Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang

Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang
Bab 48


__ADS_3

Pada akhirnya Leon dan Aira beradu mulut.


"Kamu harus tetap bertanggung jawab mas!"


"Tidak akan! aku tidak akan menikahi wanita pembohong sepertimu." Kata Leon sambil beranjak masuk ke kantornya.


"Tidak bisa mas! kamu harus menikahiku, semuanya sudah di persiapkan dan sekarang kamu tidak bisa meninggalkanku begitu saja, karna aku hamil anak kamu." Teriak Aira dengan keras sehingga membuat semua karyawan yang ada di sana menatap mereka dan membicarakan mereka.


Bram yang melihat itu dengan sigap menyuruh mereka semua untuk kembali ke tempat mereka masing-masing.


"Kamu sudah kehilangan akal Aira! apa ini adalah bagian dari rencanamu juga?!"


"Aku benar-benar hamil anak kamu mas! kalau aku gak hamil anak kamu, aku gak bakalan bersikeras meminta kamu untuk menikahiku."


"Pembohong!"


"Ya aku memang sudah mencampurkan obat ini padamu, itu karna aku ingin kamu menjadi milikku seorang, aku ingin kamu hanya melihatku saja, aku tau cintaku itu gila tapi untuk yang satu ini aku tidak berbohong ini hasil dari hubungan kita malam itu mas." Kata Aira sambil menangis.


"Kamu yakin itu adalah anakku? siapa tau sebelumnya kamu sudah hamil lalu menjebakku dan melimpahkan semua masalah padaku."


"Tega kamu mas, setelah apa yang kita lakukan malam itu kamu tega bicara seperti itu?"


"Bukankah kamu sendiri yang menginginkannya! kamu sendiri yang dengan suka rela menyerahkan diri padaku, itu salahmu maka tanggunglah sendiri akibatnya lagi pula aku tidak ingat apapun tentang malam itu, aku tidak yakin kalau malam itu aku menyentuhmu."


"Kalau kamu tidak menyentuhku sama sekali lalu dari mana datangnya anak yang ada dalam kandunganku!"


"Aku tidak tau! jangan berdebat lagi, dan pergi dari sini!" bentak Leon.


Leon masuk ke kantornya dalam keadaan marah.


"Mas Leon? tunggu mas!"


"Nona, tolong pergilah Tuan Muda sedang dalam keadaan marah Tuan tidak akan mendengarkan Nona."


Aira merasa sangat jengkel dia pergi dari sana untuk menemui orang tuanya Leon.


"Tante, tante" sesampainya di rumah Leon Aira berteriak memanggil-manggil mamanya Leon sambil menangis.


"Ada apa Aira, kenapa kamu menangis?"


"Maaf tante, aku sudah sangat tidak sopan masuk ke rumah tante dengan berteriak dan memanggil-manggil tante."


"Gapapa Aira, ayo duduklah! katakan apa yang terjadi kenapa kamu menangis?"


"MasLeon tante," Aira menangis dengan tersedu-sedu.

__ADS_1


"Ada apa dengan Leon? bukannya tadi kamu bilang mau menyusulnya."


"Iya, tadinya siang ini kami akan pergi ke butik untuk fitting baju, tapi.. tapi tiba-tiba Mas Leon bilang tidak mau menikah denganku."


"Apa?! Leon mengatakan itu sama kamu?"


"Iya tante, sekarang aku harus bagaimana?"


Mamanya Leon terlihat kebingungan, "Tenanglah Aira, minumlah dulu!"


Mamanya Leon memberikan segelas air putih pada Aira, "Sekarang katakan, apa yang terjadi? kenapa Leon tiba-tiba bicara tidak ingin menikahimu?"


"Tante, Mas Leon bilang dia ingin membatalkan pernikahan ini."


"Apa alasannya, kenapa Leon berubah pikiran? apa dia sudah kehilangan akal, dia sudah merusakmu dan sekarang tidak mau bertanggung jawab."


"Aku tidak tau tante, dia sudah salah paham padaku, dia mengira cintaku itu palsu katanya aku berpura-pura mencintainya."


"Anak itu sudah sangat keterlaluan, udah ya kamu jangan nangis biar nanti tante yang akan bicara padanya."


"Maafin aku ya tante aku jadi seperti memaksakan pernikahan ini secara sepihak, sebenarnya gapapa kalau Mas Leon mau membatalkan pernikahan ini, tapi masalahnya aku tidak yakin bisa menanggung ini sendirian tante, karna aku.. aku telah mengandung anaknya Mas Leon."


"Apa kamu bilang?! kamu hamil, hamil anaknya Leon?"


"I iya tante,"


"Iya, kalau tante gak percaya aku akan pulang ke rumah dan membawa buktinya."


Mamanya Leon sangat terkejut, sampai membuatnya bungkam tanpa bisa mengatakan apapun lagi.


Aira pulang ke rumah, dan memberitau tentang kehamilannya pada orang tuanya.


"Apa kamu yakin Aira?" tanya mamanya.


"Iya ma," kata Aira sambil menunduk.


Mamanya Aira mengehela nafas, "Hhahh, apa salah mama dalam mendidik kamu Aira! dulu kaka kamu tidak sampai seperti itu, kamu bukan hanya melakukan hubungan seperti itu dengan Leon tapi juga hamil sebelum menikah, mau di taro di mana muka mama ini Aira?"


"Karna itu ma, aku gak mau membuat keluarga kita tambah malu dengan membatalkan pernikahan ini."


"Membatalkan pernikahan?!" ucap papanya Aira terkejut.


"Iya pa, Mas Leon berubah pikiran dia tidak mau menikahiku."


"Kenapa? apa kamu terlalu menekannya?" tanya mamanya.

__ADS_1


"Apa maksud mama?"


"Kalau Leon sampai berubah pikiran tidak mau menikahimu itu berarti kamu terlalu menekannya Aira, dari awal Leon tidak setuju untuk pernikahan ini, lalu dia setuju dengan alasan kejadian malam itu karna dia merasa harus bertanggung jawab padamu."


"Sekarang dia berubah pikiran, mungkin karna kamu terlalu menekannya, dan terlalu agresif padanya."


"Menekan apanya ma, dan kapan aku bersikap agresif pada Mas Leon."


"Kamu bilang kamu mencintai Leon kan, tapi Leon tidak pernah mengatakan dia menyukaimu apalagi mencintaimu, jika kamu terus-terusan menempel padanya dia akan merasa risi, kamu harus tau Leon tidak suka dengan wanita yang agresif seperti itu."


"Lalu sekarang aku harus bagaimana, bagaimana caranya supaya Mas Leon tidak jadi membatalkan pernikahan ini?"


"Kamu benar-benar membuat kami pusing Aira, apa ini hasil dari sekolahmu selama di luar negri?" kata papa Aira sambil marah-marah.


"Kenapa papa malah memarahiku? aku tau aku salah, tapi semua ini sudah terjadi aku tidak tau harus bagaimana pa." Ucap Aira menangis tersedu-sedu.


"Cukup, jangan menangis! kamu hanya membuat papa semakin pusing saja."


"Apa rencana kita selanjutnya pa?" tanya mama Aira pada suaminya.


"Kita akan pergi ke rumahnya Leon besok, kita harus berunding dengan orang tuanya Leon lagi pula dia tidak bisa menolak karna Aira sekarang tengah hamil anaknya Leon."


"Kenapa gak sekarang aja pa?" kata Aira.


"Diam kamu Aira! papa yang akan mengurus semuanya, kamu itu bisanya cuma bikin malu saja!" kata papanya.


Aira terdiam.


Sedangkan Leon di rumahnya juga mendapat teguran dari keluarganya, ketika Leon baru saja pulang dari kantor.


"Leon, kemari!" kata mamanya Leon.


"Ada apa ma? kenapa kalian berkumpul di sini?"


"Duduk!" kata papanya Leon.


Leon segera duduk tanpa bertanya lagi.


"Leon, kata Aira kamu ingin membatalkan pernikahan kalian apa itu benar?" tanya papanya.


"Iya pa,"


"Kamu tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak seperti itu Leon."


"Kenapa tidak boleh? yang mau menikah itu adalah aku, terserah aku jika aku ingin membatalkannya."

__ADS_1


"Apa Kamu sudah kehilangan akal Leon? Aira tengah hamil anak kamu dan sekarang kamu ingin lari dari tanggung jawab!"


__ADS_2