Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 34


__ADS_3

" Selamat datang Tuan Alex, maaf kalau saya mendadak memajukan pertemuan kita ", ucap Ayah Agni.


" Tidak masalah Tuan Irfan, mumpung saya ada acara di dekat sini !"


" Mari kita mulai saja agenda pertemuan ini !"


" Silahkan."


Dua pengusaha yang sedang fokus membahas tentang kerja sama pun, masih saling terlibat diskusi yang alot hingga para asisten mereka juga, dengan cepat mencatat berbagai poin kerja sama yang telah 2 perusahaan tersebut setujui.


" Terima kasih atas waktunya Tuan, silahkan menikmati hidangan yang telah disajikan !"


" Mari, anda dan asisten anda silahkan menikmatinya juga ."


Setelah agenda pertemuan itu selesai, Daddy Alex segera meninggalkan tempat pertemuan tersebut, sedangkan Ayah Irfan masih duduk sambil berdiskusi dengan asistennya.


" Ada laporan apa hari ini?" tanya Ayah Irfan dengan cepat.


" Hasil uji racun yang tadi anda kirim, sudah keluar Tuan , anda bisa melihatnya di laptop !"


" Istri kurang ajar ! berani beraninya dia melakukan hal keji padaku, hanya untuk mendapatkan harta warisan yang aku punya ! Sekarang bahkan dia dengan liciknya memakai racun arsenik !" geram Ayah Irfan.


" Tuan , 2 hari yang lalu saya dapat laporan dari anak buah kita di Jepang, ternyata istri pertama anda, Nyonya Sisil sudah meninggal, info yang terbaru anak yang beliau lahir kan berjenis kelamin laki-laki, anak tersebut 17 tahun lalu sudah diadopsi oleh seorang pengusaha asal Indonesia ! Hanya itu yang dapat saya laporkan tuan."


" Riko, selama 20 tahun hidupku tidak tenang terpuruk dalam penyesalan, hari ini baru aku dapat informasi tapi kenapa ia meninggalkan ku tanpa pesan sedikit pun bahkan dimana anak ku sekarang? Apa dia hidup dengan baik?" tanya Ayah Irfan sambil meneteskan air mata.


" Bersabarlah tuan, kami masih berusaha mencari informasi lanjutan di Jepang tentang kematian Nyonya dan juga alamat tuan muda yang diadopsi oleh orang tua angkatnya."


" Selain itu apa ada laporan lainnya?"


" Ada tuan, ini bukti cctv dari perselingkuhan nyonya Bella di belakang anda, kami juga sudah menyogok pria selingkuhannya agar membantu kita."


" Kerja bagus, setelah semua lengkap ! Aku akan memberi pelajaran pada wanita licik itu tanpa ampun !"


Sementara itu, dalam mobil yang ditumpangi Daddy Alex dan asistennya.


" Tuan, apa anda yakin melakukan kerja sama dengan Tuan Irfan?"


" Ya, tidak ada salahnya memberi sedikit suntikan bagi perusahaan yang akan kolaps, jika dia tidak bertindak cepat sebelum istri keduanya menguasai hartanya sendiri."


" Maksud anda dengan istri kedua? Bukannya Nyonya Bella itu istri pertama nya?"


" Bukan, istri pertamanya itu dia adalah Sisil, dia adalah keponakan bibiku yang hilang diculik sejak kecil, tapi sayangnya, keluarga bibiku hanya bisa bertemu saat ia sedang mengandung dan terlunta di Jepang tanpa uang sepeserpun !"


" Terus sekarang, bagaimana dengan nyonya Sisil tuan?"


" Setelah melahirkan seorang putra, ia yang sedang bermain di taman dengan putranya, ditabrak di jalan saat sedang menyeberang menuju mobil jemputannya."


" Ya ampun Tuhan, tragis sekali !"


" Putra beliau dan Nyonya Sisil apa bisa diselamatkan?"


" Sisil meninggal setelah dirawat sekitar 1 Minggu, dan putranya hilang di ruang rawat inapnya sendiri !"


" Siapa pelakunya, ini tindak kejahatan yang sudah terencana dengan apik dan mampu menghilangkan bukti ."


" Kau benar dan mungkin ini juga ada kaitannya dengan kecelakaan yang aku alami beserta keluargaku di Singapura."


" Tuan." panggil sopir di depan.


" Ya ada apa Pak Hilman?"

__ADS_1


" Apa sekarang kita akan menjemput Nyonya?"


" Iya, kita ke bakery sekarang pak!"


" Siap Tuan."


Sementara itu di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung.


" Kak, bagaimana dengan acara kelulusanku?" tanya istri Rangga.


" Kapan acaranya?"


" Besok kak, apa kakak bisa hadir?"


" Tentu aku akan hadir, bagaimana pun kau sudah menjadi istriku, itu artinya sekarang kau adalah tanggung jawabku."


" Iya kak, urusan di rumah sakit sudah beres, mari kita pulang !" ajak Rangga.


Setibanya di kosan Rangga.


" Kak, kamu mau makan apa, biar aku siapkan."


" Masak saja yang ada di kulkas!"


" Baiklah, kalau begitu aku akan ke dapur untuk memasak."


" Hmmm ..."


Malam pun tiba, Rangga dan istrinya sedang makan bersama di ruang tamu kosannya.


" Kirana , apa keperluan kamu untuk besok sudah siap semua?"


" Sudah kak."


" Jam 10.00 pagi kak, di Aula Sekolah."


" Mungkin setelah kakak habis PKL, akan kesana !"


" Apa tidak menggangu jadwal PKL Kak Rangga?"


" Tidak, lagi pula aku sudah minta ijin sama dosen dan atasan di perusahaan tempat aku PKL."


" Besok pagi akan ada orang yang mengantar baju barumu kesini !" ujar Rangga.


" Iya ."


Setelah mereka selesai makan malam, Rangga dan Kirana pun masuk ke dalam kamarnya masing-masing.


Dimana sejak Rangga PKL di Bandung dia dan teman yang satu jurusan di kampus , mereka semua ada yang mengontrak kos-kosan ada pula yang rela bolak balik karena ada beberapa temannya yang asli dari sana, sehingga mereka tinggal tidak bersama.


" Tuhan semoga besok acara kelulusanku berjalan dengan lancar, jadi deg-degan menunggu besok", gumam Kinara dalam hati.


" Aku harus bisa menjaga dan melindunginya mulai sekarang, Hah ... sekarang aku sudah menjadi seorang suami ! Apa aku bisa mencintainya ?" ujar Rangga sambil menatap langit-langit kamar.


Pagi pun menyingsing, Kinara seperti biasa dia sejak subuh melaksanakan pekerjaan rumah seperti ibu rumah tangga pada umunya. Karena ia sadar, dia tidak hidup sendiri tapi ia sudah menjadi seorang Istri dari Rangga Pradipta.


Maka dari bangun tidur hingga menyiapkan makanan sudah sedikit demi sedikit ia lakukan. Walaupun terkadang sikap Rangga pada istrinya sangat dingin, cuek bahkan kalau berbicara saja iritnya minta ampun, kecuali Rangga sendiri yang memulai duluan.


" Terima kasih atas makanannya, aku pergi dulu !" ucap Rangga sambil mengambil tas ranselnya.


" Kak tunggu dulu, ini aku buatkan bekal siapa tau kakak lapar disana !"

__ADS_1


" Hmmm ... baiklah, letakkan saja di tas jinjing nanti aku bawa, sekarang aku mau menyalakan moto dulu di depan ! Kinara jangan lupa kamu pakai baju baru yang sudah kakak pesankan !"


" Iya kak."


40 menit berlalu, Rangga yang sejak tadi sudah berangkat PKL, sedangkan dari luar kosannya terlihat kurir yang membawa paper bag.


Ting tong ting tong.


" Permisi, apa ada orang di dalam?"


" Sebentar", teriak Kinara dari dalam kamarnya.


Ceklek ...


" Dengan nona Kinara?"


" Iya saya sendiri."


" Ini pesanan milik anda nona, mohon ditanda tangani sebelum menerima barangnya !"


" Iya, terima kasih pak."


Setelah kurir tadi pergi, Kinara langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung membuka isi paper bag tersebut.


" Wah ... bagus sekali bajunya, ada dress nya juga !" ucap Kinara penuh decak kagum.


Mengingat jam sudah menunjukan pukul 09.00 pagi, itu tandanya acara kelulusan akan dimulai 1 jam lagi yaitu jam 10.00.


" Masih ada waktu, lebih baik aku langsung memakainya dan berdandan sebentar."


Tidak akan ada yang menyangka, bahwa Kinara yang hanya siswi SMA , apalagi dalam kesehariannya hanya memakai baju biasa, terlihat sederhana namun hari ini , ia tampil memukau sejak tiba di sekolah.


Banyak teman sebaya bahkan adik kelas yang memuji bahkan berdecak kagum melihatnya.


Kinara yang sudah masuk ke dalam Aula sekolah, ia pun mencari tempat duduk sesuai dengan urutan di kelasnya.


" Ki ... Kinara bukan?" tanya seorang siswi yang duduk tepat dibelakang Kinara.


Mendengar ada orang yang memanggil dari belakang , Kinara pun menoleh ke belakang.


" Nia ... Ah sudah lama kita tidak bertemu !"


" Gila lo ya ! Penampilan lo hari ini sungguh membuat gue pangling saking bedanya, gue saja tadi berpikir ini Kinara teman gue apa bukan sih?"


" Dasar lo ya, apanya yang berbeda coba ?"


" Hey ... mata gue belum rabun, penglihatan gue juga masih normal. Satu bulan kita tidak bertemu kok lo semakin beda Nara?"


" Perasaan lo saja kali Nia, gue masih Kinara yang dulu."


" Ngomong-ngomong ayah lo dimana? Apa beliau sudah datang kesini?"


Pertanyaan yang dilontarkan oleh Nia, kembali membuka cerita menyakitkan dalam hidup Kinara, yaitu kehilangan ayah tercinta. Sehingga raut muka Kinara berubah pias dan sendu.


" Ada apa Nara? Lo bisa cerita sama gue?"


" Nanti gue akan cerita sama lo Nia, kita ikuti dulu acara kelulusan yang sebentar lagi dimulai !"


" Baiklah."


Rangga yang sejak tadi terus melihat jam tangannya, kemudian berlari ke arah parkiran motor karena ingin segera bisa sampai ke sekolah Kinara. Untuk menghadiri acara kelulusan istrinya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2