
" Huh ... huh, akhirnya sampai juga disini ", ujar Rangga sambil berlari menuju aula.
Ketika nama Kinara disebut oleh Bapak Kepala Sekolah karena ia mendapatkan nilai tertinggi pada Ujian Nasional. Kinara pun bangkit dari tempat duduknya, saat ia berdiri alangkah terkejutnya saat arah pandangannya melihat kepada Rangga yang baru masuk ke aula.
Deg ... Deg.
Mata Rangga dan Kinara pun saling bertemu.
" Baik Pak, permisi !" ucap Erlangga yang pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah.
" Bagaimana kelanjutannya bro tentang masalah si Agni?" tanya Hendra.
" Katanya sih pagi ini ia dan kedua orang tuanya hadir di sekolah, biarkanlah toh juga kita akan diinfokan kembali sama Bapak Kepala Sekolah."
" Lo benar, ayo kita ke kantin ! menerima ceramah Pak Gatot membuat gue ngantuk melulu dikelas !"
" Bukan ke kantin, seharusnya kalau lo mengantuk ke toilet dulu cuci mata, nah habis itu baru deh ke kanti."
" Hehehe."
Sementara itu di SMA Tunas Bangsa.
" Apa laporan kepada Tuan Muda sudah selesai Aditya ?" tanya Ishi.
" Sudah, sepertinya pergerakan orang ini ceroboh ! Entah dia berniat mencelakai nona? Atau yang mengincar nona muda lebih dari 1 orang?"
" Gue juga berpikir seperti itu, kalau kita diserang di keramaian para siswa siswi ini, susah sekali hanya menyelamatkan nona muda saja! Bahkan mereka bisa mengganti taktik dengan mengorbankan seluruh orang yang ada di sekolah ini."
" Kau benar, lebih baik kita bicarakan hal ini lebih lanjut dengan tuan muda!"
" Ya"
" Tinggal sebulan lagi para kelas XII mereka semua akan menghadapi ujian nasional, hah ... kalau mereka lulus gue nggak bisa ketemu sama Kak Malik", keluh Mila.
" Seharusnya lo memberi semangat padanya Mila ."
"Hum ... Hum ", ucap Diah sambil memakan roti isi.
" Ya elah ini cewek satu, hati-hati makannya Diah biar lo gak tersedak", ucap Mila sambil mengelus punggung Diah.
" Habis ini enak sih, apa kalian mau mencoba? gue beli banyak tadi !"
" Boleh, lihat lo makan begini gue jadi ikut lapar lagi ", ucap Yura.
" Dasar perut karet!"
"Makan mu banyak Diah, tapi tetap saja body kayak gitar Spanyol pokoknya mantap abis."
"Itu namanya berkat dari Tuhan."
"Hahaha ..." mereka pun tertawa bersama.
" Yura, apa lo dapat berita dari Kak Erlangga tentang yang membuat Panji hingga masuk ke rumah sakit itu, pelakunya adalah Agni?" tanya Diah.
" Iya besok setelah kejadian, gue dikasih tau sama Kak Erlangga."
__ADS_1
" Dasar nenek sihir itu memang ! Suka sekali mencari masalah apalagi gue lihat dari gelagatnya, kayaknya dia suka sama Kak Erlangga !" imbuh Diah.
" Asal kalian tau ya, ingat kan pas kita ke butik mencari dress buat Mila ! Gue dari sana merasa aneh dengan Agni itu, tapi awalnya gue nggak nyangka dia juga suka sama Kak Erlangga !"
" Saran gue ya Ra, lo harus bisa jaga diri dan pertahankan apa yang memang menjadi milik lo."
" Gue sangat setuju, semasih ada kita, gue akan bantu lo biar perlu kita labrak aja tuh cewek ke sekolah !"
" Tenang saja kalian, gue gak akan menyerah dengan orang macam dia, yang suka pakai jalan pintas dengan berbuat curang dan jahat hanya demi keinginannya."
Tet ... Tet. Bel sekolahpun berbunyi. Para siswa dan siswi pun kembali ke kelasnya masing-masing.
Yura yang sedang berpisah di jalan dengan Mila dan Diah, dihampiri oleh dua orang pengawalnya.
" Nona muda", teriak Ishi.
" Kau sudah lupa, apa yang aku bilang kemarin ?jangan memanggilku nona muda tapi Yura saja !"
" Hehehe, maafkan aku Yura masih belum terbiasa."
" Makanya tolong dibiasakan nya buat kalian berdua !"
" Hari ini kamu pulang bersama kami, karena Tuan Muda Erlangga tidak bisa menjemput ", ujar Aditya.
" Apa ada masalah kak?"
" Tidak ada, tapi tadi saya di telepon tuan muda bilang ada rapat di perusahaan."
" Oke, tapi sebelum pulang kita mampir dulu ke Festival ya?"
" Sebaiknya kamu, kabari tuan muda dulu, takutnya dia khawatir !" saran Ishi.
" Ada apa yang", jawab Erlangga di seberang telepon.
" Kak, aku mau ijin ke Festival habis pulang sekolah, janji gak lama hanya sebentar saja, plis !"
" Ya sudah, aku ijinkan ! Tapi kamu kesana tetap harus dikawal, mengerti sayang!"
" Iya"
Tut ...
"Kalian sudah dengar bukan, ini. Sudah aku dapatkan. Let's go to Festival !" ajak Yura kepada Aditya dan Ishi.
Di perjalanan menuju festival, terlihat dari spion mobil ada 1 mobil di belakang mobil yang ditumpangi Yura. Mobil tersebut sudah sejak keluar dari area sekolah sudah mengikuti mereka. Dan itu sudah dilihat dari tadi oleh Aditya yang mengemudi.
" Yura, Ishi apa kalian sudah memakai seatbelt ?"
" Tentu saja, ada apa kak? Mukamu serius sekali."
" Nona saya harap anda jangan panik, rileks saja ! Anggap kita hari ini akan balap mobil."
"Apa ... " teriak Yura.
"Baiklah kita mulai, kalian berpeganglah !"
__ADS_1
Mobil yang membawa Yura, melaju dengan kencang didepan. Sedangkan mobil hitam yang dari tadi mengikuti mereka juga terus mengejarnya. Hingga saat melintasi perempatan besar.
Aditya pun langsung membanting stir ke kanan memasuki gang, sedangkan karena dari sebelah kanan datang truk pengangkut sampah. Alhasil mobil hitam itu mengerem mendadak dan kehilangan jejak mobil yang telah membawa Yura.
" Wah ... Kak Aditya memang top banget !" seru Ishi.
" Betul aku setuju, tadi itu sangat menegangkan !" ucap Yura.
" Ini belum seberapa nona, setidaknya mereka tidak akan mengejar kita lagi ! Tapi kita harus waspada jika mereka bertindak."
" Ishi segera beritahu Tuan Muda !"
" Siap laksanakan !"
" Nona muda apa kita akan melanjutkan perjalanan ke Festival?"
" Tentu saja kita harus kesana, itu adalah festival yang diadakan tiap 6 bulan sekali !"
" Baiklah, dari sini kita ke arah mana lagi?
" Lurus saja lagi 600 meter sampai kita bertemu jalan besar, nah nanti kita akan melihatnya berada di pinggir jalan utama dekat lampu merah!"
Setibanya di area festival. Yura langsung membuka pintu mobil dan keluar melihat ramainya pengunjung festival pada sore itu.
" Yura tunggu aku", teriak Ishi dari belakang.
" Kenapa kalian berdua jalannya kayak siput begitu ! Ayolah kita harus menjelajahi tiap stan yang ada disini !"
Aditya dan Ishi pun berlari mengejar Yura yang berada di depan.
" Kalian harus bersenang-senang hari ini, nikmatilah !"
" Baik Yura", ucap mereka serempak.
Yura yang diikuti oleh 2 orang pengawalnya tersebut. Mendatangi wahana bianglala, komedi puter hingga taman misteri. Selesai memasuki wahana tersebut mereka pun menikmati kuliner yang ada disana.
" Bagaimana apa kalian senang?"
" Tentu saja, ini ternyata menyenangkan, tidak seperti yang kami bayangkan sebelumnya."
" Memangnya kalian tidak pernah ke tempat seperti ini?"
" Tidak pernah Yura ! Aku adalah anak yatim piatu sama seperti Ishi kami dari kecil hidup di panti asuhan. Semenjak Tuan Alex datang ke panti asuhan kami pun dibiayai sampai lulus sekolah, dimana kami bersaing untuk mendapatkan beasiswa agar tidak mengecewakan Tuan besar."
" Iya, berkat kebaikan Tuan Besar dan Tuan Muda Erlangga kami pun bisa seperti saat ini mempunyai tujuan hidup dan masa depan." imbuh Ishi.
" Lalu mengenai orang tua kalian bagaimana? Apa kalian pernah mencarinya?"
" Kami sudah mencarinya tapi belum mendapatkan hasil atau mungkin memang kami tidak diharapkan oleh mereka sehingga mereka membuang kami ke panti asuhan."
" Aku ikut prihatin dengan kondisi kalian dulu, tapi kalian harus melangkah ke depan, raihlah kebahagiaan yang kalian inginkan ! Tenang saja masalah Daddy dan Kak Erlangga pasti akan setuju, kalian harus punya sebuah keluarga kelak, tidak selamanya kalian harus menjadi pengawalku."
" Tapi Yura itu adalah tugas kami!"
" Memang benar itu tugas kalian, tapi tidak untuk seumur hidup kalian bukan ? Coba kalian renungkan dan pikirkan kembali."
__ADS_1
" Baik Yura."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...