Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang

Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang
Bab 40


__ADS_3

Sementara itu, setelah Leon sampai di rumahnya mama Leon menghampirinya dan mengajaknya berbicara.


"Leon, kamu baru pulang?"


"Iya ma,"


"Mana Rendra?"


"Aku baru saja mengantarkannya pulang."


"Apa dia tidak bisa menginap di sini lebih lama lagi!"


"Rajendra sangat merindukan mamanya, dia meminta untuk pulang."


"Hhaahh, mau gimana lagi! sepertinya mama gak bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama cucu mama."


"Mama gak usah sedih, kita masih bisa ketemu Rendra kok kalau mama mau mama bisa menemuinya di rumah Anindira."


"Iya sih, Leon duduklah! mama ingin bicara sama kamu."


Leon dan mamanya duduk di sofa.


"Mama mau bicara apa?"


"Sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan."


"Memangnya kenapa ma?"


"Akhir-akhir ini mama lihat kamu semakin menutup diri, mau sampai kapan kamu seperti ini?"


"Aku gapapa kok ma, aku cuma lelah sama pekerjaanku saja."


"Leon, kalau kamu tidak mau menikah dengan Aira mama tidak akan memaksamu. Mama sadar kebahagiaanmulah yang paling utama."


"Jika menikah dengan Aira tidak bisa membuatmu bahagia maka kamu punya hak untuk menolaknya."


"Aku sudah memutuskan untuk menikahinya ma."


"Kamu yakin, awalnya kamu menolak untuk menikahinya bukan? kenapa kamu sekarang berubah pikiran! ada apa?"


"Waktu itu, aku menolak karna aku telah berjanji untuk tidak menikah lagi sebagai hukuman atas perbuatanku di masalalu terhadap Anindira."


"Aku berpikir dengan memendam perasaanku padanya, dan tidak menikah lagi seumur hidupku itu adalah hukuman yang pantas untukku."


"Kamu mencintai Anindira?"


"Iya ma,"


"Lalu kenapa kamu tidak berusaha untuk mendapatkan hatinya kembali! sebenarnya mama juga berpikir akan lebih baik jika kalian bersama lagi, demi Rajendra! dia juga pasti menginginkan keluarga yang utuh."


"Sekarang sudah terlambat ma, aku dan Dira tidak mungkin bersatu lagi."


"Mama tau mungkin saja Dira masih memendam rasa kecewa pada kita, makanya mama tidak menyuruh kalian untuk rujuk tapi kamu masih ada harapan, tunjukan ketulusanmu pada Dira! perlahan-lahan dia pasti akan bisa menerima kamu lagi."


"Dira sudah mencintai laki-laki lain ma, dan kemungkinan mereka akan menikah."


"Apa?!" mamanya terdiam sejenak dan bertanya, "Siapa laki-laki beruntung itu?"

__ADS_1


"Dean, teman masa kecilnya."


Mamanya tidak tega melihat Leon bersedih, dia mengusap-usap punggung Leon, "Mama tidak bisa melakukan apa-apa untuk kamu, tapi pikirkanlah kebahagiaanmu sendiri Leon! mama tidak ingin terus menerus melihatmu bersedih."


"Tidak ada kebahagiaan yang tersisa dalam hidupku ma, keputusanku sudah bulat aku akan menikahi Aira!"


"Kenapa kamu terus menerus menyiksa dirimu sendiri Leon?"


"Aku telah melakukan dosa besar ma, dulu aku menyakiti Dira, dan sekarang aku menodai wanita lain."


"Apa maksudmu menodai wanita lain Leon, apa yang sudah kamu lakukan?!"


Leon terdiam membisu.


"Katakan Leon! apa yang sudah kamu lakukan?"


"Aku telah melakukan dosa besar dengan menodai Aira."


Sontak mamanya kaget mendengar pengakuan Leon, "Apa?! Kamu.. kamu sudah tidak waras!"


"Itulah alasannya kenapa aku setuju untuk menikahinya."


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya neneknya.


"Leon sudah menodai anak orang." Kata mamanya.


Dia sangat kecewa dengan apa yang sudah di lakukan oleh anaknya.


"Apa itu benar Leon?


Leon mengangguk.


"Kenyataannya, cucumu ini telah melakukan dosa besar nek."


"Tidak, ini tidak benar Leon! kami memang sepakat menjodohkanmu dengan Aira tapi apa yang kamu lakukan itu adalah kesalahan besar."


"Sekarang yang harus kita lakukan adalah memberitau keluarga Aira." Kata mamanya.


Semua keluarga berkumpul, keluarga Aira juga di suruh datang ke rumahnya Pradana.


"Ada apa mba? kenapa malam-malam begini kita semua di suruh datang ke sini?!" Tanya mamanya Aira.


"Kami tau ini mendadak, mungkin Aira belum memberitau kalian mengenai apa yang terjadi pada dirinya dan Leon."


Aira menunduk, orang tuanya saling menatap mereka merasa bingung dengan apa yang di katakan mamanya Leon.


"Sebenarnya kami sangat berat untuk mengatakan ini, karna kami juga terkejut saat mengetahuinya." Ucap mamanya Leon.


"Apa yang sebenarnya ingin Mba katakan pada kami?" tanya papanya Aira penasaran.


"Putra kami Leon telah melakukan kesalahan besar pada Aira putri kalian."


"Kesalahan besar?! kesalahan besar apa?" Papanya Aira semakin kebingungan.


Mamanya Leon tidak sanggup melanjutkan ucapannya.


"Mereka melakukan sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan sebelum menikah." Jawab papanya Leon.

__ADS_1


"Apa?!" kata mama dan papanya Aira serempak.


"Kapan itu terjadi?" kembali papanya Aira bertanya


"Kalau tentang itu tanyakan saja pada yang bersangkutan." Ucap papanya Leon dengan kesal.


"Leon jawab pertanyaan om!" kata papanya Aira.


"Kemarin malam, ketika aku menginap di sini pa." Sahut Aira.


"Apa kalian sadar apa yang sudah kalian lakukan?!"


"Aku melakukannya dalam keadaan tidak sadar om, tapi om tidak perlu hawatir sengaja ataupun tidak di sengaja aku akan tetap bertanggung jawab, Aku akan menikahi Aira."


"Apa maksudnya sengaja ataupun tidak di sengaja?! maksudmu kamu melakukannya dalam keadaan mabuk?" tanya papanya Leon sambil menahan marah.


"Aku juga tidak tau! waktu itu kepalaku terasa pusing, Aira membantu memapahku ke kamar setelah itu aku tidak mengingat apa yang terjadi."


"Berarti memang benar kamu melakukannya dalam keadaan mabuk!" bentak papanya.


"Aku lebih baik diam saja toh semua orang akan tetap menyalahkanku, meskipun sebenarnya aku merasa ada yang janggal dengan kejadian kemarin malam.


Tapi aku tidak perlu terburu-buru, aku akan menyelidikinya pelan-pelan." Ucap Leon dalam hati.


"Kenapa kamu diam saja? apa sekarang kamu sudah berubah dari bodoh menjadi seorang pengecut?" kembali papanya membentak Leon.


Saking marahnya papa Leon mengatakan kata- kata kasar padanya.


"Tidak ada yang perlu aku katakan lagi pa, setelah apa yang aku perbuat aku akan menerima apapun keputusan kalian."


"Baguslah kalau kamu tau diri!"


Papanya Leon benar-benar marah, semuanya terdiam.


"Kalau sudah seperti ini kita harus segera menikahkan mereka." Kata mamanya Aira.


"Ya, kita tidak boleh menundanya lagi!" papa Leon menyetujui.


Semua keluarga sepakat untuk segera menikahkan Leon dan Aira.


Aira tersenyum senang, mendengar dia dan Leon akan segera di nikahkan.


"Kapan waktu yang tepat untuk hari pernikahannya?" tanya mama Aira.


"Satu minggu dari sekarang, aku rasa lebih cepat lebih baik." Jawab papanya Leon


"Aku rasa itu terlalu cepat, aku meminta waktu enam bulan lagi."


"Kamu pikir kamu berhak untuk berkompromi!"


"Pa, kita butuh waktu untuk mempersiapkan semuanya, dari nyebar undangan, fitting baju, dan yang lainnya. Memangnya semua itu akan selesai dalam waktu satu minggu?"


"Leon ada benarnya juga, meskipun kita tidak mengadakan acara pernikahan yang mewah setidaknya kita membutuhkan waktu tiga bulan untuk mempersiapkan semuanya." Ucap mamanya Aira.


"Baiklah, seharusnya kami juga bertanya dulu pada Aira pernikahan seperti apa yang dia inginkan."


"Aku tidak menginginkan pernikahan yang mewah om dengan sah di mata hukum dan agama saja itu sudah cukup." Kata Aira merendah.

__ADS_1


"Kita sepakat akan menikahkan anak kita dalam waktu tiga bulan lagi! fitting baju, resepsi, dan tamu undangan akan tetap ada! tapi kita hanya akan mengadakan resepsi kecil-kecilan saja."


"Kita juga tidak akan sewa gedung! pernikahan akan di laksanakan di rumah calon besan kita." Tegas mamanya Leon.


__ADS_2