
Beruntung bagi Yura, sebelum ia terjatuh di lantai, salah satu pengawal yang ada di belakangnya, dengan sigap memegang salah satu tangan Yura, saat Yura kehilangan keseimbangan. Sedangkan tangan Yura yang satunya secara otomatis melindungi perutnya dan berusaha kalau sampai ia terjatuh, tidak dalam posisi kandungannya yang akan menghantam lantai atau terbentur.
Pengawal yang lain dengan sigap menangkap si pelaku penabrakan. Sedangkan Bunda Anisa yang melihat kejadian tersebut segera berlari dan berteriak menuju ke arah Yura.
" Ya Tuhan nak ... awas !"
" Bagaimana dengan kondisi anda nyonya muda?" tanya salah satu pengawal dengan sigap menolong majikannya.
" Punggungku sedikit sakit mungkin karena sedikit terbentur dengan pinggiran tangga, untungnya perutku nggak terbentur."
Bunda Anisa yang sudah sampai di dekat sang menantu, kemudian segera membawa Yura ke rumah sakit. Untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi hal yang buruk.
" Syukur lah nyonya kandungan anda tidak bermasalah, hanya benturan yang di belakang punggung anda akan saya kasih resep obat supaya bisa cepat sembuh", jelas dokter yang menangani Yura.
Yura dan Bunda Anisa pun baru bisa merasa lega mendengar penjelasan dari dokter. Selanjutnya mereka berdua menunggu untuk mengambil obat serta membayar biaya pemeriksaan di rumah sakit.
" Bun, apa suamiku sudah tahu mengenai hal ini?"
" Sudah nak, kau jangan khawatir lagi semua sudah di cek sama dokter , gapapa ... Ini musibah yang kita tidak sangka , Syukurlah kau dan kandunganmu tidak dalam bahaya."
" Tapi Bun, ini sangatlah ganjal bagiku?"
" Kenapa, kamu berpikir seperti itu?"
" Sebetulnya tadi, saat aku dan kedua temanku makan di dalam kantin. Terjadi insiden kecil bunda ."
" Kejadian apa maksudmu, coba jelaskan pada bunda nak?"
" Saat aku makan, ada 2 senior yang menghampiri aku dan kedua temanku di meja tempat kami makan di kantin kampus. Salah satu senior tersebut tersandung dan minumannya mengenai kepalaku . Ya jadinya aku basah dari ujung kepala sampai ujung kaki, dress ini saja baru aku pakai sebagai ganti dress yang sudah basah tadi."
" Apa kamu tahu nak, siapa nama senior tersebut?"
" Namanya Sisil Bun, dia seangkatan sama kak Erlangga di fakultas kedokteran. Tapi mereka beda kelas. Dan dia adalah fans beratnya kak Erlangga. Dan aku sangat yakin, mungkin yang menabrak aku tadi adalah suruhannya."
" Kamu tenanglah nak, biarkan suamimu yang bertindak dan mengurus wanita keji itu ! Sekarang kau cukup fokus dengan kehamilanmu. Ingat kan apa yang dokter bilang !"
" Iya bunda."
" Baiklah kita sudah dipertengahan jalan menuju ke bakery cafe milik bunda, apa kamu ingin langsung pulang ke rumah atau jadi ikut dengan Bunda ke bakery cafe !"
__ADS_1
" Aku ikut bunda saja ke bakery cafe ."
" Apa kau yakin nak? Apalagi kau baru saja hampir terjatuh tadi di kampus ."
" Gapapa bunda, aku tau kok seberapa kuat mereka di dalam sini, apalagi kondisiku sekarang sudah membaik. Jadi sebentar kesana nggak akan membuat aku kelelahan."
" Ya sudah nak."
" Pak sopir, segera menuju ke bakery cafe sekarang !"
" Baik nyonya besar."
Sementara itu di Kota B, Erlangga yang baru saja selesai memimpin rapat di salah satu hotel miliknya. Mendapatkan laporan dari sang asisten tentang kejadian yang menimpa istrinya.
Tentu saja Erlangga langsung marah besar, bahkan dia sudah menyuruh ank buahnya untuk menyeret pelaku ke hadapannya.
" Jangan harap kau bisa hidup tenang, setelah berani mengusik istri seorang Erlangga Bramasta."
Mendengar tuan mudanya murka, sang asisten pun sampai bergidik ngeri.
Siapapun tau sepak terjang seorang Erlangga Bramasta, bagi orang yang sudah bekerja cukup lama di Bramasta Grup. Selain menjadi seorang pewaris 2 perusahaan terkenal di Indonesia dan di Jerman. Mereka belum tau bahwa Erlangga adalah seorang pemimpin mafia yang cukup ditakuti di dunia bawah.
Nasib pria yang menjadi suruhan dari Sisil kini sudah ada di dalam penjara yang cukup menakutkan baginya. Tubuhnya sudah penuh dengan lebam dan luka.
" Hmmm ... Siapa kalian? Lepaskan aku !" teriak Sisil.
Sebelum ia sempat berontak, anak buah Erlangga pun membekap dan membiusnya langsung. Setelah tidak sadarkan diri, Sisil pun di bawa ke penjara bawah Tanah, tempat dimana para tawanan di siksa tanpa ampun.
Jet pribadi milik Bramasta Grup telah mendarat dengan mulus. Turunlah sang tuan muda yang diikuti oleh 2 orang asistennya. Dan tentu saja di tempat keluar khusus bandara bagi orang VVIP. Disana sudah disambut oleh belasan orang yang memberi hormat kepada Erlangga Bramasta.
" Bagaimana kondisi terkini tentang istriku ?"
" Nyonya sekarang masih diajak sama nyonya besar tuan, mereka menghabiskan waktu di bakery cafe milik nyonya besar dan sekarang sedang menuju kediaman mertua anda ."
" Tetaplah jangan lengah sedikit pun, jaga dan awasi mereka dengan ketat !"
" Siap tuan muda."
" Terus dimana pelaku yang ingin mencelakai istriku ?"
__ADS_1
" Mereka berdua sudah kami bawa ke penjara bawah Tanah markas kita ."
" Baiklah kalau begitu, segera ke markas sekarang !"
" Baik tuan muda."
Tidak lama berbincang dengan sang mertua di dalam mobil, kini Yura sudah sampai di rumahnya. Setelah mertuanya balik pulang. Ia pun segera menuju ke kamar karena sebelumnya ia sudah memberitahu ibunya. Bahwa ia kemungkinan akan pulang telat malam ini.
" Hah ... Sepertinya aku harus bilang sama kak Erlangga, lebih baik tidur di lantai 1 saja biar tidak susah naik tangga , apalagi usia kehamilan akan semakin bertambah dan aku akan sangat susah untuk bergerak."
Sambil mengelus sendiri di jalan menuju kamarnya. Yura pun menaruh beberapa paper bag yang berisi makanan dan cemilan yang ia bawa untuk nyemil di malam hari kalau lapar.
Sedangkan di dalam penjara yang terlihat gelap dan pengap. Sisil mulai tersadar dari pingsannya. Ia pun mulai membuka mata dengan perlahan dan ia terlihat kaget, karena kita di dalam penjara tersebut sudah ada 6 orang lelaki berpakaian hitam dan bertopeng, dengan seorang pria yang duduk di singgasana bagaikan seorang raja.
" Jadi apa kau punya pembelaan dengan kelakuan keji mu itu Sisil ?"
" Siapa kau, dan kenapa kalian menculik diriku ?"
" Siapa aku? Itu tidaklah penting untuk perempuan keji seperti kau ini. Yang jelas aku akan membalas apa yang kau lakukan pada seorang wanita yang hampir membuatnya dalam bahaya."
" Kau pikir aku akan takut hah! Bahkan kini orang tuaku akan menyelamatkan aku ."
" Jangan terlalu meninggi, kau pikir kini kau berhadapan dengan siapa, bahwa bagiku orang tuamu hanyalah penjilat yang dengan menjentikkan jari maka, akan membuat keluargamu hancur lebur dengan sekejap."
" Jadi apa yang kau lakukan kepada Yura?"
" Wanita itu harusnya sudah dalam kondisi kritis saat ini !"
" Bukan dia yang kritis tapi kau yang akan menerimanya detik ini juga ! , pengawal siksa dia !"
Teriakan dan tangisan kesakitan pun menggema di dalam penjara tersebut. Bahkan Erlangga sudah memerintahkan anak buahnya untuk mengeksekusi Sisil.
Kini setelah berganti baju dengan setelan rapi seakan baru akan pulang, ia pun kini menuju kediaman mertua untuk bertemu dengan sang istri tercinta.
Sesampainya ia didalam kamar, Ia melihat Yura sedang menggapai kotak yang terletak diatas lemari.
Saat hendak menyapa sang istri. Erlangga nggak menyangka Yura akan terkejut dan setengah bagian kotak yang sempat digapai oleh Yura, terjatuh menimpa kepala Yura.
" Sayang awas !"
__ADS_1
Bruk ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...