
Aluna berusaha membela anindira dia mengatakn kalau sebenarnya leon lah yang menolak untuk tidur bersama anindira.
"Haaaaahhh... apa yang sebenarnya terjadi? lalu untuk apa kamu menikahi anindira?" Giliran leon yang kena omel mamanya.
"Kalau begitu kamu gak usah berikan mama cucu sekalian." rajuk mamanya leon sambil pergi.
Leon hanya diam saja tidak bicara apapun.
"Mba.. aku berangkat ke kantor dulu ya."
"Iya, hati-hati."
"Pa, dira berangkat dulu." Sambil mencium tangan papanya leon.
Ketika anindira menyodorkan tangannya pada leon untuk menyalaminya, dia teringat leon tidak pernah menganggap dia dan selalu mengabaikannya, kemudian anindira menarik kembali tangannya lalu pergi.
"Leon perbaiki sikapmu!" Perintah papanya leon
"Apa yang harus aku perbaiki?"
"Papa tau kamu sangat mencintai aluna, tapi belajarlah untuk bisa menerima kenyataan seperti aluna istrimu, ini sudah menjadi keputusan mamamu, maka terimalah dengan bijak." Ucap papanya leon sembari pergi.
"Papa benar mas, kalau kamu tidak menyukainya sebagai istrimu, maka anggaplah dia sebagai temanmu, bukankah itu permulaan yang bagus, lagi pula dia tidak pernah melakukan kesalahan padamu."
Leon tidak merespon perkataan aluna sedikitpun lalu dia pergi begitu saja tanpa pamit pada aluna.
"Hhaaaaahhh.." Aluna menghela nafas.
Dia sudah hampir kehabisan akal untuk membujuk leon.
...
Sore hari anindira pulang dari kantor, tidak lama kemudian leon menyusul.
Ketika anindira mau masuk ke rumah, leon mendahuluinya, saputangan leon tidak sengaja terjatuh, saat leon membuka pintu.
Anindira mengambilnya dan berniat memberikan saputangan itu pada leon.
Tapi leon malah menepis tangannya, "Apa yang kamu lakukan?"
Saputangan leon terjatuh ke lantai, anindira mengambilnya kembali dan berkata pada leon, "Saputanganmu terjatuh." Sambil memberikan saputangannya pada leon.
Leon mengambilnya dengan kasar lalu pergi.
Anindira pergi ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, tiba-tiba dia merindukan masakan buatan ibunya.
Lalu dia pergi ke dapur untuk membuat serundeng yang terbuat dari kelapa, orek tempe, ayam bakar, sambel goreng dan lalaban.
"Nona.. kenapa nona yang masak? saya baru saja mau menyiapkan makan malam"
"Gapapa ko bi, aku sudah selesai masak. jadi bibi gak usah masak untuk makan malam, hari ini. tapi aku tidak tau apa mereka akan suka dengan makanan ini atau tidak."
__ADS_1
"Nyonya dan tuan pasti akan menyukainya non."
"Hmmmhh.. gini aja deh bi, kita masak lagi makanan yang biasa bibi masak untuk mereka atau masakan kesukaan mereka ya..takut nya mereka gak suka masakan yang aku buat."
"Baik non."
Anindira membantu bi sri memasak.
"Sebaik nya nona istirahat saja, biar saya yang memasak, nona pasti sangat lelah." Ucap bi sri.
"Gapapa ko bi, malah aku senang bisa membuat masakan untuk mba aluna dan keluarga."
"Nona dan nyonya muda terlihat seperti saudara kandung."
Anindira memandang bi sri sambil berkata, "Benarkah..?"
"Aah.. maaf nona saya sudah bicara lancang" sambil menunduk
"Gapapa bi, bibi gak perlu canggung seperti itu padaku, bibi sudah seperti ibuku sendiri."
"Saya tidak berani non."
"Bibi... aku jadi sedih loh bibi bicara seperti itu."
"Bukan begitu non, nona adalah nona muda di sini, istrinya tuan muda leon. jadi saya tidak pantas."
Anindira menghela nafas, dia tidak pernah merasa di inginkan oleh leon.
"Baik."
Anindira dan bi sri dengan di bantu ana menyajikan makanan di atas meja makan.
...
Waktu makan malam pun tiba.
Hari itu, nenek, kakek, paman dan tantenya leon datang berkunjung ke rumah, Semua keluarga makan bersama.
kakek nya leon memakan masakan buatan anindira lalu bertanya, "Siapa yang memasak makanan sederhana seperti ini?"
Anindira segera menjawabnya, "Saya kek, maaf.. kalau masakannya tidak sesuai dengan selera kakek"
"Hoo...hoo...hoo.. ternyata cucu mantuku dua- duanya sangat berbakat ya, kalian membuatku senang." Ucap kakeknya leon memuji aluna dan anindira.
Aluna tersenyum mendengar ucapan kakeknya leon, lain hal nya dengan anindira dia tertegun kaget, karena tidak menyangka kakeknya leon akan menyukai makanan sederhana seperti itu.
"Ayo, ayo.. teruskan makan nya, kalian juga harus mencoba masakan yang di buat anindira"
Ternyata semua menyukai masakannya, dan memuji anindira.
"Mas.. kamu juga harus mencobanya." Ucap aluna
__ADS_1
"Tidak perlu, aku tidak berselera dengan masakan seperti itu."
Semuanya terdiam dengan ucapan leon.
Leon baru akan pergi meninggalkan acara makan malam karna merasa tidak senang dengan pujian yang di berikan keluarganya terhadap anindira.
Tapi, aluna menghentikannya dengan memegang tangan leon, " Maaf semuanya, mas ku ini memang kadang-kadang suka sekali menggoda dira dengan perkataan seperti itu." Ucap aluna sambil tersenyum.
Kakek, nenek, paman, dan tantenya leon tertawa.
"Heii.. leon pradana untuk orang yang dingin sepertimu tidak cocok melemparkan candaan seperti itu, malah membuat suasana makan malam menjadi tegang." Ucap paman nya leon dengan sedikit menggodanya.
Setelah makan malam, Mereka pun pergi untuk beristirahat. kakek dan neneknya leon akan tinggal dalam waktu yang lama di rumah.
Sedangkan bibi dan pamannya pulang malam itu juga.
Keesokan paginya seperti biasa, setelah sarapan pagi leon dan anindira berangkat ke kantor nya masing-masing.
Tapi berkas-berkas penting milik leon tertinggal di rumah, Aluna meminta anindira untuk memberikan berkas itu pada leon.
Dia berusaha mengejar leon, tapi leon sudah terlanjur pergi. terpaksa anindira menyusul ke kantornya leon, saat leon mau masuk ke dalam kantor anindira mencegatnya di depan pintu.
"Apa yang kamu lakukan? minggir!" dengan nada jengkel.
Anindira langsung memberikan berkas-berkas itu lalu pergi tanpa bicara apapun.
"Cewe aneh" ucap leon.
...
Karna hari itu lembur anindira pulang malam, setelah dia berganti pakaian dan makan malam aluna meminta dia untuk menggantikannya
menunggu leon, Dengan alasan aluna sudah sangat mengantuk.
Anindira menurut, dia menunggu leon di ruang tengah, tapi karna dia juga sangat mengantuk akhirnya dia tertidur di sofa.
Selang beberapa waktu kemudian, leon pulang dia melihat anindira tertidur di sofa.
"Apa yang dia lakukan di sini? tidur sembarangan seperti itu? apa dia so soan menungguku pulang di sini, ciiiiihhh.."
Leon menggerutu sambil beranjak ke kamar nya.
Tapi dalam hatinya ada perasaan tidak tega melihat dia tertidur di sofa tanpa selimut.
Lalu leon kembali menghampiri anindira, dia menatap anindira sejenak, tumbuh rasa iba dalam hatinya terhadap gadis yang sedang tertidur di hadapannya itu.
"Menyusahakan saja." Gumam leon dan menaruh tasnya di meja, lalu menggendong anindira ke kamarnya.
Anindira terbangun ketika leon menidurkannya di atas ranjang dan menyelimutinya.
Lalu terdengar suara pintu yang terkunci dari luar. Ternyata aluna sudah merencanakannya dari awal, dia sengaja mengunci mereka berdua di kamar, supaya mereka tidur bersama.
__ADS_1