Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 61


__ADS_3

Hari ini merupakan hari dimana Yura dan temannya memulai pelajaran sebagai siswi kelas XII di SMA Tunas Bangsa.


Sedangkan Erlangga, Malik dan Hendra, memulai hari dengan menjadi seorang mahasiswa baru yang sedang mengikuti OSPEK di Universitas Y.


" Apa ada lagi keperluan yang harus Kakak bawa ke Universitas Y ?"


" Semuanya sudah aku masukan ke dalam ransel yang, apa kamu sudah siap ?"


" Iya yang."


" Ayo kita sarapan dulu dibawah, nanti Kakak antar ke sekolah sebelum menuju ke Universitas !"


Di ruang makan ternyata Bunda Anisa dan Daddy Alex sudah menunggu anak dan menantunya untuk sarapan bersama.


" Apa persiapanmu mengikuti OSPEK hari ini sudah lengkap Erlangga ?" tanya Bunda Anisa.


" Sudah Bun."


" Kak, kamu mau makan apa? Biar aku ambilkan ."


" Terserah kamu saja yang, pasti apapun yang kamu ambilkan untukku pasti akan aku makan kok !"


" Nah ini, silahkan suamiku ."


" Makasih istriku, kamu juga makan ya ", ujar Erlangga.


" Iya."


Seperti biasanya, Erlangga mengantarkan Yura ke sekolah terlebih dahulu. Tidak lupa para pengawal yang ditugaskan untuk menjaga sang istri ikut serta mengawal dari belakang.


" Kalau OSPEK nya tidak lama, Kakak akan menjemputmu, kalau tidak nanti kamu pulang dengan pengawal ya yang !"


" Iya Kak, cup ."


" Aku pergi dulu ya, semoga OSPEK kamu hari ini lancar."


" Iya yang."


Melihat mobil sang suami sudah pergi, Yura pun bergegas berjalan menuju ke kelasnya yang baru yaitu Kelas XII IPA 2.


Saat masuk ke dalam kelas, ia pun ditunggu oleh Diah dan Mila yang sudah duduk di bangkunya masing-masing.


" Selamat pagi ."


" Pagi Ra, Lo tadi diantar sama Kak Erlangga ?"


" Iya, memangnya kenapa?"


" Gapapa, gue pikir lo diantar sopir. Bukannya hari ini kegiatan OSPEK di Universitas Y ?"


" Iya Diah, lo kayak nggak kenal dengan sifat Kak Erlangga. Mana mungkin gue diijinkan pakai mobil sendiri atau diantar sama sopir, kecuali dia lagi sibuk ."

__ADS_1


" Hehehe iya juga sih, lo sungguh beruntung punya suami seperti Kak Erlangga."


" Kalian juga beruntung bisa punya kekasih seperti Kak Malik dan Kak Hendra."


" Gue awalnya nggak menyangka bakalan bersama Kak Malik."


" Apalagi gue Mila, gue nggak menyangka bisa pacaran sama Kak Hendra."


 Tet ... tet ... tet.


Bunyi bel masuk tanda pelajaran pertama pun dimulai.


Sementara itu di Universitas Y. Para mahasiswa baru yang lolos di jurusan masing-masing. Dilakukan OSPEK hari pertama bersama di Aula Universitas Y.


" Perhatian kepada semua para mahasiswa mahasiswi Universitas Y angkatan 2023, selamat datang dan selamat mengikuti OSPEK pada hari ini ! Ijinkan saya sebagai Rektor Universitas memberikan sambutan sebagai bentuk pembukaan OSPEK ."


Setelah Rektor Universitas selesai memberi sambutan, sekarang giliran Ketua BEM Universitas yang mengambil alih jalannya OSPEK.


" Baiklah, terima kasih atas waktu yang telah diberikan kepada saya. Selamat pagi para mahasiswa baru sekalian ! Perkenalkan saya Wahyu Anggara Ketua BEM Universitas Y. Untuk mempersingkat waktu kita akan mulai kegiatan OSPEK hari ini, dan kalian semua akan dibagi menjadi 20 kelompok sesuai dengan jurusan dari Fakultas. Tolong para anggota BEM awasi kelompok dimana kalian sudah ditugaskan. Terima kasih ."


Setelah sambutan dari Ketua BEM selesai. Kini para mahasiswa baru sudah berada di dalam kelompoknya sesuai dengan jurusan dari fakultas mereka.


" Yah ... kita berpisah kelompok ", keluh Hendra.


" Jangan lebay gitu bro, ya jelas orang Erlangga beda Fakultas dan jurusan sama kita, lo nggak sendiri ada gue yang satu kelompok sama lo."


" Benar kata Malik, gue yang kelompok sendiri saja biasa tuh, nggak sedramatis lo", ledek Erlangga.


" Dasar."


Kegiatan OSPEK pertama kali adalah perkenalan tentang kampus, dilanjutkan dengan seminar dan terakhir mencari tanda tangan para anggota BEM beserta pengurusnya.


"Hai bro kenapa lo sendirian disini makan?" tanya Mail yang satu kelompok dengan Erlangga.


" Maaf, Lo siapa ?"


" Ah ... gue lupa bilang nama, sorry ya. Perkenalkan gue Mail satu kelompok juga sama Lo."


" Nama gue Erlangga, salam kenal juga ya."


" Boleh gue ikut makan disini, tempat lain penuh."


" Ya silahkan."


Saat mereka makan bersama, Malik yang melihat keadaan mereka yang masih canggung. Mencoba mencairkan suasana dengan mengajak Erlangga mengobrol kembali.


" Kalau boleh tau, lo dari alumni SMA mana?"


" Gue dari SMA Trisakti."


" Oh begitu, pasti siswanya pintar ya?"

__ADS_1


" Rata-rata sih disana, kalau lo alumni SMA mana?"


" Gue Alumni SMA Palapa yang sekolahnya masih berada di sekitar desa di pinggiran Kota Jakarta."


Seiring waktu Mail dan Erlangga pun cukup nyambung untuk dijadikan teman.


Sedangkan Malik dan Hendra mereka juga saling berkenalan dengan anggota kelompoknya. Bahkan kelompok mereka setelah selesai istirahat bergegas mencari tanda tangan anggota BEM.


" Semangat Hendra, masih ada 10 anggota BEM yang belum kita dapatkan tanda tangannya."


" Lo nggak lihat jam sudah menunjukan pukul 13.00 siang. Itu tandanya kita akan pulang ! Sudahlah lagi pula mencari tanda tangan bisa kita lanjutkan besok, kan deadline-nya sampai hari ke-3 kan. Jadi masih banyak waktu."


" Oke deh, yuk kita kumpul ke kelompok ! Anggota BEM yang mengawasi kelompok kita sudah memanggil !"


Sementara itu, Yura dan kedua temannya sedang menjalani ulangan biologi dadakan dari guru mereka.


" Ra, no.10 apa jawabannya", bisik Mila yang duduk disamping Yura.


Dengan kode isyarat dari Yura. Akhirnya Mila mendapatkan jawabnya.


Sedangkan Diah yang duduk dibelakang Mila, tentu saja paham dengan kedua teman yang duduk di depannya.


30 menit pun berlalu, akhirnya ulangan pun selesai, dan para siswa mengumpulkan jawaban mereka ke depan.


" Baiklah anak-anak, sekian untuk hari ini dan sekarang kalian boleh pulang !"


Melihat guru biologi sudah keluar kelas. Para siswa di kelas Yura pun saling bersorak girang.


" Ah ... otakku mumet, masak baru hari pertama sekolah kita sudah ulangan sih !" keluh Diah.


" Sepertinya guru yang mengajar kelas XII akan sering melakukan hal ini deh ", ujar Yura.


" Gue sepemikiran dengan Yura, Diah. Mungkin karena kita sudah kelas XII dari awal kita sudah digojlok biar bisa menghadapi ujian kenaikan kelas, apalagi ada ujian praktikum juga kan?"


" Ya juga sih, berarti gue setidaknya belajar dulu dirumah buat jaga-jaga."


" Betul itu, untung kemarin gue sempat baca buku pelajarannya Kak Erlangga. Jadi hampir semua soalnya gue bisa jawab."


" Makasih ya Ra, untung lo ngasih gue sama Diah jawabannya."


" Sama-sama, yuk kita pulang ! Kak Erlangga sudah chat gue, dia masih diperjalanan."


" Yuk, kita juga sudah dijemput !"


" Oh kalian juga dijemput sama pacar?"


" Yoi"


Sementara itu di Universitas Y. Meta terus menatap kepergian Erlangga dari arah jendela Fakultas Sastra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2