
" Om Bisma, apa perjalanannya masih jauh?" tanya Yura.
" Masih 1 jam lagi, apa kalian capek?"
" Iya Daddy kami sudah lapar maksimal !" ujar Diah.
" Baiklah kalian bersabar dulu, tinggal lagi 500 meter kita akan sampai di rest area jalan tol."
Setibanya di rest area, mereka semua segera menuju stan makanan dan minuman, serta memilih tempat dimana kiranya mereka bisa duduk.
" Daddy, mending kita di situ saja duduk ! Daripada kita tidak dapat tempat, sepertinya hari ini banyak sekali orang yang akan liburan." ajak Diah.
" Kalian mau makan atau minum apa? Biar sekalian gue yang pesankan bersama Bunda !"
" Gue apa aja boleh Diah, asalkan perut gue kenyang dan terisi full !"
" Iya, gue samain aja sama pesanannya Yura."
" Ayo Bunda, Daddy pesan apa?"
" Sudah Daddy kasih tau bundamu nak !"
"Baiklah kalau begitu, aku dan Bunda kesana dulu !"
" Bagaimana kabar orang tua kalian?" tanya Daddy Bisma kepada Yura dan Mila.
" Mereka semua baik Om."
" Syukurlah, sudah lama kami tidak bertemu ! Terakhir kan pas acara ulang tahunnya Mila."
" Iya Om, entar kalau ada acara lagi pasti Om sama orang tua kami bisa bertemu ", jelas Mila.
" Om pasti akan menunggu saat itu datang."
" Oh iya Om, Yura mau tanya. Nenek Diah yang di Bandung, apa beliau disana sendirian tinggalnya?"
" Tidak, di Bandung Ibu mertua Om itu tinggal bersama adik laki-laki dari Bunda Esti yang bernama Om Agam. Beliau juga punya anak perempuan namanya Indah, ia baru kelas X SMA, lebih kecil 1 tahun umurnya dari Diah."
" Pasti sangat menyenangkan hidup di dekat perkebunan", ucap Yura.
Diah dan Bunda Esti pun datang membawa nampan yang banyak berisi makanan dan minuman.
" Kalian bertiga lagi ngobrol tentang apa sih, serius banget?" tanya Bunda Esti.
" Ini yang mereka ingin dengar cerita tentang Ibu mertua."
" Yang sabar ya kalian semua, ceritanya dilanjut entar kalau sudah tiba di rumah nenek. Sekarang kalian makan dulu!"
" Baik Tante."
3 jam perjalanan pun berlalu, akhirnya pada pukul 13.00 siang mereka sampai di rumah neneknya Diah.
" Akhirnya kita sampai, ayo kita turun", ajak Diah.
__ADS_1
" Wah disini udaranya sejuk ya, adem lagi mungkin karena letak rumah penduduk jauh dari kota, terlihat asri dan rindang."
" Kau benar Yura, disini kalau berkebun itu menjadi mata uang masyarakat disini, dan hampir 80% masyarakat disini, menjadi petani lokal yang membudidayakan varietas unggulan. Tidak jarang bahkan hasil dari perkebunan bisa di ekspor ke luar negeri ", jelas Diah.
" Anak-anak mari kita masuk ke dalam", ajak Bunda Esti.
" Nenek aku pulang!" teriak Diah yang memeluk Nenek Hilda.
" Hampir setahun tidak bertemu, kamu semakin Tinggi Diah."
"Ah nenek bisa saja !"
" Loh Bu kok rumah sepi, dimana yang lain?"
"Adikmu sama keluarganya lagi ke Semarang, ada undangan dari teman kantornya."
" Nek kenalkan temannya Diah, yang ini namanya Yura dan yang sebelahnya bernama Mila."
" Salam kenal nek, kami berdua temannya Diah di SMA Tunas Bangsa."
" Salam kenal juga ya, nama nenek Hilda, untuk kamar kalian semua sudah nenek siapkan di lantai 2, lebih baik sekarang kalian ke kamar dulu sambil menaruh semua barang bawaan. Bik Iyem, tolong antarkan teman cucu saya ke atas !"
" Baik Nyonya Besar, silahkan nona ikuti saya ke atas !"
" Kalau begitu Diah, juga akan ikut mengantar Yura dan Mila ke atas nek."
" Ya sudah kalian pasti lelah, setelah perjalanan jauh ke Bandung. Istirahatlah dulu ! nanti nenek tunggu saat tiba makan malam.
Mereka pun menuju kamar masing-masing yang terletak di lantai 2. Disana Diah, Yura dan Mila tidur dalam 1 kamar yang cukup luas, dengan beranda kamar yang menghadap ke hamparan perkebunan. Sedangkan Daddy Bisma dan istrinya menuju ke kamar Bunda Esti dulu sebelum menikah.
" Oke "
Setelah membereskan semua barang bawaannya, dan sudah selesai mandi secara bergiliran. Mereka bertiga pun berada di beranda kamar sambil minum teh dan cemilan ringan, duduk bertiga menghadap ke depan melihat hamparan perkebunan buah.
" Terlihat dari atas sini aja sudah bikin tangan gue gatal ingin metik langsung" ,ucap Mila.
" Asyik ya kalau jadi lo Diah bisa kapan saja kesini."
" Gue sih kesini tidak tiap hari, tapi sejak gue kecil gue pernah tinggal selama 5 tahun disini, sebelum Daddy gue dipindah tugaskan ke Jakarta."
" Yura bukannya keluarga lo juga punya banyak perkebunan ya?" tanya Diah.
" Ada tapi letaknya cukup jauh, beberapa tersebar di Pulau Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan di Surabaya serta Jogyakarta."
Kring ... Kring.
" Permisi sebentar ya, gue mau terima telpon dari Kak Erlangga."
" Iya kak, 4 jam lalu baru sampai disini. Iya jangan khawatir entar kita sambung di chat lagi, love you."
" Love you too ", ucap Erlangga diseberang telepon.
Klik.
__ADS_1
Tak berselang lama terdengar ketokan pintu dari luar kamar yang ditempati Diah, Yura dan Mila.
" Nona, kalian dipanggil ke bawah untuk makan malam !" ucap Bik Iyem.
" Iya bik, kami akan segera kesana !" jawab Diah.
" Ayo teman-teman kita makan malam dulu !"
Sesampainya mereka di meja makan, bertepatan dengan datangnya Om Agam dan keluarga kecilnya yang baru tiba dari Semarang.
" Bu aku pulang !" ucap Om Agam dari pintu masuk rumah.
" Selamat datang di rumah nak."
" Kok rumah ramai sekali Bu?"
" Apa kamu lupa hari ini keluarga kakakmu dan teman keponakanmu akan kesini?"
" Maaf Bu aku lupa."
" Nenek apa kak Diah bawa banyak teman kesini?" tanya Indah.
" Tentu saja, mereka sedang makan malam, kalian bergabunglah bersama kami di ruang makan!"
" Baik Bu, tapi kami ke atas dulu sebentar lalu akan menyusul ibu ke ruang makan."
" Apa Agam sudah pulang Bu?"
" Sudah nak, mereka sudah pulang nanti akan menyusul kita makan. Ayo silahkan dimakan ! nenek masak banyak lo hari ini ada makanan khas Bandung. Ada nasi tutug oncom, terus ini ada mie kocok khas Bandung dan makanan lainnya ", jelas nenek Hilda.
" Iya nek ", jawab Yura dan Mila serempak.
Saat sedang menyantap makanannya. Keluarga kecil Om Agam pun ikut bergabung, dan tidak lupa Yura dan Mila saling berkenalan.
" Bagaimana rasa masakan nenek, apa enak?"
" Nenek memang top , rasanya masih sama tidak ada berubah!" seru Diah.
" Iya nek masakan nenek sangat enak", tambah Yura.
" Habiskan ya!"
Acara makan pun selesai, mereka lalu bersantai di ruang tamu sambil menonton tv dan mengobrol.
" Kak Diah besok jangan lupakan aku, kalian jadi kan ke La Frasa Farm ?" tanya Indah.
" Tentu saja Indah."
" Oh iya Indah, besok selain kita kesana apa kamu punya tempat lain di Bandung yang sering dikunjungi wisatawan?" tanya Yura.
" Tentu saja kak, ada banyak destinasi disini, pokoknya selama 1 Minggu ke depan aku akan menjadi tour guide buat kalian, ia kan Kak Diah?"
" Benar Ra, kami akan memandu kalian selama liburan di Bandung."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...