
Kembali ke rumah pradana.
Berbulan-bulan aluna terbaring koma, sampai dia di bawa ke luar negri untuk menjalani pengobatan terbaik di sana.
Setelah aluna sadar dan mulai pulih kembali, dia di bawa pulang ke rumah.
Setelah sampai di rumah yang pertama kali dia tanyakan adalah anindira.
"Mas di mana anindira?"
"Dia.. tinggal bersama ibunya."
"Jadi mas benar-benar mengusirnya dari rumah?"
"By, kita baru saja sampai. Sebaiknya kamu istirahat dulu! nanti baru kita mengobrol."
Leon menidurkan aluna di ranjang dan menyelimutinya.
"Dira, bagaimana keadaanmu dan bayimu? apa kalian baik-baik saja?" Gumam aluna lalu tertidur.
Meskipun keadaan aluna sudah mulai pulih tapi kondisi tubuh nya masih agak lemah.
...
Keesokan paginya aluna ikut sarapan bersama keluarga.
Saat dia melihat makanan yang tersaji di meja makan dia tiba-tiba teringat pada anindira.
Terutama bayi yang ada dalam kandungannya, dia menganggap bayi itu sudah seperti calon anaknya sendiri.
Leon mengusap kepala anindira dan berkata, "ada apa by kenapa kamu tidak makan?"
"Bagaimana keadaann anindira? apa dia baik-baik saja? apa dia makan dengan benar?"
"Dia sedang hamil, seharusnya dia mendapatkan perhatian, supaya bayinya merasa aman dan tumbuh dengan sehat."
"Kamu tidak perlu menghawatirkannya, dia pasti hidup nyaman. Karna kamu sudah memberikan banyak untuk dia."
"Memberikan banyak apa mas? aku memang memberikan dia uang tapi itu aku berikan karna dia mau bekerja keras."
"Kita memang membayar semua hutang dia pada bibinya, tapi dia menyuruhku memotong setengah gajinya setiap bulan yang dia dapat dari hasil dia bekerja di kantorku, untuk mengembalikan uang yang sudah kita berikan pada bibinya itu."
"Meskipun aku menolak untuk melakukannya dia terus memohon, karna bagi dia apa yang sudah kita berikan itu adalah beban yang berat untuknya."
"Aku memberikan rumah untuk ke dua orang tua dira dan membiayai oprasi ayahnya, itu setimpal dengan apa yang dia berikan sekarang pada keluarga kita."
"Bukankah kita menginginkan seorang pewaris? dia sudah memberikannya, kita hanya tinggal menjaganya dengan baik."
__ADS_1
Brak.. leon menggebrak meja makan, karna dia tidak tahan mendengar nama anindira disebut-sebut.
"Sudahlah by, kamu jangan mengungkit dia lagi! aku sudah bilang kan anak itu bukan darah dagingku. aku tidak mau mengakui anak dari orang lain sebagai keturunanku."
"Tidak masalah jika kita tidak punya keturunan! aku akan mengadopsi seorang anak." Ucap leon.
Orang tua leon hanya diam saja dan menghela nafas.
Leon tidak jadi sarapan dia langsung berangkat ke kantor dengan perasaan jengkel.
Mamanya leon bicara pada aluna, "aluna, kamu baru sembuh, jangan memikirkan hal-hal yang berat! mama tidak mau kamu sampai sakit lagi."
"Masalah anak, mama gak akan mengungkitnya lagi."
"Kalau kalian mau, mama lebih mengizinkan kalian adopsi saja. daripada kita harus memungut anak haram yang di kandung anindira."
Aluna tidak bisa bicara semaunya pada mama mertuanya, karna dia paling tidak bisa membuat mama mertuanya tersinggung.
Setelah aluna selesai sarapan dia pergi ke kantor untuk memeriksa keadaan di perusahaannya.
Di perjalanan dia tak sengaja melihat gena sedang bersama seseorang, aluna menghentikan mobilnya, dan bermaksud untuk menghampiri gena.
Aluna samar-samar mendengar mereka sedang membicarakan anindira.
Tapi karna aluna berdiri jauh dari tempat mereka dia tidak bisa mendengar jelas apa yang mereka bicarakan.
"Mana bagianku?" Ucap orang suruhan gena.
"Janjinya kan bibi mau ngasih setengah nya, ini seperempatnya juga enggak."
"Eh.. anak bau kencur! tugasmu cuma gitu aja, pake minta bayaran mahal segala."
"Tapi gara-gara itu, aku sampai harus menerima pukulan dari suaminya. Gimana kalau sampai aku masuk rumah sakit karna itu?"
"Tapi kan kamu baik-baik aja, gak usah lebai deh."
"Pokonya aku minta tambahan, bibi pasti sudah banyak mengeruk uang dari keponakan bibi itu."
"Mengeruk palamu! Uang nya udah habis."
"Pokonya aku gak mau tau ya, kalau bibi gak mau kasih uang lagi, aku akan memberi tau mereka yang sebenarnya."
"Kamu anak baru kemarin sore, beraninya mengancamku."
"Kenapa enggak!"
"Terserah! lagipula kalau kamu memberi tau mereka kamu juga akan kena imbasnya. Karna kamu juga sudah ikut menipu mereka."
__ADS_1
"Gak masalah, setidaknya dosaku tidak terlalu besar. otak di balik semua ini kan bibi! bibi yang akan menanggung dosa besarnya."
"Beraninya kamu ya, kenapa juga waktu itu aku mau mempekerjakan anak bau kencur yang bodoh sepertimu!"
Gena merogoh tasnya dan mengambil sejumlah uang untuk diberikan pada lelaki itu.
"Ambil ini, setelah ini urusan kita selesai. Hhahh.. kalau begini aku bukannya untung tapi malah buntung."
Aluna mencurigai gena dan lelaki itu.
"Aku yakin di antara mereka ada apa-apanya." Gumam aluna
Ketika aluna mau menghampiri mereka jalannya terhalang oleh sebuah mobil yang sedang melaju, sehingga aluna kehilangan jejak mereka.
"Kemana mereka pergi? lain kali aku tidak boleh kehilangan mereka."
Aluna kembali masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju kantor.
...
"Pagi bu aluna!" sapa semua karyawan.
"Pagi semuanya. bagaimana keadaan di kantor."
"Baik-baik saja bu, berkat bu dira yang mengajarkan kami berbagai hal tentang taktik bisnis semuanya membaik.
Bu dira juga selalu mengingatkan kami untuk lebih teliti dalam bekerja." Tutur asistennya aluna.
"Sudah aku bilang kan, dia memang bisa di andalkan, apa kalian sekarang paham kenapa aku mengumumkan dia sebagai wakilku? selain dia adalah keluarga pradana IQ dia juga di atas rata-rata."
Karyawan yang pernah membicarakan dira diam-diam dan mencibirnya menunduk malu.
...
Sore hari aluna pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga di ruang tengah.
Dia berusaha untuk menjelaskan pada suami dan mertuanya, kalau anak yang di kandung anindira itu adalah anaknya leon.
"Aku sangat yakin mas, ma, pa, apalagi setelah aku melihat bibinya anindira sedang membicarakan dia bersama lelaki yang mengaku sebagai ayah dari anak yang di kandung dira! aku rasa ada yang janggal dari semua ini."
"Sudahlah aluna, lebih baik kamu fokus pada dirimu sendiri dulu, mama sudah putuskan besok kita akan ke panti asuhan untuk mengadopsi seorang anak untuk kalian." Ujar mamanya leon.
"Asal kamu tau ya by, aku tidak pernah menyesal telah mengusir perempuan itu dari rumah ini. Karna pernikahan kita juga bukan atas dasar suka sama suka."
"Ini semua salah mama, mama terlalu berambisi untuk mempunyai seorang cucu. Semuanya jadi berantakan seperti ini."
"Ini semua bukan salah mama tapi salah perempuan itu! dia menggunakan wajah polosnya untuk menipu kita."
__ADS_1
"Dia bukan perempuan seperti itu mas! aku ingin anindira dan calon anak kita kembali ke rumah."
" Dan maaf mah aku tidak ingin mengadopsi anak. Aku hanya ingin anindira dan calon anakku."