
[ Vote lagi yuk! ]
Flashback on.
"Pak. Apa bapak yakin mau mengumumkan pertunangan kita malam ini? Bukankah di sana ada banyak sekali kolega bisnis bapak. Belum lagi orangtua dan teman-teman bapak. Apa tidak sebaiknya kita tunda saja, Pak?" tanya Anan ketika kendaraan yang ia dan Arya tumpangi terparkir sempurna di area parkir gedung hotel tujuan mereka.
"Dapat kepercayaan diri dari mana perempuan ini mengatakan pertunangan? Mimpimu ketinggian wahai perempuan kampung, memangnya kamu pantas denganku. Seujung kuku pun kamu tidak ada pantas-pantasnya bersanding denganku. Tidak masalah, karena sebentar lagi, kamu akan tamat!" cibir Arya dalam hati.
"Pak?" Anan membuyarkan lamunan pria yang saat ini masih duduk di dalam mobil bersamanya.
"Apa kamu menolak bertunangan denganku?" tanya Arya lembut, namun hanya berpura-pura.
Sontak saja Anan terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan Arya kepadanya.
"Bu-bukan begitu, Pak." Anan menjawab tergagap.
"Bukan begitu, lalu bagaimana?"
Anan berpikir sejenak. Di saat yang sama, Arya mangutak-atik ponselnya yang entah ia melakukan apa pada benda pipih itu.
"Hm... Aku sudah pernah bilang, kalo aku sudah membuka hatiku untuk bapak. Aku mulai menyukai bapak beberapa bulan lalu. Dan aku juga jatuh cinta pada bapak."
"Lalu?" tanya Arya singkat dengan tatapan memelas. Sungguh layak bagi Arya mendapatkan penghargaan aktor terbaik sekelurahan.
"Baiklah. Terserah bapak saja," sahut Anan mengalah agar topik pembicaraannya tidak melebar kemana-mana.
Arya lalu menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya kemudian menoleh ke arah Anan.
"Oiya, kita masuk tidak usah beriringan. Kamu jalan di belakangku saja."
Anan hendak bertanya, namun Arya keburu membuka pintu lalu keluar dari mobil.
__ADS_1
Anan masih terpaku di dalam mobil. Terdengar suara ketukan pada kaca jendela membuat Anan tersadar dari lamunannya.
"Bukankah kamu sendiri yang bilang 'terserah bapak'? Jadi kamu tinggal ikuti apa yang aku katakan."
Dalam hati Anan bertanya-tanya, 'apa keputusan yang aku ambil sudah benar?'. Terbesit di benaknya firasat aneh.
Anan keluar dari mobil dimana Arya telah berjalan lebih dahulu.
Flashback off.
"Itu tuan Arya. Tapi... siapa yang berjalan di belakangnya? Apa dia sekretaris baru tuan Arya?" tanya salah satu pemuja Arya.
"Tuan Arya tidak mempunyai sekretaris. Apa mungkin itu pacar tuan Arya? Wah... betapa sakitnya hatiku," celetuk pemuja Arya lainnya.
"Tapi kalo dilihat dari penampilannya, sangat cocok dan serasi dengan tuan Arya. Bisa jadi dia memang pacar tuan Arya."
"Alaah... paling juga pacar sehari. Aku yakin dia pasti menjual tubuhnya untuk memperoleh imbalan uang dan kesenangan lainnya dari tuan Arya."
"Yah, tampang-tampang seperti dia mah, udah pasaran. Berpura-pura lugu, ternyata bringas. Ihh... jijik aku dengan cewek model gitu."
Begitulah sebagian dari mereka berkomentar.
Lexa yang menyaksikan Anan menyeringai. Puas dengan apa yang dilihatnya.
"Pertunjukan telah dimulai," gumam Lexa dengan bersedekap.
Berbeda dengan Lexa, Septy justru menatap Anan dengan tatapan iba. Seketika kekhawatiran menyelimutinya.
"Tuhan... apa yang harus aku lakukan? Aku harus bisa segera mengajak Anan pergi dari tempat ini."
Baru saja Septy akan melangkah meninggalkan Lexa, Lexa sudah menghentikannya. Terpaksa Septy mengurungkan niatnya untuk menemui Anan.
__ADS_1
"Aku berharap ada seseorang yang akan menolongmu, Nan." Septy menatap Anan sambil berdoa.
Satu jam telah berlalu. Acara berlangsung dengan penuh gempita dan suka cita.
Meskipun Anan datang bersama Arya, namun Anan sama sekali tidak pernah diajak oleh Arya berjalan menyusuri setiap meja guna berkenalan dengan pebisnis lainnya atau hanya sekedar berbincang ringan dengan teman-teman Arya.
Anan hanya duduk di kursi di sudut ruangan seraya menikmati beberapa hidangan yang tersaji di sana.
Dan tibalah giliran Arya naik ke podium setelah dipersilakan oleh sang MC.
Diawal pidatonya, semuanya terdengar seperti lazimnya seorang calon penerus kerajaan bisnis berbicara.
Namun, tiba-tiba Arya memanggil Anan untuk naik ke atas podium.
Maaf, ceritanya cuma segini.
Author benar-benar sibuk.
Jangan salahkan author ya...🤗😊
Luv U😘😘😘
__ADS_1