
Tiap kelompok sudah silih berganti memasuki hutan tempat dimana mereka mencari bendera yang disembunyikan.
Mereka semua berpencar dan bersaing untuk menjadi pemenang. Dimana tiap kelompok sudah dibagikan peta masuk ke dalam hutan.
Entah mereka akan mulai masuk dari arah mana, yang jelas tiap pos sudah ada anggota OSIS yang siap menyambut mereka di dalam hutan.
Saat ini kelompok 5, dimana Yura berada. Sedang menelusuri jejak yang menurut mereka bendera tersebut berada.
" Perhatian kepada semua anggota, saya harapkan kita bisa menghemat lampu senter yang kita bawa, berhubung jumlah anggota kita ada 20 orang, dan kebanyakan pria daripada wanita. Jadi tolong nyalakan 5 buah senter saja dulu karena perjalanan kita masih panjang", jelas Ketua kelompok.
" Baik Kak ", jawab semua anggota.
Saat mereka melewati pos pertama, salah satu orang yang menjadi perwakilan mereka sedang mengambil undian pertanyaan dan pertanyaannya lumayan gampang dan bisa mereka jawab dengan benar. Alhasil kelompok Yura mendapatkan bendera dengan point 5.
Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya.
" Hai boleh kita kenalan?" tanya Umi salah satu anggota cewek yang satu kelompok dengan Yura.
" Boleh Kak, perkenalkan nama ku Yura."
" Namaku Umi, panggil saja Kak Umi."
" Baiklah."
" Akhirnya ada juga teman wanita disini yang bisa diajak bicara."
" Kok begitu Kak memangnya kenapa?"
" Lo lihat kan dari 20 anggota kelompok cuma 3 orang aja yang cewek sisanya cowok semua."
" Iya gue lihat, gue pikir yang cewek yang berada disamping Kak Umi itu sudah saling kenal."
" Boro-boro kami kenalan, sudah cukup tadi gue basa basi biar bisa kenalan, eh ... tanggapannya cuek banget !"
" Sama ya kayak mukanya, nggak bisa diajak berteman."
Sebelum sampai di pos dua. Terlihat para anggota sudah kelelahan berjalan, bahkan ada yang minta rehat sejenak.
" Baiklah teman-teman kita rehat sejenak disini sebelum lanjutkan perjalanan !"
Yura pun duduk disebelah Kak Umi. Posisi duduk mereka saling melingkar. Tiap anggota sebelumnya sudah membawa minuman dan makanan di dalam ransel.
" Hai Robby, ayo gabung duduk saja sama kami ", teriak Kak Umi.
Mendengar teriakan salah satu teman sekelasnya. Akhirnya Robby pun kesana.
__ADS_1
" Gue kira siapa? Ternyata kita satu kelompok ya?"
" Ck ... makanya kalau punya mata ya dipakai untuk melihat, masa gue sudah sebesar ini lo nggak kenal sih , dasar !"
" Habisnya lo duduk di kegelapan malam, mana minim pencahayaan."
" Alasan aja !"
Yura yang melihat dua orang tersebut jadi terheran. " Maaf kalau gue menyela obrolan kalian, jangan suka berantem siapa tau kalian jadi cinta ."
" Najis, ogah ", jawab Robby dan Umi bersamaan.
" Hahaha ... nah kan sampai menjawab pun kalian kompak, awas lo benci beda tipis sama cinta."
Robby dan Umi pun saling memalingkan wajah satu sama lain, dan yang merasa tersulit kan ya Yura. Karena posisi duduk Yura dihimpit oleh Umi dan Robby di sebelah kanan dan kiri.
Setelah melihat para anggotanya sudah cukup beristirahat, akhirnya kelompok 5 melanjutkan perjalanan ke pos dua, sesuai arah peta.
Sementara itu, Erlangga yang mendapatkan kabar bahwa sang istri ikut dalam acara mencari jejak bendera. Menjadi cemas dan khawatir. Pasalnya ini adalah hutan, apalagi kegiatannya dilakukan pada malam hari, jadi kalau tidak sengaja misalnya keluar dari jalur. Ya akan tersesat.
Hendra yang melihat Erlangga yang sejak tadi mondar-mandir didepannya. Menjadi jengah.
" Erlangga, berhentilah bertingkah seperti ini ! Lo harus yakin bahwa Yura akan baik-baik disana."
" Kalau gue bisa dari tadi gue bakalan tenang bro, tapi ini tumbenan gue begini, apalagi gue merasa takut dengan keadaan istri gue disana."
" Jika lo bertingkah seperti ini, malahan akan menambah rasa cemas, mending lo diam, berpikir dan instruksi kan para pengawal yang berjaga disini untuk memantau keadaan Yura ! Ini minum dulu biar lo tenang."
Sambil meneguk air putih, Erlangga perlahan mencoba rileks dan fokus.
Saat kelompok 5, menuju pos dua. Terdengar di semak- semak yang mereka lewati seperti ada hewan disana.
Karena pikiran semua takut, dan overthinking. Sedikit saja ada ranting atau dahan pohon yang bersuara membuat mereka berlari tunggang langgang keluar dari barisan kelompok.
Yura yang awalnya berjalan bersama dengan Umi. Sekarang tinggal sendirian mencari jalan yang benar ke arah pos selanjutnya. Sambil sesekali berteriak dan minta tolong siapa tau disana ada kelompok lain atau temannya.
Disepanjang jalan yang ia lewati, hanya terdengar suara angin berhembus dan lolongan hewan penghuni hutan.
" Ya Tuhan, aku tersesat . Bagaimana ini bahkan sinyal Handphone pun hilang timbul? Kak Erlangga tolong aku ", gumam Yura dalam hati. Bahkan ia sudah capek minta pertolongan dari tadi.
Saat Yura bersandar di bawah pohon, dari arah kanan terdengar langkah kaki yang berjalan ke arahnya.
Dengan sigap, Yura pun berbalik.
" Siapa kau?"
__ADS_1
" Nona muda tenanglah, ini aku Ishi."
" Ah ... syukurlah, aku kira musuh atau orang lain yang bertindak jahat."
" Apa nona baik-baik saja?"
" Awalnya tidak, tapi setelah kau disini. Aku merasa sedikit aman."
" Syukurlah jika anda baik-baik saja, kami cukup kelimpungan mengikuti anda karena barisan kelompok anda tiba-tiba saling berlarian tak tentu arah."
" Iya, kami semua takut kalau ada hewan buas yang akan menyerang, apalagi ini malam."
" Apakah kau sendirian kesini?"
" Tadi aku bersama Kak Aditya yang bertugas mengikuti anda , tapi kami tadi berpencar karena ada jalan yang bercabang disana."
Saat Yura dan Ishi berjalan menuju ke arah masuk hutan, tiba-tiba dari arah depan ada 5 orang berbaju hitam dan bertopeng yang mencegat jalan mereka.
" Serahkan wanita itu, jika kau ingin selamat !"
" Siapa kalian? Jangan harap bisa membawa nona muda kami."
" Siapa kami, kamu tidak perlu tau yang jelas kami ditugaskan untuk menculik wanita itu ."
" Nona muda berlari lah ke arah sana, biarkan disini aku yang menangani , cepat!"
" Kau yakin bisa melawannya ?"
" Yakin nona muda, sekarang aku juga akan memberi kode pertolongan pada pengawal yang lain."
Ishi pun mengeluarkan sebuah peluit yang ia tiup dengan lantang, sehingga menggema di hutan.
Yura pun berlari menuju arah yang ia kira bisa selamat.
Sedangkan 5 orang yang berbaju dan bertopeng hitam tersebut, maju dan menghajar Ishi. Perkelahian sengit pun terjadi.
Saat Yura berlari , tak sengaja kakinya terpeleset kebawah sehingga tubuh Yura hilang keseimbangan dan ikut jatuh menggelinding ke arah kanan pinggiran hutan didekat sungai.
Melihat arus sungai yang deras. Yura berusaha menggapai ranting pohon yang sempat ia gapai sebelum jatuh ke sungai.
Karena ia tau, kalau ia tidak cepat menggapai ranting pohon, pasti ia akan ikut terseret oleh derasnya air sungai.
" Kak Erlangga tolong aku", teriak Yura.
Sementara itu, Erlangga yang mendapatkan kabar bahwa Yura menghilang dari para pengawalnya. Segera bersiap memasuki hutan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...