Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang

Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang
Bab 32


__ADS_3

Rajendra memeluk Leon dan mencium pipi papanya itu lalu berkata, "Papa yang semangat ya keljanya, Lendla akan selalu beldo'a untuk kesehatan papa, Lendla sayang papa."


Leon merasa terharu, matanya berkaca-kaca mendengar ucapan anaknya, dia sangat bangga dengan Anindira yang mengurus anaknya dengan baik sehingga dia tumbuh menjadi anak yang cerdas, "Terimakasih ya sayang, papa pergi dulu! nanti papa ke sini lagi untuk menemui kamu." Ucap Leon lalu mencium kedua pipi anaknya.


"Iya pa,"


"Anak pintar," sambil mengelus rambut Rajendra.


"Dira, terimakasih karna kamu sudah mengurus dan membesarkan anak kita dengan baik, berkatmu dia tumbuh menjadi anak yang cerdas."


"Tentu saja, dia adalah anakku! dia harus tumbuh menjadi orang yang cerdas sepertiku." Ucap Anindira dengan sedikit menyombongkan diri.


Leon tersenyum, "Iya, aku akui kamu memang cerdas tapi otakmu itu kosong." Kata Leon sambil menempelkan jari telunjuknya di dahi Anindira.


"Apa maksudnya itu." Ucap Anindira sambil mengusap dahinya.


"Kalau kamu cerdas, dulu kamu gak akan pernah setuju untuk menikah denganku."


"Ya, waktu itu kan otakku lagi ngeblank." Jawab Anindira sambil tersenyum jahil.


"Ha ha ha, bisa jadi memang seperti itu. Aku sudah hampir terlambat pergi ke kantor, aku berangkat dulu."


"Iya," sahut Anindira sambil menggendong anaknya.


"Dah papa!" Kata Rajendra.


"Dah jagoan!"


Bram membukakan pintu mobil untuk Leon, lalu Leon masuk dia menghela nafas dan menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.


''Ada apa tuan? tadi saat bersama Nona Dira dan Tuan Kecil tuan muda terlihat sangat senang, tapi setelah berpisah dengan mereka tuan muda terlihat muram." Ucap Bram.


"Jangan so tau kamu."


"Maaf tuan."


Sesampainya di kantor.


Ketika Leon sedang menandatangani berkas-berkas, Aira datang ke kantornya Leon untuk mengantarkan bekal makan siang buatannya sendiri.


"Permisi, mas Leon."


"Iya, Aira? sedang apa kamu di sini?"


"Aku ke sini membawakan bekal makan siang untuk mas Leon."


"Oh, kamu taro saja di meja sana!"


"Iya, jangan lupa di makan ya mas!"


"Baiklah, aku akan makan setelah pekerjaanku selesai."


Aira tersenyum lalu berbalik, dia bermaksud untuk langsung pulang setelah memberikan bekalnya.


"Aira,"


"Iya mas?"


"Kemari, dan duduklah! aku ingin bertanya padamu."

__ADS_1


Aira duduk berhadapan dengan Leon, "Mas mau bertanya tentang apa?"


"Tentang perjodohan kita."


Aira salah tingkah saat Leon mengatakan itu.


"Kenapa kamu mau menerima begitu saja perjodohan kita?"


"Karna aku mencintai Mas Leon."


"Sejak kapan kamu punya perasaan seperti itu terhadapku?"


"Sebenarnya sudah dari dulu aku mengagumi Mas Leon karna Mas Leon orang yang perhatian, aku memperhatikan Mas Leon yang begitu menyayangi Mba Aluna aku jatuh cinta saat melihat sikap mas yang begitu lembut. Tapi aku sadar aku tidak boleh punya perasaan seperti itu karna mas adalah suami dari kakakku sendiri."


"Sekarang, orang tua kita menjodohkan kita aku merasa sangat beruntung."


"Bagaimana kalau aku tidak bisa membalas perasaanmu itu?"


"Tidak apa-apa, aku akan berusaha membuat mas jatuh cinta padaku."


"Dengan cara apa kamu akan membuatku jatuh cinta padamu?"


"Apa pun akan aku lakukan."


"Bagaimana jika aku tetap menolak untuk menikahimu?"


"Gapapa, mungkin aku belum beruntung, tapi aku akan terus menunggu mas Leon aku tidak akan menikah selain dengan Mas Leon."


"Kamu masih gadis dan belum pernah menikah, sedangkan aku, aku sudah pernah menikah dua kali apa kamu tidak merasa keberatan dengan statusku?"


"Tidak sama sekali mas."


"Gapapa, itu hanya masa lalu tapi sekarang aku yakin Mas Leon tidak seperti itu."


"Bagaimana kamu bisa seyakin itu?"


"Aku tau kalau sebenarnya Mas Leon adalah orang yang baik." Ucap Aira sambil tersenyum.


"Tapi aku benar-benar tidak pernah bersikap baik pada mantan istriku. Bagaimana kalau aku melakukan hal yang sama padamu."


"Sungguh aku tidak masalah dengan itu, aku akan terus berada di samping Mas Leon sekali pun Mas Leon membenciku."


"Bukankan itu artinya kamu hanya terobsesi denganku?"


"Aku tulus mas, ini cinta bukan obsesi semata."


"Maaf Presdir, klien sudah menunggu di ruang meeting." Kata Asisten Leon


"Oke, aku akan segera ke sana."


"Aira kamu pulang saja, aku ada meeting dengan klien hari ini."


"Iya mas,"


Kembali ke rumah Anindira.


Anindira akan pergi ke luar negri, Karna rekomendasi dari Dean dia mendapatkan tawaran menjadi Fashion Desainer di faris dan dia menerima tawaran itu.


"Dira, apa kamu yakin akan pergi ke luar negri?" tanya ibunya Dira

__ADS_1


"Iya bu, kesempatan ini tidak mungkin datang dua kali, aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada di depan mata."


"Tapi, buka usaha di sini juga lumayan, toko pakaian kamu sudah semakin rame loh."


"Bu ini adalah kesempatanku untuk mengembangkan usahaku menjadi semakin meluas nantinya, aku sudah punya rencana untuk membangun butik sendiri di sana."


Ibunya sangat sedih membayangkan akan berpisah dengan anak dan cucunya.


"Ibu, ayolah jangan bersedih! nanti aku akan sering-sering mengabari ibu."


Ibunya tersenyum dan berkata, "Baiklah, ibu hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk kamu dan cucu ibu."


"Ma, kita nanti akan pelgi ke palis ya?"


"Iya sayang,"


"Kita kesana sama Paman Dean?"


"Iya, tapi Paman Dean gak akan lama di paris dia akan kembali lagi kesini."


"Oh gitu, telus apa papa ikut juga sama kita?"


"Enggak sayang, papa gak bisa ikut."


"Kenapa?"


"Papa kan harus kerja di sini! papa gak bisa ninggalin pekerjaannya sayang."


"Kapan kita bisa pelgi baleng papa?"


"Nanti ya sayang kalau papa udah gak sibuk."


"Apa nanti papa akan menyusul kita ke palis ma?"


"Gak bisa sayang."


"Ma, kenapa sih kita harus tinggal pisah sama papa?"


"Karna mama sama papa udah gak bisa tinggal bareng lagi."


"Kok gitu sih ma?" tanya Rajendra dengan muka polosnya.


"Emmh, pokoknya meskipun kita gak tinggal bareng sama papa, mama sama papa selalu sayang sama rendra."


"Tapi semua teman lendla tinggal baleng mama papanya, cuma lendla yang enggak."


"Kenapa? Rendra sedih ya gak bisa tinggal bareng papa?"


"Lendla mau kaya yang lain tinggal baleng mama papa, tapi lendla gak akan maksa buat tinggal sama papa kok, Lendla senang tinggal sama mama, nenek, dan kakek."


"Rendra mau nginep di rumah papa?"


"Emang boleh ya ma?"


"Boleh dong"


"Tapi kan minggu lalu Lendla udah ke lumah papa."


"Gapapa, rendra kan belum pernah nginep di rumah papa kalau Rendra mau, Rendra boleh kok nginep di sana." Kata Anindira.

__ADS_1


__ADS_2