Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 106


__ADS_3

Kini kedua putra kembar Yura dan Erlangga sudah mulai masuk sekolah taman kanak-kanak.


" Mommy, nanti pulang sekolah kami ingin Daddy yang menjemput !"


" Iya sayang, nanti pasti Daddy yang akan menjemput kalian, sekarang sekolah diantar mommy dulu ya nak?"


" Oke mom."


Hari ini jadwal operasi yang Erlangga tangani baru saja selesai sejak subuh tadi.


Erlangga Bramasta sudah menjadi seorang residen yang kini membantu dokter spesialis bedah utama.


" Pagi dok", sapa perawat yang berjaga di konter perawat rawat inap.


" Pagi sus, berapa pasien yang harus saya visite pagi ini?"


" Ini dok, daftar nama pasiennya !"


" Baiklah mari kita mulai !"


Satu rumah sakit sudah tau bahwa, Erlangga sudah punya istri bahkan anak. Tapi namanya fans pasti ada saja yang masih mengharapkan jika kelak ia bisa bersama dr. Erlangga. Atau sekedar bisa berjalan bersama seperti mendampingi dokter visite ke ruangan pasien. Sangat membuat hati para perawat bahkan pasiennya merasa senang.


Setelah tiba disekolah TK si kembar Kenzo dan Kenzie. Kini Yura mengantarkan putranya ke dalam sekolah yang telah disambut oleh guru wali mereka.


" Kalian ingat kata mommy kan, belajar yang rajin, bertemanlah dengan baik, turuti nasehat guru kalian, mommy pergi dulu ya ... dah."


" Dah ... dadah mommy."


Sebelum Yura memasuki mobilnya, ia sudah menyuruh 6 bodyguard menjaga putra kembarnya di sekolah.


" Jangan sampai kalian lengah, jaga tempat ini dengan aman !"


" Baik nyonya muda."


Saat Yura tiba di rumah sakit. Ia langsung menuju UGD , dimana ia bertugas menjadi dokter umum. Pagi sampai siang pasien yang datang ke UGD, lumayan banyak, sampai kegaduhan di UGD pun terdengar karena ada 1 pasien kecelakaan lalu lintas yang datang dengan kondisi yang sangat parah.


" Cepat bersihkan luka pasien, periksa organ vitalnya !" titah Yura kepada perawat dan dokter umum lain disana.


" Dok, kita harus melakukan Rontgen dan CT scan !"


" Iya, lakukan semuanya jangan lupa ambil sampel darah !"


Namun luka yang dialami pasien cukup parah sehingga perlu dilakukan operasi.


" Apa wali pasien sudah sampai?"


" Maaf dok, kami dari petugas kepolisian, di tempat kejadian pasien tidak membawa kartu identitas sama sekali."


" Baiklah kalau begitu, dari ijin semua pihak untuk menyelamatkan nyawa pasien, saya harap bapak bisa menandatangani, surat persetujuan ini!"


" Baik dok!"


" Sus, kabari unit dokter bedah kita perlu saran beliau, juga dari dokter spesialis tulang serta dokter anastesi !"

__ADS_1


" Kita observasi pasiennya dulu, sebelum membawanya ke ruang operasi !"


Ternyata dari unit dokter spesialis bedah yang datang ke UGD, adalah Erlangga. Kemudian disusul oleh kedua dokter dari unit bersangkutan. Akhirnya pasien tersebut di operasi.


Dua jam berselang, kini Erlangga dan tim medis lainnya sudah keluar dari ruang operasi, dan pasien tersebut pun bisa ditangani.


Sementara itu Yura menunggu kedatangan suaminya, untuk langsung bisa menjemput putra kembar mereka.


" Sayang maaf kau menunggu lama?"


" Gapapa yang, lagipula tadi pagi aku sudah bilang pada anak-anak, jika kau akan menjemput mereka."


" Ya sudah kalau begitu, aku mandi dan ganti baju dulu, kita akan menjemput mereka setelahnya !"


Sementara itu, di Sekolah TK si kembar.


" Kak Kenzo, kok mommy sama Daddy lama jemput kita?"


" Bersabarlah Kenzie, mungkin mereka terjebak macet di jalan !"


" Tuan muda kecil, apa kalian butuh sesuatu?"


" Tolong belikan kami makanan di sebelah sana, paman pengawal?"


" Baiklah, paman akan kesana. Kalian duduk dulu disini dengan paman yang lainnya!"


" Iya."


Kemudian dari arah kelas mereka, datanglah Miko yang berbadan gempal yang telah dijemput oleh orang tuanya. Menghampiri dimana Kenzo dan Kenzie duduk.


" Orang tua kami lagi dijalan tau ..."


" Benarkah, jika benar mereka akan datang, aku akan mempertaruhkan robot terbaru milikku ! Dan jika aku menang, kalian harus memberikan mainan terbaru milik kalian kepada ku, apa kalian sanggup?"


" Kenapa tidak ? Kami akan buktikan jika orang tua kami akan menjemput !"


" Miko kenapa lama disana ?" teriak si mami.


" Ini mi, teman Miko lagi nunggu orang tuanya, Miko ajak saja mereka taruhan ."


" Oh begitu, mami mau lihat siapa sih orang tua mereka. Sepertinya kamu tidak suka sama mereka ya."


" Tentu saja mi, aku nggak suka sama mereka, apalagi di kelas semua berpihak sama mereka."


" Kalau begitu, buatlah mereka tidak betah disekolah ini nak?"


" Caranya mi?"


Mami Miko pun berbisik ke telinga anaknya.


" Ok mi, pasti akan aku buat mereka keluar dari sekolah ini."


15 menit kemudian, akhirnya Yura dan Erlangga tiba di sekolah anak mereka.

__ADS_1


" Maafkan mommy sayang, kami telat menjemput kalian."


" Gapapa mom, ada paman pengawal yang menemani kami."


" Sebagai permintaan maaf, apa yang kalian inginkan dari Daddy nak ?"


Kenzie pun, menyuruh Daddynya menunduk dan membisikkan apa yang ia mau.


Erlangga pun tersenyum dan menyanggupi permintaan putranya.


" Sayang kenapa kalian berdua sampai berbisik seperti itu, apa aku tidak boleh tau?"


" Kali ini mommy tidak boleh mencampuri urusan para lelaki mom", sahut Kenzo.


" Bagus ya kalian Daddy dan anak kompak sekali."


Mengingat taruhan yang mereka dan temannya lakukan. Tentu saja Kenzo dan Kenzie berbalik ke arah Miko. Dan menagih hadiah karena mereka yang menang.


" Jadi, kemari kan hadiah yang kamu janjikan pada kami !"


Miko pun dengan emosi dan kesal, akhirnya memberikan robot mainan yang ia taruh di dalam ranselnya.


" Ini robotnya", serah Miko kepada si kembar.


Yura dan Erlangga pun melihat bagaimana putra kembar mereka mendapatkan mainan dari temannya.


" Sayang, sepertinya ada suatu hal yang kita tidak tau?"


" Kau benar yang, biar aku dan anak kita yang akan mengurusnya."


" Baiklah ."


Miko yang gagal taruhan pun, berlari ke arah mami dan papinya berada.


" Ayo pulang ! Nanti kau bisa membalas mereka !"


Sedangkan di kembar, setelah mendapatkan robot tersebut, langsung mengikuti kedua orang tua mereka memasuki mobil, yang akan mengantarkan mereka untuk pulang.


" Jadi, apa kalian berdua akan merahasiakan ini kepada mommy?"


" Tidak mommy, robot ini adalah taruhan dari Miko, dia selalu mengejek kami dan mengajak kami bertengkar di kelas, apalagi tadi kami sedang menunggu mom dan dad untuk menjemput ke sekolah", jelas Kenzie.


" Sudah gapapa, tindakan kalian sudah benar, pokoknya mommy dukung 100 persen, jika dia macam-macam lagi, langsung jatuhkan dan kalahkan dia nak."


" Baik mommy."


" Kalau kalian kesulitan ada paman pengawal yang akan membantu, ok !"


Kenzie dan Kenzo pun mengangguk mengerti.


Erlangga yang mendengarnya pun tertawa melihat tingkah 2 jagoannya.


" Nanti di rumah, ingat ya kalian haru latihan apalagi ada musuh yang mencoba menyerang kalian !"

__ADS_1


" Siap Daddy."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2