
Dean memesan catering dan mengundang dira beserta orang tuanya untuk datang ke acara syukuran pamannya.
"Oh ya bi, nanti malam pamanku akan mengadakan syukuran, aku mau pesan masakan catering bibi untuk 100 orang."
"Oh tentu saja, boleh."
"Nanti kalau bibi ada waktu datanglah bersama paman dan dira."
"Insyaallah kami akan usakan untuk datang." Jawab ayahnya dira.
"Sudah siang aku pamit dulu ya bi, paman. aku harus membantu persiapan untuk acara nanti malam."
"Iya, nanti bibi akan mengantarkan pesanannya."
"Baiklah, nanti aku akan kesini untuk membawa separuh dari pesanannya ya bi! sekalian kita berangkat sama-sama. Bibi dan paman belum tau rumahnya kan?"
"Oh iya ya, kalau begitu kami akan menunggumu di rumah."
"Baik bi, dira aku pamit dulu."
"Iya."
...
Hari itu anindira membantu ibunya menyiapkan pesanan catering.
...
Malam harinya dean datang menjemput mereka.
"Dean, kamu sudah datang?" Ucap dira
"Iya, bagaimana apa kalian sudah siap?"
"Mmh.. sepertinya hanya ayah dan ibu saja yang akan pergi, aku tidak bisa ikut."
"Kenapa?"
"Dean, apa kamu tidak melihat aku ini wanita yang sedang hamil dan suamiku tidak ada di sini. Nanti apa kata orang kalau aku datang ke sana?"
"Tapi kan kamu gak salah apa-apa, lagipula kamu hamil bukan hasil dari hubungan di luar nikah."
"Aku tetap gak bisa dean."
Anindira merasa hawatir jika dia ikut dia akan membawa masalah untuk dean.
"Tidak apa-apa dean, dira akan tunggu di rumah, biar bibi sama paman saja yang menghadiri acara syukurannya. Kalau orang tuamu ingin bertemu dengan dira kapan-kapan ajaklah mereka ke rumah kami."
"Tapi, apa tidak apa-apa dira di tinggal sendirian di rumah."
"Gapapa kok dean, aku akan baik-baik saja." Jawab anindira.
"Ya sudah, tapi kalau ada apa-apa kamu langsung hubungi aku ya!"
"Iya, kamu tidak perlu hawatir."
"Kami pergi dulu ya nak."
"Ya ayah."
Mereka pun pergi ke acara syukuran pamannya dean.
__ADS_1
Selama acara berlangsung dean merasa tidak tenang karna hawatir pada anindira, dia mengirim pesan padanya.
"Hmmm.. pesan dari dean? anak itu, aku kan sudah bilang aku akan baik-baik aja."
Anindira lalu menelponnya.
Dean pindah tempat untuk mengangkat telpon dari anindira.
"Halo, dira kamu baik-baik saja kan? apa kamu butuh sesuatu."
"Kamu kenapa sih dean, aku yang hamil kok kamu yang parnoan sih."
"Kamu dalam keadaan hamil seperti itu di tinggal di rumah sendirian apa gapapa? takutnya kalau kamu butuh sesuatu, terus gak ada yang bantuin kamu. kalau kamu ke kamar mandi terus jatuh, gak ada orang yang nolong kamu gimana?"
"Kamu nyumpahin aku jatuh di kamar mandi ya?"
"Bukan begitu, aku merasa tidak tenang kamu sendirian di rumah."
"Gapapa ko, lagian di sini kan banyak rumah, kalau ada apa-apa aku tinggal teriak minta tolong saja sama tetangga di sini, rumah di sini juga rata-rata berdempetan kalau teriak mereka pasti langsung datang."
"Iya sih, tapi beneran kamu gapapa?"
"Iya aku gapapa kok. acara syukurannya juga sebentar lagi selesai kan?"
"Iya, Udah mau selesai kok."
"Kalau gitu aku tinggal menunggu ayah dan ibu pulang, kamu gak usah hawatir berlebihan seperti itu! kamu selesaiin dulu deh acara syukurannya, aku tutup dulu telponnya ya."
Anindira menutup telpon, "dia gak pernah berubah, dari dulu selalu seperti itu."
Setelah acaranya selesai ayah dan ibu anindira langsung pamit pulang karna hawatir meninggalkan dira terlalu lama di rumah sendirian.
"Bi, aku nitip ini untuk dira."
"Katanya buah-buahan dan kelapa muda itu bagus untuk di konsumsi ibu hamil."
"Terimakasih ya dean kamu sudah sangat perhatian pada dira." Ucap ayah dira.
"Sama-sama paman, dira adalah teman aku dari sejak kecil, sudah seharusnya aku memperlakukan dia dengan baik."
"Sekali lagi terimakasih ya dean." Sambung ibunya dira
"Iya bi, oh ya ini bayaran untuk pesanan catering yang tadi."
"Bibi terima ya."
Mereka pun pamit pulang.
...
"Dira ayah dan ibu pulang." Panggil kedua orang tuanya.
"Ayah, ibu." Anindira menyalami mereka.
"Apa kamu baik-baik saja?"
"Kenapa sepertinya hari ini semua orang protektif banget sama aku?"
"Itu artinya banyak yang menyayangi kamu nak." Ucap ayahnya dira sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala anak kesayangannya itu.
"Oh iya, tadi dean menitipkan buah-buahan untuk kamu."
__ADS_1
"Aku akan menghubungi nya nanti untuk berterimakasih."
Ayahnya dira pergi ke dapur untuk mengambil golok dan membuka buah kelapa muda yang di berikan oleh dean.
"Minumlah air kelapa muda ini, ini bagus untuk kandungan kamu."
Anindira meminum air kelapa muda itu.
"Setelah ini, pergilah tidur! ayah dan ibu juga sudah mengantuk mau tidur."
"Baik ayah."
Anindira pun pergi ke kamarnya untuk tidur.
...
Keesokan paginya, anindira memulai aktivitasnya seperti biasa membantu ibunya menyiapkan pesanan, dan menunggu pelanggan datang ke toko bajunya.
...
Di tempat lain aluna bermaksud untuk pergi ke rumah yang dia berikan pada kedua orang tuanya anindira siapa tau anindira masih ada di sana.
Tapi setelah aluna ke sana aluna melihat rumah itu sudah kosong dan gerbangnya juga di gembok.
Kemudian ada seorang tetangga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah itu menghampiri aluna.
"Mba cari siapa ya?"
"Saya mencari orang yang tinggal di rumah ini, saya ingin sekali bertemu dengan mereka."
"Tapi mereka sudah lama pergi dari sini mba."
"Pergi?! kalau boleh saya tau mereka pergi kemana ya?"
"Oh kalau itu saya gak tau mba, mereka gak bilang mau pergi kemana."
"Oh gitu ya."
"Kalau begitu saya permisi dulu ya mba."
"Iya, silahkan."
Aluna berusaha menghubungi anindira tapi nomor telponnya tidak dapat di hubungi.
Dia terus berusaha mencari anindira seharian, dan menanyakan keberadaannya pada setiap orang yang mengenal anindira, tapi dia tak kunjung menemukan informasi tentangnya.
Setelah aluna seharian mencari anindira dia pulang dengan raut wajah yang sedih.
"Aluna apa yang terjadi? kenapa kamu terlihat lemas seperti ini? apa kamu merasa sakit lagi?"
"Gapapa ma, aku tadi habis mencari anindira tapi dia sudah tidak ada di rumah itu, dia pergi entah kemana."
Leon merasa kesal karna setiap hari yang aluna bicarakan hanya tentang anindira ,
dia meminta aluna untuk berhenti mencari anindira.
"By, berhentilah membicarakannya! dan berhentilah untuk mencarinya!"
Aluna mengabaikan ucapan leon, setelah hari itu, dia mogok bicara pada leon.
Dia beranjak ke kamarnya tanpa bicara sepatah katapun pada leon.
__ADS_1
"Kenapa dia jadi gampang tersinggung seperti itu? biasanya kalau dia sedang kesal gak pernah sampai mogok bicara padaku."