
Di mulainya acara perkemahan.
Sejak kemarin kondisi Yura berangsur membaik, awalnya ia tidak diperbolehkan oleh Erlangga untuk ikut berkemah. Tapi dengan segala rujuk rayu, akhirnya Yura pun ikut. Dan saat ini ia dan Erlangga sedang bersiap menyiapkan semua barang dan keperluan selama mereka ikut perkemahan.
" Yang apa semuanya sudah lengkap ?"
" Sudah Kak, tinggal ngambil beberapa stok obat jaga-jaga selama disana !"
" Ya sudah, kita sarapan dulu yuk dibawah !"
" Hmmm ..."
" Pagi nak, pagi juga menantu Bunda ."
" Selamat pagi Bun."
" Kamu yakin nak mau ikut perkemahan? Apa lebih baik kamu di rumah saja biar kondisimu pulih 100 % ?"
" Yakin Bunda."
" Yura baik-baik saja kok Bun, buktinya muka Yura nggak pucat kayak kemarin kan."
" Iya sih, tapi Bunda khawatir sama kamu sayang. Erlangga nanti disana kamu harus tetap jaga istrimu ya !"
" Tentu Bunda, ada aku disana jadi Bunda dan Daddy jangan khawatir ", jawab Erlangga.
" Berapa lama kalian disana?"
" Cuma 3 hari Bunda."
" Sudah-sudah sekarang kalian makan dulu", sela Daddy Alex.
Setelah sarapan pagi, Erlangga dan Yura pun berangkat ke sekolah masing-masing dengan diantar oleh sopir keluarga.
" Sayang, ingat ya jaga hati, jaga mata, dan jangan dekat dengan pria lain disana !"
" Iya Kak, dah ... aku keluar dulu sampai jumpa disana ."
" Hmmm."
" Yura, 2 hari lo nggak sekolah. Gue kira lo nggak jadi ikut bareng kita kemah. Lo yakin sudah sembuh ?" tanya Mila.
" Tentu, kalau gue masih sakit nggak mungkin kan gue maksa diri untuk ikut."
" Ya juga sih."
" Mana Diah, kok dia belum kelihatan ?"
" Dia lagi melihat bus, sekalian nyari tempat duduk buat kita."
" Ya sudah kita kesana juga yuk !"
" Perhatian bagi seluruh siswa dan siswi SMA Tunas Bangsa dimohonkan untuk berbaris di lapangan sekolah. Karena sebentar lagi kita akan berangkat menuju tempat perkemahan !" ucap Ketua OSIS.
Setelah siswa siswi SMA Tunas Bangsa di bagikan bus yang akan mereka gunakan. Mereka pun diharapkan naik ke bus masing-masing dengan rapi dan tertib.
Di dalam bus kelas X I IPA 2.
__ADS_1
Yura duduk di sebelah Mila dekat dengan jendela. Sedangkan Diah duduk dibelakang kursi mereka dengan teman sekelasnya.
Selama 2 jam perjalanan, akhirnya mereka semua tiba di lokasi perkemahan yang cukup besar dan luas. Hingga bisa menampung 3 sekolah yang berbeda.
Yura dan teman sekelasnya pun turun dari bus menuju tempat perkemahan, yang hanya berjarak 300 meter dari tempat parkir.
" Sejuk sekali ya Ra, udara disini bahkan baru turun saja sudah terasa dingin."
" Ya, Diah kamu benar. Sebenarnya berapa sekolah sih yang ikut kemah hari ini ?"
" Gue dengar sih ada 3 sekolah : SMA Trisakti, SMA Tunas Bangsa dan SMA Internasional."
" Pantesan ramai sekali."
Sedangkan Erlangga dan Hendra yang sejak tadi sudah sampai di lokasi perkemahan dengan sekolah mereka. Menunggu Yura dan Diah yang tak kunjung tiba.
" Lo yakin bro, mereka sudah sampai disini ?"
" Yakinlah, nih lo lihat saja gue masih balas chat dengan istri."
" Tapi kok mereka belum kelihatan, sampai sipit mata gue nyariin mereka di kerumunan orang banyak begini", keluh Hendra.
" Sabar aja kali, gue sudah bilang sama Yura, dimana mereka bisa bertemu kita."
Akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul juga.
" Yang kamu kok lama sekali?"
" Asal kamu tau, kita dari tadi berjalan saat turun dari bus, ya sempat antri di depan kan kamu tau bukan hanya sekolah kita yang ikut kemah disini."
" Hampir saja aku, kayak kanebo kering nunggu kamu lama banget sampainya, mau aku jemput kamu tapi handphone mu nggak aktif dari tadi !"
Melihat tampang Hendra yang sudah kisut dan suntuk, Diah pun memeluk sang kekasih.
Sedangkan hal yang sama juga dilakukan oleh Erlangga dan Yura.
" Apa kondisimu baik yang?" tanya Erlangga sambil mengusap keringat yang ada di dahi Yura.
" Baik Kak, baru saja jalan segitu keringatku sudah mengucur deras begini."
" Namanya aja kamu baru sembuh yang, jadi perlu membiasakan diri."
Perhatian - perhatian kepada para siswa dan siswi dari SMA Trisakti, SMA Tunas Bangsa dan SMA Internasional diharapkan berkumpul di posko sekolahnya masing-masing. Sekian pengumuman ini.
" Eh kita dipanggil kesana, sampai ketemu lagi yang."
" Nanti aku kesana Ra."
" Aku tunggu kamu Kak."
Yura dan Diah berpisah jalan dengan Erlangga dan Hendra karena pembagian lokasi kemah sekolah mereka berbeda sudut.
" Yura, Diah hai tunggu gue", teriak Mila dari belakang.
" Ngapain sih lo lari Mila, santai saja ."
" Gue takut kesasar, habisnya ditinggal Kak Malik kesana kumpul sama kelasnya."
__ADS_1
" Yuk kita jalan ke kelas kita, lo dengar kan ketua kelas lagi membagikan tenda untuk kita tempati !"
Setelah mereka mendapatkan tenda. Yura beserta temannya segera saja mendirikan tenda mereka yang posisinya saling melingkar dengan tenda milik teman sekelas mereka.
" Tas lo dimana Mila? Bawa kesini biar gue tata di dalam !"
" Nih ... makasih ya."
" Sama-sama "
" Ah ... akhirnya selesai juga, tapi kita harus kesana ngambil kayu bakar biar nanti malam kita nggak akan kedinginan, karena ada api unggun."
" Biar aku saja kesana, kalian siapkan dulu peralatan yang kita butuhkan untuk buat air hangat !"
" Baiklah Ra, lo yakin berani sendiri kesana apa perlu gue ikut?"
" Kenapa tidak ini masih siang bolong kok, mana ada yang mau menculik gue. Lo disini saja Diah bantuin Mila "
" Ya sudah deh, kalau begitu. Hati-hati."
Saat Yura sedang mengambil kayu bakar, terlihat gerombolan anak laki-laki dari sekolah SMA Internasional yang juga ingin mengambil kayu bakar.
" Hai cantik, boleh kita kenalan nggak?"
Belum juga Yura menjawab, tangan lelaki yang ingin berkenalan dengan Yura dijabat oleh Erlangga.
" Kenalin gue pacarnya ", jawab Erlangga dengan mengeratkan genggaman tangan mereka. Sehingga lelaki tersebut sedikit menahan sakit.
" Maaf gue kira, wanita ini belum ada yang punya. Kalau begitu kami pergi dulu."
" Sayang."
" Ikut aku !"
" Mau kemana? Aku harus membawa kayu bakar ini ke tenda !"
" Ke tendaku sebentar, kamu tenang saja aku sudah nyuruh Hendra untuk bawa ini ke tenda kalian."
Mau tak mau Yura pun mengikuti Erlangga. Saat mereka berdua berjalan bersama. Hal tersebut dilihat oleh Robby yang hendak pergi ke kamar mandi.
Deg.
" Kenapa rasa ini muncul lagi ? Sudahlah lebih baik aku menjaga jarak dengan mereka . Semangat Rob kamu pasti bisa melupakan Yura."
Sedangkan Yura yang tangannya digenggam oleh Erlangga, merasa malu dilihat oleh orang banyak sepanjang jalan yang mereka lewati.
" Kak, aku risih dilihatin sama mereka."
" Kau tak perlu menanggapi mereka, sebentar lagi kita akan sampai di tenda."
Sesampainya di tenda Erlangga. Yura pun disuruh masuk ke dalam dan tak lupa Erlangga menutup tendanya kembali.
" Sayang ke- kenapa kau memelukku ?"
" Kau lupa diluar udaranya sangat dingin, kenapa kau keluar tanpa menggunakan jaket mu sayang? Hingga lekuk tubuhmu yang memakai baju kaos ini membuat mereka terpesona. Untung tadi aku datang dan mengikuti mu dari belakang. Jika tidak mereka pasti dengan seenaknya menyentuhmu."
" Maafkan aku Kak."
__ADS_1
" Jadi, hukuman apa yang pantas buat istriku yang sudah melanggar ini hmmm ..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...