Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang

Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang
Bab 101


__ADS_3

Dua hari kemudian,


"Pagi semuanya," Sapa Anindira pada semua karyawan.


Semua karyawan membungkuk memberi hormat.


"Selamat pagi Bu,"


"Selamat pagi Susi,"


Susi berjalan mengikuti Anindira ke ruangannya, Anindira duduk di kursi kerjanya, "Oh ya Sus, tolong kamu saja yang temui investor kita hari ini, bisa kan?"


"Baik Bu, kalau begitu saya permisi,"


"Iya,


"Dira, bagaimana, apa kamu sudah menemukan buktinya?" Kata Claira penasaran.


"Sebentar lagi kita akan mengetahuinya." Anindira mengutak-ngatik laptop nya, "Aku sudah menyambungkan kamera sisi tv ruang tamu perusahaan ke laptop ini."


Anindira dan Claira duduk sambil memperhatikan laptop di depan mereka.


"Oh gosh," Ucap Claira lalu menoleh ke arah Anindira, "Kenapa kamu tidak kaget?"


"Aku sudah menduganya, hanya saja aku belum punya bukti."


"Aku malah tidak menyangka orang yang terlihat begitu setia padamu telah menusukmu dari belakang."


"Aku tidak begitu kaget sih, aku malah curiga karna dia terlalu baik, tapi aku tidak begitu hati-hati padanya."


"Terus apa yang akan kamu lakukan padanya?"


"Tentu saja aku akan memberi nya pelajaran."


"Oh wow, kamu yang seperti itu terlihat seperti istri seorang mafia." Mata Claira berbinar.


"Aku bukan seorang istri Clair,"


"Iya, tapi sebentar lagi kan kamu akan jadi istri seseorang."


"Apa sih Clair, lagi serius ini


"Iya, iya,"


"Kita simpan dulu bukti ini, nanti kalau sudah saatnya di butuhkan baru kita pakai."


"Oke bos, oh ya Dira, Momy sama Dady ingin bertemu sama kamu, boleh gak kalau mereka datang kesini, atau kamu bisa menentukan tempat untuk bertemu?"


"Tentu boleh Clair, kapan pun mereka boleh menemuiku, bahkan kalau mereka tidak keberatan, aku yang akan menemui mereka."

__ADS_1


"Oke, nanti aku akan beritahu mereka." Ucap Claira merasa senang.


"Syukurlah, akhirnya momy mau juga bertemu denganku."


Claira merasa sangat senang melihat Anindira begitu bersemangat.


Tok, tok, tok, suara ketukan pintu.


"Masuk,"


"Selamat pagi Dira, selamat pagi Clair,"


"Pagi Dean," Kata Anindira dan Claira.


"Gimana dengan rencana kalian, apa kalian sudah menemukan pelakunya?"


Anindira memperlihatkan rekaman sisi tv itu pada Dean.


"Ckk, masih ada aja orang seperti itu, jangan maafkan dia."


"Aku tahu apa yang harus aku lakukan." Kata Anindira.


Dean tersenyum, "Kamu sudah banyak berubah sekarang, kamu menjadi lebih berani, dan tangguh, aku bangga padamu." Kata Dean dalam hati.


Sampai lah pada hari dimana acara Paris Fashion Week di mulai.


Acara Paris Fashion Week berjalan dengan meriah, para desainer kelas dunia mempresentasikan koleksi busana mereka kepada publik, mereka menampilkan busana-busana yang begitu indah, penampilan para model cat walk nya sangat memukau.


Gaun itu terlihat bersinar, dengan logo perusahaan berupa bros berlapis emas di bagian dada kanan, dan semacam pernak-pernik yang terbuat dari mutiara di bagian pinggang, bahan nya terbuat dari kombinasi brokat dan rayon.


Gaun yang di pakai Anindira menuai pro dan kontra, semua yang hadir di sana membanding-bandingkan gaun yang Anindira pakai dengan gaun yang di pakai oleh model dari desainer lain yang merupakan investor di perusahaan Anindira.


"Hei, bukan nya gaun yang dia pakai itu sama persis dengan gaun yang di pakai model sebelum nya ya,"


"Iya benar,"


"Apa ini, apa dia menjiplak desain busana model cat walk yang sebelumnya?"


"Atau bisa saja sebaliknya, gaun yang dia pakai sebenarnya adalah desain aslinya, sedangkan yang di pakai model sebelum nya itu jiplakan."


"Mungkin saja, karna yang dia pakai terlihat lebih berkilau, dan lebih sempurna."


"Benar,"


"Apa gaun yang kamu pakai itu asli? kenapa terlihat sama persis seperti gaun yang di pakai oleh model catwalk sebelum nya? " Kata salah satu desainer.


"Mohon maaf, pada para desainer yang sangat luar biasa hebat yang nampak hadir di sini, gaun yang saya pakai ini adalah asli, karna saya lah yang merancang nya sendiri, dan hanya saya yang tahu kelebihan dan kekurangan dari gaun ini."


"Bagaimana kamu membuktikan nya?" Tanya desainer lain.

__ADS_1


Susi terlihat kaget dan wajah nya pucat pasi, dia keringat dingin.


"Jika memang benar kamu yang merancang nya sendiri, kenapa gaun mu itu terlihat sama persis seperti gaun yang tadi? hampir tidak ada perbedaan nya loh."


"Baiklah, senior bilang hampir tidak ada perbedaan, berarti senior menyadari bahwa gaun yang saya pakai dan gaun milik nya itu ada kekurangan dan kelebihan nya, benar?"


"Benar,"


"Kalau boleh saya tahu dimana kelebihan, dan kekurangan nya?"


"Gaun mu itu lebih berkilau, di bagian pinggang terdapat pernak-pernik semacam mutiara, dan di sebelah dada kanan terdapat nama logo perusahaan berupa bros berwarna keemasan.. atau mungkin bros yang berlapis emas, sedangkan yang tadi tidak ada logo perusahaan nya, dan di bagian pinggang tidak memakai pernak-pernik semacam itu."


Anindira mengangguk, "Sekarang senior semua boleh mengambil kesimpulan sendiri tentang dua gaun yang sama persis ini."


"Aku rasa aku percaya bahwa gaun itu rancangan mu sendiri, tetapi entah kenapa aku juga berpikir bahwa gaun yang tadi juga adalah rancanganmu."


"Gaun yang senior semua bicarakan itu, kedua nya memang sangat lah mirip sehingga sebagian dari senior sekalian berpikir keduanya seperti rancangan saya sendiri, tapi, pasti ada juga sebagian dari kalian yang mengira bahwa salah satu nya adalah jiplakan atau mungkin pemikiran kami yang serupa untuk menciptakan gaun yang sama persis,"


"Ya masuk akal juga, tapi kami belum pernah menemukan dua desainer yang memikirkan desain yang sama hampir sedetail itu,"


"Apakah kamu berusaha menutupi kebenaran nya?"


"Atau sebenarnya memang kamu lah perancang kedua gaun itu, dan salah satu nya kamu jual ke desainer lain,"


"Tidak menutup kemungkinan juga bahwa desainer itu yang telah mencuri ide rancanganmu itu, bukan begitu Nona,"


Para desainer itu membabi buta memperdebatkan prasangka mereka masing-masing.


"Ini tidak benar, desainer seperti itu tidak layak berada di dunia perfashionan."


"Tidak propesional,"


"Dia telah mencoreng nama baik dunia perfashionan,"


"Namanya harus di coret dari data desainer kelas atas,"


"Yang seperti itu adalah sampah masyarakat,"


"Nona, katakan yang sebenarnya, katakan bahwa prasangka kami itu tidak benar,"


"Wow, luar biasa, Dira memang wanita yang sangat hebat, good girls," Kata Dokter Jo yang kebetulan berada di tempat itu juga karna di ajak Dean.


"Menarik," Ucap seseorang yang duduk di sebelah Dokter Jo.


"Baiklah, saya akan katakan, tapi sebelum nya saya minta pada senior semua untuk tenang, dan tolong dengarkan cerita saya," Kata Anindira.


Seketika tempat itu menjadi hening,


"Katakan lah Nona kami akan mendengarkan mu."

__ADS_1


"Baiklah, terimakasih atas pengertian dari para senior, sebenarnya saya telah merancang gaun ini dari dua bulan yang lalu, saya sudah mempersiapkan semuanya untuk mengikuti Paris Fashion Week ini, tetapi ketika mau masuk tahap atau proses pembutan gaun, gambar desain nya hilang entah kemana, dan saya terpaksa merancang nya kembali dari awal."


__ADS_2