Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 48


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Para siswa dan siswi SMA kelas XII, mereka tinggal menunggu hasil Ujian Nasional sehingga bisa melanjutkan ke acara kelulusan.


Sedangkan para murid SMA kelas X dan X I baru saja menyelesaikan ujian akhir semester sebelum mereka naik kelas.


" Ah ... leganya akhirnya kita tinggal menunggu hasil ujian dan libur panjang deh ", ucap Yura yang telah meninggalkan ruang ujian bersama Mila dan Diah.


" Lo benar Ra, tapi kalau nggak salah nih gue dengar dari anak OSIS, akan ada acara kemah untuk semua anak SMA. Dan acara perkemahan kali ini diikuti oleh beberapa sekolah juga ", balas Diah.


" Benarkah? Lo dapat infonya dari mana?" tanya Mila.


" Ya jelas dari ayang gue si Hendra."


" Maksud lo , sekolah mereka juga ikutan?"


" Ya iyalah Yura, secara lo kan istri ketua OSIS nya masa berita kayak gitu, lo gak tau dari Kak Erlangga !" jelas Diah sambil berbisik di telinga Yura. Karena mereka sudah berjanji pada pasangan tersebut untuk merahasiakan pernikahan mereka.


" Kak Erlangga belum ada bilang sama gue."


" Mungkin lupa atau memang belum ada waktu ngasih tau lo, karena suami lo itu kan super sibuk."


" Ya juga sih, setidaknya dia selalu ada waktu untuk gue ."


" Yang sudah halal mah beda, mau ngapain juga why not nggak ada yang akan melarang. Bikin gue iri aja !"


" Sudahlah mending kita ke kantin dulu sebelum pulang ", ajak Mila.


Sementara itu di kediaman keluarga Pradipta.


" Kinara ", panggil Ibu Hani.


" Iya Bu, ada perlu apa?"


" Sini duduk sama Ibu, biar para pembantu yang akan melanjutkan pekerjaan mu menyiram bunga !"


" Bik Asih, tolong lanjutkan ya, saya mau ke dalam!"


" Baik non."


" Kinara, apa suamimu belum ada berbicara tentang kuliahmu ?"


" Kak Rangga nggak ada bilang apa pun ke aku Bu!" balas Kinara dengan dahi mengkerut.


" Ah ... anak itu masa hal yang menyangkut masa depanmu saja ia lupa? Apa jadinya kalau kamu mau lahiran, bisa - bisa ia juga meninggalkan kamu di rumah !" keluh Ibu.


" Hahaha ..." Kinara pun tak bisa menahan tawa akibat pernyataan Ibu mertuanya yang suka bicara benar kadang ceplas ceplos nyangkut ke dalam hati.


" Ibu serius nak, Ibu nggak mau menantu Ibu putus sekolah apalagi mau mengejar cita-cita nya, nggak banget!"


" Beneran yang dikatakan sama Yura, nggak Bunda Anisa nggak Ibu mereka berdua sama", gumam Kinara dalam hati.

__ADS_1


" Loh kenapa mantu Ibu jadi diam ?"


" Bukan diam Bu, tapi aku masih berpikir mau melanjutkan kuliah dimana, sedangkan jurusan dan universitas saja, Kinara belum tau mana yang sekiranya bagus ?"


" Padahal minggu lalu Ibu sama Ayah sudah berbicara tentang hal ini lo sama suamimu ! Dia cuma bilang gini " Aku sih terserah sama Kinara aja !" cuek banget kan, sama Ibunya sendiri cuek kayak gitu, perasaan Ayah waktu muda nggak cuek seperti Rangga."


" Mungkin Kak Rangga lupa Bu, entar kalau dia sudah pulang dari kuliah. Aku tanyakan sambil minta pendapatnya dia. Lagian kalau nggak melanjutkan kuliah juga gapapa, aku sudah bersyukur banget bisa menjadi mantu di keluarga ini. Sekalian dapat ilmu gratis dari Ibu mertua ."


" Kamu bisa saja, makasih ya atas pujiannya."


" Entar siang kamu ikut ibu arisan ya ! Sekalian Ibu akan mengenalkan mu sebagai mantu sama teman arisan."


" Iya Bu."


" Kalau begitu, ayo kita buat risoles buat cemilan."


Kinara dan Ibu Hani pun melangkah pergi ke dapur.


" Yang, tunggu sebentar ya di sekolah ! Kakak masih terkena macet di jalan !" ucap Erlangga yang sedang menelepon istrinya.


" Iya kak, kamu tenang saja sudah ada Kak Aditya dan Ishi yang menemaniku", ucap Yura di seberang telepon.


Klik.


" Ada acara apaan sih, tumben siang ini jalanan pada macet total ", keluh Erlangga di dalam mobil.


Pasalnya sejak 30 menit lalu di jalan menuju sekolah Yura terjadi kemacetan yang panjang, tak ayal pengemudi lain yang masih bisa berbalik arah mencari jalan pintas agar cepat sampai ke tempat tujuan mereka.


" Nona muda ada apa?"


" Suamiku lagi terjebak macet di depan menuju sekolah, kita aja bisa lihat di depan gerbang para kendaraan saling megklakson tanpa henti."


" Katanya ada bangunan yang terbakar nona muda yang di dekat bengkel 600 meter dari sekolah", jelas Aditya.


" Pantesan macet."


" Saya dengar kalau sekolah kita akan mengadakan acar perkemahan, apa kita akan ikut?"


" Ternyata kamu juga mendengar info tersebut ya Ishi?"


" Tentu nona, bahkan sudah terpajang di mading sekolah."


" Kalian tau kan suamiku, sejak kami menikah dia selalu over protective dan over posesif dengan ku. Jadi kalau nggak mau membangunkan singa mengamuk lebih baik menurut saja pada keputusannya !"


" Bahkan anda berpikir seperti itu juga, sama ya kayak kami yang selalu mengawal anda."


" Biar begitu Kak Erlangga tetaplah suamiku, jadi apapun dan bagaimana pun dia, aku tetap akan menerimanya baik ataupun buruk sekali pun."


" Nona muda memang istri idaman ", balas Ishi dengan mengacungkan jempol kehadapan Yura.


" Kamu juga bisa menjadi seorang istri idaman, benarkan Kak Aditya? Apa pendapatmu sama denganku? Ishi kau itu cantik luar dalam, bahkan nggak dipoles make up pun juga cantiknya natural, hanya lelaki yang buta saja yang nggak tertarik sama kamu!"

__ADS_1


Blush.


Mendengar pujian dari nona mudanya, muka Ishi pun merah merona.


" Hem ... hem, saya sependapat dengan anda nona muda ", ucap Aditya dengan singkat dan padat.


" Kamu tenang saja Ishi, mau cari tipe lelaki yang bagaimana? Tinggal sebutkan saja stok masih banyak !"


" Hehehe ... nggak merepotkan anda nona muda?" tanya Aditya yang kikuk dan tersentak jika kedua wanita yang bersamanya ini sudah berbicara tentang topik "calon pacar Ishi."


Menurut Aditya, siapa lelaki yang akan mau punya pacar seperti Ishi. Yang galaknya luar biasa, bahkan dia bisa sadis secara mendadak bahkan membabi buta. Memikirkan nya saja bulu kuduk Aditya jadi merinding.


Tapi Aditya lupa, bisa jadi dia adalah calon pacar Ishi kedepannya. Siapa yang tau mereka berjodoh, dari nggak suka jadi cinta mati.


Tin tin tin.


Akhirnya, Erlangga pun tiba di parkiran sekolah.


" Pembicaraan ini kita lanjutkan lain kali ya? kalian lihat suamiku sudah menjemput."


" Baiklah nona muda, silahkan duluan kami akan mengikuti anda dari belakang !"


" Tuan muda, kami berdua permisi ."


" Ya makasih telah menjaga istriku."


" Itu adalah tugas kami !"


" Sayang, tadi Bunda telepon Kakak, dia mau mengajak kamu ke acara arisan temannya, apa kamu mau ikut?"


" Boleh deh, siapa tau aku bisa bertemu disana dengan Ibu dan Kak Kinara."


" Memangnya apa bagusnya sih, ikut acara arisan begitu?"


" Menurut ku selain bisa kenalan dengan orang lain, juga bisa menambah relasi pertemanan dan nambah ilmu Kak, dalam hal positif ya, kalau hal negatifnya aku nggak minat. Kakak tau kan model ibu-ibu sosialita disana dari segala jenjang kelas. Pintar-pintar aja bergaulnya."


"Wah ... istriku ini sudah mulai dewasa ya?"


" Harus dong dewasa biar bisa mengimbangi suamiku ini yang serba bisa, benarkan sayang, hmmm ..."


" Kenapa kamu sangat menggemaskan sih yang, isi manja begini mana mungkin aku nggak luluh !" gusar Erlangga yang sudah nggak bisa menahan hasrat nya lagi.


" Loh kok belok arah Kak?"


" Tenang saja Kakak pastiin kamu nggak akan terlambat sama Bunda ke arisan. Tapi kamu harus tanggung jawab sudah bikin dia berdiri !"


Gleb.


" Mati aku, alamak bisa-bisa entar nggak bisa jalan nih ", lirih Yura dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2