
" Apa kalian sudah siap semua?" tanya Diah.
" Tentu saja kami sudah siap, bahkan dari kemarin !" ucap Yura penuh semangat.
" Oke lah, ayo kita ke depan Pak Rahmat sopirnya Nenek sudah menunggu !"
Selama perjalanan menuju La Frasa Farm, yang berjarak 1 km dari rumah Nenek Hilda. Terdapat banyak sekali pedagang di pinggir jalan yang berjualan hasil kebun mereka dari buah sampai sayur pun ada semua.
Akhirnya setelah 30 menit, mereka tiba di La Frasa Farm. Sebelum memasuki area disana mereka harus membayar tiket masuk terlebih dahulu.
" Ya ampun ini perkebunan strawberry luasnya berapa hektar ya?" tanya Mila.
" Yang jelas perkebunan ini lebih dari 1 hektar dech, coba kalian lihat hamparan daun hijau yang menyembunyikan banyak buah didalamnya."
" Kak, ini keranjangnya !" ucap Indah.
" Makasih ya Indah, ayo kita mulai petik strawberry !"
Sambil metik buah strawberry, mereka pun kadang memakannya langsung atau terkadang mereka mengabadikan foto kemudian mereka share ke sosial media masing-masing.
" Kayaknya ini buah strawberry yang paling manis yang pernah gue makan."
" Jelas lah Ra, ini kan buah strawberry yang asalnya dari Jepang."
" Pantesan ya, manis banget, gue kira bakalan asam."
Sementara itu, Ujian Nasional SMA di seluruh Indonesia telah diadakan serentak. Baik itu di SMA Trisakti ataupun di SMA Tunas Bangsa.
" Hai bro, akhir-akhir ini lo semakin berubah?" tanya Malik.
" Perintah dari orang tua gue bro, mereka sudah stay sekarang di Indonesia."
" Syukurlah kalau begitu, lagian Robby lo ini anak tunggal , ya jelas kedepannya beban di pundak lo akan semakin bertambah kedepannya."
" Makanya itu, sejak orang tua gue tau kelakuan gue di luar sana, sejak itu pula kebebasan gue di renggut tapi tidak seekstrim yang ada di otak lo."
"Apa sekarang lo siap ujian?"
" Mau gak mau kan gue harus siap bro, yah biarpun otak gue pas-pasan asalkan bisa lulus."
"Hahaha, yang semangat bro, gue aja semangat 45 ."
" Cie yang sudah dapat jatah dari kekasih tercinta kan !"
" Kalimat lo, jangan keluar jalur deh mikirnya, gue tau batasan kok. Pastilah ada penyemangat yang dikasih ke gue tapi rahasia !"
Sementara itu, di SMA Trisakti.
"Pagi Erlangga ."
" Pagi juga bro."
" Dari tampang lo ini, gak belajar juga lo pasti lulus Erlangga."
"Makasih ya semoga gue lulus ."
" Lo kan pintar Erlangga, juara 1 berturut-turut di sekolah kita. Apa lo sudah siap ujian juga?"
" Siaplah, gue hampir belajar sampai jam 12 malam !"
" Apa yang lo pelajari sih sampai tengah malam begitu ?"
__ADS_1
" Ya materi ujian lah, bayangkan bro 1 mata ujian itu terdiri dari materi kelas X sampai kelas XII."
" Itu sih cara lo, kalau gue sih sejak awal gue udah belajar garis besarnya aja, semoga entar apa yang kita pelajari akan keluar di soal ujian sehingga tidak menyulitkan kita untuk menjawab."
"Ayo kita masuk ke ruangn Ujian !"
Ujian Nasional hari pertama pun dimulai, semua kelas XII bersiap untuk mengerjakan soal ujian yang sudah dibagikan oleh pengawas ujian di tiap ruang ujian.
Begitu Erlangga dan Hendra keluar dari ruang ujian. Handphone Erlangga pun berdering.
" Halo, iya Kak ada apa? Benar Yura dan temannya lagi liburan ke Bandung. Apa kakak sudah bertemu dengannya? Baiklah perlahan saja kasih tau dia. Iya selesai ujian aku akan menyusulnya kesana, jadi kakak jangan khawatir."
" Siapa yang telepon Erlangga? tanya Hendra.
" Ini Kak Rangga, Kakak ya Yura."
" Memangnya ada apa, sepertinya ada hal yang sangat penting ?"
" Kepo lo!"
" Pelit amat sih, nggak mau kasih tau gue."
" Hahaha, ini bukan hal yang penting, cuma tanya kabar seperti biasanya."
" Menurut gue, lo pasti merahasiakan sesuatu yang penting hingga lo bersikap seperti itu ", gumam Hendra dalam hati.
" Habis Ujian, lo mau pulang apa ikut gue bentar ke ruang OSIS?"
" Kenapa lo mau ke ruang OSIS? Bukannya tidak ada kegiatan OSIS hari ini?"
" Siapa bilang tidak ada, Bapak Sekolah kemarin nyuruh gue datang ke ruang OSIS ada hal yang ingin disampaikan mengenai nasib Agni."
"Oke gue ikut kesana."
Sejak mengetahui niat jahat dari istri ke duanya, Tuan Irfan pun selalu waspada, bahkan bukti dari perselingkuhan istrinya pun sudah ia kantongi.
" Lihat saja kali ini kau tidak bisa mengelak lagi, bahkan sampai kau mati sekalipun tidak akan bisa mengembalikan istri pertamaku yang kau renggut nyawanya !"
" Ayah selamat datang ", ucap Agni.
" Kenapa kau sendirian di rumah nak, kemana perginya Ibumu?"
" Ibu ada urusan yah dengan teman arisannya."
" Oh ya, bahkan arisan sampai lewat jam 23.00 malam ? Cepat hubungi ibumu, dari tadi ayah telepon sama sekali tidak di angkat!"
" Baiklah, sekarang Agni yang akan menelepon Ibu."
" Bagaimana apa sudah diangkat?"
" Belum Ayah, sepertinya handphone Ibu tidak aktif."
" Riko segera lacak dimana istriku berada !" titah Ayah Irfan kepada asistennya di telepon.
" Oh jadi begitu rupanya, baik siapkan semua saya akan segera kesana !"
Tut.
" Ayah mau kemana?" cegat Agni.
" Mau menjemput ibumu yang tidak tau diri itu !"
__ADS_1
" Kenapa Ayah jadi marah, bukannya ibu cuma pergi arisan?"
" Apa benar sekedar arisan semata?"
" Maksud Ayah apa?"
" Sebaiknya kamu ikut ayah kesana menjemput ibumu !"
Mobil yang ditumpangi Ayah Irfan dan Agni pun sampai di sebuah hotel yang menjadi tempat perselingkuhan tersebut.
" Riko apa ini tempatnya ?"
" Ia tuan sesuai GPS nyonya."
" Baiklah mari kita selesaikan hari ini juga !"
" Ayah mungkin alamatnya salah, masa ibu pergi ke hotel ini?"
" Kamu mau kesana atau kau tinggal saja di mobil !"
" Ini diluar rencana ibu, kalau aku tidak ikut, ayah pasti akan curiga, jika aku ikut pasti ibu akan mencurigai ku, kurang ajar sungguh diposisi yang tidak menguntungkan sama sekali, ya sudahlah mending ikut daripada aku ujungnya tidak akan dapat harta apapun ", gumam Agni dalam hati.
"Iya yah, tentu aku akan ikut dengan mu kesana."
Sebetulnya penyergapan itu sudah direncanakan dengan matang oleh Ayah Irfan, tapi mengingat sifat istri dan anak angkatnya, ia selama ini hanya berpura-pura di depan mereka agar tidak dicurigai. Hanya tinggal waktu saja dan hari yang telah dinanti pun tiba. Dan saat inilah waktu yang tepat untuk membuka kedok Istri dan anak angkatnya.
Tok ... tok ... tok.
Terdengar ketokan dari pintu kamar hotel yang di pesan oleh Ibu Bella. Melihat tidak adanya respon dari dalam dengan terpaksa Ayah Irfan menyuruh anak buahnya untuk mendobrak pintu tersebut.
Brak.
Saat Ayah Baskara masuk dengan Agni dan anak buahnya. Mereka pun melihat dengan mata kepala sendiri dimana Ibu Bella dan selingkuhannya sedang tidur pulas di ranjang hotel dengan tubuh polos yang hanya diselimuti oleh selimut.
" Bella bangun kau wanita ****** !" teriak Ayah Irfan dengan nada marah dan wajah yang sangat menyeramkan.
Agni yang melihat pun langsung terdiam tanpa kata, melihat sang ibu yang sudah tertangkap basah oleh ayah tirinya sendiri.
Mendengar ada yang meneriaki namanya, Ibu Bella kemudian membuka matanya perlahan. Saat sudah melihat siapa orang di depannya. Nyali Ibu Bella pun menjadi ciut. Ia pun berusaha menyangkal tentang apa yang terjadi.
Apapun pembelaan dari ibu Bella itu semua tidak akan ditanggapi oleh Ayah Irfan.
" Seret mereka berdua dan bawa ke mobil!" titah Ayah Irfan.
Dalam hati ibu Bella merutuki nasibnya kelak setelah semua yang telah terjadi. " Sial kenapa pria tua ini tau? Tamat sudah riwayatku !"
Akhirnya dengan banyaknya bukti di tangan Tuan Irfan, ibu Bella pun dilaporkan ke polisi dan langsung digugat cerai oleh Tuan Irfan.
Mengenai nasib Agni, keesokan harinya Tuan Irfan mendatangi SMA Trisakti. Dari hasil pertemuan tersebut akhirnya Agni pun di drop out dari sekolah.
Suka tidak suka, mendengar keputusan itu, akhirnya Agni pasrah dengan nasibnya, ia pun di pindah sekolahkan ke sekolah pedesaan jauh dari kota oleh Tuan Irfan. Sedangkan kehidupan Agni ditanggung oleh Tuan Irfan sampai ia tamat SMA, ia pun tidak tinggal dengan ayah angkatnya lagi, tapi hidup di kosan kecil yang dekat dengan sekolahnya yang baru.
Untuk fasilitas lain, itu semua sudah dicabut oleh Tuan Irfan. Beliau hanya menanggung biaya hidup dan sekolah sampai Agni lulus SMA. Mengenai Ibu Bella, ia pun di tahan di dalam jeruji besi seumur hidup karena terbukti menjadi pelaku pembunuhan berencana istri pertama Tuan Irfan.
Flashback off.
" Terima kasih Bapak Kepala Sekolah atas informasinya, untuk masalah itu kami akan tutup mulut, biar bagaimana pun ini juga menyangkut nama baik sekolah kita. Akan saya sampaikan informasinya dari anda dengan anggota OSIS yang lain, bahwa Agni sudah pindah sekolah."
" Baiklah, kalau begitu bapak keluar dulu, untuk korbannya itu sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan oleh keluarga Agni sendiri."
" Iya pak."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...