Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang

Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang
Bab 55


__ADS_3

Setelah Aira menutup telponnya Gena merenung, dia tidak menyangkal perkataan Aira karna semua yang dia katakan memang benar.


Kemudian Gena pergi ke ATM untuk mengambil uang yang baru saja dia dapat dari Aira.


Setelah itu dia pergi menemui jimy, dan memberitaunya kalau Aira mengandung anaknya jimy bukan anaknya Leon.


"Jadi anak yang di kandung Aira itu adalah anakku?l, darah dagingku?"


"Iya jimy, aku mendengar sendiri apa yang dia katakan kalau sebenarnya Leon tidak pernah menyentuhnya, itu hanya rencanya Aira saja supaya Leon mau menikahi dia."


"Kenapa dia bersikeras ingin menikah dengan kaka iparnya itu? sehebat apa dia? sehingga Aira memilih menikah dengan dia bukannya aku."


"Aku tidak tau apa yang di pikirkan gadis bodoh itu, kalau kamu menginginkan Aira selalu bersamamu dan ingin menikahinya, besok datanglah ke rumah Aira dan katakan semua kebenarannya!"


"Iya, besok aku akan ke sana, Aira adalah cinta sejatiku aku tidak akan membiarkan dia menikah dengan laki-laki lain."


Gena memberikan sebuah amplop kepada jimy, "Di dalam amplop ini ada sejumlah uang yang aku minta dari Aira, aku kembalikan padamu."


Jimy menerima amplop itu dan bertanya,


"Kenapa begitu, untuk apa semua ini?"


"Kamu jangan salah paham! aku tidak bermaksud untuk memeras kekasihmu, aku hanya memberinya sedikit pelajaran supaya dia sadar kalau hidup dengan menipu seseorang itu tidak menyenangkan."


"Apa rencana tante selanjutnya?"


"Tugasku untuk membalas budi baikmu sudah selesai, terimakasih atas bantuanmu satu tahun ini! kamu sudah memberiku tempat tinggal dan pekerjaan, berkatmu aku menyadari semua dosa-dosa yang aku lakukan di masa lalu."


"Maaf jimy, setelah ini aku tidak bisa membantumu lagi sudah saatnya aku menebus semua dosa yang aku lakukan di masa lalu, aku akan selalu berdo'a untukmu, semoga kamu bahagia dengan pilihanmu." Ucap Gena.


"Tante mau kemana?"


"Aku tidak akan kemana-mana aku hanya ingin menyendiri untuk sementara waktu, aku ingin merenungi semua kesalahan dan dosa-dosa yang telah aku perbuat selama ini. Jimy apa aku boleh minta tolong satu hal padamu?"


"Katakan saja apa yang tante mau, aku akan melakukannya."


"Tolong kamu berikan semua yang aku punya pada keluarga Anindira, dan ATM ini!" kata Gena sambil memberikan sebuah ATM pada Jimy.


"Tante yakin mau memberikan semuanya untuk mereka? setelah ini tante mau tinggal di mana?"

__ADS_1


"Aku akan tinggal di tempat yang kecil, di sebuah rumah yang sederhana hanya seorang diri."


"Apa tante tidak mau mencari anak dan suami tante untuk memperbaiki semuanya lalu berkumpul kembali bersama mereka? aku akan membantumu untuk mencari tempat tinggal mereka."


"Tidak perlu! anakku sudah tidak mau mengakuiku sebagai ibunya dan suamiku telah menikah lagi dengan wanita lain, tidak ada gunanya lagi aku kembali bersama mereka."


"Baiklah, jika mau tante seperti itu aku akan melakukannya."


"Terimakasih!"


Keesokan paginya adalah hari pernikahan Leon dan Aira.


"Saudara Leon Pradana bin Surya Pradana saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Aira Rahma bin Arya wibowo dengan mas kawin berupa uang tunai 100 juta, dan seperangkat alat solat tunai." Papa Aira membaca ijab kabul.


Leon terlihat tidak senang, dia sempat terdiam beberapa saat kemudian mengucap ijab kabul, "Saya terima nikah dan kawinnya Aira Rahma binti Arya wibowo.."


"Tunggu!" tiba-tiba jimy datang menghentikan ijab kabulnya.


Semua mata tertuju pada suara orang yang menghentikan acara ijab kabul Leon dan Aira.


"Jimy?!" ucap Aira kaget.


"Apa maksudmu? kenapa datang-datang bicara seperti itu, apa hubunganmu dengan Aira?" tanya Leon.


"Aku adalah kekasihnya Aira, kami sudah bersama selama bertahun-tahun kami tidak terpisahkan, seharusnya aku yang duduk di sana dan mengucap ijab kabul dengannya."


"Apa ini Aira?" Ucap papanya.


Aira keringat dingin dia merasa gugup karna takut semua rencananya terbongkar.


"Kenapa kamu diam saja Aira? apa benar dia kekasihmu?" tanya mamanya.


Tiba-tiba Gena datang menghampiri mereka dengan memakai borgol di tangannya, dan di ikuti dua orang polisi di belakangnya.


"Benar nyonya, dia adalah kekasih Aira waktu di luar negri mereka saling mencintai." Kata Gena.


Semua orang yang ada di sana menatap ke arah Gena sambil berbisik-bisik.


Gena melihat ke sekelilingnya dan berkata, "Maaf jika kedatanganku membuat resah semua orang yang ada di sini, aku adalah bibi dari mantan istri mempelai laki-laki, aku adalah seorang kriminal aku datang kemari karna ada sedikit urusan dengan mereka."

__ADS_1


Mendengar ucapan Gena tanpa berpikir lagi papa Aira membatalkan acara akad tikahnya, "Aku minta maaf pada semuanya akad tikahnya di batalkan, mohon maaf kepada para tamu undangan silahkan meninggalkan tempat ini." Kata papanya Aira.


Semua para tamu undangan bubar meninggalkan tempat itu.


"Sekarang katakan semua yang ingin kamu katakan!" kata papanya Aira pada Gena.


"Pa, kenapa papa malah memberi kesempatan wanita tua itu untuk bicara di sini? semua orang sudah tau kalau dia itu penjahat."


"Diam! papa sudah bertanya padamu, tapi kamu malah tidak mengatakan apapun seperti orang bodoh!"


"Maaf aku terpaksa ikut campur dalam urusan keluarga kalian, aku tidak punya banyak waktu aku hanya ingin mengatakan kalau malam itu Leon tidak melakukan apapun pada putri kalian, sehelai rambutnya pun dia tidak pernah menyentuhnya."


"Dari mana kamu bisa tau semua itu?" mama Aira bertanya pada Gena.


"Aku mendengarnya sendiri, saat putri kalian sedang mengoceh sendirian. Jadi Leon tidak bersalah! dia juga tidak tau apa yang terjadi sebenarnya karna setelah dia meminum air itu dia langsung pingsan."


Kedua orang tuanya Aira menatap tajam putrinya itu.


"Aira, jawab pertanyaan papa dengan jujur! siapa sebenarnya ayah dari anak yang kamu kandung?"


Aira menunduk dan tidak bisa menjawab pertanyaan papanya.


"Katakan saja yang sebenarnya Aira! apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu aku akan bertanggung jawab atas kamu dan anak itu." Kata jimy.


Aira merasa sangat kesal dia mengepalkan tangannya dan wajahnya terlihat merah padam karna menahan perasaannya yang campur aduk, rasa kesal, marah, dan malu jadi satu.


"Kenapa harus kamu yang bertanggung jawab atas Aira dan anak yang dia kandung?"


"Karna aku adalah ayah kandung dari anak itu."


Semua keluarga terkejut mendengar pernyataan Jimy.


"Jadi benar dugaanku kalau itu bukanlah anakku melainkan anak dari orang lain!" kata Leon dengan suara rendah.


"Aira tante tidak menyangka kamu melakukan hal serendah itu demi obsesimu, wanita macam apa kamu ini!" kata mamanya Leon.


Aira hanya bisa terdiam, kedua orang tua Aira merasa malu sehingga mereka tidak bisa mengangkat kepala lagi di hadapan keluarganya Leon.


"Maaf, aku menyela pembicaraan kalian sudah waktunya aku untuk pergi, tapi sebelum itu aku punya permintaan untukmu Leon bisakah kamu membantuku untuk menyampaikan permohonan maafku pada Anindira dan keluarganya? dan tolong berikan surat ini padanya." Kata Gena memberikan sebuah surat yang dia tulis untuk Anindira dan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2