
" Lapor tuan muda, mobil yang mereka tumpangi hangus terbakar ! Dugaan kami bahwa mereka yang ada di dalam mobil bunuh diri !"
" Setelah mobil itu padam, segera cari bukti yang ada di lokasi kejadian!"
" Siap laksanakan !"
" Bagaimana kak, apa pelakunya tertangkap?"
" Mereka meninggal ditempat bersama dengan mobil yang mereka tumpangi hangus terbakar setelah menabrak pembatas jalan sayang."
" Kenapa harus seperti itu?"
" Mungkin mereka sudah sepakat dengan ketuanya, hingga jika misi mereka gagal maka nyawa taruhannya."
" Aku kasian kenapa harus seperti itu ", ucap Yura sambil memeluk sang suami.
" Kita tidak akan pernah tau isi kepala orang, apakah itu bermaksud baik atau jahat kepada kita. Tidurlah nanti kalau sudah sampai rumah akan aku bangunkan !"
" Iya kak."
Sedangkan Daddy Alex yang telah mendapatkan informasi dari asistennya, segera mencari tau keberadaan anak dan menantunya.
" Riko, segera perketat penjagaan di rumah dan kemanapun keluarga ku berpergian!"
" Siap Tuan Besar."
" Sepertinya mereka akan keluar dari tempat persembunyian, tapi taktik mereka kini seperti mengumpankan tikus ke kandang harimau."
Bunda Anisa yang sudah mendapatkan kabar tentang kondisi anak dan menantunya, sedikit bernafas lega. Karena gangguan tersebut bisa diatasi dengan baik oleh pengawal Erlangga.
" Syukurlah Tuhan, lindungilah keluargaku selalu."
Sampai di kediaman keluarga Bramasta. Erlangga pun menggendong Yura yang sangat nyenyak tertidur di dalam mobil.
" Nak apa kondisi Yura baik-baik saja ?"
" Iya Bun, sekarang aku akan membawanya ke kamar karena ia tertidur."
" Baiklah nak."
Tengah malam akhirnya Yura terbangun karena lapar. Ia pun membangunkan Erlangga.
" Sayang bangun !"
" Kenapa Ra, ini baru jam 23.00 malam."
__ADS_1
" Aku lapar kak, ayo kakak buatkan aku nasi goreng seafood."
" Baiklah, apa kau mengidam?"
" Sepertinya kak, aku pengin banget makan nasi goreng tapi harus kakak yang masak."
" Ya ... iya. Ayo kita ke dapur sekarang !"
Dengan penuh senyuman, Yura pun menggandeng mesra Erlangga hingga mereka berdua sampai di dapur.
Untung dapur mereka banyak tersedia berbagai macam bahan dari buah, sayur , ikan, daging serta aneka bumbu dan perlengkapan yang lainnya.
" Sekarang kamu duduk disana, biar kakak yang akan memasak sesuai request bumil yang cantik ini !"
Yura pun menurut dengan perintah sang suami. Ia duduk di kursi meja makan yang ada di dapur, sambil memakan cemilan dan jus apel. Menunggu nasi goreng seafood ala Erlangga selesai dimasak.
Dengan cekatan, Erlangga mengambil bahan yang ia butuhkan, bahkan cara ia memasak sudah seperti chef bintang 5. Padahal Yura sangat jarang melihat suaminya tersebut memasak. Tapi demi anak mereka akhirnya tuan muda rumah tersebut, bersedia membuat nasi goreng agar nanti anaknya tidak ileran.
" Nah, sudah selesai ayo sayang makanlah selagi hangat !"
" Terima kasih sayang."
Baru satu suap yang masuk ke dalam mulut Yura, Erlangga harap cemas apakah masakannya enak atau tidak.
" Wah ini enak sekali kak, bahkan aku saja tidak bisa membuat nasi goreng seenak ini", jelas Yura sambil mengangkat jempol tanda suka dengan masakan suaminya.
" Habiskan ya sayang."
" Tentu akan aku habiskan, tapi kakak harus makan juga bersamaku !"
" Baiklah."
Selesai makan tengah malam yang romantis. Mereka berdua pun kembali ke kamar dan melanjutkan tidurnya sampai pagi menjelang.
Sedangkan di rumah mewah yang dihuni oleh mantan narapidana seorang Tuan Besar bernama David Anggara. Iya David dia adalah salah satu tersangka yang ikut dalam pembunuhan Kakek Erlangga dan juga kecelakaan yang menimpa keluarga tersebut 6 tahun silam.
David Anggara adalah ayah kandung dari Meta. Tentu saja semenjak anak semata wayangnya tidak pulang ke rumah. Ia sudah mengerahkan seluruh anak buahnya. Setelah 2 hari pencarian akhirnya ia menemukan tubuh Meta di tepi pantai karena mobil yang dia kendarai masuk ke dalam jurang. Sedangkan tubuh Meta ditemukan tidak bernyawa terdampar di pinggiran pantai.
Sungguh ia tidak menyangka karma yang dulu ia lakukan karena imingan uang dari Tuan Jack, sepupu dari Anisa. Dibayar dengan kematian putrinya tersebut. Padahal setelah ia keluar dari jeruji besi. David bersusah payah hidup sederhana dan menutup segala akses dari Tuan Jack.
Kini ia hanya bisa mengubur secara hormat putrinya, biar pun itu adalah karma akibat dari perbuatan jahat yang ia lakukan dulu.
" Maafkan ayah nak, semua ini salah ayah. Kau sejak kecil kurang kasih sayang kami sebagai orang tua. Hingga kau tumbuh menjadi wanita yang ambisius. Ayah kira dengan hidup kita yang ditata dari awal, hal buruk tidak akan menimpamu."
" Paman, ikhlaskan lah kepergian Meta. Biarkan ia tenang di alam sana!"
__ADS_1
" Ini semua salahku Nolan, jika aku tidak ikut dalam rencana Tuan Jack dulu, mungkin putriku akan hidup lama."
" David, ikhlaskan kepergian Meta, nasi sudah menjadi bubur . Dan Meta juga ikut andil dalam kejahatan yang telah ia lakukan pada istrinya Erlangga. Kau jangan lupa anak itu adalah pimpinan mafia bawah tanah. Dan kau Nolan hentikan semua keinginanmu untuk memiliki nona Yura. Masih ada di luaran sana wanita yang pantas untukmu !"
Biarpun Nolan ingin membantah perkataan kedua paman angkatnya itu. Tapi semua yang dikatakan mereka berdua itu benar.
Flashback 6 tahun lalu.
" Daddy tolong jangan kurung aku !"
Hiks ... Hiks ... Hiks.
" Dengar Salma, apa yang telah kau ajarkan kepada putraku hah ? Apa kau tidak tau kekuasaan keluarga ku, bahkan penerus ku harus berotak pintar, diajarkan attitude sejak dini. Dan apa ini, aku menerima surat panggilan dari sekolahnya !"
" Ku mohon padamu, Nolan adalah anak yang baik, tidak mungkin dia menghajar temannya jika bukan temannya yang memulai duluan", ujar Salma dengan memeluk Nolan.
Prang ... Prang
Bunyi pecahan vas dan benda lainnya yang dilempar oleh Tuan Jack dengan sembarangan.
Seminggu berlalu akibat kejadian tersebut, Nolan rela dipindahkan ke sekolah lain, bahkan kesehatan ibunya kian memburuk. Hanya paman Heri yang merupakan asisten kanan kakeknya yang membantu kehidupan Nolan dan Ibunya.
Hingga Ibu Salma menghembuskan nafas terakhir pun Daddy ya tak menampakkan batang hidung sedikit pun.
Salma merupakan istri sirih dari Jack, dia hanya wanita biasa yang tidak sengaja kesuciannya direnggut oleh Jack, efek minuman keras.
Dulu sifat Jack tidak seperti sekarang. Entahlah sejak ia dijodohkan dengan istri pertamanya tersebut. Jack berubah dan ingin menguasai harta keluarga besarnya.
Salma tentu saja menutup mata dan telinganya. Ia tau jika ia buka mulut karena tak sengaja mendengar pembicaraan suaminya. Mungkin nyawa ia dan putranya Nolan dalam bahaya.
Bagaimana pun juga semasih ia tidak diusik oleh keluarga suaminya, tentu saja ia akan menjauhkan putranya dari kejahatan yang telah suaminya lakukan. Ingin dia ungkapkan kepada Ayah mertuanya yang tau bahwa ia adalah istri sirih dari Jack. Bahkan tanpa sepengetahuan Jack. Ayah mertuanya yaitu Kakek Erlangga sudah dengan baik menganggap Nolan sebagai cucu angkatnya.
Hingga peristiwa meninggalnya Kakek Erlangga membawa pukulan telak di benak Salma dan Nolan.
Flashback off.
Nolan pun menutup buku diary sang Ibu. Itu adalah buku sekaligus bukti dimana kelakuan ayahnya. Semenjak ibunya meninggal, Nolan dibawa terbang ke Indonesia oleh Paman Heri. Beliau adalah tangan kanan Kakek Erlangga.
Dan buku diary tersebut ia temukan di kotak brangkas yang ada dikamar ibunya oleh Nolan saat hendak mengemas barang.
" Ibu apa yang harus aku lakukan? Aku benci punya darah seorang pembunuh, ia yang telah membunuh kakek ! Dan sekarang korbannya Meta ."
Hiks ... Hiks ... Hiks
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1