Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang

Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang
Bab 18


__ADS_3

Leon terus mendesak orang itu untuk berkata jujur, dia menjambak bajunya dan akan memukulnya.


Tapi sebelum kepalan tangan Leon sampai ke wajahnya orang itu akhirnya mau bicara juga, "Tunggu! aku akan mengatakannya, biarkan aku bernafas dulu."


Leon melepaskannya.


"Cepat katakan! aku tidak punya banyak waktu untuk bermain-main denganmu berengsek!" Bentak Leon.


"Baiklah aku katakan sekarang, yang menyuruhku adalah Bibi Gena bibinya Anindira."


"Kenapa kamu tidak mengatakannya dari awal? kamu sudah banyak membuang waktu berhargaku!" Ucap Leon dengan penuh amarah.


Dia mengepalkan tangannya dan menghajar orang itu.


"Sudah, hentikan mas! aku kan sudah bilang jangan memakai kekerasan."


Mamanya Leon menyuruh anak buahnya untuk membebaskan dia, "Lepaskan dia!"


Mereka pun melepaskannya.


"Ambil itu! enyahlah dari sini! dan jangan pernah muncul lagi di hadapan kami." Ucap mamanya Leon sambil melemparkan sejumlah uang padanya.


Orang itu pergi dengan berjalan sempoyongan, karna rasa sakit di sekujur tubuhnya membuat dia tidak bertenaga untuk berjalan.


"Kamu ini Leon, mama kan sudah bilang belajarlah mengontrol diri."


"Biar saja, orang seperti dia seharusnya tidak boleh di biarkan begitu saja."


"Sudahlah mas, yang penting sekarang kita tau kalau yang ada di balik semua ini adalah Bibi Gena."


"Kalau begitu, ayo kita temui dia sekarang juga!"


Leon, Aluna dan mamanya pergi ke rumah Gena.


Setelah mereka bertemu dengan Gena, Aluna langsung menanyainya, "Apa benar bibi membuat konspirasi untuk memeras keluarga kami?"


"Apa maksud kamu? memeras apa? kalau aku memeras kalian aku pasti sudah meminta uang sebanyak-banyaknya pada kalian. Tapi aku tidak melakukannya, hheh."


Aluna melemparkan bukti palsu itu ke kursi yang sedang di duduki oleh Gena, "Bibi memang tidak memeras kami secara langsung, tapi bibi memanfaatkan Anindira untuk keuntungan bibi."


"Ya itu wajarlah dia kan keponakanku, mau aku apakan dia juga terserah aku. Sudah seharusnya keponakan itu berbakti kepada bibinya."


"Tapi karna dia anak yang bandel dan tidak tau terimakasih aku memberi sedikit pelajaran padanya supaya dia tau bagaimana caranya berterimakasih pada orang yang sudah memberikan bantuan pada keluarganya."


"Aku hanya memberikan sedikit peringatan padanya supaya dia merasa takut."


Leon begitu marah dengan ucapan Gena dia mengepalkan tangannya dan membentak Gena, "Wanita tua kurangajar, awas saja kalau terjadi apa-apa dengan calon anakku aku akan menuntutmu."

__ADS_1


"Anakmu? kamu begitu percaya diri kalau dia adalah anakmu? kalau dia mengandung anakmu kenapa dia pergi bersama lelaki lain?"


"Bibi jangan mengalihkan pembicaraan, kami sudah bertanya padanya dia bilang bibi yang menyuruhnya."


"Ya aku akui itu memang perbuatanku! tapi aku yang lebih tau seperti apa keponakanku itu yang sebenarnya."


"Apa maksudmu?" tanya Leon.


Gena memperlihatkan foto lain yang di dalamnya adalah nisa dengan seorang lelaki yang sedang menunggu bus di halte.


"Kamu jangan coba-coba menipu kami lagi ya, bisa saja foto itu juga palsu." Ucap mamanya Leon.


"Hhehh.. aku tidak berbohong! aku yang mengambil fotonya langsung secara diam-diam."


"Kenapa kamu mengambil fotonya diam-diam?apa kamu sengaja melakukannya untuk melancarkan rencana busukmu selanjutnya?" ucap mamanya Leon.


"Kali ini aku berkata jujur kalau kalian tidak percaya, tidak masalah Aku tidak akan rugi."


"Jangan kebanyakan bertele-tele, berapa uang yang kamu mau aku akan memberikannya! asalkan kamu beritau kami kemana dia pergi dan di mana dia sekarang?"


"Hhahh.. aku tidak melakukannya demi uang, dan aku juga tidak tau dimana dia berada karna aku tidak menanyakan itu padanya. Dia mau kemana dan bersama siapa itu bukan urusanku."


"Aku hanya iseng saja mengambil foto mereka saat aku tidak sengaja lewat sana."


"Kamu akan tetap kami tuntut." Ucap Leon.


"Tapi kamu sudah memfitnah keponakanmu." Bentak mamanya Leon.


"Memfitnah? belum tentu itu fitnah, bagaimana kalau itu adalah benar tapi bukan dengan lelaki yang kalian sandra."


"Dari mana kamu tau kalau kami menyandra orang suruhanmu."


"Aku hanya menebaknya, kalau kalian bicara seperti itu berarti kalian telah menyandranya bukan? tidak mungkin kalian menanyakan hal seperti itu dengan baik-baik."


"Orang yang berkuasa biasanya selalu melakukan hal yang kejam."


"Hhehh.. bukan hanya orang yang berkuasa saja! tapi orang kecil sepertimu juga bisa melakukan hal yang kejam bahkan sampai bisa melakukan hal yang paling busuk sekalipun hanya demi uang." Sindir mamanya Leon.


"Aku sudah punya banyak uang dari keponakanku itu, untuk apa lagi aku butuh uang! kalau uangku habis tinggal minta saja padanya tidak perlu cape-cape memeras kalian. Aku sarankan pada kalian jika kalian mau menuntut seseorang harus punya bukti yang kuat."


"Hei wanita tua, dengarkan baik-baik aku pasti akan menuntutmu dengan hukuman yang sangat berat."


"Sudahlah mas, kita lepaskan dia hari ini setelah kita punya bukti yang cukup baru kita tuntut dia."


"Jangan coba-coba kabur! karna kemanapun kamu pergi aku akan menemukanmu! aku akan membuatmu merasa takut kemanapun kamu melangkahkan kaki." Ancam Leon.


Mereka bertiga pun pergi dari rumah Gena.

__ADS_1


Gena merasa jengkel karna mereka sudah tau rencanya, "Hhaahh.. sial gara-gara mereka aku tidak bisa melanjutkan rencanaku Anak kurangajar itu, aku juga tidak tau keberadaannya di mana! keuanganku sudah sangat menipis."


"Dari mana lagi aku mendapatkan uang? aku harus mencari anak kurangajar itu."


Sesampainya di rumah, Aluna merasa kecewa karna tidak mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Anindira.


Mamanya Leon menyuruh mereka makan malam berdua di luar untuk menghilangkan ketegangan mereka.


Malam itu mereka pun pergi untuk makan malam di sebuah restoran atas permintaan mamanya.


Keesokan paginya, mereka memutuskan untuk mencari Anindira berdua saja.


Mereka menemui semua orang yang pernah dekat dengan Anindira, mereka sampai mendatangi restoran tempat Anindira bekerja dulu.


Salah satu karyawan di sana yang merupakan teman satu pekerjaan dengan Anindira dulu memberitau mereka untuk menemui teman masa kecilnya Anindira yaitu Dean.


Ketika mereka baru saja keluar dari restoran itu, kebetulan mereka bertemu dengan seorang lelaki yang ternyata itu adalah Dean.


Dean menyapa mereka duluan, "Mba Aluna?"


"Siapa ya?"


"Aku Dean teman dekatnya Dira, waktu itu kita pernah bertemu di rumah orang tuanya Dira. Ini pasti mas leon kan?"


"Ahh.. syukurlah! saking paniknya aku tidak ingat teman masa kecilnya Anindira tinggal di kota ini."


"Memangnya ada apa ya Mba?"


"Sebenarnya kami sedang mencari Dira, Aku sudah lama mencarinya tapi tak kunjung menemukannya iuga. Apa kamu tau dia pergi kemana?"


"Ya aku tau."


"Apa dia pergi bersama laki-laki yang ada di foto ini?" Leon memperlihatkan foto yang di berikan Gena padanya.


Kemudian mereka menceritakan detail masalah nya.


Hari itu juga, Dean membawa mereka ke tempat di mana Anindira tinggal.


Dengan bantuannya, Aluna dan Leon bisa bertemu lagi dengan Anindira.


Sore itu Anindira sedang melayani pelanggan di tokonya.


Alangkah bahagianya Aluna bisa bertemu lagi dengan Anindira dan melihatnya dalam keadaan baik-baik saja.


"Dira?" Aluna memanggilnya sambil menangis.


Anindira terkejut melihat Aluna dan Leon datang menemuinya sampai dia menjatuhkan pakaian yang sedang dia pegang.

__ADS_1


__ADS_2