Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 50


__ADS_3

Dengan menempuh perjalanan sekitar 50 menit, akhirnya Yura, Kinara, Bunda Anisa dan Ibu Hani. Tiba di sebuah mall terbesar yang ada di Jakarta.


" Bun sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Yura.


" Sebaiknya kalian ikuti saja Bunda dan Ibu, kalau sudah masuk ke dalam dan sampai disana , baru akan Bunda jelaskan !"


" Ra, kayaknya kita harus siapkan tenaga ekstra?"


" Untuk apa kak? Kalau misalkan kita akan diajak belanja pasti dari tadi mereka berdua pada heboh mau beli yang mana ?"


" Kau benar juga ya, entahlah kita mau diajak kemana, yang jelas membuat aku jadi penasaran."


Dan sampailah mereka di sebuah tempat latihan yang letaknya tersembunyi di dalam toko alat pancing.


" Wow ... aku kira Bunda akan pergi belanja atau ke spa? Nyatanya ini sangat menantang adrenalin dan mental !"


" Bagaimana? silahkan kalian berdua mencoba, akan ada pelatih yang akan melatih kalian !"


" Ibu entar kalau kita lama pulang apa tidak membuat Ayah dan Kak Rangga khawatir?"


" Kamu tenang saja, tadi Ibu sudah kirim pesan ke Ayah, pasti Rangga juga sudah tau kok, nikmati sajalah hari ini nak!"


" Ayo kak kita ganti baju dulu, ini sih menyenangkan sekali sudah lama aku tidak mencoba."


Yura dan Kinara pun di ajari bela diri, dari taekwondo, silat, anggar hingga panahan. Sedangkan Bunda Anisa dan Ibu Hani setelah melakukan latihan sebentar mereka pergi ke spa langganan disana.


" Hah ... hah, Ra ini sih kita sudah seperti siap bertanding dengan lawan. Awalnya tubuh ku kaku tapi lama-lama jadi terbiasa pasti sampai rumah sakit ."


" Benar juga sih kak, ini baru sekali latihan sudah berkeringat dan menguras tenaga. Kita rehat dulu yuk !"


" Nona muda, Nyonya menyuruh saya untuk mengantar kalian berdua ke spa !" ucap salah satu pelayan.


" Baiklah, ayo Kak kita kesana biar tubuh kita kembali fit !"


" Oke Ra."


Sedangkan Erlangga yang mendapatkan kabar bahwa istri dan Bundanya lagi di ruang latihan bela diri yang ada di mall, dia mengurungkan niatnya untuk menjemput mereka, karena ia tau pasti Bundanya sudah menyiapkan Yura jika suatu saat dia diserang oleh musuh, dia bisa menjaga diri sendiri.


Kring ... kring.


" Halo, ada apa Kak Rangga?"


" Apakah harus sekarang Yura dilatih Erlangga? Bahkan istriku juga ikutan?" tanya Rangga di seberang telepon.


" Sebenarnya aku belum mengijinkan, tapi ini keinginan Bunda bahkan Ibu juga mendukung, apalagi Yura dan Kinara mereka setuju."


" Ya sudahlah, setidaknya ini bekal mereka untuk bisa menjaga diri."


" Ya kak."


" Baiklah aku tutup telponnya dulu."


Klik.


Hingga pukul 20.00 malam, akhirnya Yura , Kinara, Bunda Anisa beserta Ibu Hani pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


" Bunda pulang ", teriak Bunda Anisa saat masuk ke dalam rumah.


" Kenapa kau lama sekali sayang, bahkan kau mengajak menantu kita hingga malam?"


" Namanya juga girl's time suamiku !"


" Iya deh terserah katamu, sekarang kita makan malam dulu !" ajak Daddy Alex.


Mendengar istri dan Bundanya sudah pulang, Erlangga langsung menghampiri mereka dan ikut ke ruang makan.


" Bagaimana Ra, apa tadi kamu suka diajak sama Bunda dan Ibu?"


" Sangat suka ,Kak ."


" Baguslah, ayo lanjutkan makannya lagi ! Kamu mau nambah apa biar Kakak yang ambilkan?"


"Aku mau nambah sambal goreng kentang aja Kak ."


Setelah mereka makan malam bersama. Kini di dalam kamar pasangan suami istri , Yura dan Erlangga. Mereka rebahan di atas kasur dan saling berhadapan satu sama lain.


" Kak, apa benar sekolah Kakak juga akan ikut ke acara perkemahan?"


" Iya benar Ra, darimana kamu tau? Padahal Kakak belum bilang !"


" Dikasih tau sama Diah Kak, sewaktu pulang selesai ujian."


" Info yang terbaru sih, perkemahan itu diikuti oleh beberapa sekolah SMA, apa sekolahmu juga ikut yang?"


" Iya kak, tapi kita baru bisa bertemu disana kan."


Erlangga pun memeluk istrinya dengan erat dan tidak lupa memberikan ciuman di kening.


Pagi harinya. Erlangga yang sudah duluan bangun merasa aneh dengan Yura yang masih terlelap tidur. Ketika hendak membangunkan istrinya, Erlangga terkejut dengan badan Yura yang panas.


" Sayang, bangunlah badanmu panas !"


" Hem ... Iya Kak."


" Minumlah dulu, kamu tunggu disini, Kakak akan menelepon dokter keluarga dan mengambil air hangat di bawah !"


" Hmmm ..."


Langsung saja Erlangga, menelepon dokter keluarga, dan pergi keluar kamar untuk menyiapkan air hangat untuk mengompres istrinya.


" Bagaimana kondisi istri saya dok ?"


" Nona muda harus banyak istirahat dan segera minum obatnya Tuan muda, mungkin ini efek kelelahan apalagi cuaca nggak menentu sehingga cepat terserang virus atau bakteri jika daya tahan tubuh menurun !"


" Ya makasih banyak dokter."


" Kalau begitu saya ijin pulang !"


" Aditya, antarkan dr. Husein ke depan !"


" Silahkan dokter ."

__ADS_1


Setelah dr Husein pergi, tinggallah Yura dan Erlangga saja di dalam kamar.


" Sayang apa ada yang sakit ?"


" Kepalaku sakit kak, mungkin ini efek dari demamnya."


" Ayo makan dulu sedikit saja, setelah itu minum obatnya agar kamu bisa beristirahat ! Kakak akan tetap disini merawat mu."


" Apa Kakak tidak ke sekolah?"


" Bagaimana aku bisa pergi ke sekolah ?sedangkan istriku dirumah sedang sakit. Lagian Bunda sedang menemani Daddy meeting dengan investor ."


" Kamu tenang saja, Kakak sudah minta ijin ke sekolahmu bahwa hari ini kamu tidak bisa masuk sekolah."


Sementara itu di SMA Tunas Bangsa.


" Loh kok Yura jam segini belum datang ?" tanya Diah.


" Yura sakit Diah, tadi gue ditelpon sama Kak Erlangga ."


" Sakit apa? Kemarin dia kelihatan sehat."


" Demam biasa."


" Oh begitu, entar pulang kita beli persiapan kemah yuk Mila !"


" Oke deh."


Sedangkan Malik sedang bersama Robby di kantin setelah selesai jam pelajaran ke-3.


" Lo ikut kemah nggak Rob?"


" Ikutlah gue, secara ini tahun terakhir kita jadi siswa SMA."


" Terus lo gimana, jangan bilang lo nggak ikut?"


" Gue juga ikut, sekalian nikmati kencan sama doi."


" Sepertinya perjodohan yang dilakukan oleh keluarga lo berhasil ya, sampai sekarang pun lo langgeng sama Mila."


" Iya, gue juga awalnya nggak yakin bakalan bersama dia, tapi namanya sudah takdir ya jalani saja."


" Terus sekarang lo sudah punya pacar Rob?"


" Belum tuh, gue masih nyari cewek lain biar bisa move on dari Yura."


" Jangan dipaksa, move on perlu waktu Rob, mending lo beri waktu untuk diri sendiri, nikmati kesendirian dulu, bahagiakan diri. Nah kalau sudah baru deh cari yang lain. Ingat bro, stok cewek di dunia ini masih banyak ! Gue yakin Lo akan dapat pacar baru."


" Makasih ya, di dalam kondisi apapun lo masih mau berteman dengan gue."


" Kenapa lo bicara seperti itu? Apa ada masalah ? Lo bisa cerita ke gue ! Jangan dipendam sendiri."


" Nanti deh gue cerita."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2