
Claira berusaha menghibur Jo dengan mengalihkan pembicaraan, "Hei Jo, apa dulu kamu juga pernah menyukai Dira?"
"Iya tentu saja, siapa yang tidak suka dengannya, dia cantik, pintar, baik hati, ceria, dan hangat. Aku dan Dean sering bercanda untuk bersaing mendapatkannya, tapi aku tidak berniat untuk merebut dia darinya, karna aku tahu Dean lah yang paling menyukainya."
"Wah, aku jadi cemburu,"
Jo tersenyum kecil.
"Kamu paling dekat sama siapa, Dira atau Dean?"
"Aku paling dekat sama Dean, Dean itu orangnya terbuka, sedangkan Dira lebih suka diam, dia lebih sering menjawab pertanyaan dengan senyuman, kecuali di tanya tentang pelajaran."
"Pantas saja Dean tidak mau berpaling darinya."
"Kamu percaya dengan cinta sejati?"
"Entahlah, aku tidak tahu."
"Ya seperti Dean dan Dira, itu lah cinta sejati.
"Hmm, aku jadi penasaran siapa cinta sejatiku."
"Hahaha, jangan terlalu di pikirkan, nanti juga akan datang dengan sendirinya."
"Menurutmu begitu?"
"Ya, setiap manusia di ciptakan berpasangan bukan, pasti ada seseorang yang sedang menantimu di luar sana."
"Ya, asal jangan seseorang dari dunia lain aja sih, siapapun itu aku akan menerimanya, aku sudah bosan mengalami kegagalan terus dalam masalah percintaan."
"Gapapa, sekarang itu kamu masih punya hak untuk pilih-pilih, memilih seseorang untuk menjadi pendamping hidup emang harus super pintar dan hati-hati."
"Benar, aku gak mau sembarangan memilih calon suami." Katanya sambil melihat jam di tangannya, "Gak kerasa udah jam segini aja, aku harus kembali ke kantor."
"Ayo, aku antar,"
"Makasih,"
Di kantor,
Anindira terlihat sibuk memeriksa keuangan di bagian administrasi, semuanya terlihat kacau, Anindira sampai menghela napas berkali-kali, dia menggeleng-gelengkan kepala dan memijat-mijat keningnya.
"Dira, apa ada masalah?"
"Iya, masalah yang cukup besar, design baju yang akan kita pentaskan di Fashion Week nanti telah di curi orang, aku cek bagian administrasi juga hampir setengah dari uang perusahaan telah terpakai, masalah keuangan di perusahaan kita menurun secara drastis."
"Kok bisa?! Bagaimana dengan gaji karyawan?"
"Banyak karyawan yang komplain, katanya mereka hanya mendapatkan setengah dari gaji mereka."
"Wah, gak bener, ini gak bisa di biarin, aku yakin orang dalam yang melakukan ini semua."
"Entah lah, aku pusing banget, Clair, tolong bantu aku memasukkan uang-uang ini ke dalam amplop,"
__ADS_1
"Uang-uang ini untuk apa?"
"Ini uang milik karyawan-karyawan di sini, nanti kamu tolong bagikan sisa gaji karyawan yang nunggak di bulan kemarin dan kemarinnya lagi sekalian sama gaji bulan ini."
"Oke,"
Anindira menghitung uang-uang itu dengan teliti dan memberikannya pada Claira untuk di masukkan ke dalam amplop.
"Berapa amplop lagi yang belum ke isi?"
"Satu lagi, ini untuk sekertaris kamu."
Anindira memasukkan uang yang sudah dia hitung ke dalam amplop yang akan dia berikan pada sekertarisnya, "Sudah selesai, ayo kita bagikan amplop-amplop itu pada semua karyawan."
"Ayo,"
Anindira dan Claira pergi ke tempat karyawannya bekerja.
Semua karyawan sedang ribut memperdebatkan gaji yang mereka terima dua bulan ini.
"Semuanya, tolong jangan ribut, Ibu Dira pasti punya jalan keluar untuk masalah yang menimpa kita, Ibu Dira adalah atasan yang bijaksana, kita harus percaya padanya." Ucap Susi sekertarisnya Anindira.
"Tapi gaji kita yang bulan ini juga belum di bayar, udah dua bulan kita gak di gaji dengan full, apa sekarang kita juga gak akan di gaji?" Ucap salah satu karyawan.
"Jangan bicara seperti itu, kita percayakan saja semua ini pada Ibu Dira, dan Bu Claira.
"Ada apa Susi, kenapa ribut-ribut?!" Kata Anindira.
"Maaf bu, mereka komplain masalah gaji mereka dua bulan lalu, dan gaji bulan ini."
Anindira, dan Claira membagikan amplop yang berisi uang tadi kepada mereka.
"Susi, ini gaji kamu,"
"Terimakasih bu,"
"Saya juga ingin mengabarkan pada kalian, kalau perusahaan kita sedang mengalami kesulitan, fashion Week yang akan kita ikuti nanti juga mungkin akan di batalkan, saya mohon pengertiannya pada kalian semua, berikan saya waktu untuk menyelesaikan masalah ini, dan saya minta pada kalian untuk tenang dan jangan hawatir, saya akan berusaha yang terbaik." Kata Anindira lalu pergi.
"Aku sudah bilang kan pada kalian semua, Ibu Dira pasti menemukan jalan tengah untuk membenahi perusahaan yang sedang kacau ini, lebih baik sekarang kalian kembali bekerja," Ucap Susi.
"Kita harus bisa memanfaatkan uang perusahaan yang tersisa," Kata Anindira.
"Kalau itu aku setuju, tapi apa kamu gak penasaran sama orang yang udah bikin perusahaan kamu kayak gini?"
"Aku sih gemes banget, kalau yang melakukan itu benar-benar karyawan sini, aku akan memukulnya sampai dia jera, geram banget aku."
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Kita harus mencari orang itu, entah dia masih bekerja di sini atau tidak."
"Hmm, mungkin kah yang melakukannya orang yang berada dekat dengan kita?"
"Ya bisa jadi, aku punya rencana untuk mengungkap si pencuri itu."
__ADS_1
"Bagaimana?"
Keesokan paginya,
"Clair, ini desain gaun yang akan kita tampilkan di Fashion Week nanti."
"Ini?! bukannya ini sudah hilang?"
"Oh, itu gambarnya belum jadi, yang ini udah 100%,"
"Huh, bikin tegang aja, berarti jadi dong kita ikut Fashion Week?"
"Iya, mudah-mudahan gaun kita menjadi yang pertama trending di seluruh negara."
"Benar, ini adalah desain andalan kita."
"Syukurlah, saya ikut senang bu," Kata Susi.
"Terimakasih Susi, selama ini kamu sudah setia padaku dan perusahaan ini, bahkan di saat perusahaan kita terancam bangkrut, kamu tetap tangguh dan menetapkan hatimu pada perusahaan ini."
"Saya akan selalu setia pada ibu, dan perusahaan ini."
Tok, tok, tok,
"Masuk,"
"Apa yang terjadi? aku dengar dari salah satu karyawan di sini, perusahaan sedang mengalami masalah yang cukup besar." Kata Dean
"Dean, tenanglah, kita akan jelaskan pelan-pelan." Kata Claira.
"Susi, pergilah dulu," Kata Anindira.
"Baik,"
"Ada apa ini?"
Anindira dan Claira menceritakan semuanya.
"Kenapa kalian tidak memberitahuku?"
"Aku kan sudah kasih tahu kamu tadi malam."
"Iya, tapi kamu gak kasih tahu aku detailnya."
"Kita gak mau ngerepotin kamu, apalagi kamu kan sekarang sedang sibuk-sibuknya."
"Aku kan sudah bilang jangan menanggung masalah sendiri, apalagi ini menyangkut tentang perusahaan, sesibuk apapun aku, aku pasti akan bantu kamu."
"Iya, aku tahu,"
"Udah lah Dean, yang penting kan kita udah cerita sama kamu." Ucap Claira.
"Oke, lalu sekarang apa rencana kalian."
__ADS_1
Anindira dan Claira tersenyum.