerahkan semuanya pada Yura.
" Sayang, apa mereka suka menendang seperti ini?"
" Tidak juga, tapi terkadang sih."
" Baby twins, ini Daddy. Kalian harus sehat ya di dalam sana, jangan merepotkan bunda nak", ucap Erlangga sambil mengelus dan menempelkan telinganya di dekat perut Yura.
" Iya Daddy", jawab Yura menirukan suara bayi.
" Nah sudah selesai kak, kalau begitu aku mandi dulu ya, untuk pakaianmu sudah aku siapkan di sebelah sana !"
" Terima kasih yang."
Cup.
Pagi ini Kinara mau jalan-jalan pagi keliling taman dengan rumah. Tentu saja Rangga menemani sang istri.
" Sayang, kita istirahat dulu ya ! Lihat kamu sudah berkeringat ."
" Baiklah kak, sekalian aku pengin makan bubur sama air kelapa muda."
" Kita cari tempat duduk, dulu ya ! Nah itu ada tempat duduk yang kosong dipinggir kolam bunga !"
Dengan hati-hati, Rangga menggandeng sang istri ke tempat yang mereka tuju.
" Kau tunggu disini, kakak akan memesankan semua yang pengin kamu makan !"
" Iya."
Sebelum Erlangga pergi, tentu saja ia menyuruh pengawal wanita menjaga sang istri.
" Siap Tuan Muda."
Tak berselang lama, ternyata tetangga Kinara yang dulu pernah mencemooh ia dan ayahnya. Datang menghampiri Kinara.
" Wah, sudah tajir ya kamu sekarang ?" ucap Ibu Sandra dengan nada menyindir.
" Saya tidak tajir Bu Sandra, tapi suami saya. Ada apa ibu kesini?"
" Oh jadi kamu sudah menikah? Pantas saja sudah hamil."
" Iya, puji syukur saya bertemu dengan jodohnya."
" Saya cuma menyapa saja, tidak saya sangka , saya akan bertemu dengan kamu Kinara. Gadis cupu di desa bahkan penampilanmu dulu tidak seperti sekarang."
" Jangan lupa Bu, roda kehidupan akan terus berputar."
" Sombong sekali kamu, sok bijaksana."
" Saya, tidak bermaksud seperti itu. Kan saya hanya menjawab apa yang ibu tanyakan."
" Suamimu memangnya kerja apa? Jangan-jangan hanya karyawan biasa ? Suami anak saya Risma baru luar biasa, menantuku itu merupakan seorang manager operasional."
Kinara pun menjawab sambil tersenyum. " Kerja di perusahaan yang jelas kerjaan suami saya halal."
Padahal dua pengawal yang menjaga Kinara, ingin sekali memukul dan menjambak Bu Sandra. Mereka sudah gerah mendengar ejekan dan sindiran untuk nyonya mudanya.
" Eh Kinara, suruh dua temanmu itu jangan melototi saya ! Kalian bertiga memang satu level nggak mungkin banget bisa setara dengan saya yang sudah level tinggi begini !"
__ADS_1
Sedangkan anak dan menantu ibu Sandra, menyusul ibu Sandra yang lama sekali kembali dari pergi ke toilet.
" Bu, ngapain lama disini ! Kami cari ibu dari tadi !"
" Oh Selvi maafkan Ibu, ini gegara bertemu dengan Kinara cupu, makanya Ibu sapa."
Mendengar nama Kinara, Selvi pun mengajak sang suami untuk melihat lebih dekat seorang wanita yang dihalangi oleh tubuh gempal ibunya.
Dan benar saja, Selvi melihat seorang Kinara yang penampilannya sudah berubah tidak seperti dulu.
Tentu saja , Selvi sampai syok melihat pakaian yang dipakai oleh Kinara. Bagaimana bisa seorang wanita cupu yang dekil tiba-tiba bisa memakai pakaian branded. Bahkan ia harus berusaha 3 bulan untuk mendapatkan 1 barang branded dari sang suami. Itu pun terkadang ia dan sang suami harus bertengkar terlebih dahulu.
" Kinara, dimana kamu membeli dress ini, ini. ikan barang asli kan, kamu beli di pasar loak ya?"
" Kenapa kau berniat ingin tau dress yang aku pakai? Aku tidak tau ini barang branded atau limited edition, yang jelas aku menghargai pemberian dari suamiku."
" Aku yakin itu bukan barang asli, nih ... kau lihat kan merk yang ada di tas ku. Ini merk X merk yang paling terkenal dan berkualitas, iya kan suamiku. Kamu memang suami terbaik !"
" Tentu saja, istriku membeli barang seperti ini cukup mudah bagiku", jawab suami Selvi dengan penuh bangga.
Namun mereka tidak menyadari dari tadi Rangga sudah datang, tapi bersembunyi di balik pohon. Ia ingin melihat istrinya bertindak jika ia direndahkan orang lain. Handphone nya pun berbunyi bahwa ada pesan dari para pengawal istrinya. Mereka ingin bertindak, namun diintruksikan oleh Erlangga. Biarkan Kinara yang bertindak terlebih dahulu.
Sebenarnya Rangga ingin menghadang orang yang telah menghina bahkan merendahkan istrinya. Namun ia kembali berpikir, jika ia yang terus melawan membela sang istri, tanpa Kinara bisa melawan sendiri. Maka istrinya akan sangat bergantung kepadanya. Rangga hanya ingin, jika ia tidak bersama sang istri, Kinara bisa membela dirinya sendiri.
Dan seperti perkiraan Rangga. Sekarang kesabaran bumil itu sudah diambang batas.
Kinara pun berdiri dari duduk manisnya, dan mengahadapi Ibu Sandra, Selvi beserta suaminya itu.
" Dengar ya kalian, apapun yang aku pakai bermerk atau tidak yang penting aku nyaman memakainya, daripada aku tidak berpakaian sama sekali. Demi barang bermerk aku tidak ingin menghamburkan banyak uang seperti kalian. Memang suamiku mapan, tapi ia bisa menghargai aku sebagai istrinya."
" Mana suami mu hah ... coba saya mau lihat ! Apakah dia lebih kaya dari menantu saya ?"
Dengan sekali panggilan dari Kinara. Akhirnya Rangga pun keluar dari persembunyiannya dan menghampiri istri tercinta.
" Sayang, tenanglah hmmm ... aku sudah disini, mana orangnya?"
" Ini kak mereka bertiga", tunjuk Kinara dengan lantang.
" Sayang mending kamu makan dan minum dulu ya, daripada buburnya dingin !"
" Baiklah."
Kinara pun pergi ke tempat lain dimana ia bisa memakan makanan yang ia mau, dibantu oleh kedua pengawalnya.
" Jadi, ada perlu apa kalian dengan istriku hah !" teriak Rangga dengan aura mencekam.
" Hanya menyapa tapi saya tidak menyangka kamu bisa membelikannya barang bermerk?"
" Bahkan 1 mall pun bisa saya beli detik ini juga!"
" Jangan pamer harta, kau lupa hanya seorang karyawan biasa sedangkan aku seorang manager."
" Oh ya, anda dari perusahaan apa?"
" Saya Fikri manager operasional perusahaan B."
" Dan perkenalkan saya Rangga Pradipta, CEO Pradipta Grup."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1